Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kinetic Model of Biodiesel Processing Using Ultrasound Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.023.1.%p

Abstract

Ultrasound is predicted to be able to accelerate the chemical reaction, to increase the conversion of plant oil into biodiesel, and to decrease the need of catalyst and energy input. The application of ultrasound for processing of biodiesel and the mathematical model were conducted in this research. The result of the experiments showed that the ultrasound increased reaction rate and the conversion of palm oil into biodiesel up to 100%. It was better than the process with mechanical stirrer that the conversion was just 96%. The duration to complete the process using ultrasound was 1 minute. It was 30 to 120 times faster than that withmechanical stirrer. Ultrasound transforms mechanical energy into inner energy of the fluids and causes an increasing of temperature. Simultaneously, natural mixing process undergo because of acoustic circulation. Simulation with experiment data showed that the acceleration of transesterification with ultrasound was affected not only by natural mixing and increasing temperature. The cavitation, surface tension of micro bubble, and hot spot accelerate chemical reaction. In fact, transesterification of palm oil with ultrasound still needs catalyst. It needs only about 20% of catalyst compared to the process with mechanical stirrer.Keywords : Biodiesel, transesterification, mathematical modeling, ultrasoundDiterima: 16 September 2008; Disetujui: 10 Pebruari 2009
Ekstraksi Senyawa Antioksidan Dari Buah Strawberry (Fragaria X Ananassa) dengan Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (Kajian Waktu Ekstraksi dan Rasio Bahan dengan Pelarut) Sumardi Hadi Sumarlan; Bambang Susilo; Ary Mustofa Ahmad; Muhammad Mu'nim
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.034 KB)

Abstract

Buah stroberi kaya akan pigmen warna antosianin yang mengandung antioksidan tinggi. Selain itu stroberi juga kaya akan vitamin C, serat, potassium, folat, rendah kalori, dan mengandung asam ellagic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu ekstraksi dan rasio bahan dengan pelarut yang digunakan terhadap ekstraksi antioksidan pada buah stroberi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah lama waktu ekstraksi (L) yang terdiri dari 3 level (1, 2, 3 menit) dan faktor II adalah rasio bahan dengan pelarut (R) yang terdiri dari 3 level (1:10, 1:20, 1:30 b/v). dengan dua kali pengulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Data yang diperoleh dianalisa. Perlakuan terbaik diperoleh pada lama waktu ekstraksi selama 2 menit dan rasio bahan dengan pelarut 1:20 (b/v), dengan aktivitas antioksidan 13,32 ppm, kadar antosianin 9,43, pH 2,1, rendemen 30,34% dan tingkat kecerahan (L) 21,8, tingkat kemerahan (a*) 8,0 dan tingkat kekuningan (b*) 6,7. Perbandingan antara ekstraksi MAE dan ekstraksi konvensional sebagai control menunjukkan bahwa ekstraksi dengan MAE menghasilkan nilai yang lebih baik pada semua parameter yang diuji.
Uji Performansi Mesin "Spinner Pulling Oil" sebagai Pengentas Minyak Otomatis dalam Peningkatan Produktifitas Abon Ikan Patiin (Pangasius pangasius) Helmi Fadhlurrahman Felayati; Bambang Susilo; Yusron Sugiarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.321 KB)

