Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA SD MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI Risda Amini
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 1 (2015): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SAVI adalah kependekan dari Somantic Audio Visual Intelektual adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan semua indera dalam mengiatkan aktitifitas belajar. Meier (2005) menyatakan keunggulan SAVI adalah: (1) menggabungkan gerak fisik dengan aktifitas intelektual dan penggunaan semua indera dalam pembelajaran, (2) mengintegrasikan pembelajaraaan teori dan pratikum untuk memantapkan pengetahuan, keterampilan, sikap. (3) kondisi belajar yang kondusif untuk mengembangkan kreativitas, motivasi, dan wawasan, (4) memanfaatkan teknologi. Hal inilah yang seharusnya diterapkan guru dalam pembelajaran Konsep Dasar IPA SD agar dicapai tujuan dan kualitas belajar yang lebih baik terutama pemahaman konsep dan kegiatan pratikum pembelajarannya. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada Borg (1979). Secara konseptual metode penelitian dan pengembangan ditahun pertama ini diringkas untuk pelaksanaan penelitian di lapangan, meliputi: (1 ) studi pendahuluan (pengumpulan informasi), (2) perencanaan model, (3) pengembangan model (4) revisi, (5) produk model dihasilkan, pada 22 orang mahasiswa PGSD yang mengikuti perkuliahan Konsep Dasar IPA SD. Model pembelajaran berbasis laboratorium menggunakan pendekatan SAVI yang dikembangkan mencakup tiga komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian memperlihatkan nilai rata-rata aktifitas siswa pada Siklus 1 sebesar 62,8% dan Siklus kedua sebesar 70,5%. Rata-rata kemampuan mahasiswa dalam (1) melakukan pratikum termasuk kategori sangat baik (2) mendiskusikana hasil pratikum termasuk kategori baik, (3) mengkomunikasikan hasil termasuk kategori baik, (4) menyajikan hasil termasuk kategori baik.
PENDAMPINGAN GURU DAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP Usmeldi Usmeldi; Risda Amini; Asrizal Asrizal
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.5791

Abstract

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Menengah Pertama dalam Kurikulum 2013 dikembangkan sebagai mata pelajaran IPA terpadu. IPA terpadu mempunyai makna memadukan konsep-konsep IPA dari fisika, biologi, kimia, ilmu pengetahuan bumi dan antariksa. Hasil survei awal di sekolah mitra menunjukkan bahwa: (1) Guru belum memahami dengan baik materi IPA terpadu dan pengembangan bahan ajarnya. (2) Masih banyak peserta didik kesulitan menyelesaikan soal-soal IPA terpadu. (3) Masih banyak peserta didik yang belum tuntas dalam belajar IPA. (4) Masih banyak peserta didik yang tidak mau bertanya pada guru pada saat belajar IPA. Solusi yang ditawarkan dalam memecahkan masalah prioritas mitra adalah pendampingan menyusun modul IPA terpadu bagi guru IPA dan membahas soal-soal IPA terpadu bagi peserta didik. Tujuan kegiatan pendampingan adalah guru mampu menyusun modul IPA terpadu berbasis riset dan peserta didik mampu menyelesaikan soal-soal IPA terpadu. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, latihan, dan praktik yang berorientasi pada pencapaian hasil. Pada awal pendampingan dilakukan diskusi untuk mengetahui pengetahuan awal peserta tentang penguasaan materi pelajaran IPA terpadu. Peserta didik kelas IX didampingi oleh tim pelaksana dalam membahas soal-soal IPA terpadu, pada saat belajar tambahan. Pada akhir kegiatan pendampingan, guru IPA melakukan uji coba modul pembelajaran pada peserta didik. Peserta didik mengikuti tes penguasaan materi IPA terpadu. Hasil pendampingan guru dan peserta didik dalam pembelajaran IPA terpadu adalah: (1) Materi pelatihan dapat dikuasai oleh peserta (guru IPA), baik pengetahuan maupun keterampilan membuat modul pembelajaran IPA terpadu berbasis riset. (2) Terdapat peningkatan kemampuan peserta didik menguasai materi  pembelajaran IPA terpadu.
Pelatihan Penggunaan KIT IPA dan Pengembangan LKPD Berbasis Praktikum untuk Guru IPA Usmeldi Usmeldi; Risda Amini
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 1 No. 2 (2021): Penguatan Keterampilan dan Karakter untuk Mendukung Pendidikan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.695 KB) | DOI: 10.37640/japd.v1i2.1010

