Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kelayakan Awal Produk Olahan Kedelai Silvi Rushanti Widodo; Heribertus Budi Santoso
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2020.009.02.6

Abstract

AbstrakSaat ini, banyak produk makanan instan yang tersedia di pasar modern hingga pasar tradisional. Hal ini dikarenakan canggihnya teknologi pangan yang terus mengalami perkembangan. Produk olahan pangan yang instan lebih disukai masyarakat saat ini karena memiliki banyak varian rasa, praktis, dan mudah dalam pengolahannya. Salah satu bahan baku yang dapat diolah menjadi makanan instan adalah kedelai. Kedelai adalah salah satu sumber pangan yang telah banyak dimanfaatkan di berbagai negara. Di Indonesia, pemanfaatan kedelai dititikberatkan pada konsumsi tempe dan tahu, yang berfungsi sebagai lauk dan merupakan bagian dari menu makan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan awal produk olahan kedelai sebelum produk dipasarkan sehingga nantinya akan siap untuk dipasarkan. Metode penelitian ini mencakup tahap preliminary screening, comparative rating, dan prefeasibility analysis. Penelitian ini dilakukan pada konsumen sekitar untuk menilai produk mana yang lebih banyak dipilih konsumen dari berbagai segi, seperti luas pasar, biaya, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk nugget tempe layak untuk dipasarkan dilihat dari beberapa unsur dasar, seperti pemasaran, variansi produk, ketersediaan bahan baku, biaya, dan estimasi keuntungan pada analisis kelayakan awal dibandingkan dengan produk olahan lain yang berbahan dasar kedelai. Kata kunci: kedelai, makanan olahan, kelayakan Abstract Nowadays, many instant food products are available in the modern market to traditional markets. It is due to the continuously development of sophisticated food technology. Instant food products are the most popular today because they have many variants of flavor, practical, and easy to process. One of the raw materials that can be processed into instant food is soybean. Soybean is one of the food sources that has been widely utilized in various countries. In Indonesia, soybean is mostly consumed as tempeh and tofu, which serves as a side dish and is part of the dining menu. Thus, the purpose of this research is analyzing the prefeasibility of soybean processed product before the product is marketed so that it will be ready to be marketed. This study method covers the preliminary screening, comparative rating, and prefeasibility analysis stages. This research is conducted at surrounding consumers to assess the products that consumers prefer in various aspects, such as market area, cost, and risk. The results showed that the product of tempeh nugget is feasible to be marketed based on several basic elements, such as marketing, product variances, raw material availability, cost, and estimated profit on prefeasibility analysis compared to other processed products that are also made from soybean.Keywords: soybean, processed food, feasibility
Analisis Risiko pada UKM Tahu Takwa Kediri terhadap Dampak Pandemi COVID-19 Imam Safi'i; Silvi Rushanti Widodo; Ria Lestari Pangastuti
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sistem Industri (Edisi Khusus COVID-19)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v9i2.4003.107-114

Abstract

The Pandemic of COVID-19 and social restriction policy (PSBB) in Indonesia caused a lot of impacts, one of them is Tofu Takwa SMEs in Kediri. This condition disrupts production activities up to marketing. Then it takes a risk analysis by looking at the main potential risks that arise while pandemic like this and do manage to get a strategy for their business sustainability. This research aims to analyze and manage the main risks that occur in Tofu Takwa SMEs in Kediri. The results showed that there are 3 risks in a high level like decrease of the income, decrease in production amount and increase the price of raw materials and 1 risk in middle level like late in delivery raw material so that it can be done by financial strategy, resize, search for a new market with social media and cooperate with the local government to help the marketing of social service programs.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN INOVASI PRODUK PENGERAJIN BAMBU TUSUK SATE DAN DIKEMBANGKAN MENJADI KERAJINAN BESEK (Di Lingkungan Dusun Dadapan Desa Tinalan Kota Kediri) Tripariyanto, Afiff Yudha; Indrasari, Lolyka Dewi; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri; Safi'i, Imam; Widodo, Silvi Rushanti
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i2.1013

