Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Performa Algoritma Segmentasi Pembuluh Darah pada Citra Fundus Retina Asril, Bella Wahmilyana; Maison, Maison; Yudertha, Andreo
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 No 3
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v5i3.34416

Abstract

Ada banyak penyakit yang bisa di deteksi melalui pembuluh darah, seperti hipertensi, jantung, dan retinopati diabetes. Namun, pendeteksian penyakit melalui retina tidak mudah. Dokter harus mengamati struktur pembuluh darah pada citra fundus retina. Pengamatan secara langsung pada citra fundus membutuhkan waktu yang lama dan juga beresiko terjadi kesalahan. Dalam mengatasi hal ini, maka pengolahan citra digital diperlukan sebagai upaya untuk mempermudah pendeteksian kelainan pada retina mata. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap algoritma yang digunakan pada proses segmentasi citra fundus retina, karena hasil segmentasi dari citra akan berpengaruh besar dalam proses klasifikasi jenis penyakit pada retina. Kesalahan dalam pengklasifikasian jenis kelainan pada retina bisa menyebabkan kesalahan diagnosis dan kesalahan pemberian terapi yang tepat bagi pasien. Pengolahan citra dilakukan mulai tahap pra-pengolahan hingga segmentasi. Pengujian algoritma dilakukan pada tahap segmentasi. Hasil pengujian terhadap tiga algoritma menunjukkan bahwa metode pertama yaitu Morfologi Rekonstruksi memiliki rata-rata akurasi sebesar 94,46% dengan standard deviasi 2,94, Coye Filter memiliki rata-rata akurasi sebesar 94,97% dengan standard deviasi 4,99 dan Kirsch and Fuzzy C-Means dengan rata-rata akurasi 88,73% dan standar deviasi 2,74. Performa algoritma yang paling baik tidak hanya ditentukan dari tingkat akurasi tetapi juga dari aspek lain yaitu standar deviasi.
Pendidikan sains di sekolah menengah pertama perkotaan: Bagaimana sikap dan keaktifan belajar siswa terhadap sains? Maison Maison; Dwi Agus Kurniawan; Nur Ika Sandi Pratiwi
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 6, No 2: October 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v6i2.32425

Abstract

Abad ke-21 merupakan abad pengetahuan yang menghendaki segala aktivitas berbasis pada pengetahuan. Pada abad ke-21 ini sangat dibutuhkan keterampilan berpikir kritits, kreatif, kemampuan kolaboratif, metakognitif, kemampuan komunikasi, dan menguasai teknologi komunikasi. Selain itu, sikap dan keaktifan belajar merupakan hal penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran pada abad ke-21. Oleh karena itu penelitian ini dirancang untuk melihat bagaimana hubungan sikap dengan keaktifan belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian mix methods metode asosiatif jenis korelasional. Prosedur penelitian ini dimulai dengan menyebarkan angket, dokumetasi, dan wawancara. Pengambilan data angket data kuesioner diberikan kepada 147 siswa di SMPN 18 Kota Jambi. Dari data tersebut kemudian dilakukan analisis data yaitu pengkodean data, penyariangan data-data yang layak dan analisis dari data tersebut. Teknik analisis data menggunakan uji korelasional untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sikap dan keaktifan belajar. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang positif antara sikap dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA yang ditunjukkan dari hasil analisis pearson correlation sebesar 0.046. Science education in urban secondary school: How attitude towards science and learning activity? AbstractThe 21st century is the age of knowledge which requires all knowledge-based activities. In the 21st century, critical thinking skills, creative skills, collaborative abilities, metacognitive skills, communication skills, and communication technology are needed. Besides, learning attitudes and activeness are important things that students must have in learning in the 21st century. Therefore this study was designed to see how the relationship between attitudes and student learning activeness in science subjects. This research is mixed-method research with an associative type of correlational method. This research procedure begins with distributing questionnaires, documentation, and interviews. Retrieving questionnaire data was given to 147 students at SMPN 18 Jambi City. From the data, data analysis was then carried out, namely data coding, filtering the appropriate data, and analyzing the data. The data analysis technique uses a correlational test to determine whether there is a relationship between attitudes and learning activeness. The results of this study showed a positive relationship between student attitudes and activeness in science subjects as indicated by the results of the Pearson correlation analysis of 0.046.
ETHNOCONSTRUCTIVISM E-MODULE TO IMPROVE PERCEPTION, INTEREST, AND MOTIVATION OF STUDENTS IN CLASS V ELEMENTARY SCHOOL Asrial, Asrial; Syahrial, Syahrial; Maison, Maison; Kurniawan, Dwi Agus; Piyana, Suci Okta
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i1.19222

