Indah Ulfia Utami
Program Studi Arsitektur Lanskap, Institut Sains dan Teknologi Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan

MEWUJUDKAN KAMPUNG BANDAN SEBAGAI KAMPUNG KOTA BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ASIAN NEW URBANISM Desy Fatmala Makhmud; Fitria Nurhasanah; Indah Ulfia Utami; Syifa Khansha; Daisy Radnawati; Ray March Syahadat
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.355 KB)

Abstract

Kampung kota merupakan fenomena yang banyak terjadi terutama di lanskap kota pada negara-negara berkembang. Salah satu kampung kota yang ada di Indonesia yaitu Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara. Kepadatan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh kampung ini, dengan perbandingan kebutuhan ruang terbuka yang minim, derajat ketertutupan ruang, dan keterdekatan antar bangunan. Kepadatan dan keterbatasan dapat mengurangi kreativitas bagi manusia penghuninya untuk bertindak dan berperilaku. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak akan ada ruang-ruang sisa di dalam kampung Bandan. Dengan segala permasalahan yang ada maka perlu diadakan suatu penataan kampung yang berkelanjutan. Penataan yang benar akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik di dalamnya. Studi dilakukan pada bulan Oktober-November 2016. Analisis data dilakukan secara komparatif terhadap teori kampung kota berkelanjutan berdasarkan pendekatan Asian New Urbanism berupa rekomendasi yang menjadi dasar dalam menciptakan konsep kampung kota yang berkelanjutan dengan inovasi instrumen perencanaan Asian New Urbanism.Kata Kunci : Instrumen perencanaan; keberlanjutan; kebutuhan ruang; kepadatan; konsep; lanskap; lanskap kota; penataan kampung; rekomendasi; ruang terbuka
VERTICAL GREENERY PADA SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI PUBLIK UNTUK MENDUKUNG KOTA HIJAU Fitria Nurhasanah; Indah Ulfia Utami; Ray March Syahadat
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.731 KB)

Abstract

Perencanaan kota yang terjadi selama ini biasanya hanya terfokus pada struktur perkerasaan. Akibatnya beberapa permasalahan timbul seperti meningkatnya suhu perkotaan, penurunan kualitas udara bersih, penurunan kualitas visual, hilangnya sense of landscape, dan terganggunya ekosistem di perkotaan. Selanjutnya, bertambahnya jumlah penduduk dan berkurangnya area ruang terbuka hijau (RTH) membuat kita harus memikirkan alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup di perkotaan. Sistem vertical greenery menjadi salah satu solusi yang sering digunakan pada bangunan. Artikel ini mencoba memberikan sebuah solusi untuk memanfaatkan konsep vertical greenery bukan hanya untuk bangunan, tetapi pada sarana dan prasarana transportasi umum yang banyak tersebar di perkotaan. Diharapkan dengan mengoneksikan potensi kuantitas sarana dan prasarana transportasi publik, tanaman dengan kemampuan mereduksi polutan, serta teknologi vertical greenery, dapat membantu mengurangi permasalahan akan kurangnya RTH perkotaan yang secara tidak langsung memiliki dampak pada kualitas hidup di perkotaan. Studi dilakukan di Jakarta dan Singapura pada bulan November-Desember 2016. Hasil yang diperoleh terdapat 14 kriteria tanaman dan 34 spesies tanaman yang dapat digunakan untuk vertical greenery pada sarana dan prasarana transportasi publik di perkotaan.Kata Kunci : ekosistem perkotaan; lanskap; kriteria; kualitas visual; kualitas hidup perkotaan; sense of landscape; ruang terbuka hijau; RTH; suhu perkotaan; udara bersih