Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Stasiun Jatinegara Era Revolusi Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 Andi Andi; Rudy Gunawan; Humar Sidik; Abdulhadi Abdulhadi; Sigit Sudibyo; Ika Putri Sulistyana; Khofifatunnisa Khofifatunnisa
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v5i1.3389

Abstract

Jatinegara, in this case Jatinegara Station, is one of the locations that has historical traces of a series of events defending the independence of the Republic of Indonesia from the threat of the Dutch Kingdom assisted by the Allies, represented by the British) in the era of the Indonesian independence revolution in 1945-1949. The purpose of this research is to raise the events surrounding the revolution for Indonesian independence at Jatinegara Station in 1945-1949. The method used in this research is the historical research method. The stages in historical research begin with heuristics, criticism, interpretation, and historiography or historical writing. The results showed that Jatinegara Station was involved in a number of events and state duties which were quite important for the continuity of the newly independent Republic of Indonesia. The incident, namely, the takeover of the power of the Railways/Railway Department in Jakarta (September 3, 1945), and the extraordinary Railway Events of the Indonesian President's Entourage Soekarno to Yogyakarta (January 3, 1946).Jatinegara dalam hal ini Stasiun Jatinegara adalah salah satu lokasi yang memiliki jejak sejarah serangkaian peristiwa mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari ancaman Kerajaan Belanda dibantu oleh pihak Sekutu, diwakili oleh Inggris) era revolusi kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengangkat peristiwa-peristiwa seputar revolusi kemerdekaan Indonesia di Stasiun Jatinegara tahun 1945-1949. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Tahapan dalam penelitian historis diawali dengan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Stasiun Jatinegara terlibat dalam sejumlah peristiwa maupun tugas kenegaraan yang cukup penting bagi kelangsungan Republik Indonesia yang baru saja merdeka. Peristiwa tersebut yaitu, pengambilalihan kekuasaan Perkeretaapian/Djawatan Kereta Api di Jakarta (3 September 1945), dan peristiwa Kereta Api Luar Biasa rombongan Presiden RI Soekarno ke Yogyakarta (3 Januari 1946)
KRITIK TERHADAP ADAPTASI BUDAYA SEBAGAI JALAN MASUKNYA ISLAM DI TANAH JAWA Humar Sidik
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i1.6075

Abstract

ABSTRAK: Masuknya Islam ke Tanah Jawa melalui jalur budaya secara tidak langsung menanamkan doktrin bahwa Islam merupakan agama yang damai dan toleran akan budaya serta kepercayaan lain. Namun dibalik itu semua di beberapa wilayah terdapat ajaran Islam yang mengalami perpaduan budaya sehingga melunturkan nilai dan makna yang terkandung dalam ajaran Islam hingga berujung pada bid’ah dan khurafat. Maka dari itu penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengkritik jalan masuknya Islam melalui adaptasi budaya di Tanah Jawa. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif analisis dengan pendekatan historis serta instrumen utama berupa studi literatur. Hasil penelitian dalam penulisan ini terdiri dari, pertama, transformasi budaya menjadi jalan masuk utama karena pembawa Islam pertama di Nusantara adalah kaum sufi, yang memiliki toleransi kuat dalam berbudaya. Kedua, wujud dari adaptasi Islam terhadap budaya dan kepercayaan lokal, baik dalam akulturasi, asimilasi ataupun sinkretisme. Ketiga, kritik terhadap jalan masuknya Islam di Jawa serta timbulnya gerakan Islam modern yang bertujuan untuk mengembalikan Islam sesuai ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kata Kunci: Budaya1, Islam2, Tanah Jawa3.
Hermeneutika Sebuah Metode Interpretasi Dalam Kajian Filsafat Sejarah Humar Sidik; Ika Putri Sulistyana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.6224

