Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Application of Value Management on Real Estate Development Case Study: Developers in Surabaya Yeptadian Sari; Dedi Hantono; Emi Susilowati
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 1, No 01 (2017): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.1.01.27-32

Abstract

The application of a method in real estate development process is needed in order to ensure the project runs smoothly. There are methods that can increase the value of the project and even discard unnecessary cost of the project called value management. Many practitioners of real estate development in Surabaya claim that they always apply value management method. However, based on empirical data, it is known that not much research of value management in Surabaya. The purpose of this paper are to determine how the application of value management by developers of real estate development in Surabaya and when the right stage is to execute that method. Statistic descriptive analysis is used to achieve the research objectives. Results of research in this paper are the perception of value management by developers in Surabaya and real estate development stage in which value management method commonly executed in Surabaya.
KAJIAN PERILAKU PADA RUANG TERBUKA PUBLIK Dedi Hantono
NALARs Vol 18, No 1 (2019): NALARs Volume 18 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.18.1.45-56

Abstract

ABSTRAK. Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan suatu kota. Aksesibilitas yang tinggi menjadikan ruang ini menjadi tempat bertemunya bermacam aktivitas dari berbagai pengguna. Dalam interaksinya para pengguna menghadirkan aspek perilaku yang beragam. Untuk melihat aspek tersebut maka dilakukan penelitian berdasarkan teori dan penelitian yang sudah ada dan pernah dilakukan sebelumnya. Metode yang digunakan berupa content analysis yang didukung dengan teori dan literatur lainnya. Dari hasil yang didapat terbukti bahwa teori yang digunakan membuktikan penelitian-penelitian mengenai perilaku pengguna di ruang terbuka publik. Selain itu ada juga temuan bahwa ada atribut perilaku lain yang berperan, yaitu: kepercayaan dan jenis kelamin. Kata kunci: arsitektur, ruang terbuka publik, perilaku ABSTRACT. Public open space is one of an element of the city that cannot be separated from the development of a city. High accessibility makes this space become a meeting place for various activities from various users. In their interactions, the users present diverse behavioral aspects. To discover these aspects, this research conducted based on existing theory and previous research that had been done before. The method used is a content analysis which is supported by theory and other literature. From the results obtained it showed that the approach used proves studies regarding user behavior in public open space. Besides, there are also findings that there are other behavioral attributes that play a role: believe and gender. Keywords: architecture, public open space, behavior
Studi Persepsi Masyarakat Terhadap Masyarakat Pasar Simpang Pulo Gadung Jakarta Timur Dedi Hantono; Chaesar Dhiya Fauzan Widi; Ichsan Havidz; Mundhi Prihutama
Jurnal PATRA Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Patra Mei 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v2i1.65

Abstract

Pasar adalah salah satu tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Persaingan sangat penting dalam pasar. Dalam pelaksanaannya pasar terbagi menjadi dua kategori yaitu pasar formal dan pasar informal. Pasar informal sering kali memiliki citra buruk. Contoh pasar Simpang Pulogadung, merupakan pasar informal yang tumbuh secara organik di dekat terminal Pulogadung, tumbuh dengan sendirinya yang berawal dari perkumpulan pedagang yang menetap di daerah tersebut sehingga menjadi sebuah komunitas tersendiri pada daerah tersebut. Pasar Simpang Pulogadung mampu hidup dan mempertahankan keinginan konsumen sekitar pasar, bahkan kendaraan yang melintasinya. Permasalahan terbesar dari pasar Simpang Pulogadung ini adalah lokasi yang berada tepat dipinggir jalan Perintis Kemerdekaan. Penataan ruang dagang tersebut menjadi permasalahan utama untuk mengkaji persepsi masyarakat sekitar dan juga pengguna kendaraan dalam melakukan aktifitas karena pasar tersebut menggunakan bahu jalan.
Peran Ruang Publik pada Kantor Rukun Warga Terhadap Aktivitas Masyarakat di Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur Dedi Hantono; Noer Aziza
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 3 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v3i2.899

