Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS ATRIBUT YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN PEMETAAN PERSEPSI MIE INSTAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA S1 UNIVERSITAS BRAWIJAYA) Annike Yuliansastra Pratiwi; Panji Deoranto; Shintya Atica Putri
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.948 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli mie instan serta menentukan posisi produk yang terbentuk antara keempat produk mie instan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor dan Biplot. Atribut yang digunakan yaitu tekstur, rasa, kemasan, isi, variasi rasa, merek dikenal, harga sesuai kualitas, harga terjangkau, selisih harga antar merek, kemudahan memperoleh, lokasi, ketersediaan, iklan dan promosi penjualan. Hasil dari Analisis Faktor diketahui bahwa atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi mie instan adalah rasa (x2), isi (x4), variasi rasa (x5), merek dikenal (x6), harga sesuai dengan kualitas (x7), harga terjangkau (x8), selisih harga antar merek (x9), kemudahan memperoleh (x10), lokasi (x11), ketersediaan (x12), iklan (x13), dan promosi penjualan (x14). Berdasarkan hasil Analisis Biplot diketahui Mie Sedaap merupakan mie instan dengan posisi pertama, Indomie menempati posisi kedua kemudian Supermi posisi ketiga sedangkan Sarimi di posisi keempat.Kata kunci : analisis Biplot, analisis Faktor, marketing mix, positioningAbstract The objective of this research is to determine the attributes considered by consumer in purchasing instant noodle, and to determine product positioning formed among four instant noodle products. The analysis tools used in this research are Factor Analysis and Biplot Analysis. The considered attributes are texture, taste, package, content, variation of taste, popular brand, price, price adjusted to quality, affordable price, price difference among brand, easiness to obtain, location, availability, advertisement, and sale promotion. Result of Factor Analysis indicates that attributes considered by consumer in purchasing and consuming instant noodle are taste (x2), content (x4), variation of taste (x5), popular brand (x6), price adjusted to quality (x7), affordable price (x8), price difference among brand (x9), easiness to obtain (x10), location (x11), availability (x12), advertisement (x13), and sale promotion (x14). Biplot Analysis result showed that Mie Sedaap is an instant noodle product which has first position, Indomie gets second position, Supermi at third position while Sarimi remains in fourth position.Keywords: biplot analysis, factor analysis, marketing mix, positioning
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX Lulu Dian Anggraeni; Panji Deoranto; Dhita Morita Ikasari
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.318 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepentingan setiap atribut berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan mengetahui tingkat kepuasan konsumen berdasarkan metode Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini menggunakan bauran pemasaran 7P yaitu Product (produk), Price (harga), Place (tempat/lokasi), Promotion (promosi), People (orang), Process (proses), dan Physical Evidence (bukti fisik). Berdasarkan diagram kartesius, atribut yang masuk pada kuadran I adalah atribut yang kinerjanya perlu ditingkatkan dan dilakukan evaluasi tiap bulan agar mengetahui keinginan dari konsumen. Atribut yang masuk dalam kuadran II adalah atribut yang perlu dipertahankan kinerjanya dan sudah memuaskan konsumen. Atribut yang masuk dalam kuadran III adalah atribut yang memiliki prioritas rendah dan kuadran IV adalah atribut yang dianggap kurang penting oleh pelanggan tetapi kinerja restoran sudah sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh (berdasarkan nilai CSI) sebesar 0,66 dan terletak di rentang nilai 0,66-0,80 yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan pengunjung adalah kriteria “Puas”.Kata kunci: CSI, IPA, persepsi konsumen, restoranAbstract The purpose of this study was to determine the level of importance of each attribute by Importance Performance Analysis (IPA) and know the level of customer satisfaction based methods Customer Satisfaction Index (CSI). This study uses marketing mix 7P namely Product (product), Price (prices), Place (where / location), Promotion (promotion), People (people), Process (process), and Physical Evidence (physical evidence). Based on the Cartesian diagram, the attributes that go in the first quadrant is an attribute whose performance needs to be improved and to be evaluated every month in order to determine the wishes of the consumer. Attributes included in quadrant II are the attributes that need to be maintained and its performance has been satisfactory consumer. Attributes included in quadrant III is an attribute that has a low priority and the quadrant IV are the attributes that are considered less important by customers but the performance has been very good restaurant. The results showed that the overall level of customer satisfaction (based on the value CSI) of 0.66 and is located in a range of values from 0.66 to 0.80 indicating that visitor satisfaction index is the criterion of "Satisfied".Keywords: Consumers perception, CSI, IPA, Restaurant 
Peramalan Pemintaan Produk Keripik Tempe CV Aneka Rasa Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Indah Putri Hariati; Panji Deoranto; Ika Atsari Dewi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.722 KB)

