Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

VARIASI LEKSIKAL ISOLEK TIGA DESA DI KECAMATAN BUKITKERMAN KABUPATEN KERINCI: KAJIAN DIALEKTOLOGI Rengki Afria
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 2 (2019): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v5i2.73

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi leksikal dan menghitung jarak kosakata dengan menggunakan metode dialektometri. Pendekatan penelitian deskriptif adalah kualitatif-kuantitatif. Data bersumber dari 15 konsep data yang berjumlah 734 glos. Berdasarkan hasil analisis didapatkan 143 variasi, yakni: Bilangan dan Ukuran (1 glos); Waktu dan Musim (5 glos); Bagian Tubuh Manusia (13 glos); Kata Ganti dan Istilah Kekerabatan (12 glos); Pakaian dan Perhiasan (4 glos); Jabatan dan Pekerjaan (4 glos); Binatang (13 glos); Tumbuhan (17 glos); Alam (12 glos); Bau dan Rasa (2 glos); Sifat, keadaan dan warna (13 glos); Rumah (9 glos); Alat (8 glos); Kehidupan masyarakat (4 glos); Makanan dan minuman (1 glos); Penyakit dan obat (2 glos); Aktivitas (20 glos); Nama Hari (0 glos); Glos tanya (2 glos); Kesenian dan permainan (1 glos). Sedangkan jarak kosakata dari tiga TP tersebut adalah IPp – IP 4%, IP – IM 5,5%, dan IM – Ipp 6% dengan keterangan tidak ada perbedaan.Kata kunci: variasi, leksikal, isolek, dialektologi, dialektometri Abstract: This study aims to describes lexical variations and calculate the distance of vocabularies by using dialectometry method. This type of research is descriptive by using qualitative and quantitative approaches. Data sourced from 15 concepts and 734 gloss data collected. Based on the results of analysis obtained 143 gloss of lexical variations consisting of Numbers and Sizes (1 gloss); Time and Season (5 gloss); Human Body Parts (13 gloss); People's pronouns and kinship terms (12 gloss); Clothing and Jewelry (4 gloss); Position and Job (4 gloss); Animals (13 gloss); Plants (17 gloss); Nature (12 gloss); Smell and Taste (2 gloss); Nature (13 gloss); House (9 gloss); Tool (8 gloss); Community life and farming (4 gloss); Food and drinks (1 gloss); Disease and medicine (2 gloss); Activities (20 gloss); Name of Day (0 gloss); Question conjunction word (2 gloss); Arts and games (1 gloss). While the distance of the vocabulary by connecting the 3 TP is IPp - IP of 4%, IP - IM of 5.5%, and IM - IPp of 6% with information that there is no difference.Keywords: variation,lexical, isolec, dialectology, dialectometry 
ANALISIS COMPOUNDING DALAM NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI: KAJIAN MORFOLOGI Rengki Afria; Julisah Izar; Nurmala Rosanti
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.117

