Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kontribusi Teknologi pada Pembuatan Minuman Sari Apel (Studi Kasus di KSU Brosem, Batu) Usman Effendi; Mas'ud Effendi; Selvi Putri Simdora
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.706 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.6

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kontribusi teknologi dalam pembuatan minuman sari apel dan menentukan strategi penguatan kontribusi teknologi di KSU Brosem. Metode yang digunakan adalah Technology Contribution Coefficient (TCC) dan Pairwise Comparison. Metode TCC digunakan untuk menilai kontribusi komponen teknologi (technoware, humanware, infoware, dan orgaware) di KSU Brosem, sedangkan untuk penilaian intensitas komponen teknologi menggunakan metode pairwise comparison. Hasil penelitian menunjukkan nilai kontribusi komponen technoware sebesar 0.406, humanware sebesar 0.394, infoware sebesar 0.450, dan orgaware sebesar 0.606. Komponen orgaware sebagai salah satu komponen dalam teknologi memberikan kontribusi terbesar pada nilai tambah pembuatan minuman sari apel, diikuti oleh komponen technoware, infoware dan humanware. Pada komponen humanware, kontribusi teknologi masih rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan atau seminar, workshop kepada tenaga kerja berkaitan dengan pembuatan minuman sari apel di KSU Brosem. Dari nilai kontribusi tersebut, diperoleh nilai TCC sebesar 0.421. Nilai ini menunjukkan bahwa tingkat teknologi di KSU adalah cukup.Kata kunci: minuman sari apel, pairwise comparison, technology contribution coefficient (TCC), technometriAbstractThis purpose of study to determine the level of contribution of technology in manufacturing Apple Cider beverages and determine the strategy of strengthening the contribution of technology in KSU Brosem. The method used is the Technology’s Contribution Coeficient (TCC) and Pairwise Comparison. TCC methods used to assess the contribution of component technologies (humanware, technoware, infoware, and orgaware) in KSU Brosem, while for the assessment of the intensity of the component technology using the method of pairwise comparison. The results showed the value of the contribution component of 0406 technoware, 0394 of humanware, 0450 of infoware, and orgaware of 0606. Orgaware component as one component in technology contributed the greatest added value of making Apple Cider beverages, followed by component technoware, infoware and humanware. Humanware, the contribution component of the technology is still low so that needs to be improved through training and or seminar, workshop to labor workforce related to the manufacture of Apple Cider beverages at the KSU Brosem. Based on this value of contributions, obtained a value of TCC of 0421. This value indicates that the level of technology at KSU is enough.Keywords: apple cider, pairwise comparison, technology contribution coefficient (TCC), technometric
Strategi Pengembangan Klaster Keripik Apel dengan K-means Clustering dan Analytical Hierarchy Process Siti Asmaul Mustaniroh; Fatwatul Amalia; Mas'ud Effendi; Usman Effendi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.772 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2016.005.02.3

