Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN PENGHASILANTIDAK KENA PAJAK (PTKP) PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA TEGAL Dina Nafia; Sunandar Sunandar; Sunandar Sunandar
Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL IPTEK TERAPAN 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2016 Pengembangan Sumber Daya Lokal Berbasis IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada KPP Pratama Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi sebelum dan sesudah kenaikan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) pada KPP Pratama Tegal. Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga terdapat perbedaan penerimaan pajak penghasilan sebelum dan sesudah kenaikan penghasilan tidak kena pajak pada Kantor Pelayanan Pajak yaitu mengalami peningkatan setiaptahunnya.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah riset lapangan dan riset kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Uji Beda. Untuk menguji hipotesis digunakan Uji t.Hasil perhitungan dengan analisis uji beda melalui Uji t diperoleh diperoleh besarnya perbedaan rata-rata atau mean yaitu -7.781E8 yang ditunjukan pada kolom mean difference, karena bernilai negatif maka berarti kelompok pertama (penerimaan Pajak Penghasilan tahun 2011) memiliki nilai mean lebih rendah dari pada kelompok kedua (penerimaan Pajak Penghasilan tahun 2012).Saran dalam penelitian ini perlu dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayarkan pajak dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak serta memajukan Negara. Kata Kunci : Pajak Penghasilan, Pendapatan Tidak Kena Pajak, Wajib Pajak
ANALISIS PENGUNGKAPAN HRA (HUMAN RESOURCES ACCOUNTING) PADA PERBANKAN DI ASIA Yeni Priatna Sari; Sunandar Sunandar; Muhammad Alfian
Monex: Journal of Accounting Research Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v5i2.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengungkapan Human Resources Accounting yang dilakukan oleh perbankan di Asia.  Populasi dalam penelitian ini adalah Perbankan Asia yang telah melakukan go publik selama kurang lebih 5 sampai dengan 10 tahun.  Dan sampel dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan yang terpilih memperoleh predikat terbaik dari Asian Bankers Association. Penelitian ini m  enggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan pengolahan data dengan menggunakan statistik deskriptif untuk melihat rata-rata keberadaan 16 indikator yang diperoleh dari penelitian Mamun, 2009.  Ke empatbelas indikator tersebut adalah seperate HRA statement, total value of human resource, number of employee, human resource policy, training and development, management succession plan, employment report, employees value addition, human resources development fund, employees/ workers fund, employee catagories, managerial remuneration, retirement benefits, performance recognition, superannuation fund, other employees benefit.Hasil dari penelitian ini adalah dari tingkat pengungkapan tertinggi adalah tentang kategori karyawan, managerial remuneration, dan other employee benefits. Sedangkan pengungkapan yang tidak diungkapkan oleh semua perusahaan adalah human resources development fund dan total value of human resource.Keywords : disclosure, human resource accounting, banking in asia
PENGARUH BIAYA CERAI TALAK DAN CERAI GUGAT TERHADAP PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) SEBELUM DAN SUSEDAH SK NOMOR W11-A11/509/KU.03.2/IV/2014 PADA PENGADILAN AGAMA TEGAL Dina Syifa; Sunandar Sunandar
Monex: Journal of Accounting Research Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v6i1.453

Abstract

Pengadilan Agama adalah Instansi yang mempunyai PNBP. PNBP adalah penerimaan negara selain pajak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara biaya cerai talak dan cerai gugat terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebelum dan sesudah SK Nomor W11-A11/509/KU.03.2/IV/2014 pada Pengadilan Agama Tegal dengan menggunakan data bulanan tahun 2013 sampai bulan Juni 2015. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data adalah kuantitatif dengan Uji Asumsi Klasik (Uji Normalitas, Multikolonieritas, Autokorelasi dan Heteroskedastisitas), Analisis Statistik Deskriptif, Regresi Linear Berganda, Uji Hipotesis (uji t, uji F dan Uji T dengan metode Paired Sample T-Test), dan koefisien determinasi. Hasil perhitungan dengan uji F diperoleh nilai Fhitung 3,226 (sebelum perubahan SK) dan 1,008 (sesudah perubahan SK) dengan Ftabel 3,89. Maka Ha ditolak dan Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh biaya cerai talak dan cerai gugat terhadap PNBP sebelum dan sesudah SK Nomor W11-A11/509/KU.03.2/IV/2014. Kesimpulan tidak ada pengaruh biaya cerai talak dan cerai gugat terhadap PNBP sebelum dan sesudah SK Nomor W11-A11/509/KU.03.2/IV/2014 pada Pengadilan Agama Tegal.Kata kunci : Biaya Cerai Talak, Biaya Cerai Gugat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
KESIAPAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH INDUSTRI BATIK TEGALAN UNTUK MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar
Monex: Journal of Accounting Research Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v10i1.2151