Abstract

This study aims to develop instructional media in the form of teaching materials in the form of electronic modules by using the Pageflip Professional 3D software application for fifth grade elementary school students. The method in this study uses the Research and Development (R & D) method that adapts the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Based on the results of the assessment in this study on the questionnaire obtained the frequency perception of 28 students with a percentage of 93.4% in the sufficient category. For the interest questionnaire to get frequency as many as 24 students with a percentage of 80.1% in the good category. While the motivation questionnaire obtained frequency of 28 students with a percentage of 93.4% in the good category. The resulting data shows that the electronic ethnocontructivism module based on the Pageflip Professional 3D software developed can be used as teaching material in the learning process.
PENGEMBANGAN E-MODUL MENGGUNAKAN 3D PAGEFLIP PROFESSIONAL PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS SMA/MA KELAS XI Hammiyati Fitri; Maison Maison; Dwi Agus Kurniawan
EduFisika Vol. 4 No. 01 (2019): Edufisika: Jurnal Pendidikan Fisika Volume 04 Nomor 01, Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edufisika.v4i01.4029

Abstract

This research aims to develop e-modules on the materials of momentum and impulses and know the perception of students. This research is a research and development that uses the Borg and Gall models. The stages of research include potential and problems, data collection, product design, design validation, design revisions, product testing, product and final product revisions. The test subject of this research is XI IPA High school students N 11 Muaro Jambi. The instrument used is a media and material validation poll and a student perception questionnaire. Data is analyzed descriptively. E-modules are developed from the module cover, the map of the position of the module, the learning activities per sub-chapter with examples and exercises and the final formative tests, load materials, videos, animations, simulations. The validation results of media experts and material respectively at 3.68 and 3.1 in good category. The results of the students ' perception analysis obtained an average score overall indicator is 3.45 which is categorized well.
IDENTIFICATION OF MISCONCEPTION OF HIGH SCHOOL STUDENTS ON TEMPERATURE AND CALOR TOPIC USING FOUR-TIER DIAGNOSTIC INSTRUMENT Maison Maison; Ida Cuci Safitri; Rendy Wikrama Wardana
EDUSAINS Vol 11, No 2 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v11i2.11465