Abstract

Practicum is the most important part of learning science because science is based on physical symptoms in everyday life. Each topic of science learning should be taught through practicum or demonstration conducted in the laboratory. In public schools, generally, there are many study groups, making it difficult for teachers to schedule practicum activities. Integrated Instrument Components (KIT) is one solution to the limitations of tools in the laboratory. The practicum KIT is a set of practicum tools that are packaged in such a way in a box containing practicum tools. The results of the initial survey at partner schools show that: (1) Teachers have difficulty using the science practicum KIT. (2) Laboratory and KIT for science practicum are available at school. (3) Teachers have difficulty in developing student worksheets (LKPD). (4) The use of science laboratories is still lacking because science teachers' areas of expertise are physics education and biology education. The purpose of the community partnership program (PKM) activity is to improve the ability of science teachers to use the practical KIT and develop practicum-based LKPD in accordance with the tools available in the science kit. The method of carrying out activities is the method of lecture, discussion, demonstration, and practice. The activity data collection instruments are in the form of questionnaires, observation sheets, and LKPD assessment sheets. The results of the PKM activity show that the skills of the trainees using the science practicum KIT are in a good category. The ability to develop LKPD is included in the good category. The resulting LKPD is in a good category.
Creative Project-Based Learning Model to Increase the Creativity of Vocational High School Students Usmeldi Usmeldi; Risda Amini
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 11, No 4: December 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v11i4.21214

Abstract

The competence of vocational students in mastering electric motor installation was still low, because the learning process has not involved student activities. One way to activate students in learning was through project-based learning. Students were trained to be able to solve problems and make creative products. Project-based learning that applied in learning the Electric Motor Installation has not been able to increase students' creativity in solving problems and make creative products. Therefore, a research was carried out that aim to develop a project-based learning model into Creative Project-based Learning. To support the implementation of the Creative Project-based Learning model, teaching material is needed. The development of the Creative Project-based Learning use research and development method of the 4D model of Thiagarajan with the stages of define, design, develop and disseminate. The research instruments were interview guides, observation sheets, questionnaires, performance assessment sheets, and test. Data analysis use percentage and t-test. The research resulted a Creative Project-based Learning model that was valid, practical and effective to improve student competence in Electric Motor Installation. The Creative Project-based Learning model can increase students' creativity and competence in the form of mastery of teaching materials, skills in make the creative product and work attitudes.
The development of integrated thematic textbooks with scientific approach for elementary schools students Winda Elvita; Risda Amini; Riska Ahmad
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02369jpgi0005