Abstract

ABSTRACT Indonesia is one country that is overgrown with bamboo plants in large quantities, both interms of quantity and type. This plant has long been used for many purposes, ranging frommaking household appliances to furniture. But sometimes, in the community bamboo handicraftproducts tend to be still less prestigious than other raw materials such as wood. In fact, throughinnovation and a unique processing, this product can be in demand not only in the local market,but also in foreign markets. Awareness of the world community to use environmentally friendlyproducts helped boost the demand for bamboo commodities. This also makes the prospect of thebamboo industry getting better, especially for foreign markets. This Community Service activityoccurred because of the development of the use of bamboo so much that an idea emerged to takethis title. Community service is divided into three channels, namely: 1. Provision of initialmaterial about bamboo material innovation and questions and answers. 2. The practice of makingwoven baskets.3. Hold the finishing of the craftsman. By joining the community serviceactivities, the skewers craftsmen get a lot of knowledge, developments and innovations ofbamboo material at this time that can be used as a provision for new businesses to increase thesale value and economy so that the income of the craftsmen can also increase. Keywords: Product Innovation, Bamboo, Crafts, Wicker.ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang ditumbuhi tanaman bambu dalam jumlahyang banyak, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Tanaman ini sudah sejak lamadimanfaatkan untuk banyak keperluan, mulai dari membuat perkakas rumah tangga hinggamebel. Namun terkadang, di masyarakat produk kerajinan bambu cenderung masih kalah pamordibanding bahan baku lain seperti kayu. Padahal, lewat inovasi serta proses pengolahan yangunik, produk ini bisa diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga pasar mancanegara.Kesadaran masyarakat dunia untuk menggunakan produk ramah lingkungan ikut mendongkrakpermintaan komoditas bambu. Ini juga yang membuat prospek industri bambu kian baik,khususnya untuk pasar luar negeri. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini terjadi karena adanyaperkembangan penggunaan bamboo yang sangat banyak sekali sehingga munculah ide utukmengambil judul ini. Pengabdian masyarakat ini terbagi dari tiga alur yaitu : 1. Pemberian materiawal tentang inovasi material bamboo dan Tanya jawab. 2. Praktek pembuatan anyaman besek.3.tahapan Finishing hasil pengrajin. Dengan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat tersebutpara pengrajin tusuk sate mendapatkan banyak sekali pengetahuan,perkembangan dan inovasiinovasi material bamboo saat ini yang bisa digunakan sebagai bekal usaha baru untukmeningkatkan nilai jual dan ekonomi sehingga pendapatan para pengrajin juga bisa bertambah. Kata Kunci : Inovasi Produk,Bambu,Kerajinan,Anyaman. 
Digitalisasi pemasaran bagi UKM ternak telur di Desa Sumberagung Widodo, Silvi Rushanti; Safi’i, Imam; Santoso, Heribertus Budi; Rahayuningsih, Sri; Indrasari, Lolyka Dewi; Komari, Ana; Tripariyanto, Afiff Yudha
Community Empowerment Forthcoming issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.5086

Abstract

Telur ayam merupakan bahan pangan hewani sumber protein dan mudah diakses dari sisi ketersediaan dan keterjangkauan harga, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Ternak Telur Desa Sumberagung adalah persaingan perdagangan antar peternak telur. Menurut pemilik usaha ternak telur, peternak memerlukan sebuah media yang dapat memasarkan usahanya sehingga lebih dikenal dan meningkatkan permintaan. Dari sisi manajemen, ternak telur di Desa Sumberagung ini adalah usaha yang dikelola secara mandiri dan dibantu keluarga sehingga belum menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang baik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah tahap observasi, diskusi, dan pemecahan masalah. Model pengembangan sistem yang digunakan pada kegiatan ini adalah model waterfall. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil berupa platform digitalisasi pemasaran untuk memasarkan produk agar lebih dikenal oleh masyarakat. Platform ini menggunakan aplikasi e-commerce Shopee. Selain itu, perancangan website juga diberikan kepada pemilik untuk menangani permintaan konsumen secara langsung dan cepat. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah dengan adanya bantuan pembuatan sistem informasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UKM, produknya lebih dikenal oleh masyarakat dan dapat bersaing dengan para kompetitor sehingga dapat meningkatkan laba usahanya.
PENERAPAN TEKNOLOGI INOVASI PRODUK BERBAHAN DASAR BAMBU DI BUAT TUSUK SATE DAN DI KEMBANGKAN MENJADI BESEK Indrasari, Lolyka Dewi; Tri Pariyanto, Afiff Yudha; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri; Widodo, Silvi Rushanti; Safi’i, Imam; Santosa, Heribertus Budi; Nandang, Iim
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program studi Teknik Industri Universitas Kadiri merupakan Institusi pendidikan dibidang perindustrian baik suatu produk maupun jasa. Untuk Pengabdian masyarakat ini program Studi Teknik Industri berperan serta membantu warga masyarakat dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan untuk membuat produk unggulan di dusun dadapan desa Tinalan serta inovasi pengembangan produk supaya bisa dibuat icon desa dan menjadi terkenal produk unggulannya. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk tusuk sate melalui pemeliharaan konsistensi mutu untuk bisa meningkatkan daya saing pada pasar. Bentuk kongrit upaya meningkatkan pelatihan antara lain dengan memberikan inovasi dan pengembangan produk dengan mendatangkan seorang yang ahli membuat besek untuk pelatihannya,Tujuan pengabdian masyarakat yakni  Memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan besek, memberikan pengetahuan menjaga konsistensi suatu produk, menjelaskan cara pengembangan produk, penyuluhan tentang  inovasi tusuk sate yang berkualitas. Metode dilakukan dengan Penyuluhan tentang pengembangan produk tusuk sate yang akan dikembangkan mejadi besedan dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai lebih tinggi dan pelatihan pembuatan besek secara langsung oleh Pelatih dari Pringgodani Art. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah Setelah diberikan penyuluhankepada warga desasecara langsung, sasaran mampu memahami tentang pentingnya kualitas suatu produk dan bisa meningkatkan kualitas besek dan bisa menambah pendapatan serta untuk memenuhi kehidupan sehari-hari
PENGELOLAAN PERSEDIAAN PADA PT. X DENGAN PERMINTAAN STOKASTIK DAN VARIABEL LEAD TIME Silvi Rushanti Widodo; Heribertus Budi Santoso
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v1i1.2590

