Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Dan Pendampingan Manajemen Usaha Wanita Pengrajin Kemplang Panggang Di Kota Palembang Yusleli Herawati; Yahya Yahya; Abdul Hamid
COMVICE: Journal Of Community Service Vol. 3 No. 1 (2019): April (2019)
Publisher : STIE PGRI Dewantara Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.963 KB) | DOI: 10.26533/comvice.v3i1.174

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pelatihan, pembinaan, dan pendampingan terhadap Usaha Wanita Pengrajin Kemplang Panggang di Kelurahan Pipa Reja Kota Palembang dengan melibatkan 2 (dua) orang mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pembekalan, dan pelatihan kepada pengrajin kemplang panggang dalam aspek produksi, pemasaran, pembiayaan, dan adminitrasi agar usaha kemplang panggang dapat lebih berkembang. Berdasarkan hasil pengamatan awal dapat diidentifikasi beberapa permasalahan antara lain: 1) Jumlah produksi yang tidak stabil, 2) Produk yang kurang higienis, 3) Peralatan kerja kurang memadai, 4) Keterbatasan modal kerja, 5) Belum memiliki identitas promosi, dan 6) Belum menerapkan pembukuan usaha.Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini terbagi dalam beberapa tahapan yaitu: 1) Tahap persiapan dan perencanaan, 2) Tahap implementasi kegiatan, 3) Tahap evaluasi dan monitoring, dan 4) Tahap refleksi. Dari hasil kegiatan tampak bahwa terjadi peningkatan daya saing pengrajin kemplang panggang dan penerapan IPTEK, kemampuan pembuatan laporan keuangan usaha, dan pemanfaatan sosial media untuk pemasaran online. Selain itu, mitra juga sudah mampu melakukan manajemen usaha dan membuat proposal kredit bank dan pembentukan paguyuban usaha. 
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN BATURAJA LAMA DAN SEKAR JAYA, KECAMATAN BATURAJA TIMUR, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU (OKU), PROVINSI SUMATERA SELATAN jek managerxot; Milana Salim; Yahya Yahya; Tri Wurisastuti; Rizki Nurmaliani
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 16 No 2 (2017): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 16 NOMOR 2 TAHUN 2017
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.16.2.360.82-92

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merupakan salah satu wilayah endemis DBD di Provinsi SumateraSelatan. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penularan DBD adalah dengan melakukanpengendalian vektor nyamuk pada tingkat jentik. Penggunaan insektisida dalam pengendalian vektor DBD,selain dapat menimbulkan resistensi, juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan lingkungan. Saat inipengendalian vektor DBD di Kabupaten OKU dilakukan secara hayati (biological control), yaitu denganmenggunakan ikan pemakan jentik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat partisipasimasyarakat dalam pengendalian vektor DBD menggunakan ikan pemakan jentik. Lokasi penelitian beradadi Kelurahan Baturaja Lama dan Kelurahan Sekar Jaya. Populasi adalah seluruh rumah tangga di keduakelurahan tersebut. Jumlah sampel ditentukan dengan mengacu pada ketentuan WHO mengenai standarminimal sampel survei entomologi DBD yaitu 100 rumah. Jumlah sampel rumah tangga yang berhasildidapatkan sebanyak 217 yang dipilih dengan cara acak. Hasil perhitungan indeks jentik menunjukkanangka HI di Kelurahan Baturaja Lama sebesar 42,1% dan di Kelurahan Sekar Jaya sebesar 48,2%. AngkaCI di Kelurahan Baturaja Lama sebesar 19,2% dan Sekar Jaya sebesar 16,2%. Angka BI di KelurahanBaturaja Lama sebesar 51,4% dan Sekar Jaya sebesar 75,5%. Analisis statistik terhadap perilakumemelihara ikan menunjukkan hubungan bermakna terhadap keberadaan jentik, namun persentase jumlahrumah tangga yang memelihara ikan pada kedua kelurahan masih tergolong rendah yakni kurang dari 10%.Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan pengembangan potensi jenisikan pemakan jentik dalam upaya pengendalian DBD.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH MELALUI PELAKSANAAN PTK BAGI GURU SDN ANAK AIR KECAMATAN KOTO TANGAH PADANG Yahya Yahya; Yusro Wikarya; Eswendi Eswendi
Ranah Seni Vol 13 No 01 (2019): RANAH SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ranahseni.v13i01.52

Abstract

The problem is prioritized to the main interrelated aspects, namely the problem: (1) the inability of teachers to understand and apply scientific writing in their writings, and (2) the inability of teachers to understand and write PTK proposals. Problem solving is done by approaching: (a) the design of teaching materials, (b) counseling, and (c) training. The activity has produced: (a) teaching material of scientific writing material, CAR concept, and the process of writing a CAR proposal, (b) as much as 74.12% scientific writing material, 72.35 CAR concept material, and 70.59% proposal writing process material PTK has been mastered by the participants, and (c) the knowledge has been applied by partner teachers in writing proposals
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI CIRI-CIRIMAKHLUK HIDUP Yahya Yahya
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v13i2.477