Abstract

Desa banturejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa yang memiliki komoditas perikanan yang tinggi karena adanya Bendungan Selorejo. KOPWAN (Koperasi Wanita) Srikandi telah banyak menjual produk pengolahan pangan termasuk berbahan dasar ikan. Abon ikan patin (Pangasius pangasius) merupakan salah satu produk yang dihasilkan. Akan tetapi permasalahan yaitu mutu abon ikan yang memiliki kadar minyak yang tinggi sehingga menyebabkan daya simpan abon yang tidak tahan lama. Alat “spinner pulling oil” merupakan pengentas minyak otomatis yang memanfaatkan gaya sentrifugal. Spinner pulling oil memiliki timer sebagai pengatur waktu agar pekerjaan lebih efektif dan effisien dengan kecepatan putaran 1076 rpm serta kapasitas keranjang bahan sebesar 10 kg. Untuk mengetahui kinerja alat tersebut dilakukan uji performansi alat dengan melakukan pengujian alat secara keseluruhan dengan melakukan pengujian pada abon ikan untuk mengetahui kadar minyak yang terkandung setelah pengentasan. Pengujian dilakukan pada sampel abon ikan dengan lama waktu pengentasan yang berbeda yaitu 0,2,4,6,8, dan 10 menit. Hasil pengujian di analisa waktu optimal dan kebutuhan energinya. Pada pengujian didapatkan waktu optimal pengentasan yaitu pada menit ke 6 dengan kadar lemak 25,49%. Energi yang dibutuhkan untuk proses pengentasan selama 6 menit sebesar 0,0519 KWh, sehingga biaya yang harus dikeluarkan yaitu sebesar Rp. Rp. 55,79,-.   Kata kunci : Spinner Pulling Oil, Abon Ikan, Performansi 
Prediction Model of Basal Stem Rot (BSR) Based on Ganoderma Boninense Using UV/Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy Zaqlul Iqbal; Lutfi Mahmudah; Bambang Susilo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n2.1

Abstract

Basal Stem Rot (BSR) disease was considered as the most destructive disease in oil palm tree. Ganoderma boninense. fungi causing BSR on oil palm tree, could release cell wall degrading enzymes (CWDE) which responsible to degrade polysaccharide on oil palm tree cell wall such as cellulose and lignin into reducing sugar. In this research optical measurement using UV/Vis Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) was utilized to qualify and quantify BSR level based on its reducing sugar. Several stages were conducted to qualify and quantify reducing sugar comprising sample preparation, spectral data acquisition and chemometrics analysis. Health Stem (HS) and Infected Stem (IS) were prepared. The two stem condition were dried and powdered separately then mixed into 5 mixtures from both stems (100% HS, 75% HS + 25% IS + 50% HS + 50% IS, 25% HS +75% IS and 100% IS) and duplicated to produce 10 total sample. Reducing sugar was measured for each sample. Other than that, spectrum acquisition data was conducted using UV/Vis DRS. In the final stage, chemometrics analysis was performed where reducing sugar was set as response and spectral data was set as predictor. The result showed that Principal Component Analysis (PCA) could well classify 4 group of mixtures. While for quantitative analysis, Partial Least Square (PLS) and Support Vector Machine Regresion (SVR) were used to develop prediction model of reducing sugar. PLS showed low performance with the highest R2 val and R2 cal accounting for 0.218 and 0.019 and RMSEC and RMSECV were 0.019 and 0.023, respectively. Besides, SVMR using first derivative savitzky-golay (DG1) preprocessing showed high R2 cal and R2 val accounting for 0.823 and 0.701 with RMSEC and RMSECV were 0.012 and 0.028, respectively.
Analisis Finansial Pengolahan Limbah Biogas Menjadi Pellet Ikan dan Pupuk Organik Cair Dani Pratama Putra; Bambang Susilo; Wahyunanto Agung Nugroho; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.129 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan sludge dari degester biogas menjadi pellet ikan dan pupuk organik cair serta menghitung dan menganalisis kelayakan aspek finansial dari pengolahan sludge biogas dengan investasi penambahan  spinner dan pencetak pellet sederhana berdasarkan manfaat (benefit) dan biaya (cost) yang terjadi selama umur investasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui aspek teknis meliputi kapasitas produksi, teknologi proses produksi, serta mesin dan peralatan produksi. Data yang dianalisis pada aspek finansial meliputi data yang berhubungan dengan biaya produksi serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV) dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan waktu olah dari pengolahan sludge biogas ini sekitar 36 kg/jam (mesin spinner) dengan waktu kerja efektif 8 jam dan dalam 1 tahun dapat mengolah sludge sebanyak 64,8 ton. Usaha pengolahan sludge biogas ini dapat menghasilkan produk pellet ikan sebanyak 16479 kg per tahun dan 21600 botol pupuk organik cair. Usaha pengolahan sludge biogas ini layak secara finansial untuk dilaksanakan karena memenuhi kriteria investasi yaitu NPV sebesar Rp 24,439,660.58,-, B/C ratio sebesar 1,25, IRR sebesar 50.97%, Payback Period selama  0,43 tahun. Dan berdasarkan hasil analisis sensitivitas, usaha pengolahan sludge biogas ini sensitif terhadap penurunan produksi dan penurunan harga jual.   Kata kunci : Degester, Sludge, Spinner, Pellet, Harga Pokok Produksi, Payback Period, B/C Ratio, Net Present Value (NPV)
Pemurnian Etanol Hasil Fermentasi Kulit Nanas (Ananas comosus L. Merr) dengan Menggunakan Destilasi Vakum Dony Fahmi; Bambang Susilo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.875 KB)