Abstract

PT. X (pemasok) merupakan suatu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang furniture rotan sintetik. PT. X memiliki permasalahan mengenai pengelolaan persediaan dengan distributornya (pembeli). PT. X tidak menggunakan pendekatan sistem apapun untuk mengelola persediaannya saat ini, begitu pula yang dilakukan oleh distributornya. Hal ini tentunya akan menimbulkan permasalahan pada jaringan supply chain karena setiap pelaku bisnis tersebut hanya memikirkan sistem pengelolaan persediaan yang paling menguntungkan bagi dirinya sendiri. Hal ini sangat penting karena dalam suatu jaringan supply chain, keoptimalan pasokan produk pada salah satu pihak belum tentu menjadi optimal bagi pihak yang lain. Hal ini tentunya dapat menimbulkan masalah pada biaya produksi, penentuan jumlah cadangan produk (stock), dan waktu pasokan produk dari jaringan supply chain tersebut sehingga solusi terbaik demi keuntungan bersama akan sulit tercapai. Model Joint Economic Lot Size (JELS) mengintegrasikan pengelolaan persediaan dalam supply chain, Pada model ini pemasok atau produsen akan memproduksi sesuai dengan permintaan pembeli atau konsumen dari permintaannya yang tidak menentu dan hanya berupa kisaran jumlah atau stokastik dengan mempertimbangkan variabel lead time. Perusahaan melakukan pengiriman barang sesuai dengan permintaan konsumen sehingga biaya persediaan hanya optimal bagi salah satu pihak. Besarnya penghematan yang dapat dihasilkan dari metode JELS adalah sebesar 0,51% per tahun.
Perbaikan Proses Bisnis Penyusunan Rencana Kerja DISKOPERINDAG Menggunakan Metode Business Process Improvement Berdasarkan PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010 Serta Klausul 7.3 ISO 9001:2008 Silvi Rushanti Widodo; Yati Rohayati; Atya Nur Aisha
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 1, No 1 (2017): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.696 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v1i1.65

