Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Development of Learning Media Based on Arthropoda (Crustacea) Filum Diversity in Kampai Island of SD Negeri 050778 Langkat District, Sumatera Utara Budianto, Budianto; Warsodirejo, Pandu Prabowo
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 1, No 5 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v1i5.1799

Abstract

This study aims to develop learning media that can be used by natural science teachers in SD Negeri 050778 by referring to RND-based media development methods (Research and Development) which will later use descriptive analysis methods and development methods. In making Blended Learning media where this media is in the form of learning videos using the Camtasia and Wondershare Quiz Creator application contains recorded video clips and questions about how to sample species, species diversity, and species collection techniques from Phylum Arthropods at SD Negeri 050778 Kampai Langkat Island, North Sumatra. The purpose of this research is descriptive analysis which is to obtain data on the diversity of the Artrhopoda Phylum from the Crustacean class which is very numerous and easily found around the coast of the island of Kampai. Crustacean diversity data obtained were analyzed using species abundance analysis method. Then the learning video development data will then be tested on students and science teachers as a test sample. From the field results found 8 dominant species of the Decapoda Order, including the Mangrove Crab (Scylla serrate), tiger shrimp (Panaeus monodon), Lobster Shrimp (Panulirus sp.), Ghost Crab (Ocypode kuhlii), Crab Uca Viola (Uca vocans) , Uca Petarung Crab (Uca annulipes), Centipede Shrimp (Squilla mantis), Klomang (Bernhardus Pagurus). From the three stations where Crustacea species sampling locations were obtained a diversity index of 0.85% at Station 1 with Species dominance, namely Centipede Shrimp, then 1.76% at Station II with Species dominance, namely Klomang (Pagurus bernhardus), and 0 , 43% with species dominance, namely Shrimp Prawn (Panaeus monodoni). From the analysis calculations of 30 students the results of a large group trial for development data are: (a) a group of 30 students an average of 97.85% (very decent), (2) Science Teacher Test Data of 87% (feasible category).
BASIC DESIGN KAPAL PENGANGKUT BATUBARA 200 TON SEBAGAI JALUR ALTERNATIF RUTE SUNGAI LEMATANG Budianto, Budianto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 2 (2016): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.82 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v13i2.11532

Abstract

Sebagai jalur alternatif jalan khusus,  melalui transportasi sungai Lematang dengan perancangan kapal pengangkut hasil tambang dalam  distribusi batubara merupakan salah satu solusi untuk jalur darat provinsi tetap terjaga dengan baik dan tidak terjadi kemacetan akibat konvoi dump truk pengangkut batubara. Bentuk geografis, perpindahan aliran sungai, dan pendangkalan sungai Lematang berpengaruh terhadap sulitnya membuat kapal angkut batubara melalui sistem tranportasi sungai tersebut. Jika menggunakan kapal angkut batubara jenis Tug and Barge, maka akan menyebabkan kesulitan dalam proses manouvering kapal bahkan sering terjadi kapal kandas karena pendangkalan sungai, serta bisa juga kapal tersangkut bagian barge karena sudut olah belok kapal terlalu melebar. Disamping itu juga, perlu diperhatikan bentuk aliran sungai Lematang yang melengkung dan berkelok, adanya masalah sosial, serta hambatan lain seperti adanya kabel slink, jembatan, kedalaman sungai, sampah kayu d.l.l. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah kapal SPB (Self Propeller Barge). Dimana kapal SPB pengangkut batubara memiliki kelebihan dapat manouvering yang baik ketika melintasi wilayah sungai. Kapal SPB pengangkut batubara memiliki geladak angkut yang terletak dibelakang akomodasi, hal ini akan mempermudah jarak pandang dan proses manouvering kapal, akan tetapi terbatas dengan kapasitas yang diangkut karena terbatas dengan kedalaman draft kapal yang dimiliki. Dalam perancangan harus diperhatikan faktor geografis, kedalaman sungai, faktor sosial dan faktor ekonomis kapal. Sehingga akan memberikan hasil teknologi kapal SPB pengangkut batubara dengan kondisi sellow draft yang efektif dan efisien. Dimana kapal SPB yang dirancang dengan kaasitas 200 ton setara dengan 20 dump truk, kapal  yang difungsikan untuk mengangkut batubara dengan memiliki kecepatan sebesar 12 knot (dengan mesin 2x250HP) dan konsumsi bahan bakar sebesar 1.77 ton dengan mngunakan SFOC sebesar 160 gram/kWh (baik untuk main engine dan generator set).
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA KAPAL WISATA SUNGAI KALIMAS Budianto, Budianto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 12, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.876 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v12i1.8176

