Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penggunaan Panduan Teknik Self Instruction Sebagai Media untuk Meningkatkan Disiplin Diri Siswa SMA Rosalia Dewi Nawantara; Laelatul Arofah; Nora Yuniar Setyaputri
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.153 KB) | DOI: 10.29407/nor.v6i2.13609

Abstract

Self-discipline is an important attribute that must be possessed by students. The reality at school is that there are students who have low self-discipline. Low self-discipline is characterized by behavior that violates the rules of school until arriving late to school, not using the complete school attributes, and some other violiations. This phenomenon should be of particular concern because low of self-discipline will affect the academic field of students. One technique in counseling services that can be used to improve self-discipline is self instruction technique. Self-instruction techniques focus on positive self-words that can control behavior. The self instruction technique in this research was applied through the media guide. The purpose of this study is to improve the self-discipline of high school students through self-instruction technical guidance. The research method used was an experimental one type pretest-posttest design. The population of this research is the XI grade students of SMAN 1 Srengat. The sampling technique used was purposive sampling. The data collection instrument used was a scale of self-discipline. Data results from these instruments were analyzed using paired sample tests with the help of SPSS for windows with a significance value of 0.004 <0.05. This means that there are differences in the level of student self-discipline before and after the self instruction technique guide is given. The difference shows that the self instruction technique guide is effective for improving the self-discipline of high school students.
Pengabdian Masyarakat Penerapan Dukungan Psikologis untuk Meningkatkan Perubahan Positif Pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring Hanggara Budi Utomo; Vivi Ratnawati; Nora Yuniar Setyaputri; Restu Dwi Ariyanto; Widi Wulansari
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v2i1.481

Abstract

Mayoritas mahasiswa ketika dalam pembelajaran daring mengalami masalah psikologis, antara lain: stres karena banyaknya tugas, adanya penyesuaian diri yang kurang, beban pikiran yang besar, dan adanya ketidakberdayaan dalam diri mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan psikologis agar mahasiswa dapat optimis, realistis, berpengharapan, dan mencapai target yang diinginkan selama proses pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberi informasi langkah-langkah dukungan psikologis kepada mahasiswa supaya mahasiswa dapat menjalani pembelajaran daring dengan baik. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah mahasiswa sebanyak 92 peserta, menggunakan metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi yang dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa hampir 50 persen mahasiswa memahami konsep informasi dukungan psikologis selama pembelajaran dengan baik. Materi tentang “HORE” yang dikenal dengan konsep modal psikologis sebagai dukungan psikologis sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melakukan perubahan positif dalam melaksanakan pembelajaran.
Permainan Roda Pelangi sebagai Media untuk Meningkatkan Karakter Fairness Siswa Sekolah Dasar Nora Yuniar Setyaputri; Yuanita Dwi Krisphianti; Ikke Yuliani Dhian Puspitarini
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.471 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness of Roda Pelangi game to improve elementary school students’ fairness character. The research method was an experiment with a nonequivalent control group design type. The research instruments were: interview guidelines; observation guidelines; and Fairness Character Measurement Scale. The sample were twelve fourth grade students of Permata Ummat Trenggalek Integrated Islamic Elementary School that was chosen through purposive sampling. The significance score obtained based on data analysis using independent sample t-test was 0.047<0.05. The result showed Roda Pelangi game can improve elementary school students’ fairness character. Based on these results, it recommended: school counselor can use Roda Pelangi game in the guidance and counseling service process, especially to improve elementary school students’ fairness character; further researchers can use Roda Pelangi game to examine other variables and at other school levels using other research designs such as true experiment or guidance and counseling action research.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan permainan Roda Pelangi untuk meningkatkan karakter fairness siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis nonequivalent control group design. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara; pedoman observasi; dan Skala Pengukuran Karakter Fairness. Sampel berjumlah dua belas siswa kelas IV SD Islam Terpadu (IT) Permata Ummat Trenggalek yang dipilih secara purposif. Skor signifikansi yang diperoleh berdasarkan analisis data menggunakan independent sample t-test adalah 0,047<0,05. Hasil menunjukkan bahwa permainan Roda Pelangi dapat meningkatkan karakter fairness siswa SD. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan: guru Bimbingan dan Konseling (BK) dapat menggunakan media permainan Roda Pelangi dalam proses layanan BK, khususnya untuk meningkatkan karakter fairness siswa SD; peneliti selanjutnya dapat menggunakan media permainan Roda Pelangi untuk meneliti variabel lain dan pada jenjang sekolah lainnya menggunakan desain penelitian lain seperti true experiment maupun penelitian tindakan BK.DOI: https://doi.org/10.17977/um001v3i32018p108
Perbedaan Antara Penggunaan Focus Group Discussion (FGD) dengan Proses Ground, Understand, Revise, and Use (GURU) Terhadap Efikasi Diri Karier Mahasiswa S1 Bimbingan dan Konseling Yuanita Dwi Krisphianti; Nora Yuniar Setyaputri; Ikke Yuliani Dian Puspitarini
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.433 KB) | DOI: 10.29407/nor.v6i1.13498