Abstract

Jakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dampak dari hal tersebut adalah semakin terbatasnya ruang publik yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas, seperti: sosial, refreshing, olahraga, dan lain-lain. Rukun Warga sebagai bagian dari lembaga pemerintah yang bersifat pelayanan publik dan memiliki bangunan kantor operasional sendiri sudah selayaknya juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun jika diperhatikan kantor RW masih terlihat sepi dari aktivitas masyakarat sehari-hari. Untuk itu dilakukan penelitian penyebab kurang berfungsinya kantor RW sebagai bangunan publik. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui ada beberapa faktor penyebab, diantaranya: dimensi ruang yang kurang memadai, kantor yang tertutup, dan ruang terbuka yang tidak terawatt bahkan beralih fungsi.
Pengaruh Ruang Publik Terhadap Kualitas Visual Jalan Kali Besar Jakarta Dedi Hantono
ARSITEKTURA Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.307 KB) | DOI: 10.20961/arst.v15i2.15114

Abstract

Kali Besar is a river that stretches from South to North and there are two roads on both sides, namely: Jalan Kali Besar Barat and Jalan Kali Besar Timur. On the government's awareness of the importance of preservation of buildings and historic areas, since 2008 the City of Jakarta was established as a conservation area and became a tourist destination in Jakarta. Many things have been attempted by the government such as the improvement of public space which is to be one tourist destination for visitors to enjoy the atmosphere of the past. Above it then conducted a study to determine whether the influence of public space for the visual quality of the area, especially Kali Besar. This research uses quantitative method with post positivistic rationalist approach. The result of the research shows that there is influence of public space on visual quality in Kali Besar Jakarta area.
Identifikasi Elemen Fisik Ruang Publik yang Berpengaruh Terhadap Pembentukan Visual Kawasan Kota Tua Jakarta Dedi Hantono; Abdul Hamid Hakim
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 5 No. 2 (2019): December 2019 ~ February 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v5i2.879

Abstract

The facade has become a major element in the formation of visual characters in an Old Jakarta area. But to improve the visual quality of the historic area, which is full of conserved buildings, changing the facade is one thing that is not permitted. Public space is the main alternative in improving the visual quality of the Jakarta Old Town area. This study aims to identify the physical elements that have an influence on the visual formation of the Jakarta Old Town area. Data were collected using a questionnaire for 10 respondents. By using a regression test, the relationship between variables was tested to investigate the effect between variables, and analyzed with a post positivistic approach. The results show that public space that affects the visual quality of Jakarta's Old City are four elements with linear formation; including roads, streams and pedestrian paths; and one square element (shared space)
ASPEK PERILAKU MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL PADA RUANG TERBUKA PUBLIK Dedi Hantono; Diananta Pramitasari
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a1

Abstract

Abstrak_Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang sangat penting kehadirannya dalam kehidupan kota. Sebagai ruang terbuka yang bersifat publik maka berbagai aktivitas dapat dilakukan manusia baik perorangan maupun berkelompok. Karakteristik manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial menjadi hal yang menarik untuk diteliti bagaimana manusia mempertahankan sifat keprivasian mereka dalam ruang terbuka publik yang dapat diakses siapa saja. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran bagaimana manusia mengaktualisasikan karakternya sebagai makhluk individu dalam suatu ruang sosial di ruang terbuka publiksehingga manfaat dari penelitian ini diharapkan bisa digunakan para perancang ruang kota dalam memperhatikan kebutuhan karakter manusia sebagai pengguna ruang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kajian literatur yaitu menggunakan beberapa teori dan artikel penelitian yang sesuai yang telah dilakukan.Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan ditemukan bahwa karakter manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam ruang terbuka publikterdapat 2 bentukan ruang yaitu ruang pribadi (personal space) yaitu ruang maya yang berada di sekeliling tubuh masing-masing individu dan teritori (territory) yang dibentuk sesuai dengan kondisi tertentunamunmasih dapat diusik oleh individu lain sehingga pertahanan manusia ini sifatnya tidak masif. Teritori juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu ekonomi dan budaya.Kata kunci: Arsitektur Perilaku; Ruang Publik, Ruang Terbuka Publik. Abstrak_Public open space is an element of the city that is very important of  its presence in city life. As a public open space, various activities can be carried out by humans, both individuals and groups. The characteristics of humans as individual and also social being; becoming interesting things to be investigated that how humans maintain their privacy in public open spaces that can be accessed by anyone. Therefore the purpose of this study is to gain the description of how humans actualize their characters as individual beings in a social space in public open space so that the benefits of this research are expected to be able to be used by urban space designers in concerning to the human character needs as the space user. The research method used was a qualitative method by conducting a literature study approach, which used several theories and research articles that were appropriate. Based on the literature review, it was found that human characters as individual and social being in public open spaces had 2 spatial forms, namely personal space which was the virtual space available around the body of each individual and territory formed according with certain conditions but can still be disturbed by other individuals so that the human defense is not massive. Territory is also influenced by two factors, namely economy and culture.Keywords: Behavior Architecture; Urban Space; Public Open Space; Personal Space; Territory.
Pengadaan Taman Bermain Anak Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda II Dusun Gunung Leutik Kabupaten Bogor Dedi Hantono; Ashadi; Ari Widyati Purwantiasning; anisa; Ratna Dewi Nur'aini; Yeptadian Sari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.903 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i2.3897