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk compounding dalam novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini dalam bentuk kata dan frasa yang berkaitan dengan compounding. Metode pengumpulan data adalah metode simak dengan teknik mencatat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik distribusi leksikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa compounding pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi memiliki kombinasi elemen dengan wujud kata benda (N) + kata benda (N); kata benda (N) + kata sifat (Adj) + kata benda (N); kata benda (N) + kata benda (N) + kata kata sifat (Adj); kata benda (N) + kata sifat (Adj) + kata sifat (Adj); kata benda (N) + kata kerja (V); kata kerja (V) + kata benda (N); kata benda (N) + kata sifat (Adj); kata sifat (Adj) + kata benda (N); kata benda (N) + kata keterangan (Adv); kata keterangan (Adv) + kata benda (N); kata keterangan (Adv) + kata sifat (Adj); kata kerja (V) + kata sifat (Adj); kata keterangan (Adv) + kata keterangan (Adv); kata sifat (Adj) + kata sifat (Adj). Selain itu, terdapat dua kategori compounding yaitu eksosentris dan endosentris.Kata kunci: compounding; morfologi; novel Abstract: This study aims to describe the form of compounding in Negeri Lima Menara novel by Ahmad Fuadi. This type of research was qualitative research with descriptive method. Data were words and phrases related to compounding. The data collection technique used was  note-taking. Data were analysed by identity method. The results showed that compounding in Negeri Lima Menara novel by Ahmad Fuadi had a combination of elements with the form of the noun (N) + noun (N); nouns (N) + adjectives (Adj) + nouns (N); nouns (N) + nouns (N) + adjectives (Adj); nouns (N) + adjectives (Adj) + adjectives (Adj); nouns (N) + verbs (V); verb form (V) + noun (N); noun form (N) + adjective (Adj); adjective form (Adj) + noun (N); nouns (N) + adverbs (Adv); adverbs (Adv) + nouns (N); adverbs (Adv) + adjectives (Adj); verb (V) + adjective (Adj); adverbs (Adv) + adverbs (Adv); Adjective (Adj) + adjective (Adj). Furthermore, there were two category of compounding; exocentric and endocentric.Keywords: compounding; morfology; novel 
ANALISIS KOMPOSISI DALAM CERPEN “PENGANTAR TIDUR PANJANG” KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN MORFOLOGI Rengki Afria; Olivia Virginia
MABASAN Vol. 14 No. 2 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i2.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komposisi dalam cerita pendek "Pengantar Tidur Panjang Karya Eka Kurniawan: Kajian Morfologi”. Teori yang digunakan adalah morfologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah bentuk komposisi dalam cerita pendek "Pengantar Tidur Panjang" Karya Eka Kurniawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode catat. Metode analisis data, yakni metode distribusional. Hasil penelitian ditemukan dua bentuk komposisi, yakni komposisi eksosentris dan endosentris. Hasil analisis disimpulkan bahwa terdapat 23 data yang mengandung unsur komposisi. Unsur tersebut didapatkan 10 data yang bersifat eksosentris dan 13 data yang bersifat endosentris.
ANALISIS KOMPARATIF BAHASA BENGKULU, REJANG, DAN ENGGANO Rengki Afria; Julisah Izar; Ririn Dwi Anggraini; Delvi Hestia Fitri
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.876 KB) | DOI: 10.30651/lf.v5i1.4274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis komparatif bahasa Bengkulu, Rejang, dan Enggano. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode dan teknik pengumpuan data yang digunakan adalah metode cakap dan rekam. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode perbandingan, leksikostatistik, dan glotokronologi Hasil penelitian didapatkan kekerabatan bahwa bahasa Enggano, Bengkulu dan Rejang hanya terdapat 27 data yang menyatakan bahwa bahasa tersebut berkerabat. Sedangkan 171 data yang menunjukan bahasa Bengkulu dan bahasa Rejang berkerabat, 26 data yang menunjukan bahasa Rejang dan Enggano berkerabat, dan 27 data yang menujukan bahasa Enggano dan Bengkulu berkerabat. Berdasarkan hasil perhitungan antara bahasa Bengkulu dan Rejang dari 200 kosakata, ditemukan 85,5% kata yang berkerabat. Maka dapat ditentukan bahwa kedua bahasa tersebut tergolong dalam kategori rumpun bahasa.Kata kunci: analisis; komparatif; leksikostatistik; glotokronologi
Analisis Bentuk Pemendekan Kata dalam Permainan DoTA 2: Analysis of Words Abbreviation Form in DoTA 2 Game Rengki Afria; Gesang Tri Wahyudi
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i2.52

