Gatot Setya Budi
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGGUNAAN KELERENG SEBAGAI PENGGANTI KERIKIL PADA CAMPURAN BETON Sriliani, -; Lingga, Andry ALim; Budi, Gatot Setya
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.864 KB)

Abstract

Concrete is the most widely used building material in the world, including Indonesia. By building concrete we have dams, pipelines, drainage, foundations, piling, bridge, highway to skyscrapers. A large number of concrete in construction results the increasing need for concrete material, thus triggering rock mining on a large scale. It decreases the number of natural resources that are available for concreting. It also damages the   environment. Hence, considering the new procurement for aggregate resources in the concrete manufacture is needed, for example by replacing the coarse aggregate / gravel with marbles. This research aims to make concrete by using marbles, with 20 MPa compressive strength target plan, using the Holcim cement brands with 7-10 cm slump. In the manufacture of specimens test, the researchers used the modified ACI method. The marbles used were divided into two variations: marbles with the slippery surface / plain and roughened marbles. The test committed against the concrete is compressive strength test, tensile and modulus of elasticity sides. The test shows that the compressive strength of concrete meets the target plan of 20 MPa. The results are 32.511 MPa compressive strength characteristics for marbles slippery surfaces and 27.371 MPa compressive strength characteristics for rough surface aggregate concrete. The results obtained a significant difference range caused by the same marbles gradation with ? 40% abrasion on rough surfaced marbles and different value slump. Keywords: Marbles,  Tensile crack, Modulus of Elasticity.
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG SEKOLAH 7 LANTAI DI KOTA PONTIANAK Hartono, Barie Danu; Lestyowati, Yoke; Budi, Gatot Setya
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.064 KB)

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Pontianak merupakan gedung 3 lantai dengan struktur beton bertulang. Gedung sekolah merupakan fasilitas umum yang memiliki peran vital serta dapat menampung banyak murid didalamnya. Oleh karena itu, gedung sekolah wajib memiliki kekuatan terhadap beban luar yang berpotensi mengakibatkan kegagalan didalam struktur. Pada karya tulis ini gedung ditingkatkan jumlah lantainya dari 3 lantai menjadi 7 lantai. Gedung direncanakan menerima beban hidup, beban mati, beban angin, dan beban gempa. Perhitungan dilakukan dengan menganalisis elemen pelat, balok, kolom, dan fondasi yang dibantu dengan program ETABS 2016. Pehitungan struktur yang dilakukan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang perhitungan beban gempa dan SNI 2847-2013 tentang perhitungan beton bertulang. Dari hasil analisis diperoleh dimensi elemen struktur berupa pelat dengan tebal 10 cm. Balok dengan ukuran 20x40, 25x50, 30x60, dan 40x80. Kolom dengan ukuran 30x30, 35x35, 40x40, 50x50, dan 60x60. Serta pondasi spun pile yang digunakan adalah diameter 35 cm.Kata Kunci : struktur beton bertulang, pelat, balok, kolom, fondasi
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN STELL FIBER TERHADAP UJI KUAT TEKAN, TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR PADA CAMPURAN BETON MUTU f’c 25 MPa ., Sukismo; Goetomo, Djoko; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.96 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.14506

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan kontruksi, dikarenakan beton memiliki kelebihan mudah dibentuk sesuai keinginan, memiliki kuat tekan yang baik dan lain – lain.Tetapi beton memiliki kelemahan pada sifat yang getas dan kuat tarik yang rendah, sehingga kontruksi beton diberi tulangan untuk mengatasi pada bagian tarik.Maka diperlukan beton khusus untuk meningkatkan kuat tarik maupun kuat lentur yaitu beton serat.Beton serat adalah beton dengan bahan tambah serat. Dalam penelitian ini campuran beton menggunakan bahan tambah serat baja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton pada umumnya dan khususnya pada kuat tarik belah dan kuat lentur. Serat baja menggunakan stell fiber 3G produk Dramix dengan diameter 0,75 mm dan panjang 60 mm aspek rasio 80. Pengujian ini meliputi pada kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur. Untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah menggunakan benda uji silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan kuat lentur menggunakan benda uji balok dengan panjang 60 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm. Benda uji terdiri dari sembilan buah silinder dan tiga buah balok untuk masing - masing variasi. Penelitian ini menggunakan 4 variasi, beton normal (N), beton normal ditambah serat baja 10 kg per m3 (SF1), beton normal ditambah serat baja 20 kg per m3 (SF2), beton normal ditambah serat baja 30 kg per m3 (SF3). Dari pengujian slump dapat disimpulkan tidak ada perubahan berarti dalam penggunanan serat baja. Dan dari pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur di dapatkan nilai optimum pada beton normal ditambah 30 kg per m3 (SF3). Pada kuat tekan terjadi peningkatan sebesar 19,23% dibandingkan beton normal (N), sedangkan pada kuat tarik belah terjadi peningkatan sebesar 28,85% dibandingkan beton normal (N), dan pada kuat lentur terjadi peningkatan sebesar 37,99% dibandingkan beton normal (N).   Kata Kunci: Beton serat, stell fiber, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur
STUDI PENGGUNAAN BALOK ANAK PADA STRUKTUR PELAT BETON BERTULANG Setiawan, Erik; Mungok, Chrisna D.; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.618 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.12597

