Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN TEPUNG DUCKWEED (Lemnaceae spp) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT RELATIF HATI DAN PANKREAS AYAM PEDAGING Ummiani Hatta; Rusdi Rusdi; Rosmiaty Arief
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.321 KB)

Abstract

The research aimed to study the effect of adding duckweed smash to broiler chicken feed on relative weight of its liver and pancreas. The number of chicken used was 100 broilers. The study employed a Completely Randomized design with five replicates in which five broilers were used for each replicate.  The treatments included basal feed (R0), 97% basal feed with 3% duckweed smash (R1), 94% basal feed with 6% duckweed smash (R2), 91% basal feed with 9% duckweed smash (R3), and 88% basal feed with 12% smash duckweed (R5). The addition of the duckweed smash on broiler feed significantly increased both the relative weight of the broiler liver and pancreas.  
EFFECT OF POLYETHYLENE GLYCOL SUPPLEMENTATION ON IN VITRO NITROGEN DIGESTIBILITY OF LEUCAENA SHRUB LEGUM SPECIES AND SIGNAL GRASS (BRACHIARIA DECUMBENS) RUSDI RUSDI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.509 KB)

Abstract

SUMMARY An in vitro study was conducted to investigate the effect of polyethylene glycol (PEG) supplementation on in vitro nitrogen digestibility in shrub species legume and grass. The nitrogen digestibility of varied correspondingly to their nutrient and condensed tannin (CT) content. Leuceana species with a lower CT tended to have higher in vitro nitrogen digestibility (IVND) and rate of ammonia-N production. PEG consistently increased IVND and the rate of ammonia-N production. The increased values were from 30.7 to 71.2% and 52.3 to 93.6 mg/d for nitrogen digestibility and the rate of ammonia-N production respectively when the inclusion rate of PEG was elevated from 0 to 200 mg/g sample of forages. Leucaena species with a high CT content required more PEG to neutralize negative effect of tannins on nitrogen digestibility than did species with low tannin content. PEG, however, had no effect on the nitrogen digestibility of signal grass.
ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MUALAF PADA LEMBAGA BAITUL MAL PROVINSI ACEH Fil Amzatil Akbar; Nurma Sari; eka - nurlina; Rusdi Rusdi
Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen Vol 5, No 1 (2021): JURNAL BISNIS DAN KAJIAN STRATEGI MANAJEMEN
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbkan.v5i1.3550

Abstract

This study aims to describe the empowerment program of mualaf (convert) at the Baitul Mal Aceh, Indonesia. The case study using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews with the head of the field of collection in Baitul Mal Aceh, mualaf, stakeholders and direct participatory observation and documentation. In validating data, this study uses data triangulation techniques before being analyzed through data reduction and conclusions. The results of this study indicate that the empowerment program implemented by Baitul Mal Aceh through its work programs has a role and influence in the empowerment of mualaf in Aceh. Muslim converts have a good relationship with neighbors and have been able to meet the needs of daily life. Not only empowered economically, converts also experience an increase in spiritual terms.
Perkembangan Tradisi Tunduak Sebagai Kearifan Lokal Di Kelurahan Kota Solok 1995-2019 Fachra - Gunawan; Rusdi Rusdi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.361 KB)

