Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembuatan Tepung Pewarna Alami dari Limbah Pengolahan Daging Rujungan (Kajian Konsentrasi Dekstrin, Suhu Pengeringan dan Analisis Biaya Produksi) Ricky Hermansyah; Wignyanto Wignyanto; Arie Febrianto Mulyadi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.545 KB)

Abstract

Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai potensi hasil perikanan laut yang sangat berlimpah, namun potensi ini masih belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah rajungan. Selain pada dagingnya, peluang pemanfaatan pada limbah pengolahan daging rajungan juga cukup besar, salah satu pemanfaatan limbah pengolahan daging rajungan ini yaitu dijadikan sebagai bahan utama pembuatan serbuk perisa alami makanan. Pembuatan serbuk perisa alami dari cangkang rajungan perlu mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya yaitu konsentrasi bahan pengisi (filler) yang digunakan yaitu dekstrin dan suhu pengeringan, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah penelitian tentang konsentrasi dekstrin dan suhu pengeringan pada pembuatan serbuk perisa alami dari cangkang rajungan. Hasil terbaik yaitu pada suhu pengeringan 60oC dan konsentrasi dekstrin 10%. Perlakuan terbaik memiliki nilai parameter organoleptik yaitu pada rasa 2,6 (netral), aroma 3 (netral), warna 3,6 (suka), tekstur 3,8 (suka), dan untuk parameter fisik yaitu kadar air 4,67 %; daya larut 77 %; dan daya serap 9,65 %. Total biaya untuk sekali produksi dalam skala laboratorium yaitu sebesar Rp 78.469,92 (480 g).Kata Kunci : Limbah Pengolahan Daging Rajungan, Perisa Alami, Dekstrin, Suhu
EFEK PULSED ELECTRIC FIELD (PEF) PADA RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK BUNGA MELATI (Jasminum sambac) (KAJIAN RASIO BAHAN DAN PELARUT) Sukardi Sukardi; Mahendra Narpatmaja Nizar; Arie Febrianto Mulyadi; Sucipto Sucipto
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.747 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2016.001.01.04

Abstract

Bunga melati putih (Jasminum sambac) memiliki banyak manfaat seperti untuk bunga dekorasi, pewangi teh, dan dapat diolah menjadi  minyak atsiri. Minyak atsiri melati dapat diekstrak dengan metode enfleurasi dan maserasi. Pemakaian metode maserasi masih menghasilkan rendemen rendah. Perlakuan pendahuluan diperlukan untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Pulsed Electric Field (PEF) merupakan perlakuan pendahuluan yang saat ini sedang berkembang. Perlakuan PEF melibatkan aplikasi denyut pendek berulang medan listrik melalui bunga melati yang diletakkan di antara dua elektrode. Medan listrik membentuk pori-pori pada membran sel sehingga minyak atsiri keluar tanpa menggunakan suhu tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui kombinasi yang tepat antara frekuensi PEF dan rasio pelarut dengan bahan dengan metode maserasi untuk meningkatkan rendemen dan kualitas minyak atsiri. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok 2 faktor, yaitu frekuensi PEF (1000, 1500, dan 2000 Hz), dan rasio bahan dan pelarut (b/v) (1:2 dan 1:3), diulang 3 kali. Data diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA). Perlakuan terbaik dipilih berdasarkan uji GC-MS, nilai indeks bias, dan rendemen terbaik. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan rasio bahan dan pelarut n-heksan 1:3 (b/v) dan frekuensi berpengaruh nyata terhadap indeks bias dan rendemen concrete minyak melati. Perlakuan terbaik diperoleh pada rasio bahan dan n-heksan 1:3 (b/v) dan frekuensi 1500 Hz; rendemen 0,36%, indeks bias 1,479, linalool 3,46%, benzyl acetate 2,1%, farnesene 5,01%, cis-3-hexenyl benzoate 2,14% dan methyl palmitate 0,64%, total wax 54,07% dan komponen lain 32,25%
STUDI PEMBUATAN BUBUK PEWARNA ALAMI DARI DAUN SUJI (PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N.E.BR.). KAJIAN KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN MgCO3 Janur Bisma Tama; Sri Kumalaningsih; Arie Febrianto Mulyadi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.613 KB)

