Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE QUALITY SERVICE FOR PATIENTS OF BPJS WITH ANTENATAL PATIENTS SATISFACTION IN THE COMMUNITY HEALTH CENTERS IN TEGAL CITY Meyliya Qudriani; Nilatul Izah; Nora Rahmanindar
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1678

Abstract

The Social Insurance Administration Organization or known as BPJS is one form of social protection to ensure the community in order to realize the provision of health insurance and meet the health needs of the community. To realize the 1945 Constitution, article 28 and Law no. 36 of 2009, the government must provide health services that are equitable, fair, and affordable for the people of Indonesia. In the service of pregnant women patients will get satisfaction in the service at the health center both independently and in collaboration, therefore every pregnant woman needs to require at least four visits during the antenatal period, namely one visit during the first trimester, one visit during the second trimester and two times visit during the third trimester. The purpose of this study was to determine the quality of BPJS patient services with antenatal care patient satisfaction at the Community Health Center in Tegal City. The study design was descriptive-analytic with the cross-sectional approach. The population in this study were all pregnant women in the Community Health Center in Tegal City in July 2019. The sampling technique used in this study was the accidental sampling technique, with the total sample obtained was 70 respondents. The results of this study are the characteristics of respondents about BPJS ownership obtained; all respondents already have BPJS (100%), most respondents were at the gestational age 4-6 months gestation (42.9%), and most respondents were multipara (61.4%). The satisfaction of pregnant women in terms of tangibility, reliability, assurance, responsiveness, and empathy, most respondents were satisfied with ANC services at the Community Health Center in Tegal City.Keywords: BPJS, antenatal care, quality
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT HIV PADA REMAJA DILINGKUNGAN POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA KOTA TEGAL Nilatul Izah; Juhrotun Nisa; Evi Zulfiana; Meyliya Qudriani; Seventina Nurul Hidayah
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.786 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v1i2.951

Abstract

AbstrakPerkembangan permasalahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) danAcquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) semakin lama semakin mengkhawatirkan baik dari sisi kuantitatif maupun kualitatif. Usia remaja merupakan usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Bahkan, dalam jangka waktu tertentu, ketika perempuan remaja menjadi ibu hamil, maka kehamilannya dapat mengancam kelangsungan hidup janin/bayinya. Data Dinas Kesehatan Kota Tegal menyebutkan jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 230 dengan rincian 111 menderita HIV, 119 AIDS, dan 44 meninggal dunia. 61,1 persen dari total jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat masih tergolong usia produktif antara 20 hingga 39 tahun. Data tersebut terbagi menjadi dua, yakni 31,5 persen dengan usia berkisar 20-29 tahun dan 29,6 persen lainnya tergolong usia produktif 30-39 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat inidilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penyakit menular seksual dan deteksi dini terhadap penyakit HIV.  Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan informasi dan pendidikan kesehatan terutama tentang penyakit menular seksual dan pemeriksaan HIV. Kegiatan ini dilakukan pada mahasiswa di lingkungan Politeknik Harapan Bersama yang terdiri dari 7 program studi. Hasil pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengatahuan tentang penyakit menular seksual dan hasil pemeriksaan HIV negatif. . Kata kunci : Pengetahuan, Deteksi Dini, Penyakit Menular Seksual, HIV
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN DI KELAS XI SMK NEGERI 1 KOTA TEGAL Siti Komariyah; Edy Sucipto; Nilatul Izah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i2.412