Abstract

Setiap daerah memiliki kebudayaan dalam pernikahan masing-masing, tergantung adat istiadat dalam nagari tersebut. Solok memiliki budaya dan adat yang masih dijunjung tinggi. Salah satu tradisi yang masih dipakai hingga sekarang yaitu tradisi Tunduak. Tradisi Tunduak merupakan sebuah tradisi yang ada dalam upacara perkawinan. Tradisi ini hanya dilakukan oleh masyarakat Solok. Oleh karena itu, penelitian dengan judul “Perkembangan Tradisi Solok Sebagai Kearifan Lokal di Kelurahan IX Korong Kota Solok 1995-2019” perlu diteliti perkembangannya hingga sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan tradisi Tunduak dari tahun 1995-2019 dan eksistensi tradisi Tunduak di Solok.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan sumber dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dengan narasumber yang terlibat dalam tradisi Tunduak dan tokoh masyarakat adat Solok. Data lisan juga didukung dengan arsip-arsip dari masyarakat yang menyelenggarakan tradisi Tunduak, surat kabar, dan sumber buku dari perpustakaan. Perkembangan tradisi Tunduak sebagai kearifan lokal di kelurahan IX Korong Kota Solok 1995-2019 merupakan kajian sejarah. Dari penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa perkembangan tradisi Tunduak sebagai kearifan lokal di keluarahan IX Korong Kota Solok dari tahun 1995-2019 tetap eksis dan mengalami perkembangan yang positif dari masyarakat dan pemerintah Kota Solok. Hingga sekarang adat dan budaya ini masih berlaku dan masih diterapkan oleh masyarakat Nagari Solok. Terakhir pemerintah juga memberikan kontribusi yang besar untuk tradisi Tunduak supaya generasi penerus dapat mengetahui tradisi Tunduak dan tetap melestarikan tradisi sebagai kearifan lokal dari Solok ini.
USAHA PABRIK ROTI INDAH DI BALAI JARIANG KELURAHAN BALAI TANGAH KOTO KOTA PAYAKUMBUH DARI TAHUN 1998-2020 DEBYZKY VATICA; Rusdi Rusdi
Jurnal Kronologi Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375 KB)

Abstract

Abstract This article examines Indah Bakery’s factory at Balai Jariang Kelurahan Balai Tangah Koto, Kota Payakumbuh from 1998-2020. This factory has its strategy to survive to compete with so many rivals in this field. This research uses a historical method, consists of heuristic, source critics, synthetic analysis, and writes the result. This research shows that the strength of this home industry is to matching public taste with its product. This results in quantity increasing from year to year, trust from consumers, and several regular customers. The weakness of this company does not yet obtain a business license from Government. The company only had already registered in the Payakumbuh Department of Industry, Trade, and Labor. Keywords: Roti Indah Factory, Home Industry, Payakumbuh ABSTRAK Artikel ini mengkaji tentang Usaha Pabrik Roti Indah Di Balai Jariang Kelurahan Balai Tangah Koto Kota Payakumbuh Dari Tahun 1998-2020. Banyaknya usaha di bidang ini membuat pabrik roti melakukan strategi bertahan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam adalah metode sejarah. Metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, analisis sintesis dan penyajian hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan utama dari home industri ini yaitu dengan kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan selera konsumen. Hal ini terlihat dengan adanya jumlah kuantitas produk yang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, selain itu dengan adanya kepercayaan masyarakat pada home industri membuat roti ini sudah memiliki pelanggan yang tetap untuk memasarkan produknya. Sedangkan kelemahan dalam menjalankan usaha ini belum diterapkannya diversifikasi produk dan tidak adanya surat izin usaha dan hanya mempunyai Tanda Daftar Industri (TDI) dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Naker kota Payakumbuh. Kata kunci: Usaha Pabrik Roti Indah, Home Industri, Payakumbuh
Hubungan Status Gizi dengan Derajat Pneumonia pada Balita di RS. Dr. M. Djamil Padang Mia Nurnajiah; Rusdi Rusdi; Desmawati Desmawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.478