Abstract

Kenaikan harga bahan bakar minyak dan perkiraan tentang penurunan produksi minyak bumi pada masa yang akan datang serta ketergantungan yang besar terhadap sumber energi minyak bumi. Salah satu bahan pembuatan bioetanol adalah kulit nanas karena penggunaan bahan pangan sebagai bahan baku bioetanol dapat mengancam ketersediaan bahan-bahan pangan jika tidak dilakukan dengan arif dan bijaksana dalam pengelolaannya. Kulit nanas mengandung 81,72 % air, 20,87 % serat kasar, 17,53 % karbohidrat, 4,41 % protein dan 13,65 % gula reduksi, oleh karena itu kulit nanas potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan perlakuan monofaktor yaitu suhu destilasi vakum dengan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan respon yang diamati adalah rendemen dan kadar etanol destilat. Dilakukan penentuan kondisi optimum proses sehingga dihasilkan produk etanol yang optimal. Perlakuan yang diberikan dibagi dalam 3 taraf dengan ulangan sebanyak 3 kali. Adapun taraf perlakuan yang digunakan adalah suhu destilasi vakum 40˚ C, 50˚ C dan 60˚ C pada tekanan mutlak 31 Kpa. Pada penelitian pemurnian etanol hasil fermentasi kulit nanas menggunakan destilasi vakum, nilai kadar etanol destilat tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebesar 21,250%, suhu yang paling optimal dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan suhu 500C. Nilai rendemen tertinggi yang diperoleh dalam penelitian pemurnian etanol hasil fermentasi kulit nanas dengan menggunakan destilasi vakum ini adalah 1,166%.
Rancang Bangun Mesin Pemarut Dan Pemeras Santan Kelapa Portable Model Kontinyu Dwi Lestari; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.616 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun pemarut dan pemeras santan kelapa portable model continue bertenaga gerak motor listrik, mengetahui sistem kerja dengan uji coba dan identifikasi tingkat kegagalan perancangan serta menghitung tingkat efisiensi dengan perbandingan metode manual. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian rancang bangun mesin pemarut dan pemeras santan kelapa portable model continue ini adalah metode empirik, yaitu pengambilan data dari sumber studi pustaka lalu mengaplikasikanya dalam satu permodelan dimensi dengan perencanaan dan perhitungan yang diwujudkan dalam satu bentuk nyata berupa mesin pemarut dan pemeras santan kelapa portable model continue tersebut. Untuk mengetahui besar kapasitas mesin dibutuhkan pengulangan beberapa kali dengan pengambilan waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit, 30 menit sampai 60 menit. Hasil penelitian dibedakan menjadi dua sesuai parameter penelitian, yaitu santan dan ampas. Rancangan mengalami beberapa kali perubahan design dan ukuran komponenya, hal ini untuk mendapatkan hasil yang mendekati sempurna. Hasil pengujian tertinggi terjadi pada waktu 10 menit yaitu, santan 110 gr, dan ampas 220 gr. sedangkan pada pengujian mulai 25 menit hingga 60 menit tidak menghasilkan santan. Hal ini dikarenakan mesin mengalami eror.
Ekstraksi Minyak dari Microalga Jenis Chlorella Sp. Dengan Menggunakan Metode Osmotik Berbantukan Ultrasonik Swasti Riska Putri; Musthofa Lutfi; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.58 KB)