Abstract

Abstrak Keripik apel adalah olahan makanan ringan yang berbahan dasar buah apel. Permasalahan klaster pada UKM olahan keripik apel saat ini adalah standarisasi produksi, harga jual, dan masih dalam tahap pembentukan dari pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan klaster UKM keripik apel dan strategi pengembangan yang sesuai untuk diterapkan pada klaster UKM keripik apel yang terbentuk. Metode yang digunakan untuk membentuk klaster UKM keripik apel adalah k-means clustering dan penentuan strategi pengembangan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode k-means clustering dibentuk 3 klaster UKM keripik apel di Kota Batu. Variabel pembeda utama antar klaster yang terbentuk adalah jumlah tenaga kerja dan nilai investasi. Strategi pengembangan klaster yang menjadi prioritas untuk diterapkan pada klaster 1, 2, dan 3 adalah peningkatan keahlian dan teknologi produksi. Strategi pengembangan tersebut didukung oleh strategi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan tenaga kerja, peningkatan akses permodalan, dan peningkatan akses pemasaran.Kata kunci: AHP, klaster, k-means clustering Abstract Apple chips are processed snack food made from apples. The problems of Small and Medium Enterprises (SMEs) in the cluster of cultivated Apple chips is currently standardizing production, sale price, and is still in the stage of the formation of the Government. The purpose of this research is to determine the cluster SMEs chips Apple and the appropriate development strategy to be applied on SMEs cluster of Apple chips are formed. The method used to form the cluster SMEs Apple chips is the k-means clustering and determining development strategies using the method of Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the results of research using the method of k-means clustering was formed 3 SMEs cluster chips Apple in stone town.. The main differentiator between variable cluster that is formed is the amount of labor and the value of the investment. Cluster development strategies that are a priority to be applied to cluster 1, 2, and 3 is the increased expertise and production technology. The development strategy supported by a strategy of increased skills and knowledge of labor, increased access to capital, and increased access to marketing.Keywords: AHP, cluster, k-means clustering
Strategi Pengembangan Usaha Cokelat Menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT) di Kampung Coklat, Blitar Usman Effendi; Retno Astuti; Diana Candra Melati
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.824 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2017.006.01.5

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang paling mempengaruhi usaha cokelat, mengetahui posisi usaha cokelat, mengetahui alternatif strategi yang tepat untuk pengembangan usaha cokelat, serta menentukan prioritas strategi. Analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) dilakukan untuk merumuskan alternatif strategi yang terintegrasi. Metode QSPM kemudian digunakan untuk mengevaluasi strategi tersebut, sedangkan metode MAUT untuk pengambilan keputusan berdasar nilai utilitas atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang paling berpengaruh dari segi kekuatan dan kelemahan secara berturut turut adalah menyediakan berbagai macam olahan cokelat (0,42) dan kurangnya perluasan pasar (0,09). Faktor eksternal yang paling berpengaruh dari segi peluang dan ancaman secara berturut-turut adalah perubahan gaya hidup masyarakat (0,52) dan munculnya usaha dengan produk sejenis (0,21). Matriks Internal dan Eksternal (IE) menunjukkan posisi usaha cokelat ini pada sel V dengan nilai total Internal Factors Evaluation (IFE ) dan External Factore Evaluation (EFE) berturut-turut 2,64 dan 2,54 yang berarti usaha ini harus melakukan strategi hold and maintain. Berdasarkan analisis SWOT, terdapat 9 buah strategi alternatif yang terbentuk. Berdasarkan QSPM dan MAUT, prioritas strategi yang dapat diterapkan adalah meningkatkan promosi produk dengan iklan, mengikuti event-event tertentu, dan membuka galeri baru (ST5) serta meningkatkan penjualan dengan pengembangan varian produk cokelat dan memaksimalkan fasilitas pendukung (ST2).Kata kunci: cokelat, MAUT, pengembangan usaha, QSPM, SWOTAbstractThis research aimed to know the factors that most influence the chocolate business, the position of the chocolate business, the right alternative strategies for business development, and to determine strategic priorities. SWOT Analysis was carried out to formulate an integrated strategy alternatives. QSPM method was used for evaluating the strategy, while MAUT was used for decision-making based on utility value attributes that should be taken into account. The results showed that the most influential of internal factors in terms of strength and weakness were offering a wide variety of chocolate (0.42) and the lack of market expansion (0.09). The most influential of external factors in terms of the opportunity and threat were the changing of people's lifestyles (0.52) and the emergence of similar products businesses (0.21). IE matrix indicated that the position of the chocolate business was at the V cells with a total value of IFE and EFE respectively 2.64 and 2.54.  It means the business must be run on hold and maintain strategies. There were 9 alternatives of strategies based on the SWOT analysis. The priority strategies to be applied were increasing the product promotion by advertising (ST5) and increasing the sales by developing chocolate product variant (ST2).Keywords: business development, chocolate, MAUT, QSPM, SWOT