Abstract

AbstrakProfesor Klaus Schwab memperkenalkan Revolusi industri 4.0 yang pada saat itu berawal dari memperkenalkan  cyber-physical dimana industry menggunakannya.Manusia, mesin dan data membentuk  konektivitas secara virtual dari semua lini. Di Indonesia sendiri untuk perkembangan industri 4.0 memilki dampak yang cukup besar secara global. Strategi Making Indonesia 4.0 telah diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian. Di setiap negara berkembang maupun di negara maju, ujung tombak pembangunan ekonomi adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Kementerian PPN/Bappenas laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia belakangan ini meningkat sebanyak 0,05 persen. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi itu terlihat dari geliat kegiatan usaha kecil yang signifikan, melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baik di sektor tradisional maupun modern. Perkembangan UMKM di Kota Tegal merupakan salah satu penyumbang PAD, untuk itu pemerintah Kota fokus mengembangkan UMKM sehingga mengalami peningkatan dari 35.460 ditahun 2015 menjadi 36.202 unit usaha pada tahun 2016, naik sekitar 20,9%. Namun demikian UMKM kita memiliki kelemahan dalam meningkatkan kemampuan usahanya yaitu diantaranya kurang nya permodalan, keterampilan menejerial, keterampilan beroperasi dalam mengorganisir dan pemasarannya. UMKM Kota Tegal khususnya batik Tegalan mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan teknologi industri 4.0 yang disebabkan tidak memilikinya tenaga serta diluar jangkauan UMKM memasuki area baru dalam hal produk maupun produksi. Perekmbangan UMKM batik Tegalan dalam memasuki industry 4.0 diperlukan sebuah kesiapan pelaku UMKM, menilai kesiapan suatu usaha untuk berinovasi baru, teknologi informasi dan komunikasi merupakan syarat penting untuk mengembangkan dan mengikuti pasar. 
IbM PELATIHAN BUSINESS PLAN PADA UMKM KOTA TEGAL Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar; Hetika Hetika; Krisdiyawati Krisdiyawati
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v2i2.1384

Abstract

Perencanaan bisnis merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun pengambil keputusan kebijakan perusahaan. Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, karena dalam perencanaan bisnis kita dapat mengetahui posisi perusahaan kita saat ini, arah tujuan perusahaan dan cara mencapai sasaran yang diinginkan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kabupaten Tegal selama ini belum dapat menerapkan perencanaan bisnis dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Jika dilihat dari segi potensi, UMKM di Kabupaten Tegal sangat memiliki banyak peluang untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, kami tim dosen Prodi Akuntansi akan memberikan pelatihan kepada UMKM terkait dengan perencanaan bisnis yang bertujuan untuk mengembangkan usahanya. Permasalahan utama yang berkaitan dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah UMKM yang berkembang di Kabupaten Tegal saat ini masih belum menerapkan ilmu perencanaan bisnis dimana perencanaan bisnis sangat diperlukan sebagai alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun pengambil keputusan kebijakan perusahaan agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan selain itu juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga, seperti pihak perbankan, investor, lembaga keuangan dan sebagainya.  Kata kunci : Bussines Plan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Upaya Peningkatan Pemahaman Kewajiban Perpajakan Pada Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Tegal Ida Farida; Sunandar Sunandar; Yeni Priatna Sari
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.775 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v1i1.685

