Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication)

DAKWAH ISLAMIYAH DAN PROSELYTISME; TELAAH ATAS ETIKA DAKWAH DALAM KEMAJEMUKAN Yahya Yahya
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.13 KB) | DOI: 10.18326/inject.v1i1.81-98

Abstract

This article focuses on proselytism which convert from one’s point of view to other point of view in religion contact, that covers two things; an attempt to convert person from religion to other and convert person from one sect to other. In modern era, Islam is missionary religion that obligates its worshipers to expand its missions where it has rules, ethics, and glorioushabit in preaching the religion. The main duty as preacher, he has to comprehend well his religion teaching with various approaches; normative theological, anthropologic, sociologic, philosophic, historical, cultural, and physiologic approach so that religion understanding will be optimal, consciously do the religion teaching, thus it will awaken and return to itspure potency which is purposed to get the happiness in the world and hereafterAbstrakArtikel ini fokus pada proselytisme yang merupakan upaya untuk mengonversi atau memindahkan seseorang dari satu sudut pandang ke sudut pandang  lainnya, dalam konteks keagamaan, yang mencakup dua hal yakni upaya untuk mengonversi seseorang dari satu agama ke agama lain, dan mengonversi seseorang dari satu aliran keagamaan ke aliran lainnya baik perubahan keimanan dan kepercayaan atau aliran keagamaan. Di era modern, Islam sebagai agama misi yang mewajibkan pemeluknya untuk menyebarluaskan ajarannya yang telah memiliki aturan main, etika, dan kebiasaan luhur dalam berdakwah. Tugas utama pendakwah harus memahami ajaran agama dengan berbagai macam pendekatan teologis normatif, antropolgis, sosiologis, filosofis, historis, budaya, dan psikologis agar pemahaman agama bisa optimal, mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga menjadikannya bangkit dan kembali ke potensi fitrinya yang tujuannya adalah bahagia di dunia dan akhirat.