Abstract

DISKOPERINDAG Bandung Regency has a role in the preparation of regional planning, one of which is the preparation of  Renja. In the actual condition the work plan compiled by DISKOPERINDAG has a problem namely inaccuracy in the preparation of Renja. This study aims to design the proposed business processes in the preparation of Renja. The business process improvement method used is Business Process Improvement (BPI). Business process improvement is carried out by identifying business process gaps in the preparation of the actual Renja with the Renja planning flow based on PERMENDAGRI Number 54 of 2010 and the requirements of clause 7.3 ISO 9001: 2008. The results of the gap analysis will be entered for analysis of activities grouped into RVA, BVA and NVA. Business process improvement is done by eliminating NVA activities, minimizing BVA activities and streamlining RVA activities. At the data collection stage, 11 business processes were developed for the actual Renja and 21 activities based on PERMENDAGRI. The results of the gap between the actual business processes and business processes based on PERMENDAGRI, there are 31 processes. The results of the activity analysis showed there were 12 RVA activities, 19 BVA, 0 NVA. Business process improvement tools used include value-added assessment, simplification, and duplication elimination. Based on the results of the comparison of the efficiency time, the existing business processes 19.14%, while the proposed business processes 21.88%. The proposed business process for the preparation of Renja is included in the preparation of SOPs and work instructions.DISKOPERINDAG Kabupaten Bandung memiliki peranan dalam penyusunan perencanaan daerah, salah satunya adalah penyusunan Renja. Dalam kondisi aktual rencana kerja yang disusun oleh DISKOPERINDAG memiliki permasalahan yakni ketidaktepatan dalam penyusunan Renja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses bisnis usulan dalam penyusunan Renja. Metode perbaikan proses bisnis yang digunakan adalah Business Process Improvement (BPI). Perbaikan proses bisnis dilakukan dengan mengidentifikasi gap proses bisnis penyusunan Renja aktual dengan alur perencanaan Renja berdasarkan PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010 dan persyaratan klausul 7.3 ISO 9001:2008. Hasil analisis gap akan menjadi masukkan untuk analisis aktivitas yang dikelompokkan menjadi RVA, BVA dan NVA. Perbaikan proses bisnis dilakukan dengan mengeliminasi aktivitas NVA, meminimasi aktivitas BVA dan melakukan streamlining pada aktivitas RVA. Pada tahap pengumpulan data diperoleh 11 proses bisnis penyusunan Renja aktual dan 21 aktivitas berdasarkan PERMENDAGRI. Hasil gap antara proses bisnis aktual dan proses bisnis berdasarkan PERMENDAGRI terdapat 31 proses. Hasil analisis aktivitas menunjukkan terdapat 12 aktivitas RVA, 19 BVA, 0 NVA. Tools perbaikan proses bisnis yang digunakan antara lain value-added assessment, simplification, dan duplication elimination. Berdasarkan hasil perbandingan waktu efisiensi, pada proses bisnis eksisting 19,14%, sementara pada proses bisnis usulan 21,88%. Usulan proses bisnis penyusunan Renja menjadi masukkan dalam penyusunan SOP dan instuksi kerja. 
ANALISIS RELIABILITAS DAN AVAILABILITAS PADA SEPEDA MOTOR HONDA 125CC Silvi Rushanti Widodo; Imam Safi'i; Heribertus Budi Santoso
KAIZEN : Management Systems & Industrial Engineering Journal Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/kaizen.v4i1.8382

Abstract

Perkembangan teknologi berjalan pesat akhir-akhir ini yang dapat dirasakan dalam berbagai bidang dan kegiatan kehidupan seperti bidang kegiatan manufaktur. Perubahan teknologi menimbulkan perubahan dari komponen yang digunakan serta luaran yang dihasilkan. Sepeda motor adalah sebuah kendaraan yang dimiliki oleh hampir setiap orang untuk berkendara dan membantu melakukan aktivitas sehari-hari. Kinerja sistem sepeda motor saat ini menjamin keselamatan pengoperasian sistem dalam operasi. Pada era saat ini, persaingan antar berbagai jenis sepeda motor kian ketat. Kenaikan permintaan sepeda motor juga meningkat. Penelitian ini ingin mengetahui peluang sistem sepeda motor akan mampu beroperasi atau menunjukkan kinerja yang diharapkan dalam rentang waktu tertentu serta dalam kondisi operasi tertentu pula. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis reliabilitas dan availabilitas pada masing-masing tipe sepeda motor. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah availabilitas terbesar dimiliki oleh sepeda motor Honda Vario 125 yakni sebesar 0,9668. Seluruh tipe sepeda motor Honda 125 cc akan mengalami penurunan nilai reliabilitas dari waktu ke waktu. Sepeda motor Honda Supra 125cc memiliki reliabilitas tinggi karena nilai reliabilitas masih berada di angka 96%.
PENGARUH INSENTIF, KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Reza Mei Setiawan; Silvi Rushanti Widodo; Afiff Yudha Tripariyanto
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v4i2.1617