Abstract

Efikasi diri karier merupakan keyakinan akan kemampuan dalam melakukan suatu usaha untuk mendapatkan keinginan dan menjadi berhasil di masa yang akan datang. Efikasi diri karier sudah semestinya dimiliki oleh mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Nusantara PGRI (BK UNP) Kediri. Akan tetapi, fakta di lapangan ternyata hal ini menjadi problematik. Alternatif untuk meningkatkan efikasi diri karier mereka digunakan dua teknik yakni FGD dan Proses GURU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang perbedaan penggunaan FGD dengan Proses GURU terhadap efikasi diri karier mahasiswa S1 BK UNP Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-posttest two treatment design . Populasi yang digunakan adalah mahasiswa tingkat 4 angkatan 2016/2017 sedangkan sampel yang digunakan 12 mahasiswa tingkat 4 angkatan 2016/2017. Pengumpula data dalam penelitian menggunaka skala efikasi diri karier. Analisa data menggunakan uji Man-Whitney dengan hasil sig 0,687 ≥ 0,05, yang berarti Ho diterima. Berdasarkan hasil analisa data maka kesimpulan yang bisa diambil adalah tidak ada perbedaan antara penggunaan FGD dengan Proses GURU terhadap efikasi diri karier mahasiswa S1 BK UNP Kediri. Saran yang bisa diberikan, (1) dua teknik ini bisa menjadi alternatif bagi dosen BK untuk meningkatkan efikasi diri karier mahasiswa, (2) peneliti selanjutnya bisa menggunakan dua teknik ini dalam meningkatkan variabel penelitian yang lain.
MENINGKATKAN EFIKASI DIRI KARIER MAHASISWA S1 BIMBINGAN DAN KONSELING UN PGRI KEDIRI MELALUI PAKET PELATIHAN “GURU-KARIER” Nora Yuniar Setyaputri; Ikke Yuliani Dhian Puspitarini; Yuanita Dwi Krisphianti
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.562 KB)

Abstract

ABSTRACT The "GURU-Karier" training package is a visual medium through its printing process which consists of a series of material presentations and operational steps to be delivered to the target subject and in its operational process using the stages of the TEACHER process (Ground, Understand, Revise and Use). This training package is used as a medium in the process of delivering the message of guidance as in the training process to improve self-efficacy career prospective counselor. The purpose of this study is to determine the success of the training package "GURU-Career" in improving self-efficacy career S1 undergraduate students UN PGRI Kediri. The research approach used is quantitative with experimental technique and the selected type is one group pretest-posttest design. The research instrument used is the observation guidance and the scale of self-efficacy career measurement. Research subjects were chosen purposively by criteria: 1) 7th semester student of BK UN PGRI Kediri academic year 2016-2017 having low and very low career self efficacy level; 2) the student has implemented PPL 2. This research proves that the self efficacy of the counselor candidate increases after training using "TEACHER-Career" Training Package. This is evidenced by the significance score of paired sample t test of 0.000, where this score is less than 0.05. Based on these results, it is suggested to BK Teachers /counselors and BK lecturers to use the training package "GURU-Karier" as a medium in the implementation of group guidance, especially in the process of self-efficacy improvement of career. In addition, researchers interested in using the "GURU-Karier" training package may use broader research subjects such as in the context of classroom guidance and use experimental research designs with control groups as well as the design of Counseling Action Research and Counseling (PTBK). Key words: The "GURU-Karier" training package, Self-efficacy careers; Prospective counselor Paket pelatihan “GURU-Karier” merupakan media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan dimana di dalamnya terdiri dari serangkaian sajian materi serta langkah-langkah operasional yang akan diberikan kepada subjek sasaran dan dalam proses operasionalnya tersebut menggunakan tahapan dari proses GURU (Ground, Understand, Revise dan Use). Paket pelatihan ini digunakan sebagai media dalam proses penyampaian pesan bimbingan seperti dalam proses pelatihan untuk meningkatkan efikasi diri karier calon konselor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan paket pelatihan “GURU-Karier” dalam meningkatkan efikasi diri karier mahasiswa S1 BK UN PGRI Kediri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik eksperimental dan jenis yang dipilih adalah one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dan skala pengukuran efikasi diri karier. Subjek penelitian dipilih secara purposive yaitu dengan kriteria: 1) mahasiswa semester 7 S1 BK UN PGRI Kediri tahun ajaran 2016-2017 yang memiliki tingkat efikasi diri karier rendah dan sangat rendah; 2) mahasiswa tersebut telah melaksanakan PPL 2. Penelitian ini membuktikan bahwa efikasi diri calon konselor meningkat setelah dilakukan pelatihan dengan menggunakan Paket Pelatihan “GURU-Karier”. Hal ini dibuktikan dengan skor signifikasi dari hasil paired sample t test sebesar 0,000, dimana skor ini kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada Guru BK/konselor dan para dosen BK agar menggunakan paket pelatihan “GURU-Karier” sebagai media dalam pelaksanaan bimbingan kelompok khususnya dalam proses peningkatan efikasi diri karier. Selain itu bagi peneliti yang berminat untuk menggunakan paket pelatihan “GURU-Karier” dapat menggunakan subjek penelitian yang lebih luas misalnya dalam konteks bimbingan klasiskal dan menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan kelompok kontrol serta rancangan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Kata kunci: Paket pelatihan “guru-karier; Efikasi diri karier; Calon konselor
Pengembangan Paket Pelatihan “Ground, Understand, Revise, Use (GURU)-Karier” untuk Meningkatkan Efikasi Diri Karier Calon Konselor Nora Yuniar Setyaputri; Blasius Boli Lasan; Devi Permatasari
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.026 KB)