Abstract

Dalamperencanaanstrukturefisiensidimensisangatdiperlukanuntukmenurunkan total biayakonstruksi. Sekitar 40-60% biayakonstruksiberasaldari volume material. Denganefisiensidimensistruktur, makapenghematan volume material telahdilakukan. Studiinibertujuanuntukmengetahuiseberapabesarpengaruhpenggunaanstrukturbalokanakpadastrukturpelatbetonbertulang. Metode yang digunakandalamstudiinimenitikberatkanpadaanalisisperhitungan agar memperolehdimensi yang efektif, efisien, danmemenuhipersyaratanteknis. Proses analisisperhitunganmenggunakanbantuan ETABS versi 9. Model struktur yang digunakandalamstudiiniadatiga model. Dari tiga model akandilakukanbeberapapermodelanpenggunaanbalokanak agar didapatkanpengaruhbalokanakterhadapstrukturpelat. Dari hasilperbandinganakandidapatpermodelanstruktur (balokanak) yang memenuhisyaratperkuatanstrukturdanefisiensi. Kata kunci :Struktur, BetonBertulang, BalokAnak, Pelat.
PENGUJIAN KUAT TARIK DAN MODULUS ELASTISITAS TULANGAN BAJA (KAJIAN TERHADAP TULANGAN BAJA DENGAN SUDUT BENGKOK 45?, 90?, 135?) Budi, Gatot Setya
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.011 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v11i1.1070

Abstract

Abstrak Dalam beton bertulang komponen beton dan tulangan baja menjadi faktor utama, dalam praktek sering dijumpai tulangan baja bengkok atau tidak lurus lagi sehingga secara kekuatan akan mempengaruhi atau dalam bongkaran gedung seringkali didapat tulangan sisa bongkaran yang mungkin masih bisa dimanfaatkan dengan maksud untuk menghemat biaya tetapi persyaratan kekuatan juga harus dipenuhi. Dengan latar belakang hal tersebut diatas dilakukan penelitian tentang pengaruh bengkokan tulangan beton terhadap kuat tarik dan modulus elastisitas baja tulangan, tulangan dibengkok 45, 90 dan 135 kemudian diluruskan kembali serta diuji juga kuat tarik dan modulus elastisitas tulangan sisa bongkaran. Dari hasil penelitian didapat tulangan yang dibengkok dan tulangan sisa bongkaran mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibandingkan dengan tulangan baru. Dari hasil perhitungan analitis dari data-data yang didapat dari pengujian tarik baja tulangan normal diperoleh Pleleh = 2812 kg, Pmaks = 4321 kg, fy = 3578 kg/cm2, E = 2100000 kg/cm2; baja tulangan yang telah dibengkokkan dengan sudut bengkok 45 Pleleh = 1983 kg, Pmaks = 3064 kg, fy = 2523,82 kg/cm2, E = 2092719,74 kg/cm2; baja tulangan yang telah dibengkokkan dengan sudut bengkok 90 memberikan Pleleh = 1779 kg, Pmaks = 2750 kg, fy = 2264,18 kg/cm2, E = 1931894,20 kg/cm2; baja tulangan yang telah dibengkokkan dengan sudut bengkok 135 Pleleh = 1627 kg, Pmaks = 2514 kg, fy = 2070,72 kg/cm2, E = 1832495,57 kg/cm2; dan baja tulangan sisa bekas bongkaran Pleleh = 1544 kg, Pmaks = 2279 kg, fy = 1965,09 kg/cm2; E = 2051242,17 kg/cm2. Kata-kata kunci: tulangan baja, tulangan sisa bongkaran , kuat tarik, modulus elastisitas
PERENCANAAN STRUKTUR G-HOTEL 10 LANTAI DENGAN SISTEM KONSTRUKSI BETON BERTULANG JALAN JENDERAL URIP, KOTA PONTIANAK, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Sasmita, Sudarma Tri; ., Aryanto; Budi, Gatot Setya
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1468.812 KB)

