Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MUTU ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA PANELIS TERHADAP CRACKERS KASEMBUKAN (Paederi foetida Linn.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Ismawati Ismawati; R. Amilia Destryana; Nailiy Huzaimah
AGROINTEK Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.373 KB) | DOI: 10.21107/agrointek.v14i1.6313

Abstract

Study examined of the quality of orgaoleptic and panelist preferences test of Kasembukan crackers as one of the functional foods. It is known that Kasembukan has antioxidant content and among traditional society has been used as medicine in treating diarrhea and flatulence. The treatment of the research  was the combination of Kasembukan’s flour with concentrations of 2.5%, 5% and 10%. Indicators of the  quality organoleptic include texture, taste, flavor and after taste. Panelist preferences test used of scale of preference from numbers 1-7 (most dislike-most like). There were 100 panelists in the study. The results showed that the best treatment on organoleptic quality and panelist acceptance was the addition of 2.5% kasembukan’s flour from leaves
IMUNITAS UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN DAUN KASEMBUKAN (Paederia foetida Linn.) I Ismawati; R. Amilia Destryana; Nailiy Huzaimah
Jurnal Kelautan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i2.5998

Abstract

ABSTRACTOne of the efforts to prevent crop failure in vanname shrimp (Litopenaeus vannamei) can be done by increasing immunity in vanname shrimp. Increased shrimp immunity by chemical means has a weakness that can create resistance to bacteria. To overcome the positive impact of the use of antibiotics in preventing infection in vanname shrimp by utilizing a natural ingredient with medicinal properties namely kasembukan (Paederi foetida Linn.) The research aims to determine the immunity of vanname shrimp and survival ratio. The  research used a Completely Randomized Design with the treatment of paederia leaf concentration added to commercial shrimp feed, namely A1; A2; A3; A4; A5 (0%; 10%; 20%; 40%; 80%). Observations were made on day 0, day 10, day 20 and day 30. The results of research using ANOVA showed that there was an effect of treatment on immune vanname shrimp based on total vanname shrimp hemocytes. Duncon's further tests showed that the treatment of adding 10% and 20% of the paederia leaves had the same effect while the addition of 0%, 40% and 80% of the paederia leaves had a reduced effect on the total haemocyte of vanname shrimp. The survival ratio (SR) of vanname shrimp for each treatment for 30 days were A1: 80%, A2: 100%, A3: 90%, A4: 91% and A5: 96%.Keywords: Immunity, feed, Litopenaus vannamei, Paederia foetida L.ABSTRAKUpaya dalam mencegah kegagalan panen pada budidaya udang vanname (Litopenaeus vannamei) salah satunya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan imunitas pada udang vanname. Peningkatan imunitas udang dengan cara kimia memiliki kelemahan yaitu dapat membuat resistensi pada bakteri. Untuk menanggulangi dampak positif penggunaan antibiotik dalam mencegah infeksi pada udang vanname yaitu dengan cara memanfaatkan bahan alami berkasiat obat yaitu kasembukan (Paederi foetida Linn.) Penelitian bertujuan untuk mengetahui imunitas udang vanname serta kelulus hidupan udang yang diberi pakan tambahan daun ksembukan sebagai imunostimulan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi tepung daun kasembukan yang ditambahkann pada pakan udang komersil yaitu A1; A2; A3; A4; A5 (0%; 10%; 20%; 40%; 80%). Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, hari ke 10, hari ke 20 dan hari ke 30. Hasil penelitian menggunakan ANOVA menunjukkan terdapat pengaruh perlakuan terhadap imun udang vanname berdasarkan total hemosit udang vanname. Uji lanjut Duncon menunjukkan bahwa perlakuan penambahan 10% dan 20% daun kasembukan memiliki pengaruh yang sama sedangkan penambahan 0%, 40% dan 80% daun kasembukan memiliki pengaruh yang bereda terhadap total hemosit udang vanname. Kelulus kehidupan udang vanname untuk masing-masing perlakuan selama 30 hari yaitu A1:80%, A2:100%, A3:90%, A4:91% dan A5:96%.Kata Kunci: Imunitas, kasembukan, pakan, udang vanname
PERLUASAN AREAL PEMASARAN MINUMAN INSTAN VITEPLUS PRODUKSI UD MAJU JAYA SUMENEP Ismawati Ismawati; Aryo Wibisono; Ratih Yuniastri
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.7961