Abstract

Abstrak: Pemendekan komunikasi dalam pemainan DoTA 2 menarik untuk diteliti. Hal tersebut disebabkan kecepatan dan fokus pemain menjadi kunci utama dalam memenangkan permainan. Oleh karena itu, tentunya bentuk pemendekan dalam mempercepat proses komunikasi yang dilakukan oleh pemainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemendekan kata dalam komunikasi pada permainan DoTA 2. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh dari pemain DoTA 2. Objek kajian berupa tuturan dalam permainan yang menggunakan pemendekan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian berupa singkatan yang terbagi menjadi (i) singkatan dua huruf sebanyak 30 data, yakni AA, AM, CK, BS, CM, DS, DK, DR, ES, LC, LS, OD, PA, PL, SK, SF, TA, TB, WR, BB, HP,  NM, TI, MT, PT, BM, SB, TP, DC, GG. (ii) singkatan tiga huruf sebanyak 6 data, yakni BKB, MKB, MMR, DPS, BRB, AFK (iii) singkatan empat huruf sebanyak 1 kata, yakni GGWP; akronim sebanyak 4 data, yakni QOP, MOM, DoTA, OL; kontraksi sebanyak 4 data, yakni Dipier, Upbrack, Lowbrack, Mismid; penggalan sebanyak 5 data penggalan tiga huruf pertama kata, yakni Bat, Sky, Sup, Agi, Pro; 8 penggalan empat huruf pertama kata, yakni Brew, Gyro, Morp, Omni, Tide, Agha, Deff,  Ulti, dan 10 pelepasan sebagian kata atau suku kata, yakni Alche, Centa, Invis, Jugger, Pango, Necro, Silen, Timber, Venge, Tarras; serta lambang huruf sebanyak 3 data, yakni P, B, G. Abstract:  The abbreviation of communication in the DoTA 2 game is interesting to study. This is because the speed and focus of the players are the main keys in the game. Therefore, of course abbreviation in accelerating the communication process carried out by the players. This study aims to describe the abbreviation of words communication in the DoTA 2 game. This research method is qualitative with a descriptive approach. Sources of data were obtained from DoTA 2 players. The object of the study of speech in games that use abbreviation. Data collection used the listening and proficient method. Data analysis used separate methods and techniques for direct elements. The results of the study are abbreviations divided into (i) two-letter abbreviations of 30 data, i.e. AA, AM, CK, BS, CM, DS, DK, DR, ES, LC, LS, OD, PA, PL, SK, SF, TA, TB, WR, BB, HP,  NM, TI, MT, PT, BM, SB, TP, DC, GG; (ii) three-letter abbreviations of 6 data, i.e. BKB, MKB, MMR, DPS, BRB, AFK; (iii) four-letter abbreviations of 1 data, i.e. GGWP; acronyms for 4 data, i.e. QOP, MOM, DoTA, OL; contraction of 4 data, i.e. Dipier, Upbrack, Lowbrack, Mismid; fragments of 5 pieces of the first three letters of the word, i.e. Bat, Sky, Sup, Agi, Pro; 8 fragments of the first four letters of the words, i.e. Brew, Gyro, Morp, Omni, Tide, Agha, Deff,  Ulti; and 10 partial releases of words or syllables, i.e. Alche, Centa, Invis, Jugger, Pango, Necro, Silen, Timber, Venge, Tarras; and symbol letters as much as 3 data, i.e. P, B, G.
PERISTIWA TUTUR, CAMPUR KODE, DAN ALIH KODE ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG BAJURE KOTA SUNGAI PENUH Rengki Afria
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.837 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.722

Abstract

Abstrak: Peristiwa Tutur, Campur Kode, dan Alih Kode Antara Pedagang dan Pembeli di Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh. Suatu peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yang apabila huruf-huruf pertamannya dirangkaikan menjadi akronim SPEAKING. Kedelapan komponen tersebut adalah:S (= Setting and scene), P (=Participants) E (= Ends : Purpose and goal), A (= Act sequences), K (= Key : tone or spirit of act), I (= Instrumentalities), N (=Norms of Interaction and interpretation), G (= Gennres). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Data yang diambil adalah data yang bersumber dari sumber lisan. Metode penyediaan data adalah metode cakap dan metode simak. Analisis data menggunakan metode padan. Hasil analisis data terdapat bahwa campur kode dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti; faktor lingkungan, kebiasaan pemakai bahasa, menggunakan bahasa asing atau daerah beserta variasinya, terbatasnya kosa kata dalam bahasa Indonesia, serta kurangnya kesadaran pemakai bahasa dalam menggunakan bahasa Indonesia.
PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS JAMBI Warni; Rengki Afria
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v2i1.546

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Penguatan Kemampuan Literasi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi” ini adalah untuk memberikan penguatan kecakapan berliterasi pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi. Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, Tanya jawab, dan memberikan tugas review buku teks pada mahasiswa. Materi yang akan disajukan adalah materi dasar-dasar berliterasi. Target pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan beberapa pemikiran dan konsep literasi yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir pada saat ini. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah secara umum mahasiswa sudah mengenal dan mengetahui konsep literasi dengan menggunakan teknologi, seperti sumber bacaan melalui internet.
ANALISIS ASPEK GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL PADA CERPEN KETEK IJO KARYA M. FAJAR KUSUMA julisah izar; Rengki Afria; Dimas Sanjaya
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.946 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i1.7026