Abstract

IDENTIFIKASI MISCONCEPTION MAHASISWA SEKOLAH TINGGI PADA TEMPERATUR DAN TOPIK KALOR MENGGUNAKAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK EMPAT-TIER AbstrakMiskonsepsi merupakan suatu konsepsi seseorang yang tidak sesuai dengan konsepsi ilmiah yang dimiliki oleh para ahli. Miskonsepsi harus dihindari dan kalau sudah terjadi perlu diremediasi karena dapat menjadi faktor penghambat dalam proses belajar siswa. Namun, miskonsepsi tidak mudah diidentifikasi, diperlukan instrumen khusus dan langkah-langkah tertentu untuk mengungkapkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali, mengungkap, serta mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada materi suhu dan kalor. Responden penelitian berjumlah 127 orang yang merupakan siswa dari SMA favorit di Jambi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Four-Tier Diagnostic Instrument pada materi suhu dan kalor. Analisis data dilakukan dengan cara mencari persentase jawaban benar pada setiap tingkat (tier) untuk setiap item dan persentase jawaban miskonsepsi untuk setiap kategori. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa 10 jenis miskonsepsi pada materi suhu dan kalor pada siswa telah dapat diidentifikasi dengan menggunakan sembilan buah item instrumen. Rata-rata miskonsepsi adalah sebesar 24.25%, False Positif sebesar 9,01%, False Negatif sebesar 4,72%, dan Lack of Knowledge sebesar 10,32% pada materi suhu dan kalor. persentase miskonsepsi tertinggi terletak pada miskonsepsi keenam (M6) sebesar 58,27%, yaitu “Ketika berada pada ruang yang sama suhu besi lebih rendah daripada suhu benda di sekitarnya”.AbstractThe misconception is a conception of someone who is not in accordance with the scientific conception possessed by experts. Misconceptions must be avoided, and if they occur, they need to be remediated because they can be a limiting factor in student learning. However, misconceptions are not easily identified; special instruments and specific steps are needed to express them. The purpose of this study is to explore, uncover, and describe students' misconceptions in temperature and heat material. The research respondents were 127 students from a favorite high school in Jambi. The instrument used for data collection was the Four-Tier Diagnostic Instrument on temperature and heat material. Data analysis was done by finding the percentage of correct answers at each level (tier) for each item and the percentage of answers to misconceptions for each category. The results showed that ten types of misconceptions in the temperature and heat material in students had been identified using nine instrument items. The average misconception is 24.25%, False Positive is 9.01%, False Negative is 4.72%, and Lack of Knowledge is 10.32% in temperature and heat material. The highest percentage of misconception lies in the sixth misconception (M6) of 58.27%, namely "When in the same room the temperature of the iron is lower than the temperature of the objects around it". 
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Ditinjau dari Gaya Kognitif Visualizer dan Verbalizer Fergi Faranijza Fatri; Maison Maison; Syaiful Syaiful
Didaktik Matematika Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v6i2.14179

Abstract

Mathematical representation skill is students' ability to express mathematical ideas (such as problems, statements, and definitions) in various ways to solve problems through multiple representations, such as images, words, tables, and symbols mathematics. Students are struggling in representing mathematical ideas. It hampers them in determining the solution of mathematical problems. They are careless in reading the word problems, lacking problem analysis, less thorough, and struggling to connect concepts. The subjects of this study were in two students from one of the junior high school in Jambi. The instruments used for this research were VVQ, Mathematical Representation Ability Test and interviews. This study used a descriptive qualitative method. The results showed that the representation abilities of students with visualizer and verbalizer style were quite good. However, each subject had a different way of solving problems. Visualizers were more interested in questions with image information in solving the problem. Verbalizer tended to prefer information with detailed wording.
STUDENT'S ATTITUDE DESCRIPTION TOWARD PHYSICS ON SECONDARY SCHOOL Maison Maison; Astalini Astalini; Dwi Agus Kurniawan; Senja Yuniyarsih
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.02 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i1.7214

