Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Algoritma Genetika untuk Mengoptimasi Penjadualan Pembersihan Jaringan Penukar Panas Biyanto, Totok Ruki
Jurnal Teknik Industri Vol 17, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.5 KB) | DOI: 10.9744/jti.17.1.53-60

Abstract

The resulting MINLP problem is very complex and finding the global optimum is a challenging task. Solving this problem can use two methods, namely deterministic and metaheuristic. Deterministic method requires enough knowledge to determine areas that can provide global optimum solution. This method sometime provide unconvergen solution. Another method is metaheuristic method that simple and promising global optimum solution without introducing any approximations or simplifying assumptions. This method works without influenced by the previous optimization results. One of metaheuristic algorithms is Genetic Algorithm (GA). In this paper, the GA will be used to solve the optimization of cleaning schedule of Heat Exchanger Network (HEN) in a refinery Crude Preheat Train (CPT). The results showed that efficiency of HEN 23% increased which can be translated in IDR 14.1 Billion of fuel saving. Metaheuristic algorithm always provide a solution at the end of optimization’s iteration and it can be run  continuesly in order to get more optimal solution.
Abstract of Invited Speaker : Green Concept in Engineering Practice Biyanto, Totok Ruki
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2015): 1st International Seminar on Science and Technology (ISST) 2015
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.126 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2015i1.1119

Abstract

In recent time, becoming green is not only a matter of compliance with regulations, however it is a matter of responding to the expectations and demands of our world, country, community, stockholders, customers, employees and competitors. These matters create tremendous pressure for companies to carry out their activities in a more environmental friendly.Being green requires the best engineering minds and commitment from the entire organization. Engineering is all  about  practicality  finding  solutions  to  improve  theconditions. Excellent understanding of the fundamental engineering  is  a  key  to  helping  industrial  activities  tobecome greener and the engineers are in an ideal position to contribute in these activities, in term of development andimplementation of technologically sound, as well as cost- effective solutions.Green initiatives create big business opportunities in the order of trillions of dollars for innovative companies and engineers,  in  this  decade.  These  business  activities  arestarted from research and development, plant design, plant construction and plant operation stage. This paper presents some ideas on how to implement the green concept in engineering  activities.  The  case  studies  application  ofgreen engineering in refinery crude preheat train and cement plant waste heat recovery generation are also presented
FORMULA KOREKSI UNTUK MODE PERMINTAAN RENDAH DAN TINGGI PADA FUNGSI INSTRUMEN UNTUK KEAMANAN DENGAN APLIKASI SUSUNAN 1OO1 Biyanto, Totok Ruki; Kusuma, Franky; Yaumar, Yaumar; Santoso, Hari H.
Instrumentasi Vol 38, No 2 (2014)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.829 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v38i2.70

Abstract

Pencegahan terjadinya keadaan bahaya dalam industri proses dapat dilakukan dengan menerapkan Fungsi Instrumen untuk Keamanan (FIK) pada sebuah sistem. FIK hanya bekerja bila diperlukan. Hingga saat ini, FIK yang diterapkan pada industri proses merupakan FIK yang bekerja pada kondisi frekuensi permintaan rendah. Penilaian keamanan pada FIK yang bekerja pada frekuensi permintaan rendah dapat dilakukan dengan metode kuantitatif. Metode kuantitatif tersebut berupa persamaan eksponensial untuk menghitung laju kegagalan ketika memperoleh permintaan per jam (λ), yang disederhanakan menggunakan deret MacLaurin. Persamaan ini selanjutnya disebut sebagai persamaan yang disederhanakan dalam penelitian ini. Penggunaan persamaan yang disederhanakan pada kondisi frekuensi permintaan tinggi dapat menghasilkan nilai Tingkat Keamanan secara Keseluruhan (TKK) yang lebih tinggi. Hal ini dapat merugikan karena biaya investasi yang dikeluarkan melebihi keperluan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah persamaan faktor koreksi orde 1 yang dapat memperbaiki kesalahan nilai λ yang ditimbulkan oleh pemakaian persamaan yang disederhanakan. Persamaan tersebut berlaku untuk FIK dengan susunan 1oo1. Hasil persamaan baru dari penelitian ini, yaitu λkor = 0,9428 λMC + 0,0001 H. Dengan λMC merupakan nilai λ dari pemakaian persamaan yang disederhanakan, H merupakan frekuensi terjadinya bahaya yang mungkin terjadi pada sistem. Persamaan faktor koreksi yang diperoleh diterapkan pada studi kasus tangki pelepas gas ke cerobong api dan diperoleh nilai TKK yang sama pada kondisi frekuensi permintaan rendah maupun tinggi. Kesalahan rata-rata yang dihasilkan jauh lebih kecil dibandingkan tanpa mengggunakan faktor koreksi, yaitu 5%.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Green Supersonic Separation Untuk Pengolahan Gas Bagi Civitas Akademika Dan Kalangan Industri Totok Ruki Biyanto; Mohammad Okky Mabruri; Muhammad Andro Purnomo; Nanda Erzhiavica Tama; Gideon Saputra Nainggolan
SEWAGATI Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v4i1.6011