Abstract

Peramalan permintaan merupakan tingkat permintaan produk yang diharapkan akan terealisir pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan meramalkan permintaan CV Aneka Rasa menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan. Jaringan Syaraf Tiruan (JST) merupakan metode peramalan permintaan yang sering digunakan oleh perusahaan agar permintaan konsumen dapat terpenuhi. Pengolahan data untuk metode JST dimulai dengan merancang arsitektur jaringan, penggunaan algoritma pembelajaran Backpropagation, pengujian dan pengolahan data menggunakan software. Penerapan metode JST untuk peramalan permintaan keripik tempe rasa daun jeruk dengan menggunakan algoritma Backpropagation, arsitektur Multi Layer Network menghasilkan arsitektur jaringan terbaik yaitu 2-4-1 (2 neuron input, 4 neuron hidden layer, dan 1 neuron output). Jaringan ini memiliki nilai Mean Square Error (MSE) terkecil sebesar 0,0047651 dengan koefisien korelasi 0,9572 dan gradien sebesar 0,9756 yang artinya output sama dengan target, sedangkan koefisien determinasi sebesar 92,62% artinya bahwa output sudah mampu mewakili target sebesar 92,62%. Hasil peramalan untuk bulan Januari-Desember 2012 yaitu 16.276, 16.425, 16.620, 16.696, 16.809, 16.735, 16.763, 16.855, 16.956, 17.074, 17.189 dan 17.254 kemasan.Kata Kunci: Peramalan Permintaan, Jaringan Syaraf Tiruan, Keripik Tempe
ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE Nisaul Fitriani; Panji Deoranto; Wike Agustin Prima Dania
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.887 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan dan pengaruh dari variabel keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kuesioner dari 88 responden tenaga kerja di bagian produksi PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA). Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Dari hasil analis yang dilakukan, faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap produktivitas tenaga kerja adalah variabel kesehatan kerja dengan nilai 0,336.Kata kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Partial Least Square, produktivitasAbstract This study aimed to determine the relationship and influence of the occupational health and safety variables on labor productivity. The study was conducted by delivering questionnaire to 88 respondents of labors whom job is at the production section of PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA). The data analysis method used was Partial Least Square (PLS). From the analysis that had been done, the highest impact of Occupational Health and Safety (K3) variables on labor productivity was work health with a value of 0.336.Keywords : Occupational Health and Safety, Partial Least Square, productivity
Evaluasi Kinerja pada Green Supply Chain Management Susu Pasteurisasi di Koperasi Agro Niaga Jabung Siti Asmaul Mustaniroh; Zidni Alvian Febri Kurniawan; Panji Deoranto
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.576 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.01.7