Abstract

Abtraks: Penelitian tentang penerapan model pembelajaran Tipe Think Pair and Chare (TPS) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi ciri-ciri makhluk hidup di SMP Negeri 2 Sakti Kabupaten Pidie telah dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus sampai dengan 10 September 2012. Permasalah yang dikaji dalam penelitian adalah: Apakah Penerapan Pembelajaran koopratif tipe think pair and chare mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi ciri-ciri makhluk hidup di SMP Negeri 2 Sakti Kabupaten Pidie. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara terperinci ada tidaknya peningkatan prestasi belajar siswa pada materi ciri-ciri makhluk hidupmelalui penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe think pair and chare di SMP Negeri 2 Sakti Kabupaten Pidie. Sampel penelitian siswa kelas VII A sebanyak 23 orang sebagai kelompok kontrol dan kelas VII B sebanyak 22 orang sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data dengan memberi tes, yaitu pretes dan postes. Teknik pengolahan data dengan menggunakan statistik uji-t. Hasil analisis data diperoleh t hitung ≥ t tabel yaitu 2,01 ≥ 1,68 pada taraf signifikan 0,05. Berdasarkan data tersebut, maka Ha dapat diterima dan menolak Ho. Maka dapat disimpulkan: Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Chare dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi cari-ciri makhluk hidup di SMP Negeri 2 Sakti Kabupaten Pidie. Kata Kunci : Pembelajaran, think pair and chare, ciri-ciri makhluk hidup
IDENTIFIKASI NYAMUK DEWASA PADA BUAH KELAPA DI KELURAHAN KEMELAK KABUPATEN OGAN KOMERING ULU I Gede Wempi Surya Permadi; Lasbudi Pertama Ambarita; Yahya Yahya
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2797

Abstract

ABSTRAKPenyakit tular vektor seperti Demam Berdarah Dengue  (DBD) dan malaria merupakan penyakit yang memiliki angka morbiditas dan  mortalitas yang cukup tinggi.  Lingkungan menjadi salah satu indikator penting bagi penularan penyakit tular vektor. Disain penelitian ini adalah observasional.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies nyamuk yang hidup di buah kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai desember 2015.  Cara pengambilan sampel diambil dari larva yang diperoleh di wilayah kelurahan Kemelak kabupaten OKU, berupa vegetasi kebun, sawah dan dekat pemukiman penduduk.  Identifikasi spesies nyamuk di laboratorium parasitologi dan entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja, Sumatera Selatan.  Survei Lapangan dilakukan di kelurahan Kemelak Bindung Langit kabupaten OKU.  Pada penelitian ini ditemukan tiga spesies jentik yang berapa pada kontainer kelapa yaitu Aedes aegypti, Culex vishnui dan Culex quinquifasciatus.  Saran penelitian ini adalah sebaiknya kelapa dan cangkang kelapa bekas dibakar apabila tidak digunakan oleh masyarakat dan melaksanakan program 3M plus secara terpadu serta berkisinambungan.Kata kunci : Buah  Kelapa, Nyamuk, Kabupaten  Ogan Komering Ulu ABSTRACTVector contangious disease as Dengue Hemoraghic Fever (DHF)and malaria is disease having high rate morbidity and mortality. The environment which one be an important indicator for the transmission of the vector contangious disease. This research is a design by observational.  This study attempts to know the species of mosquito that live in coconut container.  This study was conducted in march and december 2015 . Methods of this research was taking the sample collection  of the larvæ obtained in urban villages kemelak kabupaten oku , in the form of vegetation garden , rice and near residential area .Methods for identificating species mosquitoes was doing at the parasitologi and entomology labolatory,  p2b2 Baturaja  , South Sumatra. The field survey was healding in Kemelak village,  Ogan Komering Ulu regency.  The research showed that  species larve who hatch in coconut container was identificated Aedes aegypti , Culex vishnui and Culex quinquifasciatus. The household should burned the coconut if not used and doing 3M health programe continuously.Keyword : Coconut shell, Mosquitoes, Ogan Komering Ulu Regency
Kearifan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan untuk mengatasi malaria oleh pengobat tradisional di Sumatera Selatan Indah Margarethy; Yahya Yahya; Milana Salim
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 5 No 2 (2019): JHECDs Vol. 5, No. 2, Desember 2019
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jhecds.v5i2.2088