Abstract

Tingkat konsumsi dari energy khususnya bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan nilai konsumsi BBM ini akan mempengaruhi ketersediaan minyak mentah yang semakin lama akan semakin habis.  Fenomena seperti ini perlu diantisipasi dengan usaha diversifikasi energy seperti alkohol, gasohol dan minyak nabati. Namun renewable energy ini berbahan baku pangan seperti singkong, jagung, dan lain sebagainya, sehingga dapat mengganggu stabilitas pangan. Biodiesel merupakan salah satu renewable energy yang dapat diproduksi dari microalga diantaranya Chlorella Sp.. Kelebihan Clorella Sp. dari bahan baku biodiesel yang lain adalah dapat berkembang biak dengan cepat , tidak memerlukan pretreatment dalam pengolahannya, dan bukan merupakan bahan pangan. Microalga dapat diekstrak salah satunya dengan menggunakan cara kimiawi yaitu shock osmotic berbantukan ultrasonic yaitu memecah membrane semipermeable sel sehigga kandungan minyak dapat terekstrak. Lama ekstraksi divariasikan sebamyak 5 level yaitu 60, 90, 120, 150, dan 180 menit.  Hasil pengujian kadar lemak dalam eksrak alga ini didapatkan bahwa kandungan lemak hasil ekstrak tanpa menggunakan gelombang ultrasonic terbesar adalah pada lama ekstraksi 3 jam yaitu sebesar 0.655%. Sedangkan kandungan lemak pada ektrak dengan ultrasonic yang tertinggi adalah pada lama ekstraksi 2 jam yaitu 0.545%. Kata kunci : Ekstraksi, Clorella Sp., Metode Osmotik, Gelombang Ultrasonik
Rancang Bangun Rangkaian Pengendali Suhu Air pada Fotobioreaktor Vertikal Dendy Satyabima; Bambang Susilo; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.301 KB)

Abstract

Fotobioreaktor vertikal merupakan alat simulasi untuk pengembangbiakan atau budidaya mikroalga. Fotobioreaktor yang ada akan disempurnakan yaitu adanya penambahan rangkaian pengendali suhu air dengan menggunakan sensor suhu LM35 dan mikrokontroler Atmega 16 sebagai pusat kontrolnya dengan maksud untuk mengendalikan suhu air yang dibutuhkan pada pertumbuhan mikroalganya. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengendalikan suhu air sehingga tidak melebihi suhu optimal untuk pertumbuhan mikroalga, suhu yang terlalu tinggi yang diterima mikroalga dapat menurunkan tingkat pertumbuhannya. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah suhu air pada drum mikroalga dapat terkontrol dalam arti tidak melebihi dari suhu optimal dari pertumbuhan mikroalga, sistem kontrol juga bekerja dengan baik karena dapat mengontrol keadaan pompa air sesuai dengan suhu yang dibutuhkan. Mikroalga yang dikembangkan dalam fotobioreaktor dapat bertahan hingga berumur 7 hari.
Pemurnian Alkohol Menggunakan Proses Destilasi-Adsorpsi dengan Penambahan Adsorben Zeolit Sintesis 3 Angstrom Bambang Susilo; Rini Yulianingsih; Ulfinasari A
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.729 KB)

Abstract

Kadar alkohol yang didapatkan pada tahap fermentasi hanya sekedar 10% (v/v). Untuk memurnikan alkohol  dengan melalui proses refinery terdapat empat tahap yaitu, tahap evaporasi, tahap destilasi, tahap dehidrasi dan tahap rektrifikasi. Pada tahap evaporasi menghasilkan kadar alkohol 18% (v/v). Pada  tahap dehidrasi menggunakan proses perendaman (adsorpsi) secara secara fisika dengan penambahan adsorben berupa zeolit sintesis 3A. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui kadar alkohol yang dapat diperoleh pada pemurnian alkohol 18% (v/v) dengan menggunakan destilasi- adsorpsi. Tujuan kedua ialah untuk mengetahui lama waktu perendaman dan berat zeolit sintesis 3A yang paling optimal pada pemurnian alkohol 18% dengan menggunakan proses adsorpsi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Faktorial (RAK) dua faktorial. Faktor pertama yaitu berat zeolit sintesis 3A sedangkan faktor kedua adalah waktu perendaman (adsorpsi). Berat zeolit sintesis 3A yang digunakan terdiri dari 3 level yakni, 25 gram, 35 gram dan 45 gram dengan waktu perendaman selama 180 menit, 300 menit dan 420 menit. Perlakuan menggunakan penambahan adsorben zeolit sintesis 3A sebanyak 45 gram dengan waktu perendaman selama 5 jam dapat meningkatkan kadar alkohol sebesar 98,92%.