Abstract

Abstrak                Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menjadi penyebab kematian utama pada balita di dunia, terutama di negara berkembang. Salah satu faktor risiko dari pneumonia adalah status gizi yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan status gizi dan derajat pneumonia pada balita di RS. Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian adalah retrospektif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan uji statistik Chi-square.  Pengambilan data dilakukan dari Agustus hingga September 2014 di pusat rekam medis RS. Dr. M. Djamil Padang.  Subjek penelitian adalah 105 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Indikator status gizi yang digunakan adalah indkator BB/U kurva CDC rujukan WHO-NCHS. Subjek penelitian diklasifikasikan menurut derajat ringan-berat pneumonia. Sebanyak 51 balita (91,1%) dengan status gizi baik menderita pneumonia (ringan-sedang) dan 18 balita (8,9%) status gizi kurang-buruk menderita pneumonia berat. Hasil penelitian p < 0,05 menunjukkan adanya hubungan bermakna antara status gizi dengan balita penderita pneumonia. Kesimpulan  penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan derajat pneumonia pada balita di RS. Dr. M. Djamil Padang. Sebagian besar balita dengan pneumonia derajat berat memiliki status gizi kurang dan buruk.Kata kunci: status gizi, derajat pneumonia, balita AbstractPneumonia is an acute respiratory infection which is the leading cause of children mortality in aged less than 5 years in the world, especially in developing countries.  One of pneumonia risk factors is undernutrition. The objective of this study  was to determine the relationship between nutritional status and pneumonia severity of children aged less than 5 years in RS. Dr. M. Djamil Padang. Type of this research is analytics retrospective with cross-sectional design and chi-square statistic test. The research was held from Agustus until September 2014 in medical record centre of. Dr.  M. Djamil Padang Hospital. Subjects of this research were 105 children aged less than 5 years which are selected by inclusion and exclusion criterias. The indicator used for nutritional status was based on weight per age with CDH chart referred by WHO-NCHS. Fifty one subjects (91,1%) with pneumonia (mil to moderate) had good nutritional status and 18 subjects (8,9%) with severe pneumonia were lack in their nutritional status. The result showed a significant relationship between nutritional status and pneumonia with p < 0,05. The conclusion is that a nutritional status has significant relationship to pneumonia severity of children aged less than 5 years in Dr. M. Djamil Padang Hospital. Most of those children suffered from severe pneumonia are in undernutrition.Key words: nutritional status, pneumonia severity, children aged less than 5 years
PENGARUH JENIS AKTIVASI PADA ADSORBEN CANGKANG KACANG TANAH TERHADAP ADSORPSI METIL VIOLET Wardalia Wardalia; Rusdi Rusdi; Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i2.13050

Abstract

Era industrialisasi serta globalisasi menghasilkan batik jenis baru yang disebut dengan batik cap. Proses pembuatan batik melalui beberapa langkah, rangkaian proses pewarnaan akan menghasilkan limbah cair. Berbagai permasalahan pun meningkat karena limbah yang dihasilkan dari produksi batik dan harus diolah lebih lanjut. Adsorpsi methyl violet di limbah batik telah dilakukan menggunakan adsorben yang dibuat dari cangkang kacang tanah dan diaktivasi menggunakan KOH dan HNO3. Cangkang kacang tanah dipanaskan hingga 450 oC selama 2 jam dan diseragamkan ukurannya hingga 80 mesh. Aktivasi basa dilakukan dengan mengaduk adsorben dengan KOH 50% selama 30 menit pada pengadukan 180 rpm. Untuk aktivasi asam, digunakan asam nitrat dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%  pada suhu 90 oC selama 2 jam. Hasil terbaik diperoleh adsorben teraktivasi KOH, diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 95% untuk zat warna methyl violet. Persamaan isoterm yang paling sesuai adalah isoterm Langmuir, dengan persamaan untuk adsorpsi methyl violet yaitu y = 0,0101x – 0,0472 dengan R2 = 0,97.Era industrialisasi serta globalisasi menghasilkan batik jenis baru yang disebut dengan batik cap. Proses pembuatan batik melalui beberapa langkah, rangkaian proses pewarnaan akan menghasilkan limbah cair. Berbagai permasalahan pun meningkat karena limbah yang dihasilkan dari produksi batik dan harus diolah lebih lanjut. Adsorpsi methyl violet di limbah batik telah dilakukan menggunakan adsorben yang dibuat dari cangkang kacang tanah dan diaktivasi menggunakan KOH dan HNO3. Cangkang kacang tanah dipanaskan hingga 450 oC selama 2 jam dan diseragamkan ukurannya hingga 80 mesh. Aktivasi basa dilakukan dengan mengaduk adsorben dengan KOH 50% selama 30 menit pada pengadukan 180 rpm. Untuk aktivasi asam, digunakan asam nitrat dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%  pada suhu 90 oC selama 2 jam. Hasil terbaik diperoleh adsorben teraktivasi KOH, diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 95% untuk zat warna methyl violet. Persamaan isoterm yang paling sesuai adalah isoterm Langmuir, dengan persamaan untuk adsorpsi methyl violet yaitu y = 0,0101x – 0,0472 dengan R2 = 0,97.
Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Kering Kulit dan Daging Buah Naga (Hylocereus lemairei (Hook) Britton & Rose) Ridho Asra; Rina Desni Yetti; Sestry Misfadhila; Rusdi Rusdi; Selly Audina; Aisyah Agustina; Nessa Nessa
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.828 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i1.207