Abstract

Bimbingan dan Konseling merupakan suatu sistem, yaitu meliputi: masalah, tujuan, teknik, media dan evaluasi. Suatu teknik dalam pelaksanaan layanan BK tidak dapat berdiri sendiri oleh karena itu perlu diwadahi oleh suatu media. Fungsi dari media bimbingan dan konseling adalah untuk memperlancar proses pelaksanan layanan BK tersebut. Teknik yang dipilih adalah Proses GURU (Ground, Understand, Revise, Use) sedangkan media yang dipilih adalah paket pelatihan “GURU-Karier”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan media bimbingan dan konseling berupa Paket Pelatihan “GURU-Karier” yang dapat diterima secara teoretis dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall 1983. Paket pelatihan ini terdiri dari 2 eksemplar, yaitu 1) paket pelatihan untuk pegangan konselor dan 2) paket pelatihan untuk pegangan konseli. Berdasarkan hasil uji ahli BK, uji ahli pengembangan media pendidikan, uji pengguna dan uji kelompok kecil pada 6 mahasiswa BK (calon konselor) dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan “GURU-Karier” terbukti layak diterima sebagai media bimbingan dan konseling untuk meningkatkan efikasi diri karier calon konselor. Saran yang diajukan dalam penelitian ini antara lain agar para dosen BK dan guru BK/konselor dapat menggunakan paket pelatihan “GURU-Karier” untuk meningkatkan efikasi diri karier calon konselor, dapat menggunakan paket pelatihan ini sebagai sarana pengembangan pribadi konselor, bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan subjek penelitian yang lebih luas, mengganti rancangan penelitian menjadi penelitian eksperimental dengan kelompok kontrol serta penelitian tindakan bimbingan dan konseling.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i42016p132
Karakter Ideal Konselor Multibudaya Berdasarkan Nilai Luhur Semar Nora Yuniar Setyaputri
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.451 KB)

Abstract

Abstract: Nowadays a lot of counselor labeling their counselee which caused counselor’s lack of multicultural insights. Labeling may have a poor impact on the counselor’s decision in selecting counseling intervention strategies. The multicultural insights of counselors must be enhanced by building an ideal character in themselves. This ideal character is concerned with the understanding and behavior of counselors to respond the condition of heterogeneous counselees and how high the curiosity, interest and motivation of counselors to constantly add multicultural insights that they have. The noble values contained within Semar can be attributed to how the ideal character of multicultural counselors. This study aims to explain the ideal character of multicultural counselor taken from the noble value of Semar as well as linking the character with multicultural competence of counselor. This research uses qualitative approach of library research type. The ideal characteristics of multicultural counselors that can be formulated include: (1) religious; (2) neutral; (3) tolerance; (4) sincere; (5) discipline; (6) social care; (7) friendly; (8) fair; (9) honest; (10) supple; (11) democratic; and (12) curiosity.Abstrak: Saat ini banyak konselor yang melakukan pelabelan karena kurangnya wawasan multibudaya konselor tersebut. Pelabelan yang dilakukan oleh konselor ini dapat berdampak kurang baik terhadap pemilihan strategi intervensi konselor terhadap konselinya. Wawasan multibudaya yang dimiliki konselor harus ditingkatkan dengan cara membangun karakter yang ideal pada diri mereka. Karakter ideal ini berkaitan dengan pemahaman dan perilaku konselor untuk menyikapi kondisi konseli yang heterogen serta seberapa tinggi rasa ingin tahu, minat maupun motivasi konselor untuk senantiasa menambah wawasan multibudaya yang mereka miliki. Nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam diri Semar dapat dikaitkan dengan bagaimana karakter ideal konselor multibudaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakter ideal konselor multibudaya yang diambil dari nilai luhur Semar serta mengkaitkan karakter tersebut dengan kompetensi multibudaya konselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe library research. Karakter ideal konselor multibudaya yang dapat dirumuskan antara lain: (1) religius; (2) netral; (3) toleransi; (4) tulus; (5) disiplin; (6) peduli sosial; (7) bersahabat; (8) adil; (9) jujur; (10) luwes; (11) demokratis; dan (12) rasa ingin tahu.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v2i22017p058
Skala Pengukuran Karakter Adil: Salah Satu Instrumen sebagai Piranti BADRANAYA (Board-game Karakter Konselor Multibudaya) Nora Yuniar Setyaputri; Yuanita Dwi Krisphianti; Rosalia Dewi Nawantara
Efektor Vol 7 No 1 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i1.14463