Abstract

Abstrak Daun suji (Pleomele angustifolia N.E.Br.) merupakan daun yang dapat digunakan sebagai pewarna pada makanan, namun penggunaannya masih kurang praktis, oleh karena itu perlu dilakukan pembuatan pewarna alami dari daun suji dengan cara dijadikan dalam bentuk bubuk. Klorofil bersifat tidak stabil dan untuk mengatasinya perlu digunakan jenis bahan penstabil yang cocok. Tujuan penambahan zat penstabil adalah agar diperoleh produk zat warna alam yang stabil selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa konsentrasi penambahan maltodekstrin dan MgCO3 yang tepat sehingga menghasilkan bubuk pewarna alami dari daun suji yang memiliki kualitas terbaik secara fisik dan kimia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan dilakukan dua perulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan, faktor I yaitu konsentrasi maltodekstrin (3%, 4%, 5%) dan faktor II yaitu konsentrasi MgCO3 (0%, 0,03 % dan 0,04%). Penilaian meliputi parameter kadar air, rendemen, total klorofil dan intensitas warna. Hasil penelitian menunjukkan bubuk pewarna alami dari daun suji terbaik dengan penambahan konsentrasi maltodekstrin 3% dan konsentrasi MgCO3 0,04% menghasilkan kadar air 1,615% rendemen 13,29%, total klorofil 9,07083 mg/L, intensitas warna 0,112 Absorbansi.Kata kunci: Bubuk, Daun Suji, Pewarna Alami, Maltodekstrin, MgCO3Abstract This study was aimed to determine the appropriated addition of maltodextrin concentration and MgCO3 to produce natural colourant powder from suji leaves which have the best quality physically and chemically. The experimental design used Randomized Block Design (RBD) with two factors and was done in duplicate in order to obtain 24 experimental unit, the first factor was concentration of maltodextrin (0%, 3%, 4%, 5%) and the second factor was the concentration of MgCO3 (0%, 0,03 % and 0,04%). Assessment parameters included moisture content, yield, total chlorophyll and intensity of color. The result of experiment show the best natural colourant powder from the suji leaves was found in addition of maltodextrin concentration of 3% and 0.04% MgCO3 concentration resulted in water content 1.615% yield of 13.29%, total chlorophyll 9.07083 mg/L, the absorbance of color intensity 0.112.Keywords: Natural Colourant, Maltodekstrin, MgCO3, Powder, Suji Leaf
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PENDIRIAN UNIT PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA (ASAP CAIR DAN KARBON AKTIF) Reni Andayani; Susinggih Wijana; Arie Febrianto Mulyadi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.57 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis dan finansial dari produksi asap cair dan karbon aktif tempurung kelapa. Bahan dasar yang digunakan adalah tempurung kelapa. Asap Cair memiliki banyak manfaat untuk mengawetkan bahan makanan. Selain itu digunakan sebagai koagulan lateks dan juga pada kayu yang diolesi asap cair mempunyai ketahanan terhadap serangan rayap. Karbon aktif banyak digunakan pada industri pengolahan air minum, industri gula, industri obat-obatan dan masih banyak sekali penggunaan karbon aktif di industri-industri lainnya. Pada umumnya karbon aktif digunakan sebagai adsorben. Hasil penelitian diperoleh kelayakan dari aspek teknis meliputi letak geografis industri yaitu di Sulawesi Utara khususnya kabupaten Minahasa Selatan, potensi bahan baku yang memadai, kadar fenol asap cair 1720 mg/L, rendemen asap cair 1,21% dan pH asap cair 4. Perlakuan aktivasi H3PO4 pada karbon aktif kadar air 3,39 %, daya serap terhadap iodine 1.196,05 mg/g, rendemen 26,67 %, kapasitas produksi sebesar 1,5 ton/hari yang dapat terpenuhi dan pemilihan teknologi yang sesuai. Kelayakan dari aspek finansial meliputi produk karbon aktif tempurung kelapa diperoleh HPP Rp 191.502/unit, harga jual Rp 268.103/unit, BEP 871 unit atau senilai Rp 233.436.408, dan untuk produk asap cair diperoleh HPP Rp 63.834/unit, harga jual Rp 89.368/botol, BEP 2.613 unit atau senilai Rp 233.436.408,sedangkan Net B/C, payback period, NPV,IRR karbon aktif dan asap cair adalah Net B/C 3,51, payback period 1 tahun 7 bulan 25 hari, NPV sebesar Rp 2.530.131.712, IRR sebesar 90,98%.Kata kunci: Analisa Kelayakan, Asap Cair, Karbon Aktif, Tempurung KelapaAbstract This research aims to know the financial and technical feasibility of the production of liquid smoke coconut shell and activated carbon. Liquid smoke has many benefits, among others, can be used to preserve foodstuffs. In addition it is used as a coagulant and also latex on wood that smeared the