Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRI MESTER I DI BPS NY. SAYIDAH KENDAL Sulistyowati Sulistyowati; Edy Soesanto; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.22 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.14-18

Abstract

Latar belakang :Gangguan mual muntah biasanya berlangsung hingga minggu ke dua puluh kehamilan yang ditandai dengan mual tidak terkendali serta muntah-muntah hampir sepuluh kali tiap hari, hal ini lebih dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum. Stres dianggap sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum dimana stres ini merupakan bentuk psikologik yang memegang peranan yang penting pada penyakit. Data yang didapatkan peneliti di BPS Ny. Sayidah Kendal menunjukkan terdapat 110 ibu hamil dengan keluhan mual muntah sebanyak 57 ibu hamil. Tujuan : mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Bidan Praktik Swasta (BPS) Ny. Sayidah Kendal. Metode :Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang melakukan kunjungan ANC di BPS. Ny. Sayidah Kendal pada Juli 2011-Juni 2012 yang berjumlah 387 orang. Teknik samplingnya adalah quota sampling dengan jumlah 79. Hasil : penelitian ini menunjukkan sebagian besar tingkat stress yang dialami oleh ibu adalah dalam kategori ringan (79,7%) yang ditandai oleh seringnya merasa kesulitan untuk tenang setelah sesuatu yang mengganggu, sebagian besar tidak terjadi hiperemesis (78,5%). Simpulan : hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kejadian hiperemesis pada ibu hamil tri mester I di BPS Ny. Sayidah Kendal.
Performance Modeling of Kaligawe Road in Semarang Using Markov Chains Sulistyowati Sulistyowati; Soehartono Soehartono
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.536 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1382

Abstract

here are two kinds of pavement performance modeling, deterministic and stochastic.Among the stochastic modeling, Markov Chains receives a considerable attention ( PerezAcebo et al. 2017 ). Modeling pavement performance using Markov Chains were aboutdeveloping Transition Probability Matrix (TPM) and present state vector. A model thencan be developed by multiplying these two factors. This paper aimed to model pavementperformance of a rigid pavement road. The object was Kaligawe road. Kaligawe road is inthe northern part of the city of Semarang. It is a 6 km long and 15 meter wide road,divided into two lanes. There were two pavement performance models in this paper; thefirst one compared the real IRI data and the predicted one. The second model predictedIRI values using July’17 IRI data for the next two cycle times. The first model suggested anew IRI data should be used if there was a Maintenance and Rehabilitation work (MRwork) before. The second model showed that the accuracy of the prediction was not reach100%, it can be seen from the gap between the real total number of no MR work sectionand the predicted one.Keywords :PavementPerformanceModeling; RigidPavement; MarkovChains
Analysis Of Efficiency Of Windu Shrimp Cultivation Business Policulture System In Tugurejo Sub-District Tugu Districts Semarang City Sulistyowati Sulistyowati
AQUASAINS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v9i1.p861-868

Abstract

This study aims to calculate technical efficiency and determine the financial efficiency of the cultivation of windu shrimp with the Polyculture system by farmers in Tugurejo  village,  Tugu  district,  Semarang  City  based  on  simple  investment  criteria, namely BC ratio (Benefit Cost Ratio), BEP (Break Event Point), ROI (Revenue On Invensment) to measure how much efficiency the use of capital is against revenue. The method used is descriptive analysis with a questionnaire and field observations. The data used are primary data collected through interviews with respondents and key persons. The sample was 25 people so that all (census) were taken in October 2019-March 2020. The results showed that the BC ratio analysis was 1.64, BEP (Q) tiger prawns were 160.49 kg / Ha per year and for BEP prices IDR 35,680 / kg, BEP (Q) of milkfish as much as 755.25 kg / Ha per year and for BEP prices of IDR 12,175 /kg, ROI is 137.97%> 100%, the tiger prawn cultivation business with an efficient polyculture system in the use of capital to revenue and worthy of cultivation.
SPIRITUAL URGENCY OF RELIGIOUS AND EXPENSES OF EVIDENCE IN COMBATING CORRUPTION IN INDONESIA Sulistyowati Sulistyowati
The 2nd Proceeding “Indonesia Clean of Corruption in 2020" Table Of Content
Publisher : The 2nd Proceeding “Indonesia Clean of Corruption in 2020"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 1950 - an A Psychologist Erich Fromm says about the most basic things, which should grasp man in her life. In his formulation, that humans have a life orientation that focuses on attaining human qualities (being oriented). Life should not be obsessed just want to reach the attributes of life, such as job title, wealth, or position in the social strata (having oriented). The sudden rise to the surface of the case - a case of corruption involving officials of Law Enforcement and Public Officials, giving an indication that the authority and power, provide opportunities for corruption. The eradication of corruption, must be done comprehensively, because corruption is an extraordinary crime. Eradication of corruption should start from the stage of the prevention / preventive measures, namely the one with the religious spiritual practice. As for the law enforcement phase / repressive measures, that the burden of proof in the trial in court, should be borne by the defendant, and no longer charged to the prosecutor. Prosecutors just enough to make the accusation that the defendant committed the crime of corruption, and it is the defendant who must prove that the defendant is not guilty of corruption .It is called the burden of proof is reversed. Reversal system of the burden of proof, is one way, which can contribute to reduce the number of perpetrators of corruption. During this time, prosecutors had to fight to prove the charges. While the defendant has the right to prove that the property is acquired not from corruption. Because it is only a right and not an obligation, then the defendant can not conduct verification or proof. Therefore, it is necessary juridical changes in the procedural law of evidence for corruption, namely that the burden of proof should and must be done by the defendant, no longer by the Attorney. Based on the description above, there are two (2) issues to be discussed are: 1) How do I make an effort - preventive efforts in the prevention of corruption in Indonesia? and 2) Is the burden of proof reversed, will be able to contribute in reducing the number of perpetrators of corruption in Indonesia?. By discussing the two (2) to these problems, are expected to provide a way out, in efforts to prevent and eradicate corruption in Indonesia, making Indonesia free of corruption is expected by 2020. Keywords: power, corruption, religious spiritual, the burden of proof.
PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA USAHA PEMBUATAN MAKANAN KARAK “BERKAH” DI DESA WONOREJO Sulistyowati Sulistyowati
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.126 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Quality Of Work Life terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan makanan “Karak” di Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dengan total sample 6 orang karyawan. Mengingat adanya kemajuan pangan dan kreatifitas makanan yang timbul, hal ini menarik peneliti untuk meneliti ketahanan bersaing dengan menggunakan analisis quality of work life terhadap kepuasan kerja karyawan. Teknik yang digunakan adalah teknik analisis jalur (path analisys) dan untuk pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini menggunakan pola kuantitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Quality of Work Life yang diterapkan maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan sehingga, dari hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui memberian insentif/penghargaan, keamanan kerja, pendekatan emosional, dan pemberian kebebasan kepada karyawan yang dapat berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan.Kata-kata kunci: quality of work life.
Perbandingan Efektifitas Propofol dan Tiopental Pada Intubasi Endotrakea Tanpa Pelumpuh Otot Sulistyowati Sulistyowati; Hariyo Satoto
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 1, No 3 (2009): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v1i3.6558