Abstract

It is very important for multicultural counselor to have fairness character. At school, there is an issue of less professionalism counselors because of less fairness character. The results of preliminary study conducted at undergraduate’s students of Guidance and Counseling Department at University of Nusantara PGRI Kediri prove that the students as candidate of counselor still discriminate the personality of counselee, less neutral when counselee tells the problem, and give labeling on counselee. Therefore, it is important to do special interventions to improve their fairness character become competent multicultural counselors. To Intervent the candidate of counselors can use certain media such as BADRANAYA (Multi-Cultural Character Board-game Counselor). The aim of this research is to develop BADRANAYA which can be accepted theoritically and practically. The research method used is research and development (Borg & Gall 1983). At present, the research process is in the third procedure namely the Development of Initial Product Draft, one of them is preparation of instruments.The validity and reliability are very important to obtain valid data regarding the level of fairness character for candidate of multicultural counselors. This article is limited to the validity and reliability of the Fairness Character Measurement Scale. Based on the results of the validity which is tested to 32 undergraduate students at University of Nusantara PGRI Kediri obtained 12 valid items with a reliability index of 0.834. The 12 items also have a very high reliability index that is represented each indicator of fairness character. While the results of the validation of the instrument, the fairness character measurement scale can be used as a measurement of the fairness character of candidate multicultural counselors in the next research procedure.
The role of democratic parenting, school climate, and internal locus of control as predictors of academic optimism Vivi Ratnawati; Hanggara Budi Utomo; Risaniatin Ningsih; Nora Yuniar Setyaputri
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 11, No 3: September 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v11i3.22499

Abstract

This study examined the relationship between democratic parenting, school climate, and internal locus of control with academic optimism. This was a correlational study involving 335 students of state junior high schools who were selected using cluster random sampling technique. The data were collected by using scales of democratic parenting, school climate, internal locus of control, and academic optimism. Multiple regression technique was used to analyze the data on statistical product and service solutions (SPSS) 20. The results showed a positive and significant relationship between democratic parenting and academic optimism, school climate and academic optimism, internal locus of control and academic optimism. Besides, the result also showed that democratic parenting, school climate, internal locus of control simultaneously affected academic optimism among students. Furthermore, counseling and guidance teachers, homeroom teachers, and parents to work together to grow and improve students' academic optimism, so the students can actualize their character optimally and develop effectively.
Validitas dan Reliabilitas Skala Psikologis Percaya Diri untuk Mengukur Tingkat Percaya Diri Siswa SMK Kota Kediri Krisphianti, Yuanita Dwi; Nora Yuniar Setyaputri; Galang Surya Gumilang
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 6 No 1 (2020): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v6i1.14551

Abstract

Self confidence is a beliaef that exists in individuals that is able to behave as what is needed in order to get results in accordance with what is needed in order to get results in accordance with what is expected. The form of confidence is shown by; believe in personal abilities, independent, positive self-concept, show up personal opinions. Self confidence is important in personality of SMK students, because SMK education preparing students to enter the workforce and developing professional attitudes. The purpose of this study is to increase self confidence of SMK students in Kediri by using the GURU Process. The validity and reliability is important instruments is carried out to obtain accurate and accountable data in order to determine the level of confidence of SMK students in Kediri. This article is limited just results of validity and reliability from this scale. Based on the results of the validity test distributed to 50 students, 21 valid items with a reliable coefficient of 0.814. Based on the validity and reliability test of the instrument, this scale can be used to measure the self confidence of SMK students in Kediri at the next research stage. Key Word: psychological self confident scale, self confident, GURU process