Abstract

Kulit dan daging buah naga Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose mengandung senyawa betasianin. Betasianin (6-O-3-hydroxy-3-methyl-glutaryl)-betanin) merupakan pigmen berwarna merah yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antioksidan. Pada penelitian ini telah dilakukan uji antioksidan dari kulit dan daging buah naga. Ekstraksi dilakukan dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) menggunakan pelarut air yang disonikasi pada 50 kHz selama 30 menit pada suhu 25°C, ekstrak kemudian di freeze drying selama 48 jam. Ekstrak kering diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada aktivitas antioksidan dari kulit buah naga dengan nilai IC50 28.900 μg/mL dan aktivitas antioksidan yang rendah dari daging buah naga dengan IC50 322,93 μg/mL dibandingkan dengan nilai IC50 vitamin C 7,9 μg/mL (antioksidan tinggi <50 µg/mL).
Penetapan Kadar Beta Karoten Pada Beberapa Jenis Cabai Kering Dan Segar Dengan Spektrofotometri Uv-Vis Sestry Misfadhila; Rusdi Rusdi; Boy Chandra; Arma Yunita
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.817 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.266

Abstract

Penelitian tentang penetapan kadar beta karoten pada beberapa jenis cabai telah dilakukan. Analisis dilakukan terhadap sampel cabai keriting merah dan hijau  serta cabai rawit merah dan hijau yang segar dan kering. Sampel diekstraksi dengan pelarut n-heksan dan aseton menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Fraksi n-heksan selanjutnya dianalisis dengan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum beta karoten yaitu 449,00 nm. Kadar beta karoten rata-rata untuk cabai keriting merah segar adalah 0,0225 %, cabai keriting merah kering 0,0236 %, cabai keriting hijau segar 0,0192 %, cabai keriting hijau kering 0,0225 %. Untuk sampel cabai rawit merah segar diperoleh kadar beta karoten 0,0165 %, cabai rawit merah kering 0,0197 %, cabai rawit hijau segar 0,0115 %, cabai rawit hijau kering 0,0122 %. Analisis statistik dengan ANOVA satu arah menunjukkan bahwa nilai sig. 0,000 (P<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat  perbedaan kadar beta karoten pada sampel cabai keriting merah dan hijau yang segar dan kering serta cabai rawit merah dan hijau yang segar dan kering.
PROPORTION OF CONDENSED TANNIN IN DIGESTIVE PART OF SHEEP GIVEN PROTEIN MEALS AND POLYETHYLENE GLYCOL (PEG) ON LEUCAENA PALLIDA LEAVES BASE DIET Rusdi Rusdi; Kaharuddin Kasim
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 13, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.626 KB)