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) tidak akan pernah lepas dari istilah  perpajakan. Mengingat pentingnya pajak bagi Negara Indonesia maka diupayakan agar masyarakat Indonesia khususnya para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Tegal semakin banyak yang memahami tentang pajak khususnya Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi. Pelatihan pengisian SPT pajak PPh orang pribadi merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar para pelaku Industri Kecil dan Menengah  (IKM) semakin mengerti akan pentingnya pemenuhan kewajiban perpajakan karena Undang-undang (UU) perpajakan di Indonesia terus mengalami perubahan. perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) baik wajib pajak badan maupun wajib pajak pribadi mulai tahun 2009 harus mengacu pada UU PPh baru. Wajib pajak yang tidak ber-NPWP akan dikenakan wajib pajak yang lebih tinggi. Perubahan ini pasti akan berdampak pada masyarakat dengan semakin banyaknya warga Negara yang ber-NPWP. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami pokok-pokok perubahan dari UU perpajakan yang baru.Kata Kunci : IKM, SPT PPh Orang Pribadi, NPWP, Perpajakan.
Strategi Pemberdayaan Pengecer dan Penjual Tradisional dalam Meningkatkan Daya Saing terhadap Pasar Modern di Wilayah Tegal Ida Farida; Aryanto Aryanto; Sunandar Sunandar
JURNAL ONLINE INSAN AKUNTAN Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Online Insan Akuntan (Juni 2020)
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.05 KB) | DOI: 10.51211/joia.v5i1.1316

Abstract

Abstrak:. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemberdayaan pengecer dan penjual tradisional dalam meningkatkan daya saing terhadap pasar modern di wilayah Kota Tegal. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penelitian ini menafsirkan dan menguraikan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam suatu masyarakat, pertentangan antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable yang timbul, perbedaan antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu kondisi, dan sebagainya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengecer dan penjual tradisional di Kota Tegal memiliki banyak kelemahan dalam menghadapi persaingan dengan minimarket modern. Meskipun ada beberapa undang-undang dan peraturan pemerintah tentang perlindungan pengecer / penjual tradisional dalam menghadapi pasar modern, peraturan ini tidak berfungsi secara optimal. Pengecer dan penjual tradisional dalam menghadapi persaingan memiliki strategi agar tetap bisa bertahan. Namun, dalam menerapkan strateginya para pelaku mengalami bermacam-macam kendala dalam mengatasi kendala-kendala yang ada dibutuhkan dukungan dari pemerintah. Kata kunci: Pengecer, Penjual Tradisional, Daya saing, Pasar modern Abstract: The purpose of this study was to determine the strategy of empowering traditional retailers and sellers in enhancing competitiveness of modern markets in the City of Tegal. In this research the research method used is descriptive analysis. This study interprets and describes the data concerned with the situation that is happening, attitudes and views that occur in a society, conflict between two or more conditions, the relationship between variables that arise, differences between existing facts and their influence on a condition, and so on . The results of the study concluded that traditional retailers and sellers in Tegal City had many weaknesses in facing competition with modern minimarkets. Although there are several laws and government regulations regarding the protection of traditional retailers / sellers in dealing with modern markets, these regulations do not function optimally. Traditional retailers and sellers in the face of competition have a strategy to stay afloat. However, in implementing the strategy the actors experienced various obstacles in overcoming the existing obstacles needed support from the government. Keywords: Retailers, Traditional Sales, Competitiveness, Modern Markets
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA UMKM DI KOTA TEGAL Ida Farida; Sunandar Sunandar; Aryanto Aryanto
Monex: Journal of Accounting Research Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/monex.v8i2.1385

Abstract

Tegal City has many small and medium industries. The development of UMKM in Tegal City increases the absorption of the highest labor compared to other business units (Department of Industry and Trade, Cooperatives and UMKM, Tegal City, 2015). To continue to develop UMKM in Tegal City must be able to improve competitiveness and self quality so that the performance of UMKM can also increase.Educational background is an important capital in determining the quality of human resources so that it will produce high quality and competitive products. Continuity of business development and progress is influenced by the educational background of UMKM entrepreneurs. With quality human resources will create new and innovative creations. Innovative and quality products will certainly increase competitiveness with products from outside. . The use of e-commerce systems in the marketing process of UMKM products is an important factor in improving the performance of UMKM. With e-commerce UMKM entrepreneurs can increase and expand market share and increase sales. This study aims to determine the effect of the ability to prepare financial statements, educational background and interest in using e-commerce on the performance of UMKM in Tegal City.