Abstract

In the era of globalization, competition between companies is getting higher and tighter in both the trade and service industries, Natural Resources, even though a company has good finances, available raw materials, up-to-date technology, and is supported by a good management system. one of the most important assets for any company, the company can say that employees are one of the important factors in determining the realization of company goals.In this study, researchers will examine the performance of the employees of Barelo Cafe & Resto. This study aims to determine whether there is an effect of incentive variables, leadership and work discipline on employee performance.This study uses questionnaires and library data. The sample in this study were 20 employees using the saturated sample method. The data analysis technique used is multiple linear regression using SPSS 20. Next, we can see how much influence incentives, leadership and work discipline have on employee performance in hypothesis testing. From the results of the multiple linear regression test, the adjusted R square value is 71.3%. So it can be explained that 71.3% of the incentive, leadership and work discipline variables affect employee performance. While the difference is 28.7% (100% - 71.3%) influenced by other variables.This study has results and concludes that incentives, leadership and work discipline through partial tests have a significant effect. Meanwhile, the results of the simultaneous test show that together it has a significant effect on employee performance. The variable with the most dominant influence is incentives. Which means that in order for a company to be able to achieve a goal, it must pay attention to employees about incentive factors, leadership and work disciplineDi Era globalisasi persaingan antara perusahaan semakin tinggi dan ketat baik di industri dagang maupun jasa, Sumber Daya Alam, meski sebuah perusahaan telah memiliki finansial yang baik, bahan baku yang tersedia, teknologi yang mutahir, serta ditunjang dengan sistem manajemen yang baik, Hal ini menjadikan salah satu aset terpenting bagi setiap perusahaan, perusahaan dapat mengatakan bahwa karyawan adalah salah satu faktor penting dalam menentukan terwujudnya tujuan perusahaan. Dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti kinerja karyawan Barelo Cafe & Resto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh variabel insentif, kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Penelitian ini menggunakan penyebaran kuesioner dan data pustaka. Sampel pada penelitian ini adalah 20 orang karyawan dengan menggunakan metode sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 20. Sealnjutnya dilihat seberapa besar pengaruh insentif, kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada pengujian hipotesis. Dari hasil uji regresi linier berganda didapatkan nilai adjusted R square sebesar 71,3%. Sehingga dapat dijelaskan bahwa 71,3% variabel insentif, kepemimpinan dan disiplin kerja mempengaruhi kinerja karyawan. Sedangkan selisihnya 28,7% (100% - 71,3%) di pengaruhi oleh variabel lain.Penelitian ini mempunyai hasil dan menyimpulkan bahwa insentif, kepemimpinan dan disiplin kerja melalui uji parsial mempunyai pengaruh signifikan. Sementara itu, secara hasil dari uji simultan bahwa secara bersama – sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Variabel yang paling dominan pengaruhnya adalah insentif. Yang artinya agar sebuah perusahaan akan dapat mencapai sebuah tujuan harus memperhatikan karyawan tentang faktor insentif, kepemimpinan dan disiplin kerja.
Penerapan Metode DMAIC untuk Mengurangi Cacat Hasil Pengelasan Di PT.X Onny Ardhi Bachtiar; Silvi Rushanti Widodo; Afiff Yudha Tripariyanto
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 5, No 1 (2021): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v5i1.1973

Abstract

One of the most important components in the boiler is piping. The piping is the flow of water vapor to the area used for energy conversion. If the piping condition is not good, or in a defective condition will negatively affect the flow of water to be converted into steam. The boiler construction process, in general, can be completed within 2 years. But a common problem is the occurrence of damaged conditions in piping. This study aims to find out the improvement efforts to reduce the defects of welding results in boiler Machine piping using the DMAIC method. The method identifies problems, follows the occurrence of problems, provides analysis to be developed and Controlled. The results of this study explain the Machine aspect that is monitoring the time of use and using the rules on the welding Machine so that there is no more damage; aspects of methods, man, Measurement and management do the agenda at the end of each month and continue to improve the motivation of work; and the material aspect that the supplier sends evidence of materials that are ready to send to Improve the quality of pipes - pipes to be used. Salah satu komponen dalam boiler paling penting adalah perpipaan. Perpipaan tersebut sebagai jalannya aliran uap air menuju area yang digunakan untuk konversi energi. Jika kondisi perpipaan tidak baik, atau dalam kondisi cacat akan memberikan pengaruh negatif pada jalannya aliran air untuk dikonversi menjadi uap. Proses pembangunan boiler secara umum dapat selesai dalam kurun waktu 2 tahun. Tetapi masalah yang sering dijumpai adalah terjadinya kondisi rusak pada perpipaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya perbaikan untuk mengurangi kecacatan hasil pengelasan pada perpipaan mesin boiler menggunakan metode DMAIC. Metode tersebut mengidentifikasi masalah, mengikut kejadian masalah, memberikan analisis untuk dikembangkan dan dikendalikan. Hasil penelitian ini menjelaskan aspek Machine yaitu memantau waktu penggunaan dan menggunakan secara aturan pada mesin las agar tidak terjadi kerusakan lagi; aspek method, man, Measurement dan management melakukan agenda setiap akhir bulan dan kontinu untuk meningkatkan motivasi kerja; dan aspek material yaitu pihak supplier mengirim bukti material yang siap kirim untuk meningkatkan mutu pipa – pipa yang akan digunakan.