Abstract

Hermeneutika merupakan sebuah metode interpretasi terhadap sebuah simbol baik berupa teks atau lambang lainnya. Dalam perkembangannya sebagai metode hermeneutika banyak dianut oleh berbagai disiplin ilmu demi mengungkapkan makna yang tersirat dalam sebuah simbol atau teks. Salah satu disiplin ilmu yang menggunakan hermeneutika sebagai metodenya adalah sejarah. Sejarah menggunakan hermeneutika pada bagian interpretasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukan pentingnya hermeneutika dalam kajian filsafat sejarah. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukan beberapa hal, diantaranya yaitu, varian atau jenis-jenis dalam hermeneutika mulai dari hermeneutika romantis milik Friedrich Ernst Daniel Schleiermarcher, hermeneutika metodis karya Wilhelm Dilthey, hermeneutika fenomenologis yang dibangun oleh Edmund Husserl, hermeneutika dialektis dengan eksemplar Martin Herdegger, hermeneutika kritisnya Jurgen Habermas, dan hermeneutika milik Paul Ricouer yang sering digunakan dalam teks sastra serta yang terakhir metode hermeneutika dekonstruksionis hasil pemikiran Jacques Derrida. Selain itu dibahas juga alasan hermeneutika menjadi sebuah metode dalam filsafat sejarah dan bagaimana cara memahami filsafat sejarah dengan hermeneutika. Sehingga penelitian ini berfokus pada hermeneutika sebagai metode penafsiran teks dalam filsafat sejarah dan varian yang sering digunakan dalam hermeneutika pada kajian filsafat sejarah. Hal ini dilakukan demi membatasi terlalu luasnya objek kajian dalam penelitian.
Perubahan Sosial Ekonomi pada Industri Keramba Jaring Apung di Curug Apu Jatiluhur selama Pandemi Covid-19 Silvy Mei Pradita; Humar Sidik
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v5i2.6611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas secara mendalam dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 kepada industri Keramba Jaring Apung (KJA) serta strategi apa yang diterapkan industri ini dalam menghadapi pandemi Covid-19. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi model Miles dan Huberman, karena dianggap relevan dalam mendeskripsikan secara naratif hasil penelitian yang telah dilakukan. Teknik dan prosedur pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Oleh karena itu, peneliti berperan dalam hal perencana, pengumpul data, penganalisis dan penulis hasil dari penelitian ini. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Curug Apu yang terletak di Kabupaten Purwakarta yang berada di wilayah perairan waduk Jatiluhur, memiliki manfaat bagi masyarakat sekitar, yaitu digunakan sebagai lokasi usaha perikanan air tawar atau biasa disebut dengan Keramba Jaring Apung (KJA). Di Kabupaten Purwakarta, usaha KJA ini menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang kerja untuk masyarakat. Di masa sekarang pandemic covid-19, terdapat ancaman lain yang mengganggu pelaksanaan industri ini. Dengan penyebarannya yang luar biasa cepat serta sulit dideteksi siapa saja pengidapnya, membuat industri ini juga turut terkena dampaknya. Apalagi setelah diproklamirkannya sistem physical distancing yang bertujuan untuk menjaga jarak serta diterapkannya PSBB di beberapa wilayah. Secara tidak langsung kebijakan tersebut mempengaruhi pangsa pasar industri KJA. Salah satu cara yang digunakan yaitu dengan menyimpan dan menahan penjualan ikan patin dan nila di pasaran hingga harga yang ada dipasaran tersebut kembali stabil.
CHRISTIAAN SNOUCK HURGRONJE DALAM DINAMIKA ISLAM DI ACEH PADA MASA KOLONIAL BELANDA Humar Sidik
Jurnal Artefak Vol 7, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.988 KB) | DOI: 10.25157/ja.v7i1.3282

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengkaji lebih dalam mengapa dipilihnya Christiaan Snouck Hurgronje dalam meneliti dan memberikan nasihat kepada pemerintah Kolonial Belanda serta bagaimana peran Snouck Hurgronje dalam perkembangan dinamika Islam di Nusantara khususnya Aceh, dengan semua nasihat-nasihat yang telah diberikannya, apakah memiliki pengaruh besar pada keberhasilan pemerintah Kolonial Belanda dalam menduduki dan menguasai Aceh yang dianggap sebagai simbol perlawanan keagamaan terlama dan paling berbahaya di wilayah Nusantara, sehingga memberikan dampak yang besar pada keuangan dan administrasi pihak Kolonial karena terus menggelontorkan dana lebih demi memasok persenjataan perang. Penelitian ini juga turut menelusuri apakah perlawanan rakyat Aceh berhenti dengan berhasil di takhlukannya Aceh oleh pihak Kolonial Belanda. Untuk menggambarkan peristiwa tersebut secara valid dan kredibel, maka peneliti menerapkan metode penelitian sejarah yang bersifat deskriptif analisis dengan instrumen utama berupa studi literatur. Metode ini terdiri dari empat tahap yaitu: pengumpulan sumber (heuristik), kritik (verifikasi), interpretasi dan penulisan (historiografi). Dari hasil penelitan tersebut ditemukan bahwa nasihat-nasihat yang diberikan oleh Snouck Hurgronje sangat berpengaruh dalam menaklukan Aceh, karena latar belakang yang ia miliki. Selain itu sebelumnya Snouck juga telah melakukan penelitian terhadap umat muslim baik di Aceh, Nusantara maupun Timur Tengah sehingga nasihat yang ia berikan tepat dan mampu membuat Aceh menjadi terpecah belah dari dalam dengan memanfaatkan para Uleebalang yang takut kehilangan jabatan dan kedudukan ditengah masyarakat Aceh. Hasilnya hal tersebut berdampak kepada takhluknya Aceh di Tangan Pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian nasihat yang diberikan oleh Snouck Hurgronje mulai berganti menjadi lebih lembut dan manusiawi dengan tujuan merebut hati dan simpati rakyat Aceh. Walaupun begitu dinamika Islam di Aceh dengan semangat jihad dan perlawanan terhadap bangsa kafir Belanda terus dilakukan dibeberapa tempat. The purpose of writing this article is to examine more deeply why the choice of Christiaan Snouck Hurgronje in researching and giving advice to the Dutch colonial government and how Snouck Hurgronje's role was in the development of Islamic dynamics in the archipelago, especially in Aceh, with all the advice he had given, did it have a large influence on the success of the Dutch Colonial government in occupying and controlling Aceh which was considered as the longest and most dangerous symbol of religious resistance in the archipelago, thus giving a large impact on the financial and administrative side of the Colonial side as it continued to pour more funds in order to supply war weapons. This research also explores whether the resistance of the people of Aceh stopped successfully in the conquest of Aceh by the Dutch Colonial side. To describe these events in a valid and credible manner, the researchers applied a descriptive historical research method of analysis with the main instrument in the form of a literature study. This method consists of four stages: collecting sources (heuristics), criticism (verification), interpretation and writing (historiography). From the results of the research it was found that the advice given by Snouck Hurgronje was very influential in conquering Aceh, because of his background. In addition, Snouck had previously conducted research on Muslims both in Aceh, the Archipelago and the Middle East so that the advice he gave was appropriate and able to make Aceh divided from within by utilizing the Uleebalang who were afraid of losing positions and positions among the people of Aceh. The result was an impact on the emergence of Aceh in the hands of the Dutch Colonial Government. Then the advice given by Snouck Hurgronje began to change to become more gentle and humane with the aim of winning the hearts and sympathies of the people of Aceh. Even so the dynamics of Islam in Aceh with the spirit of jihad and resistance to the Gentile nation continued in several places.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Internet di Perguruan Tinggi Abad Ke-21 Silvy Mei Pradita; Humar Sidik
LITERATUS Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Literatus
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v2i2.81