Abstract

Dalam mengembangkan sektor pariwisata di sungai Kalimas Surabaya, salah satu diantaranya adalah pembuatan perahu wisata sungai Kalimas. Dalam perancangan kapal wisata kalimas dengan menggunakan bahan komposit FRP (Fiber Reinforcement Plastic) yang menggunakan serat buatan alam yang tidak merusak ekosistem di sungai Kalimas dan memiliki kekuatan struktur kapal yang baik. Analisis perancangan struktur dalam perahu wisata sungai Kalimas yang menggunakan bahan FRP yang diterapkan pada analisis struktur konstruksi dengan menggunakan metode elemen hingga. Dimana diterapkan dengan mampu menerima beban baik dari dalam maupun luar pada perahu wisata sungai Kalimas FRP tersebut. Kemampuan kekuatan struktur yang cukup aman diijinkan, dengan nilai tengangan bending yang masih dalam nilai dibawah 67 mPa. Dimana dalam keadaan kondisi hogging maupun sagging telah dianalisis cukup aman kekuatan pada struktur perahu wisata sungai Kalimas FRP yang dapat timbul pembebanan akibat adanya manouvering tersebut, baik secara global memanjang kapal maupun struktur lokal didudukan mesin yang merupakan fokus konsentarsi utama. Untuk Struktur lokal di dudukan mesin dimana menerima beban statis dari mesin outboard maupun beban dinamis yang ditimbulkan akibat pergerakan perahu wisata Kalimas FRP tersebut. Perhitungan dengan mekanisme pembebanan distribusi merata ataupun beban terpusat merupakan faktor utama hasil analisis perancangan struktur perahu wisata sungai Kalimas yang effisien dan efektif.
DESAIN KAPAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN 15 GT UNTUK DAERAH PERAIRAN TERPENCIL WILAYAH TIMUR INDONESIA As, Ali Imron; budianto, budianto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.147 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v13i3.12452

Abstract

Dalam konsep desain kapal pembangkit listrik tenaga angin (KPLTA) yang memanfaatkan energi terbarukan yang ada, yakni energi angin untuk kepentingan hajat hidup manusia, terutama masyarakat yang hidup di daerah perairan terpencil. Dimana masyarakat yang hidup di daerah yang belum teraliri oleh listrik, namun cukup berdekatan dengan daerah perairan seperti sungai, danau atapun pantai yang mempunyai hembusan angin yang cukup kuat untuk mengerakan baling-baling kincir angin. KPLTA tersebut membantu masyarakat dalam memaksimalkan energi angin yang tersedia berlimpah. Energi angin yang dapat diubah dari energi gerak menjadi energi listrik sangat membantu kelangsungan hidup bagi masyarakat terpencil sehingga kapal yang semula hanya difungsikan sebagai kapal angkut penumpang ataupun kapal untuk menangkap ikan biasa, tetapi kapal juga dilengkapi dengan peralatan kincir angin yang dapat mengubah energi angin menjadi energi listrik. Pembangkit listrik tenaga angin atau wind power system memanfaatkan angin melalui kincir, untuk menghasilkan energi listrik. Secara umum, sistem alat ini memanfaatkan tiupan angin untuk memutar baling-baling kincir angin, yang selanjutnya ditransmisikan untuk mengerakan generator DC yang didalamnya ada medan magnet yang dipotong oleh kumparan dari gerak poros rotor sehingga menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) induksi / arus listrik. Kemudian arus listrik DC tersebut disimpan kedalam baterai ataupun accu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
PENGARUH PAD DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI SULAWESI UTARA Budianto, Budianto; Alexander, Stanly W.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 4, No 4 (2016): JE VOL. 4 NO. 4 (2016) HAL 783 - 892
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.529 KB) | DOI: 10.35794/emba.4.4.2016.14511

Abstract

Abstrak: Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan adalah indikator Pendapatan Dearah yang menjadi patokan untuk mengukur tingkat kemandirian suatu daerah. Semakin tinggi tingkat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka semakin tinggi pula kemungkinan suatu daerah untuk dapat membiayai pembiayaan di daerahnya. Sebaliknya, semakin tinggi realisasi Dana Perimbangan suatu daerah maka semakin tinggi pula tingkat kemungkinan daerah tersebut untuk bergantung kepada pemerintah pusat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan terhadap kinerja keuangan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan melihat pengaruh ketiga variabel tersebut secara simultan dan parsial. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan Asli Dearah (PAD) dan Dana Perimbangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah baik secara simultan maupun parsial. Pendapatan Asli Dearah (PAD) berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan pemerintah yang berarti kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat meningkatkan kinerja keuangan pemrintah daerah. Sedangkan Dana Perimbangan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah yang mengakibatkan kenaikan Dana Perimbangan menurunkan kinerja keuangan pemerintah daerah. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Kinerja Keuangan
ADOPSI INOVASI PADI ORGANIK BERBASIS KEMITRAAN DI DESA BANYUPUTIH KIDUL KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG Nugroho, Oppie Eka Dian; Budianto, Budianto; Gunawan, Gunawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.41 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.03.14

