Enrico Syaefullah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Perubahan Mutu Selama Penyimpanan Buah Manggis Menggunakan Near Infra Red Spectroscopy . Sutrisno; Yohanes Aris Purwanto; Emmy Darmawati; Enrico Syaefullah
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 17 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.675 KB)

Abstract

One of quality changes during storage of intact mangosteen fruit is firmness. This occurrence was predicted to have associate with moisture content in the pericarp. The objective of this research was to determine the correlation between moisture content and firmness, and to predict moisture content changes based on reflectance spectrum of near infra red (NIR). The correlation between moisture content and firmness at 13 °C is y = 0.07972x2 – 9.833x + 305.9 while at room temperature showed y = 0.1207x2 – 14.89x + 460.8; in which y refers to firmness and x refers to moisture content in pericarp. The calibration and validation evaluation using partial least square of moisture content resulted in NIR and oven method showed that the magnitude of r is 0.758-0.882; RMSEC and RMSEP is 0.09-0.39%; CV<5% is at 2.5-3.3%. Moisture content prediction using NIR reflectant spektrum is y (temperature:8 °C) = -0.057x + 65.14; y (temperature 13 °C) = -0.253x + 64.96; y (room temperature) = -0.421x + 64.76. 
TEKNOLOGI PENGEMASAN ATMOSFIR TERMODIFIKASI (MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING/MAP) DAN VAKUM PADA BUAH DURIAN Ira Mulyawanti; Enrico Syaefullah; Dwi Amiarsi
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v14n1.2017.1-10

Abstract

Durian tergolong buah klimakterik dengan tingkat respirasi tinggi, sehingga menyebabkan umur simpannya pendek karena proses pematangan buah berlangsung cepat. Laju respirasi dapat ditekan dengan mengatur kondisi atmosfir lingkungan dan penyimpanan pada suhu rendah. Mengkondisikan atmosfir lingkungan untuk buah dapat dilakukan dengan mengaplikasikan teknik pengemasan atmosfir termodifikasi (Modified Atmosphere Packaging/MAP) dan vakum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknik pengemasan terhadap umur simpan buah durian. Penelitian dilakukan terhadap buah durian Perwira dengan tingkat ketuaan 1-3 hari sebelum jatuh yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Sebelum dilakukan pengemasan, buah durian dibersihkan kemudian dicelupkan ke dalam ekstrak lengkuas 5%, dicelupkan dalam larutan lilin 4 % dan selanjutnya ditiriskan. Masing-masing sebanyak 16 buah durian yang sudah kering kemudian dikemas secara MAP menggunakan plastik PE ketebalan 0,04 dan 0,06 mm dengan 16 perforasi berdiameter 0,5 cm dan secara vakum. Buah yang sudah dikemas kemudian disimpan pada suhu 13-15°C dan 20-22°C. Respon yang diamati meliputi umur simpan, total padatan terlarut (TPT), keretakan, pH, vitamin C, total asam, warna, tekstur, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kemasan vakum menunjukkan kandungan TPT dan tingkat keretakan buah yang lebih rendah dibandingkan dengan kemasan MAP, namun tidak berpengaruh terhadap pH, vitamin C, dan total asam. Jenis kemasan juga tidak berpengaruh terhadap warna buah durian, namun pada tekstur menunjukkan bahwa jenis kemasan vakum dapat mempertahankan tekstur lebih baik dibandingkan dengan kemasan MAP. Buah durian dikemas secara MAP menggunakan plastik PE berketebalan 0,06 mm dengan perforasi 0,5 cm ataupun vakum dan disimpan pada suhu dingin 12-15°C dapat meningkatkan umur simpan buah durian hingga 21 hari.