Abstract

DESKRIPSI SIKAP SISWA SMA NEGERI  PADA MATA PELAJARAN FISIKA AbstractThe purpose of this study was to determine the attitudes of students toward the subjects of Physics at SMA Negeri 3 Muaro Jambi based on the attitude assessment indicators of TOSRA (Test of Science Related Attitudes). This research uses mixed methods research with an explanatory design. The research subjects were students of class X and XI MIA at SMA Negeri 3 Muaro Jambi totaling 160 students. Data analysis techniques used descriptive statistics for quantitative data and Miles Huberman analysis for qualitative data. The results of the research on the three indicators show that students are categorized as having a right attitude on the indicator 'social implications on physics' with a percentage of 52%, sufficient attitude on the indicator 'normality of scientists' with a percentage of 63%, and enough attitude on the dimension of 'career interest in physics' with 58% percentage. A high rate of these three categories is supported by qualitative data from interviews which state that physics discoveries have significant benefits for technological development, the work of scientists requires a lot of time in the laboratory, and students have the desire to work in the field of physics, but feel they cannot master physics concepts.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap siswa terhadap mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Muaro Jambi berdasarkan indikator penilaian sikap dari TOSRA (Test of Science Related Attitudes). Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods research) dengan desain explanatory. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan XI MIA di SMA Negeri 3 Muaro Jambi yang berjumlah 160 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk  data kuantitatif dan analisis Miles Huberman untuk data kualitatif. Hasil penelitian pada ketiga indikator menunjukkan bahwa siswa dikategorikan memiliki sikap baik pada indikator ‘implikasi sosial terhadap fisika’ dengan presentase 52%, sikap cukup pada indikator ‘normalitas ilmuwan’ dengan persentase 63%, dan sikap cukup pada dimensi ‘ketertarikan berkarir dibidang fisika’ dengan persentase 58%. Persentase yang tinggi ketiga kategori ini didukung oleh data kualitatif hasil wawancara yang menyatakan bahwa penemuan-penemuan fisika memiliki manfaat yang besar untuk perkembangan teknologi, pekerjaan ilmuwan memerlukan waktu yang banyak di laboratorium, dan siswa memiliki keinginan untuk bekerja di bidang fisika, tetapi merasa tidak memiliki kemampuan dalam menguasai konsep-konsep fisika. 
Analisis Hubungan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa Terhadap Minat Belajar Fisika di SMAN 11 Kota Jambi Fhadira Insani Putri; Febri Masda; Maison Maison; Dwi Agus Kurniawan
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 3 No 2, 2022
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakter rasa ingin tahu terhadap minat belajar fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah mix method . Instrumen yang digunakan berupa angket, wawancara dan observasi. Total keseluruhan siswa dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa. Dimana 30 siswa berasal dari kelas X MIPA 3 dan sisanya berasal dari kelas X MIPA 4. Dari hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan karakter rasa ingin tahu siswa di kelas X MIPA 3 dan X MIPA 4 tergolong baik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, terdapat hubungan antara karakter rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa dengan minat belajar fisika. Hubungan ini dapat dilihat pada uji korelasi dimana nilai pada pearson correlation adalah 0,006 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak dinyatakan terdapat hubungan atau korelasi antara karakter rasa ingin tahu dengan minat belajar fisika siswa.
Studi Struktur Kognitif Miskonsepsi Siswa pada Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Geminia Pantara Putri; Maison Maison; Nizlel Huda
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.820

Abstract

Menemukan letak miskonsepsi siswa dikelas merupakan cara bijak untuk memperbaiki miskonsepsi, karena masih banyak siswa ditemukan yang mengalami miskonsepsi. Bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kognitif miskonsepsi yang dimiliki siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat. Penelitian ini merupakan penelitian kuanlitatif, dalam penelitian ini tidak diberikan perlakuan dalam bentuk kegiatan pembelajaran sebelumnya kepada siswa. Sebelum tes dilaksanakan, siswa terlebih dahulu diberikan informasi mengenai materi yang akan di lakukan tes, agar hasil yang diperoleh pada tes menggunakan Certainty of Response Index (CRI) sesuai dengan yang diharapkan peneliti. dilaksanakan di SMPN 11 Batanghari pada kelas VII. Penelitian dimulai dengan tahap persiapan pada bulan februari 2021 sampai April 2021. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian adalah lembar wawancara, dokumentasi dan lembar tes. Teknik analisis menggunakan metode metode Miles dan Huberman yaitu (reduction, data display, danconclusion drawing/verification. Kesimpulan dalam penelitian ini struktur kognitif miskonsepsi siswa pada operasi hitung bilangan bulat dalam kategori kurangnya koherensi local dan koherensi local. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa kurang mampu menghubungkan konsep pendukung dalam menjawab masalah atau pertanyaan yang konsetual.
Analysis of science process skills in physics education students Maison Maison; Darmaji Darmaji; Dwi Agus Kurniawan; Astalini Astalini; Utari Prisma Dewi; Lia Kartina
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.254 KB) | DOI: 10.21831/pep.v23i2.28123