Abstract

Keputihan meskipun termasuk penyakit sederhana, kenyataanya keputihan adalah penyakit yang tidak mudah disembuhkan. Penyakit ini menyerang sekitar 50% populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur. Pengetahuan remaja tentang keputihan akan mempengaruhi sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat. pengetahuan merupakan domain yang sangat penting terbentuknya tindakan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri terhadap keputihan di SMK N 1 Kota Tegal tahun 2015. Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi melalui proses sensoris khususnya mata dan telinga terhadap objek tertentu. Keputihan yaitu cairan putih yang keluar dari liang senggama secara berlebihan. Keputihan merupakan data yang sering ditemukan pada peradangan saluran genetalia wanita.Normalnya, padawaktu ovulasi cairan yang keluar jumlahnya sedikit, encer dan berwarna putih.Jenis penelitian adalah survei deskriptif, desain penelitian yang digunakan observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja putri kelas XISMK Negeri 1 Kota Tegal adalah 273siswa. Teknik sampel yaitu Stratified random sampling pada 73 remaja putri. Data primer didapatkan dari kuesioner. Analisis univariat dengan analisis distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik remaja putri di SMK Negeri 1 Kota Tegal adaah sebagian besar berumur 15-17 tahun (61,6%), tingkat ekonomi ≥ UMR (74%) dan status kesehatan sehat (76,7%). Berpengetahuan cukup tentang keputihan(41,1%), dimana responden sebagian besar berpengetahuan cukup tentang pengertian keputihan (52,1%), dan sebagaian besar berpenegtahuan kurang terhadap tanda dan gejala keputihan(57,5%), penyebab keputihan(42,5%), klasifikasi keputihan(50,7%), perawatan kejadian keputihan(65,8%) dan pencegahan kejadian keputihan(67,1%). Disarankan bagi remaja putri untuk meningkatkan wawasan tentang keputihan serta selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dan menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Kata Kunci: Pengetahuan, remaja putri, keputihan
STIMULASI DAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA USA 9 – 12 BULAN MENGGUNAKAN APLIKASI TUMBUH KEMBANG BALITA DI WILAYAH KELURAHAN MARGADANA Nilatul Izah; Ratih Sakti Prastiwi; Istiqomah Dwi Andari
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.321 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v2i2.1354

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas yang diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dilakukan pada periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak. Hasil Riskesdas (2013) menunjukan sebanyak 34,3% orangtua tidak melakukan pemantauan tumbuh kembang, lebih tinggi dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2007 sebanyak 25,5%, yang menunjukan masih tingginya anak yang belum terpantau tumbuh kembangnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan suatu program yang mendukung tingkat pengetahuan ibu balita khusunya yang berusia 9 – 60 bulan dalam melakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita agar keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan balita dapat diatasi sedini mungkin. Tujuan dari pengabdian  ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anaknya serta meningkatkan kemampuan ibu dalam melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita. Kegatan pengabdian dilaksanakan selama 2 hari yaitu pd tanggal 1 dan 4 Maret 2019 yg diikuti oleh 27 orang ibu. Hasil pengabdian pada masyarakat ibu balita yang telah mendapatkan pendidikan kesehatan antusias untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, ibu balita mengetahui dan memahami cara menggunakan aplikasi tumbuh kembang yang di berikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Kata kunci : Stimulas, Deteksi,  Tumbuh Kembang, Smartphone.
Faktor yang Mempengaruhi Penerapan ASI Eksklusif pada Ibu Multipara dan Cracked Nipple Seventina Nurul Hidayah; Adevia Maulidya Chikmah; Nilatul Izah; Okta Zenita Siti Fatimah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 20 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Desember Volume 20 Nomor 03 Tahun 2021
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v20i3.1428

Abstract

Selama pemberian Air Susu Ibu (ASI), banyak alasan yang disampaikan ibu untuk tidak menyusui diantaranya ibu multipara dimana kesadaran menyusui dimungkinkan berkurang karena merasa persediaan ASI semakin menipis dan ibu dengan Cracked Nipple yang sulit menyusui karena kondisi kerusakan pada puting. Kondisi ini membuat ibu stres sehingga memicu hormon oksitosin tidak bekerja dan ibu akan beralih menggunakan susu formula. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan ASI eksklusif pada ibu multipara dan cracked nipple. Target khusus dalam penelitian ini yaitu ditemukan faktor yang mempengaruhi penerapan pemberian ASI Eksklusif dari variabel pengetahuan, perasaan ibu, pandangan ibu terhadap susu formula, masalah pemberian ASI, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam sesuai dengan pedoman wawancara dan observasi. Hasil wawancara direkam dan dibuat catatan lapangan. Untuk menghindari subjektifitas, teknik triangulasi menggunakan sumber dengan metode sama (wawancara mendalam). Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, teknik menyusui, asupan makan pendukung ASI, dan dukungan keluarga yang baik membuat ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kondisi ibu dengan cracked nipple dan multipara membuat ibu kesulitan akan tetapi penguatan motivasi dari dirinya dengan bekal pengetahuan membuat masalah dapat teratasi. Disarankan kepada petugas kesehatan terus meningkatkan pengetahuan ibu menyusui melalui penyuluhan dan disarankan pula kepada ibu menyusuiagar melakukan persiapan kelahiran anak dengan melaksanakan perawatan payudara.