Abstract

Karakteristik petani menjadi faktor keberhasilan proses adopsi inovasi padi organik berbasis kemitran pada kelompoktani di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto. Namun tidak semua petani memiliki karakteristik yang sama sehingga perlunya pembinaan dan pendampingan kelompoktani dalam meningkatkan adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan.  Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui tingkat adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan, (2) mengetahui hubungan karakteristik petani dalam adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 99 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan lebih dominan pada tingkat adopsi inovsi tahapan penerapan yaitu sebanyak 47 responden dari total 99 responden. (2) Faktor yang berhubungan dengan adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan adalah faktor eksternal dari karakteristik petani yaitu penyuluhan pertanian (intensitas penyuluhan, komunikasi penyuluhan dan studi lapang). Kesimpulan  penelitian ini menunjukkan semakin tinggi intensitas kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan maka tingkat adopsi inovasi padi organik berbasis kemitraan akan semakin meningkat secara signifikan.
Penggunaan Berbagai Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Produksi Tanaman Sawi di Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone, Provinsi Sulawesi Selatan Abu Darwis, Andi Zulfiana; Budianto, Budianto; Muditha, I GD Nyoman
bionature Vol 21, No 1 (2020): April
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/bionature.v21i1.14451

Abstract

Abstract. This study aims to determine the effect and prove the composition of the planting media and the concentration of liquid organic fertilizer that can provide growth and yield of mustard plants. The design used was a randomized block design (RCBD) with three replications. The first factor is the composition of the planting medium which is a mixture of soil, charcoal husk, and manure consisting of three compositions, namely 1: 2: 2, 2: 2: 1, 2: 1: 2. The second factor is the concentration of liquid organic fertilizer with a concentration of 2.5 ml / l, 5 ml / l, 7.5 ml / l. The results showed that the interaction between the use of the composition of the planting media and the concentration of liquid organic fertilizer was appropriate, namely a ratio of 1: 2: 2 and the concentration of liquid organic fertilizer of 7.5 ml / l significantly affected the observation parameters of leaf width, leaf length, and weight plant.Keywords: Growing media, liquid organic fertilizer, mustard plant 
Comparison of Learning Outcomes Using Concept Map Media and Audio-Visual Media Developed in The RnD Model in Education Statistics Courses in Odd Semester 2019 Classes of Biology Study Programs Warsodirejo, Pandu Prabowo; Budianto, Budianto
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 9 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i9.3302

Abstract

This study aims to determine whether there are significant differences between student learning outcomes using media concept maps and Audio-Visual media on educational statistics material in the Biology Education Study Program by teaching using concept map media and Audiovisual media. This type of research is experimental research. The sample in this study was only 1 class, 32 students. Sampling was done by purposive sampling. The results of this study indicate that student learning outcomes use audio-visual media rather than teaching using concept maps, where obtained 𝑋̅1 = 7.806 and SD 𝑋̅1 = 0.788 for Audiovisual Media, while for conventional teaching obtained 𝑋̅2 = 6.333 and SD 𝑋̅2 = 2.224 While the percentage the increase in student learning outcomes of the experimental class was 35.12% and the percentage of the control class increased by 32.20%. The results of data analysis showed t hit> t table (5.43> 2.00). So it can be concluded that there is an influence of the use of audio-visual media on learning outcomes in biology statistical material for the fourth semester of the Biology Education Study Program.
Livabilitas Ruang Publik di Kawasan Jakabaring Sport City Budianto, Budianto; Sarwadi, Ahmad
Arsir Vol 5, No 2 (2021): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v5i2.3811