Abstract

Perkembangan anak usia dini yang terpenting berada pada masa emasnya. Untuk menjaga potensi mereka dapat dilakukan beberapa stimulus diantaranya stimulus taktil yaitu berupa rangsangan gerak. Sekolah sebagai sarana utama dalam menghasilkan anak yang berpendidikan memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Khusus pendidikan anak usia dini, sarana bermain sangat diperlukan untuk melakukan stimulus taktil yang dibutuhkan para siswa sekolah pada level dasar. Atas dasar hal tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini mengadakan ruang bermain anak pada ruang publik agar dapat diakses oleh mereka dengan mudah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa taman bermain yang telah dibuat dapat meningkatkan aktivitas pendidikan dengan melihat perkembangan jumlah pengunjung pondok baca.
KAJIAN HAK KEPEMILIKAN PROPERTI OLEH WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA Asa Aulia; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 1 No. 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v1i2.771

Abstract

In developing the Indonesian state, a large amount of money is required. One of the financing comes from investment or capital invested by foreign parties with an investment permit of 30-60 years. The impact of this period causes foreigners to need housing facilities that can support their activities and streamline their business in the context of PMA. In response to these conditions, the government issued Government Regulation No. 41/1996. Based on such regulatory conditions, foreigners generally get a house by renting. This allows foreigners to apply for a rental period of more than 10 years for Indonesians who own the house. However, in practice there are many houses whose conditions, room arrangement, layout, environment, or so on do not suit the tastes of foreigners. In addition, the condition of ownership of property on a lease basis also prevents foreigners from being able to renovate space. According to the UUPA, foreigners are not allowed to own HGB and can only obtain usage rights. This needs to be revised to adapt to the current and more dynamic investment climate conditions. In other countries the right to use property reaches 99 years. The proposal to extend the right to use housing for foreigners will contribute foreign exchange for the country.
Kajian Ruang Publik Dan Isu Yang Berkembang Di Dalamnya Dedi Hantono; Nike Ariantantrie
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.891 KB) | DOI: 10.22441/vitruvian.2018.v8i1.005

Abstract

Ruang adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia selama masa hidupnya. Bahkan konsepsi ruang tersebut masih ada pada manusia yang telah meninggalkan dunia ini walaupun konsepsi ruang itu sendiri sudah berbeda pada masing-masing penganut agama dan kepercayaan. Dari berbagai macam bentuk dan kategori seluruh ruang maka ruang publik adalah ruang yang paling banyak digunakan oleh semua orang baik sendiri maupun secara bersamaan. Begitu banyaknya aktivitas dan berbagai lapisan golongan masyarakat yang menggunakan ruang publik membawa interpretasi masing-masing yang cukup berbeda. Dari interpretasi inilah timbul begitu banyak ragam penggunaannya baik yang sesuai dengan fungsi maupun berdasarkan intrpretasinya masing-masing. Untuk memberi gambaran mengenai apa itu ruang publik maka dibuatlah suatu kajian dengan menganalisa beberapa tulisan dari beberapa artikel jurnal baik dalam maupun luar negeri. Dari kajian inilah nantinya didapat beberapa temuan yang bisa menjelaskan keberadaan ruang publik di dalam persepsi ruang lingkupnya.