Abstract

In the current postmodern era, the internet has transformed into a cutting-edge weapon in various sectors, ranging from industry, art, economy and others. The internet has always played a vital role in maximizing these various sectors. However, what is the real reality in the world of education? Has the internet been fully utilized? Departing from these worries, this research aims to reveal the real reality of the use of the internet at the tertiary level, especially as a medium for learning history. This research itself uses a descriptive qualitative research method. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and document analysis. The interview form used is open and leads to depth of information and is not formal / structured. The goal is to explore the information that is researched further, complete, and in depth. Data analysis in the study took place simultaneously with the data collection process. Among them through data reduction, data presentation, and verification. The results showed that in 21st century learning, the internet has an important role if teachers can maximize its use, because with the internet students are able to dig deeper into existing information, especially now that there are so many historical journal portals that are opened online and accessed for free. Furthermore, the use of the internet can also be applied in a learning system, for example by using blended learning
Pembelajaran Sejarah dalam Perspektif Generasi Z: Studi Kasus Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 42 Jakarta Humar Sidik; Suswandari Suswandari
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 1 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah sering dipandang sebelah mata dan menjadi sorotan tajam karena tidak memberikan manfaat secara langsung layaknya ilmu-ilmu pasti. Bahkan dalam beberapa literatur dipaparkan secara eksplisit bahwa sejarah itu membosankan, padahal di masa sekarang terjadi begitu banyak perubahan sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa sudut pandang seseorang terhadap ilmu sejarah juga dapat berubah. Generasi Z yang lahir pada kisaran waktu antara tahun 1995 sampai dengan 2010 dan memiliki kedekatan tinggi dengan teknologi, sehingga membuat mereka lebih mudah dalam mengakses berbagai macam informasi, tidak terkecuali dalam permasalahan ini yaitu sejarah. Mengacu pada problematika tersebut, maka penelitian ini lahir untuk mengkaji lebih mendalam terkait dengan pandangan generasi Z terhadap pembelajaran sejarah. Dalam peneltian ini sampel yang diambil berupa siswa di SMA Negeri 42 Jakarta, dikarenakan siswa di sekolah ini memenuhi berbagai macam kriteria yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dan mengambil model milik Robert K. Yin, penelitian ini dilaksanakan. Proses pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: (1) Generasi Z di SMA Negeri 42 Jakarta; (2) Problematika Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 42 Jakarta; (3) Model dan Media Pembelajaran Sejarah yang diterapkan di SMA Negeri 42 Jakarta; (4) Pandangan Generasi Z terhadap Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 42 Jakarta. Kesimpulannya, pembelajaran sejarah di kalangan generasi Z, khususnya SMA Negeri 42 Jakarta mengalami perkembangan yang baik, terbukti dari pandangan generasi ini yang sadar akan pentingnya nilai sejarah.