Abstract

Jakabaring Sport City (JSC) adalah sebuah kawasan baru yang di desain menjadi pusat kegiatan wisata dan olah raga di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Keberadaan JSC menjadi magnet bagi penyelenggara even-even olahraga berskala nasional maupun internasional serta memberi dampak yang sangat besar bagi Kota Palembang. Salah satu masalah yang ditemukan adalah minimnya aktivitas di kawasan saat tidak adanya even olah raga di kawasan. Faktor yang mempengaruhi tingkat livabilitas adalah kenyamanan, aksesibilitas, fungsi dan aktivitas, sosiabilitas, ekonomi dan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat livabilitas ruang publik di kawasan Jakabaring Sport City. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa livabilitas ruang publik dalam keadaaan buruk dengan nilai skor penilaian 2,89. Faktor yang sangat berpengaruh pada buruknya penilaian livabilitas adalah aksesibilitas dengan rata-rata penilaian 2,79. Penilaian buruk ini dipengaruhi oleh kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan aksesibilitas di dalam kawasan dalam keadaan buruk. Faktor lain yang mempengaruhi buruknya penilaian livabilitas adalah kondisi pedagang kaki lima yang tidak tertata dan buruknya perawatan fasilitas publik di kawasan. Aktivitas dan fasilitas pedagang kaki lima di kawasan berpengaruh buruk pada kenyamanan visual dengan penilaian 2,76. Pengamatan lapangan juga menemukan bahwa kondisi fasilitas dan utilitas tidak terawat dan tidak nyaman digunakan sehingga juga mempengaruhi buruknya penilaian pada faktor perawatan dan utilitas. Secara akumulatif kondisi tersebut berpengaruh pada buruk nilai livabilitas ruang public di Kawasan JSC.
Aktivitas Antagonis Bacillus subtilis terhadap Streptococcus iniae dan Pseudomonas fluorescens (ANTAGONIST ACTIVITY OF BACILLUS SUBTILIS AGAINST STREPTOCOCCUS INIAE AND PSEUDOMONAS FLUORESCENS) Budianto Budianto; Heny Suprastyani
Jurnal Veteriner Vol 18 No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.135 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.3.409

Abstract

Intensification of fish farming has caused various impacts, for example diseases in fish. One of the diseases in fish is a bacterial disease. The use of probiotic bacteria as an antimicrobial agent, which is relatively safe and effective, is a strategy to treat the disease. Bacillus subtilis is probiotic bacteria which can produce bacteriocin compounds and has antagonistic effects against both Gram negative and Gram positive bacteria. The aim of this study was to evaluate the antagonist activity of B. subtilis against Streptococcus iniae and Pseudomonas fluorescens. Antagonist activity test was done by using paper disc diffusion against the bacteria. The variations on the test paper disc method used were based on the difference of B. subtilis incubation time, such as: 0, 6, 12, 18, 24 and 30 hours. The results showed B. subtilis (generation time = 30.62 min) produced antibacterial compounds which inhibited the growth of the bacteria. Antagonist activity was detected in early exponential phase, six hours, with inhibition zone diameter of 7.28 ± 0.18 mm (S. iniae) and 6.75 ± 0.11 mm (P. fluorescens) and reached optimum at early stationary phase, 24 hours, the inhibition zone diameter of 8.84 ± 0.28 mm (S. iniae) and 9.14 ± 0.91 mm (P. fluorescens). It can be concluded that B. subtilis can contribute in controlling the spread of bacterial diseases in fish farming, particularly caused by S. iniae and P. fluorescens ABSTRAK Intensifikasi budidaya ikan telah menyebabkan berbagai dampak, seperti penyakit pada ikan. Salah satunya adalah penyakit bakteriawi. Penggunaan bakteri probiotik sebagai agen antimikrob yang aman dan efektif adalah salah satu strategi untuk menanggulangi penyakit tersebut. Bacillus subtilis merupakan bakteri probiotik yang dapat memproduksi senyawa bakteriosin dan memiliki efek antagonis terhadap bakteri Gram negatif dan positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antagonis dari B. subtilis terhadap Streptococcus iniae dan Pseudomonas fluorescens. Uji aktivitas antagonis dilakukan dengan menggunakan difusi cakram kertas terhadap bakteri uji. Variasi perlakuan pada uji cakram kertas adalah menggunakan perbedaan waktu inkubasi B. subtilis, yaitu waktu inkubasi 0, 6, 12, 18, 24 dan 30 jam. Berdasarkan hasil penelitian, B. subtilis (waktu generasi=30,62 menit) dapat memproduksi senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji. Aktivitas antagonis terdeteksi pada awal fase eksponensial yaitu inkubasi enam jam, dengan diameter zona hambat sebesar 7,28 ± 0,18 mm (S. iniae) dan 6,75 ± 0,11 mm (P. fluorescens) dan mencapai optimum pada awal fase stasioner yaitu inkubasi 24 jam, dengan diameter zona hambat sebesar 8,84 ± 0,28 mm (S. iniae) dan 9,14 ± 0,91 mm (P. fluorescens). Dapat disimpulkan bahwa B. subtilis dapat berperan dalam pengendalian penyebaran penyakit bakteri pada budidaya ikan, khususnya yang disebabkan oleh S. iniae dan P. fluorescens.