Abstract

The preliminary survey in Elementary School in Lima Puluh Kota District showed that the textbook for thematic learning was not in accordance with the principles of integrated learning and not yet in accordance with the around environment of the students, so that the lesson was not understood of the students. therefore the purpose of this study is to develop integrated thematic textbooks using the scientific approach valid, practical and effective.The research used the four D model of Tiagahajan that consist of 4 stages, namely: define, design, develop, and disseminate. The research instruments were observation sheets, validation sheets, questionnaires, learning outcomes tests. The results showed that integrated thematic textbooks with a scientific approach include valid categories based on expert judgment. Textbooks include very practical categories based on teacher and student responses. Effectiveness of textbooks based on student learning activities and mastery learning. The most of students were active in learning. The student learning outcome in the knowledge, skills, and attitudes domain has been include the mastery learning category for the most of students (more than 85%). Thus it can be concluded that integrated thematic textbooks with scientific approaches were feasibility of being used as reference books in Elementary School.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENDESAIN EDUGAMES PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD Yullys Helsa; Yetti Ariani; Melva Zainil Zainil; Risda Amini
Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the development of technology in the 21st century it has been able to provide pro-active learning, easy to understand and comprehensive as a learning environment, so it needs to be created IT-based learning media, namely edugames to help the learning process in elementary schools. The problem encountered in this study is that a small portion of teachers do not understand how to design edugames learning. The purpose of this study is to improve the ability of teachers to design edugames learning in mathematics learning. The type of research used is development using the Plomp model. The subjects in this study were teachers of Bukittingi City 02 Pilot School. The instrument in this study was edugames learning media. This research produces edugames media in the learning process created by the teacher
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN PEGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER POSITIF PESERTA DIDIK KELAS V SEKOLAH DASAR Foni Yulia Putri; Ramalis Hakim; Desyandri Desyandri; Darnis Arief; Risda Amini; Yeni Erita
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 6 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8325

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak siswa. Hal ini disebabkan oleh kurang tepatnya bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Mengembangkan bahan ajar menyimak berbasis media audio visual diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan bahan ajar menyimak berbasis media audio visual dengan pengintegrasikan pendidikan karakter positif peserta didik kelas V sekolah dasar. Tujuan yang hendaknya dicapai dalam pengembangan bahan ajar ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar menyimak berbasis media audio visual yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (research and development).  Model pengembangan  yang digunakan yaitu model 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Data penelitian dari uji validitas diperoleh melalui lembar validasi RPP dan bahan ajar. Data kepraktisan dikumpul melalui lembar observasi keterlaksanaan RPP dan angket respon guru serta siswa. Keefektifan dilihat dari aktivitas dan proses hasil belajar siswa berupa penilaian karakter dan keterampilan menyimak siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari uji validitas yang dilakukan menunjukkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan sangat valid. Hasil observasi, angket, dan wawancara dengan guru juga menyatakan bahwa bahan ajar ini praktis. Pada tahap uji efektivitas, didapatkan hasil rata-rata. Hasil penilaian keterampilan menyimak berbasis media audio visual siswa untuk penilaian keterampilan proses juga telah berada pada kategori sangat baik, dan didapatkan hasil bahwa 93% siswa  mampu menyimak berbasis media audio visual. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menyimak berbasis media audio visual untuk kelas V SD yang telah dihasilkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Lizra Afrilia; Neviyarni; Darnies Arief; Risda Amini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.196 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2559

Abstract

Video animasi ialah suatu instrumen pembelajaran yang memadukan berbagai unsur suara dengan gambar yang didalamnya memuat materi yang akan disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penggunaan instrumen pembelajaran berbasis video animasi dalam peningkatan motivasi belajar, dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas IV SD saat menggunakan media pelajaran berbasis video animasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh berhubungan dengan angka-angka yang dapat dihitung secara sistematis. Populasi ipenelitian ini adalah siswa kelasiIV SDN Lhok Pawoh, sedangkan dalam penelitian yang dijadikan sebagai sampel ialah siswa kelas IV SDN Lhok Pawoh berjumlah 40 siswa. Banyaknya siswa kelas IV.1 SDN Lhok Pawoh sebanyak 20 orang dan kelas IV. sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa T-tes menggambarkan bahwa nilai yang didapatkan ialah 0,45 yang berada dalam taraf signifikan dengan T-tebel 0,25. Hasilnya menggambarkan t-test > t-tebel, hingga Ho ditolak serta bisa ditarik kesimpulan bahwasanya ditemukan peningkatan motivasi belajar pada siswa SD dengan menerapkan media pembelajaran berbasis video animasi (Ha diterima). Sehingga dapat membuktikan bahwa dengan penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.