Abstract

Struktur Gedung Hotel direncanakan berada di kota Pontianak yang mana wilayah struktur gedung hotel masuk kedalam klasifikasi situs SE (tanah lunak). Struktur didesain menggunakan sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB)yang berdasarkan ?Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002)?, sedangkan dalam analisis beban gempa menggunakan metode response spektrum yang berdasarkan ?Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726:2012)?. Struktur gedung hotel ini didesain menggunakan konsep Desain Kapasitas. Penggunaan konsep ini bertujuan agar apabila terjadi gempa kuat yang menyebabkan terbentuknya sendi plastis pada elemen struktur diharapkan dapat terjadi pada balok. Guna menjamin terjadinya sendi plastis pada balok yang akan direncanakan, maka kolom harus didesain lebih kuat dari balok (Strong Column Weak Beam). Analisis struktur dihitung dengan bantuan program ETABS v9.7.4, dan SAP v.14. Hasil perhitungan diperoleh tulangan longitudinal balok B1 (400x700) dengan 9D22 tulangan tarik, 5D22 tulangan tekan pada bagian tumpuan, dengan beugel 4?10-100 dan 5D22 tulangan tarik, 3D22 tulangan tekan pada bagian lapangan dengan beugel ?10-125; balok B2 (250x450) dengan 2D16 tulangan tarik, 2D16 tulangan tekan pada bagian tumpuan dengan beugel ?8-150dan 2D16 tulangan tarik, 2D16 tulangan tekan pada bagian lapangan dengan beugel ?8-150; balok B3( 400x800) dengan tulangan pokok 12D22 pada bagian tumpuan dengan beugel ?10-250, tulangan pokok 12D22 pada bagian lapangan dengan beugel ?10-300 pada bagian lapangan; kolom 700 dengan 16D22 dengan beugel 4?13-100 pada bentang di dalam Lo; kolom 700 dengan 16D22 dengan beugel 4?13-100 pada bentang diluar Lo; pile cap pada arah melintang dengan D22-130; pile cap pada arah memanjang D22-130;   Kata kunci :sistem rangka pemikul momen biasa (SRPMB), desain kapasitas, respon spektrum  
STONE DUSH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT TERHADAP BETON NORMAL Huda, Imam Al; Lingga, Andry Alim; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.25 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.17177

Abstract

Construction of the structure and infrastructure in Indonesia began to rapidly return. Civil buildings are usually constructed using a base material in the form of concrete and teel. Concrete used isusually a mixing between the coarse aggregate (gravel), fine aggregate (sand), cement, and water. The material used in the manufacture of concrete are materials culled from nature so that it can be called as natural resources. Makers of concrete material is largely natural resources that cannot be renewed. Natural resources that cannot be renewed will gradually run out, it needs to be searched then need to look for a successor. Grey is a by-product of the stone-breaking machine in the process of solving the stone to stone broke the aggregate replacement materialscould be made smooth. However grey had many disadvantages such as water absorption greater than natural sand. In the writing of this blending of gray stone with fine aggregate in this case in the form of grey concrete planning quality f'c 25 MPa. In this case is expected to come by a good proportion so that the blending is obtained strong press optimum Keywords: grey,concrete Aggregate, fine, normal quality f'c 25 MPa, robust press
PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG PERKULIAHAN WIDYA DHARMA KOTA PONTIANAK Syarendi, -; Yusuf, M.; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.362 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32017