Abstract

Sebuah kajian telah dilakukan untuk melihat potensi sumber protein untuk mengurangi pengaruh negative tannin dibandingkan dengan PEG, melalui evaluasi konsentrasi tannin bebas dan tannin terikat dalam saluran pencernaan ternak. Sebanyak 24 anak domba dilibatkan dan ditempatkan secara acak dalam faktorial 2X2 sebanyak 6 ulangan. Ternak diberikan makanan campuran daun pallida selama empat minggu melalui automatic feeders. Hasil penilitian menunjukkan bahwa tepung ikan kelihatannya mengikat tannin bebas dalam saluran pencernaan melalui pembentukan ikatan protein- atau serat-tannin yang lebih tinggi dibandingkan dengan tepung bulu.  PEG secara konsisten mengikat tannin bebas melalui peningkatan proporsi tannin yang terikat dalam bentuk ikatan serat-tannin. Olehnya itu, tepung ikan dan PEG berpotensu untuk menekan pengaruh negatif tannin.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Suryanda Adiwibowo, Muhammad Triyogo Afif Ardiansyah Agus Agus Ahmad Nashir Ahsanul Akhsan Dasi Aisah Amini Aisyah Agustina Amalia Amalia annisa karimah ari supriadi Arma Yunita Arria Janovie Asra, Ridho Atin Supiyani Ayu Indraswary Boy Chandra Darmawanto Darmawanto DEBYZKY VATICA Della Maulidiya Desmawati Desmawati Devy Puspita Dewi Herawaty Dewi Kusumawati Dewi Rahimah Dian Evriyani Dian Purnamasari Dina Alwiyah Dwi Khaerunnisa Praharsih Edi Susanto eka - nurlina Eka Nurlina Eko Rianto ERMITA IBRAHIM ILYAS Etmi Hardi Fachra - Gunawan Fenny Aliza Fil Amzatil Akbar Fitria Ramadhani Agusti Gempa Fi Syahrurromadhan Hamirul Hamirul Heffi Alberida Heri Heryanto I Ketut Sudiana Iqbal Syaichurrozi Juni Mitari Kaharuddin Kasim Khidayatul Aulia KHOIRUN NISAK Kristi Indriyanti lidya Dita Rizki M Fachruddin M. Fakhri Basyir Maspi Yendra Masykurotus Syarifah Maya Syafira Assyfa Mely Agustin Mia Nurnajiah Mieke Miarsyah Misfadhila, Sestry Muammar Alkadafi MUAMMAR AMMAR ALKADAFI Muhammad April muhammad fachruddin Muhammad Fakhri Basyir Muhammad Habibi Muhammad Rizal Saragih Nabilah Nabilah Nadia N Awaliyah Nailam R Mufidah nelvi noviza Nessa Nessa Niki Dwiyasa Nisa Setiawati Novita Sari Nurma Sari Nurmasari Sartono Nursyifa Azzura Nurul Astuty Yensy Nurul Astuty Yensy B. Nurul Hidaya Nurul Kamilia Peni Apriyanti Peti Kusmawati PUSPITA ANGGRAINI Putri Kurnia Villta Rafadli Deas Rafi Muhammad F Rafi Muhammad Farraz rahmat putera ezalian Ratna Komala Reci Stevany Reduk Nilawarni Ringki Agustinsa Rizkia Handayani Rizky Dwi Tama Rosmiaty Arief Rudi Hartono Rudi Hartono Saseno Saseno Sasmita Rusnaini Selly Audina Shelena Nugraha R Dewi Sindi Fatika Sari siti rodiah SRI RAHAYU Suhirman Suhirman Sutaryo Sutaryo Syafdi Maizora Syafdi Maizora SYAIFUL BAHRI Tejja Ari Putma Tiara A Putri Tiara Fitry Tiara Pujasutra Tomi Yudha Tama Topik Hidayat Ummiani Hatta Wahidul Basri Wardalia Wardalia Wardalia Wardalia Wardalia Wardalia Widya Pratiwi Windi Astuti Yetti, Rina Desni Yolanda Holinda Sari Yulilina Retno Yuniarsih, Sri Mumpuni Zuhra - Fitdini