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan di Indonesia terutama pada masyarakat perdesaan. Pada tahun 2015 angka Annual Paracite Insidence di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0,26. Penelitian ini bertujuan menganalisis data penggunaan tumbuhan obat untuk malaria pada Suku Teloko, Daya, Pegagan, Meranjat dan Lintang di Provinsi Sumatera Selatan. Data diperoleh dari hasil penelitian Riset khusus Tanaman obat dan Jamu tahun 2015 melalui tim manajemen data Badan Litbang Kesehatan. Informan penelitian ini sebanyak 14 battra dari Suku Taleko, Daya, Pegagan, Meranjat dan Lintang. Jenis tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan malaria pada Suku Teloko, Daya, Pegagan, Meranjat dan Lintang terdiri dari 21 jenis. Brotowali (Tinospora crispa (L)) merupakan tumbuhan yang paling banyak digunakan battra sebagai ramuan pengobatan malaria. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun. Battra memperoleh tumbuhan obat dengan mencari di sekitar tempat tinggal, namun masih ada beberapa tumbuhan yang harus didapatkan di dalam hutan. Tidak ada upaya melestarikan tumbuhan obat yang sudah langka dan sulit didapatkan dari dalam hutan seperti daun Tedimfuk (Claoxylon indicum (Reinw. Ex Blume) Hassk) dan Lengkenai duduk (Unidentiified). umbuhan obat yang masih bisa didapatkan di dalam hutan seperti daun Belidang seni (Unidentiified) dilestarikan battra dengan menanam di perkarangan/kebun. Simpulan dari tulisan ini bahwa tumbuhan obat untuk malaria yang habitatnya di hutan dan sudah sulit ditemukan menjadi alasan battra tidak dapat melestarikannnya maka perlu pemberdayaan masyarakat pada suku-suku di Sumatera Selatan tentang manfaat apotik hidup, sehingga masyarakat termotivasi memanfaatkan kebun dengan ditanami tumbuhan obat dan mewariskan pengetahuan mengenai tumbuhan obat ke generasi selanjutnya.
Lembaga Dakwah dan Wasatiyah: Sebuah Tela’ah Perspektif Manajemen Dakwah di Kota Salatiga Yahya Yahya
Islamic Management and Empowerment Journal Vol 1, No 1 (2019): Islamic Management and Empowerment Journal
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.136 KB) | DOI: 10.18326/imej.v1i1.79-100

Abstract

This study aimed to determine the understanding of the Salatiga preaching institution to wasatiyah, the management of preaching in preaching wasat}iyah, and the obstacles. The research used was a qualitative method. The results of this study indicated that the understanding of da’wah institutions to wasatiyah could be said to be linear. There was a tendency to equate moderate wasatiyah and a tendency to reject the radical, rigid, violent, and ghuluw religious methods and are felt to be lacking when rejecting the tafrīt or taqsīr or jafā ’religion. The preaching management of the Da’wah preaching institution in Salatiga was still natural in nature and was a routine activity that had not approached the ideal management in the preaching of uncertainty in determining its vision and mission in preaching Wasatiyah. And the obstacles were the different perspectives of management, limited human resources, limited infrastructure and financial advice, ego and rigidity of some administrators
Reposisi Pendidikan Seni (Paradigma Baru Pendekatan Pembelajaran) Yahya Yahya
Ranah Seni Vol 3 No 1 (2009): Ranah Seni
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ranahseni.v3i1.75

Abstract

-
DAKWAH ISLAMIYAH DAN PROSELYTISME; TELAAH ATAS ETIKA DAKWAH DALAM KEMAJEMUKAN Yahya Yahya
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.13 KB) | DOI: 10.18326/inject.v1i1.81-98

Abstract

This article focuses on proselytism which convert from one’s point of view to other point of view in religion contact, that covers two things; an attempt to convert person from religion to other and convert person from one sect to other. In modern era, Islam is missionary religion that obligates its worshipers to expand its missions where it has rules, ethics, and glorioushabit in preaching the religion. The main duty as preacher, he has to comprehend well his religion teaching with various approaches; normative theological, anthropologic, sociologic, philosophic, historical, cultural, and physiologic approach so that religion understanding will be optimal, consciously do the religion teaching, thus it will awaken and return to itspure potency which is purposed to get the happiness in the world and hereafterAbstrakArtikel ini fokus pada proselytisme yang merupakan upaya untuk mengonversi atau memindahkan seseorang dari satu sudut pandang ke sudut pandang  lainnya, dalam konteks keagamaan, yang mencakup dua hal yakni upaya untuk mengonversi seseorang dari satu agama ke agama lain, dan mengonversi seseorang dari satu aliran keagamaan ke aliran lainnya baik perubahan keimanan dan kepercayaan atau aliran keagamaan. Di era modern, Islam sebagai agama misi yang mewajibkan pemeluknya untuk menyebarluaskan ajarannya yang telah memiliki aturan main, etika, dan kebiasaan luhur dalam berdakwah. Tugas utama pendakwah harus memahami ajaran agama dengan berbagai macam pendekatan teologis normatif, antropolgis, sosiologis, filosofis, historis, budaya, dan psikologis agar pemahaman agama bisa optimal, mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga menjadikannya bangkit dan kembali ke potensi fitrinya yang tujuannya adalah bahagia di dunia dan akhirat.