Abstract

Pada awalnya Perguruan Tinggi Widya Dharma memiliki jurusan Akademika Sekretaris dan Manajemen (ASM) jenjang Diploma III atau biasa disebut D3. Banyaknya alumni dari ASM Widya Dharma yang berkeinginan melanjutkan ke jenjang Strata 1 (S1) turut mendasari pemikiran pendirian STIE Widya Dharma. (Yayasan Widya Dharma Kota Pontianak, 2016). Dengan berdirinya STIE Widya Dharma, jumlah mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi Widya Dharma bertambah pesat, yang membuat ruang kuliah yang sudah ada tidak cukup untuk menampung jumlah mahasiwa tersebut, pada tahun 2016 Perguruan Tinggi Widya Dharma membangun gedung perkuliahan baru sepuluh lantai untuk memenuhi kebutuhan ruang kuliah. Bangunan yang tinggi akan menimbulkan beban horizontal yang besar ketika terjadi gempa, karena semakin tinggi suatu bangunan maka akan semakin berat pula bangunan tersebut. Sedangkan berat suatu bangunan adalah faktor yang paling mempengaruhi beban gempa. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2012) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk dalam zona gempa ringan dan mengharuskan setiap bangunan di Kota Pontianak memperhitungkan parameter gaya gempa untuk mengantisipasi terjadinya gempa agar tidak menimbulkan dampak kerugian yang besar. Dalam karya tulis ini, penulis mencoba merencanakan gedung perkuliahan Perguruan Tinggi Widya Dharma yang sekarang masih dalam tahap pengerjaan tersebut dengan memperhitungkan parameter gaya gempa. Penulis berharap karya tulis ini dapat menjadi referensi untuk pembangunan gedung di Kota Pontianak yang memperhitungkan parameter gaya gempa dengan menggunakan acuan SNI 1726-2012. Kata kunci : bangunan yang tinggi, struktur gedung, parameter gaya gempa, fondasi
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG PERKULIAHAN 7 LANTAI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Lesmana, Hendra Ardi; Yusuf, M.; Budi, Gatot Setya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1716.856 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.18678

Abstract

Structural design is the primary aspect of civil engineering. The very basic of construction of any building, residential house, dams, bridges, culverts, canals etc. is designing. The foremost basic in structural engineering is the design of simple basic compinents and members of a building viz, Slabs, Beam, Coloumns and Footing. For their design, an architectural design is prepared using the Auto CAD. In order to design them, it is important to first obtain the plan of the particular building that is, positioning of the particular rooms such that they serve their respective purpose and also suiting to the requirement and comfort of the inhabitants. Thereby depending on the suitability, plan layout of beams and the position of columns are fixed. Thereafter, the vertical loads are calculated namely the dead load and live from SNI 1726:2012. In this project, the design of 7 floors classroom building is done according to the Indonesian National Standart. SNI 2847:2013 has been used for the reinforment design, SNI 03-1727-1989  has been used for the estimation of all the load on structure viz, Dead Load, and Live Load and SNI 1726:2012 has been used for the estimation of earthquake load. Once the loads are obtained, the slabs are designed. Designing of slabs depends upon whether it is one-way or two-way slab, the end conditions and the loading. The alanlysis and designing of beams and colums are done by the “ETABS” software tool. The footings are designed manually, after completion of designing the detailed estimation has to be carried out.   Keyword: SNI 2847:2013, Reinforced Concrete Structure, 7 Floors Classroom Building
PERHITUNGAN GEDUNG 10 LANTAI DENGAN PERENCANAAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DI JALAN SEPAKAT II KOTA PONTIANAK Budianto, -; Lingga, Andry Alim; Budi, Gatot Setya
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.192 KB)

Abstract

Sebagai perencana suatu struktur bangunan haruslah berdasarkan peraturan yang berlaku, seperti SNI-03-2847-2013 yang membahas tentang Tata Cara Perhitungan Beton Struktural untuk Gedung dan SNI-1726-2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung dan Non Gedung. Dalam penulisan ini, bangunan yang akan direncanakan adalah bangunan fiktif 10 lantai dengan fungsi sebagai kantor dan apartemen. Perencanaan dan perhitungan struktur gedung ini akan ditinjau terhadap beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Untuk analisa struktur bangunan digunakan aplikasi SAP2000. Perencanaan tugas akhir ini merupakan KDS A sehingga pengaruh gempah dapat tidak diperhitungkan ataupun tidak dibatasi untuk diperhitungkan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Digunakan pelat lantai dasar setebal 200 mm dengan tulangan wiremesh M10 – 150 mm dan  pelat lantai 1 – 10 serta lantai atap setebal 150 mm dengan tulangan wiremesh M8 – 150 mm. Dimensi komponen struktur gedung sebagai berikut balok 30 x 60 cm2 (bentang 5 m), balok 50 x 100 cm2 (bentang 10 m), kolom 850 x 850 cm2 (lantai dasar – 4), dan kolom 750 x 750 cm2 (lantai 5 – atap). Kata kunci: Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)