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan dalam tercapainya kinerja Green Supply Chain Management KAN Jabung. Perkembangan kompetitif pada agroindustri sangat penting untuk membuka peluang lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Agroindustri selalu terkait dengan pencemaran lingkungan dari serangkaian aktifitas produksinya. Evaluasi ini menggunakan pendekatan metode Green Supply Chain Management (GSCM) yang didukung dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode Objective Matrix (OMAX) serta Traffic Light System (TLS). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa 30 Key Perfomance Index (KPI) sudah valid. Berdasarkan scoring system dengan OMAX dan TLS diperoleh total KPI perusahaan sebesar 6,8026 yang menandakan bahwa kinerja GSCM KAN Jabung belum tercapai secara keseluruhan sehingga perlu adanya perbaikan dalam sistem pengawasan yang lebih integatif untuk memaksimalkan capaian kinerja. Hasil lainnya diperoleh 12 KPI berada di kategori hijau (sangat baik), 13 KPI berada dikategori kuning (cukup baik) dan 5 KPI berada di kategori merah (kurang baik) sehingga perlu adanya perbaikan.Kata kunci: green supply chain management, key perfomance index, kinerja rantai pasok, susu pasteurisasi Abstract The purpose of this research is to evaluating application in achieving performance Green supply chain management KAN Jabung. Competitive development in the agroindustry is critical to open up employment opportunities and increase income. Agroindustry also not independent of environmental pollution from production activities. The approach used in the research is Green Supply Chain Management (GSCM) supported by the Analytical Hierarchy Process (AHP), Objective Matrix (OMAX) and Traffic Light System (TLS). The results showed that the 30 Key Performance Index (KPI) were valid. Based on the scoring system with OMAX and TLS, the company's Total KPI was 6.8026 which indicates that GSCM KAN Jabung's performance had not been achieved so needs to be improvement in a more integrated monitoring system to maximize performance. Other results were obtained by 12 KPIs in the green category (very good), 13 KPIs in the yellow category (quite good) and 5 KPIs in the red category (not good) so that there was a need for improvement.Keywords : green supply chain management, key perfomance index, pasteurized milk, perfomance supply chain  
STUDI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PASTA MANGGA PODANG (Mangifera indica L.) DENGAN METODE CONJOINT (STUDI KASUS PADA HOTEL-HOTEL DI KOTA BATU) Mirza N Qoddhar; Panji Deoranto; Sakunda Anggarini
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.578 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut yang berpengaruh terhadap preferensi serta tingkat preferensi konsumen pasta mangga podang (Mangifera indica L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode Conjoint. Responden yang diambil hanya hotel-hotel di kota Batu dan variabel independent (bebas) yang digunakan hanya 4 variabel (aroma, rasa, kekentalan dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap level atribut (karakteristik) pasta mangga podang adalah rasa lebih kuat rasa bahan tambahan paling disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,054, aroma lebih kuat aroma mangga podang disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,034, tingkat kekentalan yang kental lebih disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,047, dan warna coklat muda paling disukai konsumen dengan nilai kegunaan sebesar 0,018. Urutan atribut yang mempengaruhi preferensi pasta mangga podang yaitu rasa (38,24 %), kekentalan (30,88%), aroma (22,06%) dan warna 8,82%. Tingkat preferensi konsumen terhadap pasta mangga podang yang paling disukai konsumen terdapat pada profil 9 dengan kombinasi rasa lebih kuat rasa bahan tambahan, aroma lebih kuat aroma mangga podang, kekentalan yang kental dan warna coklat muda yang mempunyai nilai kegunaan total tertinggi yaitu 0,428.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pasta Mangga, Metode Conjoint, Profil, HotelAbstract The purpose of this research is to find out what attributes that influence preference and the level of customer preferences podang mango paste (Mangifera indica L.). The method used is the method of Conjoint. Respondents were drawn only for hotels in Batu city and independent variables (independent) used only 4 variables (smell, flavor, consistency and color). The results showed that the preferences of consumers towards level attributes (characteristics) podang mango paste is a more robust flavor additives most preferred by consumers with utility value of 0.054, smell more powerful smell of podang mango consumers preferred the utility value of 0.034, the viscosity of the more viscous consumers preferred the utility value of 0.047, and a light brown color most preferred by consumers with utility value of 0.018. The order of the attributes that affect the preferences podang mango paste flavor (38.24%), viscosity (30.88%), smell (22.06%) and color (8.82%). The level of consumer preference towards podang mango paste most preferred by consumers are on profile 9 with a stronger flavor combinations taste additives, stronger smell podang mango smell, consistency is thick and light brown color that has the highest total utility value of 0.428.Keywords: Consumer Preferences, Mango Paste, Conjoint Methods, Profiles, Hotels 
ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN METODE MULTI FACTOR PRODUCTIVITY MEASUREMENT MODEL Yolandha Angelica Agry Culturianingtyas; Panji Deoranto; Dhita Morita Ikasari
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.724 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan dan usulan untuk meningkatkan produktivitasnya di masa mendatang menggunakan Metode Multi Factor Productivity Measurement Model. Dari hasil penelitian, tingkat produktivitas PT Inti Luhur Fuja Abadi sebesar 81.43% pada periode yang diukur (periode 2). Tingkat produktivitas ini mengalami penurunan produktivitas sebesar 18.57% dari periode dasar (periode 1). Hal ini menyebabkan perusahaan kehilangan peluang mendapatkan keuntungan sebesar Rp 136,293,924. Rencana usulan peningkatan produktivitas untuk PT Inti Luhur Fuja Abadi difokuskan pada input bahan baku terutama Kakap Merah dengan membuat perencanaan kuantitas bahan baku yang akan digunakan serta biaya pembelian bahan baku tersebut dengan permintaan dari konsumen agar lebih efisien dalam menghasilkan output.Kata Kunci :MFPMM, Pengukuran Produktivitas, Tingkat Produktivitas Abstract PT Inti Luhur Fuja Abadi is one of the companies in industrial freezing of fish and exported to several countries and have mission to consistently provide quality products and the best services to customers. However, it remains unknown how the conditions and the level of achievement of the company's performance over the years because this company has not yet done about productivity measurement. The aim of this study was to determine the level of productivity of the company and the proposal to increase the productivity in the future using MultiFactor ProductivityMeasurementModel method. The results showed that the level ofproductivityofPTInti Luhur Fuja Abadiof81.43% in the measured period (period 2). The level of productivity decreasedby18.57% from the base period(period 1). It caused the company lose an opportunity to get a profit ofRp136,293,924. Productivity improvements in the proposed plan ofPTInti Luhur Fuja Abadifocused on the input of raw materials, especially Red Snapper with a plan that adjusts the quantity of raw materials to be used and the cost of purchasing the raw materials to the demand of consumers to be more efficient in generating output.Keywords: Level of productivity, Multi Factor Productivity Measurement Model, Productivity Measurement
Pengembangan Agro Techno Park (ATP) di Desa Donowarih Berbasis Diversifikasi Olahan Jeruk Sri Suhartini; Susinggih Wijana; Widya D R Putri; Panji Deoranto
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2020.006.02.1