Abstract

Abstract. Partners in PKM activities is UD Maju Jaya with the product soursop leaf instans drink  called viteplus. Viteplus is a instan drink from powder product made from sugar which is formulated with soursop leaf exstract and traditional herbal ingredients. In  running a business, partners have been able to increase production capacity. Increasing production capacity also needs to be supported by increased marketing so that businesses can continue to run and be profitable. Through PKM activities, the team provides assistance to partners in solving problems faced, namely increasing marketing. Marketing increase is measured based on the product marketing area. Activities carried out as an effort to provide solutions to partners, namely training, mentoring and monitoring. The results of PKM activities indicate an increase in the product marketing area of> 50%, where before the activity the product was only marketed in 3 districts and after PKM activities increased the marketing area to 5 districts, namely Gapura, Sumenep City District, Bluto, Ganding and Guluk - Guluk. Abstrak. Mitra dalam kegiatan PKM adalah UD Maju Jaya denga n produk minuman instan daun sirsak dengan nama produk viteplus. Viteplus merupakan produk yang minuman dalam bentuk bubuk yang terbuat dari gula pasir yang diformulasi dengan sari daun sirsak dan bahan jamu tradisional. Dalam menjalankan usaha, mitra telah mampu mennigkatkan kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas produksi perlu didukung juga oleh peningkatan pemasaran agar usaha dapat terus berjalan dan profitable. Melalui kegiatan PKM tim melakukan pendampingan terhadap mitra dalam menyelesaikan permsalahan yang dihadapi yaitu peningkatan pemasaran. Peningkatan peasaran diukur  berdasarkan areal pemasaran produk. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya memberikan solusi terhadap mitra yaitu pelatihan, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan areal pemasaran produk >50%, dimana sebelum kegiatan produk hanya dipasarkan di 3 kecamatan dan setelah kegiatan PKM meningkat areal pemasarannya menjadi 5 kecamatan antara lain Gapura, Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Ganding dan Guluk – Guluk.  
KARAKTERISTIK KECAP MANIS BERBASIS KACANGAN- KACANGAN Caracterization of Soy Sauce produced Various Beans Types on Physica and Chemical Properties Budi Santosa; Ismawati Ismawati; Juwita Ratna Dewi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 1 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.021 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i1.644

Abstract

Pembuatan kecap dari kacang-kacangan selain kedelai sangat memungkinkan untuk menghasilkan kecap dengan komposisi yang mirip dengan kecap kedelai karena kandungan utama dari kacang-kacangan adalah protein. Kandungan protein merupakan indikator penting dari mutu kecap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisika kimia kecap manis serta menentukan perlakuan terbaik dalam produksi kecap berbasis kacang-kacangan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Faktor perlakuannya terdiri dari jenis kacang hijau (KH), kacang merah (KM), kacang tunggak (KT), koro pedang (KP), Benguk (KB) dan kacang komak (KK). Hasil penelitian berdasarkan metode indeks efektifitas menunjukkan bahwa kecap yang terbaik adalah kecap kacang komak dengan kadar protein 2,69%, viskositas 11660cp dan total gula 69,51%.
UJI KESUKAAN DAN KELAYAKAN USAHA PRODUK NUGGET IKAN LELE Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 2 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.498 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i2.651

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu sumber protein yang relatif lebih murah dibandingkan daging. Produksi ikan lele mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk mengimbangi jumlah produksi yang meningkat maka perlu dilakukan upaya diversifikasi produk olahan ikan lele salah satunya adalah nugget. Nugget termasuk makanan siap saji yang dikonsumsi oleh masyarakat tingkat menengah. Dalam usaha produk pangan salah satu faktor penentu keberhasilan adalah mutu organoleptik yang dapat diukur melalui Uji kesukaan terhadap parameter organoleptik. Parameter organolepti yang diukur dalam penelitian ini adalah tekstur, aroma, rasa, kenampakan dan warna. Untuk mengetahui layak tidaknya usaha produksi nugget ikan lele maka perlu dilakukan analisis kelayakan dalam hal ini dilakukan analisis BEP dan RCR. merupakan salah satu cara untuk mengetahui mutu suatu produk berdasarkan oganoleptik (pancaindra). hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis menyukai rasa, aroma, kenampakan dan warna sedangkan pada parameter tekstur panelis menyatakan sangat suka. BEP unit produk akan tercapai jika telah memproduksi 2366 unit produk atau nilai penjualan sebesar Rp 22380000. Nilai pada usaha nugget ikan lele yaitu yaitu 1,2sehingga dinyatakan layak.
MIKROORGANISME DALAM PANGAN Ratih Yuniastri; Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 2 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.228 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i2.653

Abstract

Pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi bertujuan selain untuk memperpanjang umur simpan juga menambah nilai ekonomis bahan serta menjaga kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya. Terdapat banyak jenis teknik pengolahan pangan yang dapat diterapkan, misalnya pengolahan pada suhu lingkungan, pengolahan dengan menggunakan panas dan pengolahan dengan penghilangan panas. Mikroorganisme memiliki peran penting dalam prosesnya, baik yang sifatnya dapat menambah mutu produk pangan hingga yang bersifat patogen. Terdapat beberapa jenis mikroorganisme khususnya dalam produk olahan suhu tinggi, olahan suhu rendah dan olahan fermentasi. Secara garis besar, mikroorganisme ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu bakteri dan spora. Spora memiliki ketahanan yang lebih besar daripada bakteri. Clostridium botulinum dan Bacillus cereus merupakan mikroorganisme yang dijumpai pada ketiga jenis pengolahan yang dipilih. Melalui prosedur cara pengolahan yang baik sesuai standar HACCP akan dapat mengurangi terjadinya cemaran mikroorganisme patogen dan tercapainya keamanan pangan.
Community Empowerment through Agricultural Commodity Processing Training as an Effort to Improve Community Welfare in Kerta Barat Village, East Java R Amilia Destryana; Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri; Ratih Yuniastri
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 1 No. 1 (2021): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jacips.2021.1.1.1-10

