Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Aplikasi Just-In-Time pada Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Kentang (Studi kasus di Perusahaan Agronas Gizi Food Batu) Wike Agustin Prima Dania; Usman Effendi; Firdha Anggasta
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.633 KB)

Abstract

Permasalahan yang timbul terkait dengan persediaan pada Perusahaan Agronas Gizi Food Batu adalah tingginya jumlah bahan baku (kentang) yang disimpan dalam gudang bahan baku dan tingginya keripik krecek dalam gudang WIP (Work in process). Selama ini perusahaan belum memiliki dan belum pernah menggunakan metode tertentu dalam melakukan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku kentang, sehingga tingkat persediaan bahan baku kentang di gudang tinggi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menentukan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan pendekatan JIT, menentukan dan membandingkan dengan metode tradisonal besar biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan dan menentukan jumlah optimum kanban. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, jumlah bahan baku yang harus dibeli sebesar 84.476,67 Kg sedangkan jumlah bahan baku yang diproduksi menjadi keripik kentang 84.178,21 Kg. Biaya pengendalian persediaan bahan baku berdasarkan pendekatan JIT sebesar Rp506.952.447,16 sedangkan biaya pengendalian persediaan WIP sebesar Rp2.361.933,34. Perbandingan biaya persediaan bahan baku berdasarkan pendekatan JIT dan sebelum menggunakan JIT sebesar Rp313.543.680,84 atau terjadi penghematan sebesar 38,21% sedangkan pada WIP sebesar Rp10.453.047,85 atau terjadi penghematan sebesar 81,57%. Jumlah kanban optimum untuk vendor kanban sebanyak satu dimana jumlah optimum kanban produksi memiliki nilai yang berbeda untuk setiap harinya.Kata Kunci : Just-In-Time, Kanban, Pengendalian persediaan.
PERAMALAN PERMINTAAN DENGAN PENDEKATAN MARKETING MIX PADA PRODUK KERIPIK APEL MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN Laella Mallini; Wike Agustin Prima Dania; Shyntia Atica Putri
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.452 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil peramalan permintaan produk keripik apel menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan. Metode JST dapat dilatih untuk mempelajari dan menganalisis pola data masa lalu dan berusaha mencari suatu formula atau fungsi yang akan menghubungkan pola data masa lalu dengan keluaran yang diinginkan saat ini. Salah satu algoritma pelatihan JST yang dapat dimanfaatkan dalam menyelesaikan sistem peramalan adalah propagasi balik (backpropagation). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil arsitektur jaringan single hidden layer terbaik yaitu 4-9-1 (4 neuron input, 9 neuron hidden layer, 1 neuron output). Nilai Mean Square Error (MSE) yang diperoleh sebesar 2185,004. Rata-rata persentase kesalahan hasil simulasi peramalan permintaan pada periode Januari – Mei 2014 adalah sebesar 3,18%.Kata kunci: Algoritma Pembelajaran, Backpropagation, MSEAbstract The purpose of this research is to obtain the outcome forecast of the apple chip product demand using Artificial Neural Network (ANN) method with considering the affect factors againts to sales voIume. The ANN method can be trained to study and to analize the past pattern data as well as to find a formula or function that will connect the past pattern data to the current expected outcome. One of ANN training algoritma that can be used to solve this forecast system is backpropagation. Based on the conducted research, the result obtained is generate the best hidden singIe network architecture layer 4- 9-1 (4 input neurons, 9 hidden Iayer neurons, 1 output neuron). The value of Mean Square Error (MSE) is 2185,004. The average percentage errors as the result of demand forecast simulation during the period of January - May 2014 is 3,18%.Keywords: Learning Algorithm, Backpropagation, MSE
PENILAIAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL (SERVICE QUALITY) DAN SIX SIGMA (STUDI KASUS PADA “RESTORAN DAHLIA” PASURUAN) Meryana Santya Paramita; Wike Agustin Prima Dania; Dhita Morita Ikasari
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.665 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan serta menentukan atribut yang menjadi prioritas dalam perbaikan kualitas pelayanan Restoran Dahlia, di area wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah servqual (Service quality) dan six sigma. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan pada restoran belum memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Berdasarkan analisis six sigma menunjukkan bahwa tingkat sigma yang dicapai masih jauh dari target 6 sigma sehingga perlu dilakukan perbaikan. Atribut yang menjadi prioritas perbaikan adalah atribut A3 (kesesuaian kualitas produk dan jasa terhadap harga yang ditetapkan). Berdasarkan penilaian, atribut tersebut memiliki nilai gap negatif terbesar serta memiliki nilai sigma sangat kecil sehingga perlu diperbaiki dari sisi manusia, material, metode, mesin serta modal/uang.Kata kunci : Kepuasan, Servqual, Six sigmaAbstractThe purpose of this study is to assess the level of customer satisfaction on service quality and determine the attributes that become a priority in improving the quality of restaurant service Dahlia, in the tourist area of Bromo Tengger Semeru National Park. The method used in this research is servqual (Service quality) and six sigma. From the research results can be seen that the quality of service at the restaurant has not meet the needs and desires of consumers. Based on the six sigma analysis shows that the sigma level achieved is still far from the target of 6 sigma so it needs to be improved. The attribute of improvement priority is attribute A3 (conformity of product and service quality to set price). Based on the assessment, the attribute has the greatest negative gap value and has very small sigma value so it needs to be improved from human side, material, method, machine and capital / money.Keywords: Satisfaction, Servqual, Six sigma
ANALISIS PENGARUH KOMPONEN TEKNOLOGI DAN NILAI TAMBAH TERHADAP PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KERUPUK UDANG SIDOARJO (STUDI KASUS DI INDUSTRI KERUPUK UDANG DESA KEDUNGREJO, KABUPATEN SIDOARJO) Mentari Ingranti; Imam Santoso; Wike Agustin Prima Dania
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.235 KB)

Abstract

Small and Medium Enterprises is one of the essential sectors for an economy in a state. The existence of centre can ease the occurrence of new businesses with the availability of productive resources in industry sector. Industry centre it self aims to cluster several businesses which have similar natures. Technology components (technoware, humanware, inforware, orgaware) are a way to assess to what extent an industry centre can develop. The aims of the research are the influence of technology components to the development industry centre and to get some additional values from production process. The respondents in this study are 33 industries in Kedungrejo industry centre. Partial Least Squares (PLS) is used as the data analysis method. PLS method can be used in every scale of data and the sample does not have to be in large amount. The result gained by analyzing with PLS is that among, technoware is the technology compenent which has highest influence to the development of industry centre. The score of this compenent is 0,520 ant the margin of product additional value is IDR 82,500.Keywords : Industrial districts, Technology components, PLS.
ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE Nisaul Fitriani; Panji Deoranto; Wike Agustin Prima Dania
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.887 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan dan pengaruh dari variabel keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kuesioner dari 88 responden tenaga kerja di bagian produksi PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA). Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Dari hasil analis yang dilakukan, faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap produktivitas tenaga kerja adalah variabel kesehatan kerja dengan nilai 0,336.Kata kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Partial Least Square, produktivitasAbstract This study aimed to determine the relationship and influence of the occupational health and safety variables on labor productivity. The study was conducted by delivering questionnaire to 88 respondents of labors whom job is at the production section of PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA). The data analysis method used was Partial Least Square (PLS). From the analysis that had been done, the highest impact of Occupational Health and Safety (K3) variables on labor productivity was work health with a value of 0.336.Keywords : Occupational Health and Safety, Partial Least Square, productivity