Abstract

One of the local commodities such as oranges is popular in Donowarih village. In harvesting season, a high waste material was produced due to rotten orange fruit.  Introducing post-harvesting technology to the community can help them to increase the economic values of the local commodities. The aim of this community development program was to transfer the technology and assist Donowarih Village to be one of the agro techno park (ATP) model in East Java. Several activities have been carried out include processing orange fruit into orange juice and orange jelly sweets. In this study, the creation of group-based agroindustry to process orange fruit has enable the group member to have more knowledge and skills, as well as potential additional income.
Redesigning Kerupuk Atom Packaging And Label Of Kube Jaya Abadi And Up2k Sawo Pengudang Village, Teluk Sebong Sub-District, Bintan District Susinggih Wijana; Panji Deoranto; Abi Karami; Nia Amalia Saputra; Danniary Ismail Faronny
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.5

Abstract

The processing of fishery products in an effort to increase the economic sector is carried out by the Kelompok Usaha Bersama (Kube) Jaya Abadi and the Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Sawo located in Pengudang Village, Teluk Sebong Sub-district, Bintan District. Through the Doktor Mengabdi program, the Doktor Mengabdi and Kuliah Kerja Nyata Tematik at Universitas Brawijaya offer packaging and label redesign to increase selling value to become a superior product that can penetrate a wider market. Activities carried out include from gathering information through interviews via telephone and text messages to providing training and counseling on packaging and product labels. The result of this activity is knowledge about increasing the selling value of products through packaging and labels, as well as assistance with various equipment along with printed packaging and labels.