Abstract

This study aims to analyze students' science process skills on specific heat material by reviewing two aspects of basic science process skills indicators (observation and classification), and two indicators of integrated science process skills (identifying variables and making hypotheses). This research uses a descriptive quantitative method. In this study, the sample used was 35 students of physics education of batch 2018 who were randomly selected. The assessment instrument used was the science process skills observation sheet with the skill score used in the form of a Likert scale. The results of the study show that the students' mastery of basic science process skills on the observation indicator is 65% in the good category, 30% in the high category, and 10% in the category of not good to low, whereas, the classification indicators obtained are 54.3% and 37.1% of students have mastered classification skills in both good and high categories. The remaining 8.6% are classified in the not good category. For the mastery of integrated science process skills in the variable identification indicator, 60% of them are in the good category and 14.3% in the high category. The rest are in the category of not good and low. For the indicators of skills in making hypotheses, 65.7% and 14.3% are in the good and high categories. It proves that physics education students have mastery of science process skills that are in the good category.
Co-Authors Adi Nugraha Putra Afrianita, Liza Ahmad Mansur Nawahdani Ahmad Syarkowi Amirul Mukminin Andriani Andriani Anjas Widaningtyas Anna Mepti Febria Anna Noviyani Ari Frianto Arief Rahman Jalal Asmita Asmita Asrial Asril, Bella Wahmilyana Astalini Astalini Astalini Astalini Astalini, Astalini Ayu Wandari Aziza Putri Ningsi Boby Syefrinando Cahaya Lidya Aritonang Dahlia Dahlia Darmaji Darmaji Darmaji Darmaji Darmaji Darmaji Dasrinal Tessal Debby Arisandy Defri Melisa Dela Yulianti Deswalman Deswalman Devi Permata Sari DINI KHUSNUL YAQIN Dodi Setiawan Putra Dw Agus Kurniawan Dwi Agus Kurniawan Dwi Agus Kurniawan Dwi Agus Kurniawan Dwi Agus Kurniawan Dwi Agus Kurniawan* DWI PRATIWI Elga Amelia Amelia Elza Triani F B Pujaningsih Fadhli R Azman Febri Masda Fergi Faranijza Fatri Fhadira Insani Putri Geminia Pantara Putri Gunawan Gunawan Gunawan Wibisono Haerul Pathoni Hais, Yosi Riduas Hammiyati Fitri Hariono Hariono Haryanto Haryanto Hayyu Salma Helnovia Helnovia Ida Cuci Safitri Idhar Khaira Indah Dewi Permata Sari Irel Nofrialdi Irmanto Irmanto Irmanto, Irmanto Jefri Marzal Juita, Febri Kamid Kamid Kamid Kamid Kiki Nurjanah Kurnia Prantauwati Kurniawan, Dwi Agus Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Lestari, Neneng Lia Kartina Lika Anggraini Lovi Leoni M Al Amin M Hendri Mahbub Daryanto Margaret Dwi Wiwik Ernawati Miftahul Zannah Azzahra Muhammad Haris Effendi Hasibuan Muhammad Ikhlas Muhammad Sofyan Zain Muhammad Toto Nugroho Mulya Rama Dini Murfid Falih Muslim Muslim Nazarudin Nehru Nehru Neni Neni Ningsi, Aziza Putri Nizlel Huda Nizlel Nizlel Nova Susanti Novia Sari Afrijhon Nur Ika Sandi Pratiwi Nurdatul Jannah Nuri Istifah Khasanah Nurul Isnaini Okta Senira Mamora Nasution Paramitha, Diyen Piyana, Suci Okta Pratiwi, Nur Ika Sandi Putri Ayu Rivani Putri, Embarianiyati Rahma Dani Rahmat Perdana Ranti Erfiana Rendy Wikrama Wardana Renny Firdawati Retno Sari Widowati Rido Ilham Widodo Risnita Risnita Rita Asma Rizka Octavia Sandra Sabila Eka Septi Senja Yuniyarsih Shintya Azzahra Siti Barokah Suci Okta Piyana Sutrisno Sutrisno Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial Syahrial SYAHRIAL SYAHRIAL Syaiful Syaiful Tanti Tanti Tari Okta Puspitasari Tri Rizka Milazoni Utari Prisma Dewi Vita Ria Syafitri Z Widodo, Rido Ilham Wilda Purnawati Yudertha, Andreo Yulia Ningsih Zain, Muhammad Sofyan Zaka Putra Utama