Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Nugraha, Aat Ruchiat; Perbawasari, Susie; Komariah, Kokom; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
ANALISIS FAKTOR PERSONAL PADA SUMBER KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI JAWA BARAT Dewi, Evie Ariadne Shinta; Bakti, Iriana; Romli, Rosnandar; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.906 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7403

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada upaya pemerintah melakukan penyebarluasan informasi tentang tanaman obat melalui saluran interpersonal dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan tanaman obat. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor: biologis, sosiopsikologis, dan sosiogenis yang melekat pada diri narasumber (komunikator). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kualitatif sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata narasumber (komunikator) memiliki posisi penting sebagai salah satu komponen komunikasi yang dapat membangun efektivitas komunikasi interpersonal dengan anggota masyarakat. Pentingnya keberadaan narasumber ini dapat dilihat dari faktor biologis yang meliputi alasan mengelola toga karena sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang digelutinya. Adapun dilihat dari faktor sosiopsikologis, narasumber menyatakan toga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan, bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, menjadikan pekarangan rumah indah, mengurangi biaya pengeluaran keluarga untuk obat, dan bisa dibuat makanan olahan, misalnya kripik bayem. Sedangkan faktor sosiogenis menanam toga bukan pengalaman baru, masyarakat merespon positif, sesuai dengan bidang ilmu, dan menjadi jaminan dalam bertugas. DOI: 10.24198/jkk.vol3n2.4
IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NOMOR 13 TAHUN 2011 SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI PEMERINTAHAN BUDIANA, HERU RYANTO; PRASTOWO, FX ARI AGUNG; SANI, ANWAR
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.699 KB)

Abstract

Permasalahan-permasalahan yang muncul di negara ini dari tingkat nasional sampai tingkat desa semakin membuktikan bahwa peran dan fungsi humas memiliki arti penting. Bagaimana humas idealnya mengkomunikasikan informasi tentang kinerja atau apa yang telah, sedang dan akan dilakukan pemerintah. Penyampaian informasi tersebut dimaksudkan bukan sekedar agar masyarakat mengetahuinya, tapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah untuk membangun opini positif pemerintah, mind set masyarakat, dan muaranya adalah tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun negeri. .Namun demikian, perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan sekarang semakin berat, sehingga fungsi humas tidak hanya dilaksanakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika. Pemerintah melalui kementerian komunikasi dan informatika telah membuat terobosan baru dengan merekrut petugas humas, namun demikian keberadaannya bukan tanpa masalah, karena pemerintah sebelumnya telah memiliki pranata humas dan kemendagri telah mengeluarkan Permendagri no 13 tahun 2011 tentang kewenangan humas pemerintah di lingkungan pemerintah dalam negeri. Tidak adanya komunikasi dan koordinasi menjadi titik persoalan komunikasi pemerintahan baik di level pusat sampai dengan level daerah. Kata Kunci : Komunikasi, Humas, Pemerintah
CORPORATE REBRANDING OF GRAMEDIA STORE (CORPORATE REBRANDING DI GRAMEDIA STORE) Kairupan, Natasha Helena; Dida, Susanne; Budiana, Heru Ryanto
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i3.4872

Abstract

Abstract. The purposes of this research are to determine the stages of analysis, planning, and evaluation of corporate rebranding process of Gramedia Book Store to be Gramedia Store to rise stakeholder’s awareness. The method used is descriptive qualitative with positivism paradigm. The technique of collecting data through in-depth interview, observation, and literature study. The result of this research showed the analysis stage by analyzing the market through insights and foresights, brand audit through SWOT analysis, and identifying opportunities. The planning stage is by determine the purpose of the planning process and then determine the target audience, consist of external and internal customer. The planning of external customer by renaming and change of corporate identity, and marketing planning using communication channel (above the line and below the line). The planning of internal customer by Brand Induction, training, inspiration briefing at store, and innovation competition. The evaluation of rebranding process of Gramedia Store is having a focus group discussion with customer, media monitoring, and presentation to BOD.Keywords : Process, Corporate Rebranding, Stakeholder Awareness, Corporate Identity, Gramedia StoreAbstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tahapan analisis, perencanaan, dan evaluasi proses corporate rebranding Gramedia Book Store menjadi Gramedia Store untuk meningkatkan stakeholder awareness. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma positivisme dan jenis studi deksriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, tahapan analisis dilakukan dengan menganalisis pasar melalui insights dan foresights, audit merek dengan analisis SWOT, dan mengidentifikasi peluang. Dalam tahapan perencanaan dengan menentukan tujuan kemudian menentukan target audiens, yaitu eksternal dan internal. Perencanaan kepada external customer dilakukan dengan perubahan nama dan identitas perusahaan, melakukan perencanaan publikasi dan pemasaran menggunakan saluran komunikasi baik above the line dan below the line. Perencanaan kepada internal customer dilakukan dengan mengadakan brand induction, training, briefing inspirasi, dan lomba inovasi. Evaluasi dalam proses rebranding Gramedia Store dilakukan dengan focus group discussion dengan customer, media monitoring, dan presentasi ke BOD.Kata kunci : Proses, Corporate Rebranding, Stakeholder Awareness, Identitas Perusahaan, Gramedia Store
The Search For Islamic Studies Information Through Smartphones By Visual Impairments Disability Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo; Budiana, Heru Ryanto
Nadwa Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2605