Abstract

Kerta Barat Village in Dasuk District is one of several tomato and chili producing areas in Sumenep Regency. The economic potential of processed food production from agricultural commodities is considerable. This potential can be further increased by harvest abundance. Tomatoes and cayenne chillies are categorized as agricultural commodities with a shelf life and are difficult to store for long periods. The best solution to the overabundance of crop products is by processing these agricultural materials into processed products capable of extended periods of storage. Additionally, processed food products will add to the economic value of the commodity itself. This community service aims to empower the people of Kerta Barat Village by exploiting the potential of agricultural commodities through the processing of tomato sauce and cayenne chilli powder products. This activity was carried out through training and mentoring on the subject of food product processing of tomato sauce and cayenne chili powder. Knowledge and skill increase were seen to have followed this empowerment activity, namely partners can process tomato and cayenne chilly commodities into tomato sauce and cayenne chili powder products through the use of simple technology. A social impact was perceived where partners have become acquainted with agricultural commodity processing technology, namely for the process of drying and size reduction in the manufacturing of processed tomato and cayenne chili products. Additionally, the utilization of post-harvest technologies is crucial for the process of making produced commodities more useful and increase its economic value, which in turn can lead to welfare for the locals.
PENGGUNAAN JENIS LARO TERHADAP PERBEDAAN ORGANOLEPTIK DAN pH NIRA SIWALAN Ismawati Ismawati; Ratih Yuniastri
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 1 No 1 (2019): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.28 KB) | DOI: 10.24929/jfta.v1i1.685

Abstract

Laro is one of the natural preservatives of siwalan juice made from tree bark which is mixed after being roughly ground. This research used laro bark of cashew trees and tree bark. The aim of the study was to determine the quality of siwalan juice using different types of laro. The treatment in the study was the use of laro types including siwalan juice without the use of laro, siwalan nira using laro tree bark and siwalan nira using laro from the skin of cashew trees. Of the three treatments, different pairs of tests were carried out on taste, color, aroma and turbidity and pH test. The results showed that there were differences in taste, color, aroma, turbidity and pH of siwalan juice from each treatment. The best treatment for the quality of siwalan sap is by using cashew laro.
ETNOBOTANI DAN PENGGGUNAAN TUMBUHAN LIAR SEBAGAI OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT SUKU MADURA Amilia Destryana; Ismawati Ismawati
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 1 No 2 (2019): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.367 KB) | DOI: 10.24929/jfta.v1i2.724

Abstract

Kajian etnobotani menjelaskan tentang budaya masyarakat tradisional dalam memanfaatkan sumber daya alam berupa tumbuhan. Salah satu etnobotani yang banyak dikaji adalah tumbuhan obat, yaitu tumbuhan yang merupakan hasil hutan yang memiliki manfaat secara ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mendokumentasikan tumbuhan liar yang digunakan sebagai obat tradisional dan cara memanfaatkannya oleh masyarakat Suku Madura di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan, yaitu Lenteng, Guluk-Guluk, dan Bluto di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Setiap tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat tradisional difoto dan diidentifikasi dengan aplikasi PlantNet. Tercatat 25 jenis tumbuhan liar yang digunakan sebagai obat tradisional di Kecamatan Lenteng, Kecamatan Guluk-Guluk, dan Kecamatan Bluto, diantaranya sebagai obat luka, sakit mata, gatal-gatal, demam, sakit kepala, nyeri haid, diare, kencing manis, kencing batu, usus bantu, bisul, sariawan dan anemia. Bagian tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat tradisional yaitu bagian daun (68 %), bunga (8 %), batang (4 %), buah (12 %) dan semua bagian tumbuhan (8 %). Cara penggunaan tanaman liar yang dilakukan masih sederhana, yaitu digunakan langsung pada bagian tubuh yang sakit, ditumbuk kasar atau ditumbuk halus bersama bahan lain, dan direbus kemudian diambil sarinya.
APLIKASI KROKOT PADA PENGOLAHAN NAGET SEBAGAI PRODUK PANGAN FUNGSIONAL Ratih Yuniastri; Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri
BUANA SAINS Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v21i2.3269

Abstract

Nugget is one of the foods consumed by numerous people.  In this study, the raw material for nuggets was tempeh and formulated with purslane to obtain nuggets that contain fiber and are low in fat. This research used three treatment formulations of ingredients and purslane: 95%: 5% (NK1); 90%:10% (NK2); 85%:15% (NK3) and control without the addition of purslane.  The treatments have tested for preference. The best sample based on the preference test was then tested for fiber and fat content and compared with the control. The results of the study found that the best treatment based on the preference test was the addition of purslane 1.62% and NK2 1.87%. The fat content of the control nugget was 15.64% and NK2 was 15.02%.