Abstract

Produksi migas di Indonesia masih didominasi oleh produksi gas. Indonesia memiliki cadangan gas terbukti (proven gas reserves) terbesar ketiga belas di dunia dan terbesar kedua di Asia Pasifik, atau diperkirakan 1,4% dari cadangan dunia. Gas alam yang dihasilkan dari sumur tidak dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar. Proses pemisahan adalah salah satu bagian penting dalam industri gas alam. supersonic separation merupakan teknologi pemisahan gas yang baru dengan menggabungkan teknologi JT-valve dan turbo expander. Plant yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu supersonic separation plant dalam ekstraksi hidrokarbon berat dari metana atau liquefied petroleum gases (LPG) recovery. Adanya integrasi panas serta laju umpan gas alam yang tidak selalu stabil membutuhkan perancangan plantwide control. Perancangan desain plantwide control (PWC) pada supersonic separation ini berhasil menyelesaikan permasalahan tersebut, terbukti dengan adanya analisis dampak dari kestabilan plant. Metode PWC yang digunakan menurunkan metode milik Luyben dan Skogestad. Hasil perancangan PWC pada uji gangguan berupa penurunan set point sebersar 8.42%, pada respons kualitas metana sales gas menghasilkan respons rise time 302 detik, maximum overshoot 1.590309%, eror steady state 0.185195 %, settling time 2115 detik, dengan analisis secara kualitatif yaitu dengan menggunakan IAE juga menunjukkan bahwa perancangan PWC menghasilkan nilai IAE sebesar 0.690005 yang lebih kecil daripada PID. Penerapan PWC juga dapat menghasilkan respons sistem yang stabil saat dilakukan uji gangguan.
ANALISIS WINDOWS TO WALL RATIO TERHADAP KENYAMANAN TERMAL DAN PENCAHAYAAN PADA RUANG KERJA Biyanto, Totok Ruki
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2014): KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Building adalah bangunan hemat energi yang dibangun dengan mengoptimalkan sumberdaya alam, sehingga pemakaian energi dapat diminimalkan. Green Building atau bangunanramah lingkungan mempunyai kontribusi menahan pemanasan global dengan mengatur iklimyang ada di sekitar kita. Dengan penempatan arah bangunan yang sesuai, maka sistempencahayaan yang mengintegrasikan cahaya alami dapat menekan konsumsi energi pada sektorpencahayaan buatan atau lampu, pengkondisian udara, dan energi total pada ruang kerja. Jadisecara kumulatif penurunan energi dari sektor tersebut dapat mengefisienkan IntensitasKonsumsi Energi. Pengaturan rasio jendela yang semakin besar dan transmisi visibel semakintinggi berdampak pada tingkat konsumsi energi. Meskipun pencahayaan semakin baik namunsebaliknya konsumsi pengkondisian udara semakin besar. Berdasarkan iklim di Indonesia yangtropis, sebaiknya ruang kerja tidak memerlukan jendela. Tetapi menurut standart SNI denganmemperhatikan estetika ruang, maka nilai OTTV untuk ruang yang digunakan yaitu kurang dari45 dan Daylight di atas 30%. Pada penelitian ini diambil ketinggian kaca yang ideal yaituberada pada ketinggian 0,6 meter – 0,8 meter. Diperoleh nilai WWR (Window to Wall Ratio)berada pada range 20 – 27 dengan daylight 30,12% - 37,98% dan OTTV 35,06 Watt/m2 – 43,81Watt/m2. Dari hasil simulasi, maka didapatkan nilai rata-rata untuk daylight yaitu 34,05% danOTTV yaitu 39,435 Watt/m2.Kata kunci : Green Building, Kenyaman Termal, Pencahayaan, Window to Wall Ratio
Oil Refinery Heat Exchanger Network Cleaning Scheduling Strategy with Unit Cleanability Consideration Huda, Hairul; Handogo, Renanto; Biyanto, Totok Ruki; Wu, Wei; Adi, Vincentius Surya Kurnia
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ajche.51880

Abstract

Heat exchanger networks (HENs) play an important role in the chemical industries. Unfortunately, fouling is inevitable in heat exchangers operation. Therefore, the optimal cleaning procedure is required to restore heat exchangers' performance periodically. A systematic cleaning scheduling strategy for the heat exchanger network in an oil refinery is proposed in this work. There are 11 operating heat exchangers in an oil refinery to be reviewed. Different cleaning decision scenarios based on the overall heat transfer coefficient are explored for optimal cleaning schedule performance. The daily number of exchangers available to be cleaned i.e., the unit cleanability, is investigated while minimizing the energy consumption and the additional heat requirement due to the offline heat exchanger under cleaning procedure. The HEN performance and the energy-saving from the cleaning procedures are benchmarked with the uncleaned HEN. The results indicate that the cleaning procedure significantly increases the HEN performance and simultaneously reduces the heat requirement if compared to the untreated HEN benchmark. The possible conflicting situation is discussed when some heat exchangers are waiting to be cleaned due to the unit cleanability restriction, which allows the overall heat transfer coefficient to be below the allowed limit. Therefore, nonconflicting cleaning scheduling is also addressed in this work by relaxing the unit cleanability limit. Furthermore, the optimal cleaning schedule is also suggested for user reference. In this work, the optimum cleaning schedule with minimum energy consumption and maximum energy saving could be achieved when cleaning decision limit is set at 40% decrease of overall heat transfer coefficient. In the contrast, the lowest number of cleaning procedures is associated with 90% decrease in the overall heat transfer coefficient as the cleaning decision limit.