Abstract

This study will find out the pattern of information retrieval about Islamic studies carried out by visual impairments people. This study uses a case study method. Respondents in this study were Muslim women with disabilities in the rehabilitation complex of the blind Wiyataguna, Bandung. The results showed that people with visual impairments used narrative sounds on their mobile phones to capture narrative voice abilities that were arranged at high speed. At first they used standard speed settings, but when the skill of capturing audio through the sense of hearing increased, they set the pace of the narrative to be very fast, so that other people had difficulty listening to it.AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pola pengambilan informasi mengenai studi Islam yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim penyandang cacat yang berada di komplek rehabilitasi orang buta Wiyataguna, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan menggunakan suara naratif pada handphone untuk menangkap kemampuan suara naratif yang diatur dengan kecepatan tinggi. Pada mulanya mereka menggunakan pengaturan kecepatan standar, namun ketika  keterampilan  menangkap audio melalui indera pendengaran meningkat, mereka mengatur laju narasi menjadi sangat cepat, sehingga orang lain sulit untuk mendengarkannya.
Media Relations Humas Pemerintah Kota Bukittinggi (Studi Deskriptif mengenai Strategi Media Relations Humas Pemerintah Kota Bukittinggi dalam Membangun Hubungan Baik dengan Media Massa Lokal) Mayasari, Dhira; Perbawasari, Susie; Budiana, Heru Ryanto
Gunahumas Vol 1, No 1 (2018): Gunahumas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Media relations juga merupakan salah satu tugas pokok fungsi Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah Kota Bukittinggi yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Bukittinggi yang tercantum dalam Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Hubungan Masyarakat Setda Pemko Bukittinggi Pasal 39 ayat (1). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi media relations Humas Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membangun hubungan yang baik dengan media massa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik validitas data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Pemerintah Kota Bukittinggi mengelola relasi, mengembangkan strategi, dan mengembangkan jaringan dalam melakukan media relations. Kesimpulan penelitian ini bahwa Humas Pemerintah Kota Bukittinggi masih belum maksimal dalam membangun relasi, mengembangkan strategi, dan mengembangkan jaringan. Saran bagi pihak Humas Pemerintah Kota Bukittinggi, dalam mengelola relasi sebaiknya lebih memahami kebutuhan media, dalam mengembangkan strategi sebaiknya mengadakan pelatihan dan pendidikan kehumasan yang berhubungan dengan media relations, dan dalam mengembangkan jaringan sebaiknya lebih aktif dalam organisasi Bakohumas. Kata kunci: Media Relations, Public Relations, Strategi Media RelationsABSTRACT Media relations is one of the main task and function of Public Relations Department at Secretariat of Bukittinggi City Government. Public relations department is one of the SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah or Regional Instrument Work Unit) of Bukittinggi City Government as it is written in article 39 verse 1. The purpose of this research is to elaborate media relations strategy of Bukittinggi Public Relations Department in establishing good relations with mass media. This research uses descriptive method with qualitative approach. Data collection technique used in this research are through observation, interview, and document; while using data validity technique of data triangulation. Result of this research shows that Public Relations Department of Bukittinggi City Government in doing media relations work is in charge in managing relations, developing strategies, and establishing network. It is concluded that the effort being done has not reach an optimum level, which prompted some suggestions in term of strategic development and network establishment such as: initiating public relations workshop and education related to media relations, and more active in Bakohumas (Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat or Coordination Body on Public Relations) to strengthen existing network. Keywords: Media Relations, Public Relations, Media Relations Strategy 
The Search For Islamic Studies Information Through Smartphones By Visual Impairments Disability Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo; Budiana, Heru Ryanto
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2605

Abstract

This study will find out the pattern of information retrieval about Islamic studies carried out by visual impairments people. This study uses a case study method. Respondents in this study were Muslim women with disabilities in the rehabilitation complex of the blind Wiyataguna, Bandung. The results showed that people with visual impairments used narrative sounds on their mobile phones to capture narrative voice abilities that were arranged at high speed. At first they used standard speed settings, but when the skill of capturing audio through the sense of hearing increased, they set the pace of the narrative to be very fast, so that other people had difficulty listening to it.AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pola pengambilan informasi mengenai studi Islam yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim penyandang cacat yang berada di komplek rehabilitasi orang buta Wiyataguna, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan menggunakan suara naratif pada handphone untuk menangkap kemampuan suara naratif yang diatur dengan kecepatan tinggi. Pada mulanya mereka menggunakan pengaturan kecepatan standar, namun ketika  keterampilan  menangkap audio melalui indera pendengaran meningkat, mereka mengatur laju narasi menjadi sangat cepat, sehingga orang lain sulit untuk mendengarkannya.