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana bentuk kohesi gramatikal yang terdapat pada cerpen Ketek Ijo karya M.Fajar Kusuma dan (2) Bagaimana bentuk kohesi leksikal pada cerpen Ketek Ijo karya M.Fajar Kusuma Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dan agih. Metode padan yang digunakan adalah metode padan referensial dengan teknik lanjutan unsur pilah penentu (PUP), yaitu dengan memilah kalimat-kalimat yang memiliki penanda kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik dasar yang digunakan dalam metode agih adalah bagi unsur langsung (BUL). Keabsahan data diperoleh dari ketekunan pengamatan dan triangulasi. Instrumen penelitian adalah humant instrument. Peneliti menjadi alat pengumpul data utama sekaligus menganalisis langsung data yang telah dikumpul tersebut Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. Pertama, bentuk penanda kohesi gramatikal yang muncul adalah referensi, substitusi, konjungsi, dan elipsis. Kedua, bentuk kohesi leksikal yang muncul adalah repetisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, kolokasi dan metonimia.
VARIASI FONOLOGI DAN LEKSIKAL DIALEK MERANGIN DI DESA BUNGOTANJUNG, KAMPUNGLIMO, DAN SUNGAIJERING KECAMATAN PANGKALANJAMBU Rengki Afria; Mailani Muadzimah Lijawahirinisa
Sirok Bastra Vol 8, No 1 (2020): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v8i1.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal dialek Merangin di Desa Bungotanjung, Kampunglimo, dan Sungaijering (TP) Kecamatan Pangkalanjambu (DP). Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan situasi kebahasaan di DP berdasarkan penghitungan dialektometri. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode cakap, simak, rekam, dan catat. Sumber data berasal dari bahasa Melayu dialek Merangin. Data berupa 200 kosakata Swadesh. Metode analisis data adalah metode padan dan metode dialektometri. Hasil perbandingan titik pengamatan ditemukan variasi fonologi didapatkan 1% (2 varian) pada TP1-TP2, 2% (4 varian) pada TP2-TP3, dan 2,5% (5 varian ) pada TP3-TP1. Sementara, variasi leksikal didapatkan 22 varian atau 11% pada TP1-TP2, 28 varian atau 14% pada TP2-TP3, dan 28 varian atau 14% pada TP3-TP1. Hasil variasi fonologi dan leksikal tersebut menunjukkan status kebahasaan tidak ada perbedaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pertahanan identitas bahasa/dialek, prestise pemakaian bahasa/dialek, faktor kekeluargaan, faktor budaya dan faktor sosial. Oleh karena itu, penelitian ini telah mengidentifikasi bahwa isolek Pangkalanjambu merupakan bagian dari bahasa Melayu, dialek Merangin. This study aims to describe the phonological and lexical variations of the Merangin dialect in the villages of Bungotanjung, Kampunglimo, and Sungaijering (TP), Pangkalanjambu District (DP). This research needs to be done to describe the linguistic situation in DP based on dialectometric calculations. The research method uses descriptive quantitative-qualitative methods. Data collection using a method of proficient, consider, and record. The data source is Malay language in Merangin dialect. Data in the form of 200 Swadesh vocabulary’s. Data analysis is matching and dialectometry method. The results of comparison of observation points found phonological variation found 1% (2 variants) on TP1-TP2, 2% (4 variants) on TP2-TP3, and 2.5% (5 variants) on TP3-TP1. Meanwhile, lexical variation found 22 variants or 11% in TP1-TP2, 28 variants or 14% in TP2-TP3, and 28 variants or 14% in TP3-TP1. The results of phonological and lexical variations show that there is no difference in linguistic status. This is influenced by language/dialect identity defense factors, prestige of language/dialect usage, family factors, cultural factors and social factors. Therefore, this study has identified that the Pangkalanjambu isolect is part of the Malay language, Merangin dialect.
Leksikostatistik dan Grotokronologi Bahasa Melayu Palembang, Basemah Lahat, Basemah Pagaralam, dan Kayu Agung: Kajian Linguistik Historis Komparatif Rengki Afria; Dimas Sanjaya; Mesha Tiara
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v11i1.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil leksikostatistik, glotokronologi, dan jangka kesalahan bahasa Melayu Palembang (MP), Besemah Lahat (BL), Besemah Pagaralam (BP), dan Kayuagung (KA). Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan metode komparatif, leksikostatistik, dan glotokronologi. Hasil yang didapatkan yakni 24 pasangan kata identik, 7 korespondensi fonemis; korespondensi fonetis tidak ditemukan; dan 21 korespondensi satu fonem berbeda. Persentase kerabat pada empat bahasa dari titik pengamatan yang diperbandingkan ialah, MP – BL 79.5%, MP – BP 79%, MP – KA 59.5%, BL – BP 85%,  BL – KA 56%, BP – KA 60%. Perhitungan glotokronologi ditemukan: MP – BL 543 M,  MP – BP 560 M,  MP – KA 1236 M,   BL – BP 390 M,  BL – KA 1384 M,  BP – KA 1219 M.