liquid smoke has a a termite attack resistance. Activated carbon has many uses in water processing industry, sugar industry, medicine industry and the other industry. Generally, activated carbon is used as adsorbant. The research results obtained the feasibility of technical aspects include the geographic location of industries in North sulawesi, adequate raw materials potential, concentration of phenol liquid smoke 1720 mg/l, yield liquid smoke 1.21% and the pH of the liquid smoke 4. H3PO4 activation in activated carbon has 3,39% moisture content, 1.196,05 mg/g Iodine adsorption capacity, 26,67% yield, annual production capacity of 1,5 tons/day, which can be met and the appropriate technology selection. While the financial aspects of feasibility for the production of activated carbon obtained production basic price Rp 191.502/units, the selling price of Rp. 268.103//units, break even point 871 units or Rp. 233.436.408 and for the production of liquid smoke obtained the cost of production Rp. 63.834/ units, the selling price of Rp. 89.368/ bottle, break even point 2.613 units or worth Rp. 233.436.408, While benefit / costæ, payback period, net present value and internal rate of return activated carbon and liquid smoke : benefit / costæ 3,51, Payback Period 1 Years 7 Month 25 Days, Net Present Value Rp 2.530.131.712 And Internal Rate Of Return 90,98%.Keywords: Activated Carbon, Coconut Shell, Feasibility Study, Liquid Smoke.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN SARI BUAH SIRSAK (Annona muricata L.) BERDASARKAN PARAMETER KERUSAKAN FISIK DAN KIMIA DENGAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) Subarkah Arif; Susinggih Wijana; Arie Febrianto Mulyadi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.423 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi umur simpan dari minuman sari buah sirsak yang dihasilkan unit usaha ABEC berdasarkan kerusakan fisik dan kimia dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan model persamaan Arrhenius. Pengujian yang dilakukan meliputi penerimaan garis skala uji (warna, rasa, aroma, penampilan) terhadap 15 panelis dan analisis terhadap vitamin C, kecerahan warna , total asam dan pH setiap 5 hari selama 1 bulan dalam inkubator bersuhu 30oC, 35oC dan 40oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari buah sirsak perhitungan umur simpan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dan uji organoleptik selama penyimpanan pada suhu 30oC, 35oC dan 40oC adalah 3,8 bulan, 2,8 bulan dan 2,1 bulan.Kata kunci: Sari Buah Sirsak, Umur Simpan, Accelerated Shelf Life TestingAbstract This study aims to obtain a shelf life of soursop juice drink produced ABEC business units based on physical and chemical damage using the method of Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with Arrhenius equation models. The tests performed included the line acceptance test scale (color, flavor, aroma, appearance) by panelis and analysis of vitamin C, color brightness, total acid and pH every 5 days for 1 month in an incubator temperature of 30oC, 35oC and 40oC.The results showed that the soursop juice shelf life calculations using the method of Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) with the Arrhenius model approach and organoleptic tests during storage at a temperature of 30oC, 35oC and 40oC was 3.8 months, 2.8 months and 2.1 monthsKeyword: Soursop juice, Shelf Life, Accelerated Shelf Life Testing (ASLT)
Studi Pembuatan Sirup Tamarillo (Kajian Perbandingan Buah Dan Konsentrasi Gula) Satria Bagus Pratama; Susinggih Wijana; Arie Febrianto Mulyadi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.661 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan yang tepat antara air dan buah serta konsentrasi gula terhadap sifat organoleptik pada sirup tamarillo. Metode yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktorial, yaitu Perbandingan Air : Buah (1:1 , 1:2 , 1:3) dan Konsentrasi Gula (60%, 70%, 80%). Analisa yang dilakukan meliputi Organoleptik (Warna, Aroma, Rasa), Viskositas, Total Padatan Terlarut (TPT), Total Gula, dan Total Antosianin. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa hasil terbaik dari analisa organoleptik yang dilakukan oleh panelis ahli yaitu menggunakan perlakuan perbandingan air : buah (1:2) dengan konsentrasi gula 80%. Hasil uji kimia dari perlakuan terbaik menunjukkan bahwa total gula sesuai dengan SNI yaitu 71.73%, viskositas 1.869 cps, total padatan terlarut 68.9oBrix dan total antosianin 1.96 ppm.Kata Kunci : Buah Tamarillo, Sirup, Sukrosa