Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API DALAM PEMETAAN ASAL MAHASISWA Fauzan Masykur
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Simetris
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.717 KB) | DOI: 10.24176/simet.v5i2.226

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi Geografis merupakan bidang ilmu yang membahas bidang geografis kebumian yang bisa diterapkan dalam berbagai bidang institusi, misalnya di bidang kemiliteran, bidang kedokteran, bidang pendidikan hingga bidang pertanian. Manfaat SIG secara umum memberikan informasi yang mendekati kondisi dunia nyata, memprediksi suatu hasil dan perencanaan strategis. Salah satu dari manfaat dari Sistem Informasi Geografis adalah pemetaan mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pemetaan mahasiswa tersebut dilakukan dengan memanfaat peta yang sudah disediakan oleh google yakni google Maps API. Google Maps adalah layanan free yang diberikan oleh google. Google Maps adalah suatu peta dunia yang dapat kita gunakan untuk melihat suatu daerah. Dengan kata lain, google Maps merupakan suatu peta yang dapat dilihat dengan menggunakan suatu browser. Kita dapat menambahkan fitur google Maps dalam web yang telah kita buat atau pada blog kita yang berbayar maupun gratis sekalipun dengan google Maps API. Aplikasi google Maps API adalah suatu library yang berbentuk JavaScript. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi keberadaan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo masih di sekitaran Karisidenan Madiun. Kata Kunci: sistem informasi geografis, google maps API, pemetaan mahasiswa.
PKM Pengrajin Pisau Di Kabupaten Trenggalek Muhammad Malyadi; Fauzan Masykur
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.52 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v2i1.1287

Abstract

Proses produksi pisau di Kabupaten Trenggalek selama ini masih menggunakan proses produksi secara konvensional namun masih tetap berkualitas. Proses produksi pisau melibatkan beberapa jenis pekerjaan yakni proses pekerjaan pembuatan pisau, proses pembuatan gagang pisau hingga proses finishing. Pada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini ditekankan pada proses pembuatan gagang pisau dengan memanfaatkan sampah-sampah plastik. Mesin injeksi ini didesain sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan sebuah gagang pisau yang kuat dan tahan lama.Selain itu, gagang pisau yang terbuat dari sampah plastik bisa menggantikan peran kayu yang selama ini mendominasi material gagang pisau. Ada manfaat lain dari pembuatan gagang pisau dari plastik ini adalah mengurangi sampah plastik yang bertebaran di dilingkungan sekitar. Jenis plastik sebagai bahan baku utama gagang pisau harus dipilah terlebih dahulu supaya menghasilkan gagang pisau yang handal dan awet. Adapun jenis plastik yang bisa digunakan adalah plastik jenis HDPE (High density polyethylene).Plastik jenis HDPE ini merupakan jenis plastik paling aman di daur ulang dan paling sering di daur ulang.Mesin injeksi plastik ini didesain mampu meleburkan sampah plastik pada suhu 250oc dengan membutuhkan waktu 15 menit menjadikan plastik menjadi leleh dan siap dicetak sesuai keinginan menggunakan cetakan. Namun proses pencetakan akan lebih cepat apabila cetakan sudah dalam keadaan panas. Selama 1 jam mampu menghasilkan 20 gagang pisau.
PENGGABUNGAN ANTAR ROUTING PROTOCOL MENGGUNAKAN TEKNIK REDISTRIBUTION Fauzan Masykur
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada sebuah jaringan komputer memiliki beberapa protokol routing dan kesemuanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebagai administrator jaringan komputer tentunya harus pandai-pandai menyikapi perotokol routing yang digunakan supaya performance jaringan komputer tetap terjaga. Dalam menyikapi perkembangan sebuah jaringan komputer tentunya diperlukan prediksi perkembangan sebuah jaringan komputer termasuk dalam hal mengatasi terjadinya perbedaan penerapan protokol routing. Perbedaan penerapan protokol routing akan mengakibatkan terganggunya performance jaringan komputer. Misalkan dalam sebuah jaringan komputer yang semula dibangun menggunakan protokol routing statik kemudian dalam perkembangannya diperlukan sebuah jaringan komputer dengan protokol routing OSPF atau EIGRP ataupun protokol routing yang lainnya akan menimbulkan permasalahan ketika perbedaan protokol routing tersebut akan dihubungkan. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ni adalah penggabungan atar protokol routing dengan menggunakan teknik redistribution yang mampu mengatasi permasalahan penerapan protokol routing tersebut tanpa merombak dari awal. Dengan demikian performance sebuah jaringan komputer tetap terjaga. Dari penerapan teknik redistribution tersebut dapat diketahui hasilnya berupa waktu yang dibutuhkan dalam proses pengiriman data dari source menuju destination tidak mengalami perubahan, yaitu rata-rata 12 mili second sampai dengan 14 mili second. Sedangkan Delay sebesar 76 ms sapai dengan 90 ms dan Throughput sebesar 0,99 Kbps sampai dengan 1,6 Kbps. Kata kunci: Protokol Routing, Teknik Redistribute, Ospf, Eigrp
Fuzzy Method Design for IoT-Based Mushroom Greenhouse Controlling Angga Prasetyo; Moh. Bhanu Setyawan; Yovi Litanianda; Sugianti Sugianti; Fauzan Masykur
INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Vol 6 No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/intensif.v6i1.16786

Abstract

The ideal conditions for the oyster mushrooms growth are at a humidity of 65-75% and 29-31C during incubation, while the growth of stems should be at a humidity of 70-90% 29-32C. This ideal ecosystem is maintained by aeration and manual watering. Still, the results are not optimal in preventing damage to the mycelium during the incubation period, resulting in a decrease in crop yields. Automatic control has not created ideal conditions because air temperature and humidity regulation are only based on fans and sprayers that do not directly affect air conditions. Therefore, we need a method to manipulate the mushroom greenhouse space ecosystem, namely fuzzy logic, the application of fuzzy logic integrated with sensors, actuators, and microcontrollers with the Internet of Things to solve this problem. The results of the installation of fuzzy logic in the mushroom's greenhouse in this system can be seen from the fan's modulation response and the pump's duration. The test results of this control feature can manipulate temperature and humidity. Therefore, the oyster mushroom greenhouse produces an ideal state of 29.8C, the humidity of 68.97% RH, and the production has been proven to be optimal with an average daily harvest of 3.8kg.