Abstract

Latar belakang: Pemberian fentanyl yang diikuti dengan propofol memberikan kondisi yang cukup untuk fasilitasi intubasi endotrakea tanpa menggunakan pelumpuh otot. Beberapa obat hipnotis anestesi telah diselidiki pada saat ini. Intubasi endotrakea dengan menggunakan fentanyl diikuti dengan propofol atau thiopental tanpa menggunakan pelumpuh otot dibandingkan pada penelitian ini.Metode: Dengan metode randomisasi acak tersamar ganda. 48 pasien dengan ASA 1 & II dibagi ke dalam 2 kelompok ( n = 24 ). Setelah pemberian Sulfas atropin 0,01 mg/kgBB, midazolam 0,07 mg/kgBB sebagai premedikasi.Fentanyl 2 µg/kgBB diberikan intravena setelah 90 detik diberikan propofol 2 mg/kgBB ( kelompok I) dan tiopental 5 mg/kgBB ( kelompok II ) .Kemudian dilakukan ventilasi oksigen 6 L/menit selama 90 detik.Setelah itu laringoskopi intubasi dilakukan.Kemudahan intubasi endotrakea dinilai sebagai sempurna,baik dan buruk.Penilaian kemudahan intubasi endotrakea berdasarkan kemudahan ventilasi, relaksasi rahang, posisi pita suara dan respon pasien terhadap intubasi dan inflasi pada pipa endotrakea.Hasil: Data demograpik dan data pengukuran pra penelitian didapatkan hasil tidak berbeda.Respon kardiovaskuler sebelum dan sesudah intubasi endotrakea didapatkan hasil berbeda bermakna (p <0,005 ) lebih stabil pada penggunaan tiopental sebagai obat hipnosis.Seluruh kondisi pada intubasi endotrakea mendapatkan hasil berbeda bermakna ( p < 0,005 ) lebih baik, dan frekwensi intubasi endotrakea pada kondisi baik berbeda bermakna ( p < 0,005 ) lebih tinggi pada kelompok propofol dibandingkan dengan kelompok tiopental untuk intubasi endotrakea bila dikombinasikan dengan fentanyl 2 µg/kgBB tanpa menggunakan pelumpuh otot.Pada penelitian ini tidak ada pasien yang diterapi untuk kasus hipotensi dan bradikardi.Kesimpulan: Propofol 2 mg/kgBB lebih baik dari tiopental 5 mg/kgBB untuk intubasi endotrakea dengan kombinasifentanyl 2 µg/kgBB tanpa menggunakan pelumpuh otot.
PENERAPAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PELAKSANAAN KONSTRUKSI Ummi Chasanah; Sulistyowati Sulistyowati
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.937 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1050

Abstract

Konstruksi merupakan rangkaian yang hanya sekali dilaksanakan, dengan adanya batasan jangka waktu. Sehingga dalam kegiatan tersebut, terdapat suatu proses untuk dapat mengolah sumber daya manusia maupun sumber daya lain yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi menjadi hasil dari suatu kegiatan yang dapat dimanfaatkan. Dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam konstruksi maka berpotensi terjadi adanya konflik yang besar pula sehingga disampaikan bahwa pelaksanaan konstruksi mengandung konflik yang cukup tinggi. Dunia konstruksi juga mengklasifikasikan jenis konstruksi menjadi 3 (tiga) bagian konstruksi besar antara lain: konstruksi gedung, konstruksi teknik, dan konstruksi manufaktur.Karakter proyek konstruksi dapat dilihat dengan 3 dimensi yaitu bahwa konstruksi dapat bersifat unik, adanya keterlibatan sejumlah sumber daya, dan konstruksi tersebut membutuhkan adalah organisasi. Dunia konstruksi membagi dan mengklasifikasikan lima sumber daya untuk membangun suatu proyek konstruksi dan pada saat mengatur proyek dengan menerapkan kelima unsur M yaitu manpower (tenaga kerja), machiners (alat dan peralatan), material (bahan bangunan), money (uang), dan method (metode). Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 3 hal yaitu kualitas/mutu, waktu, dan biaya yang telah dipersyaratkan dalam perencanaan sebelumnya.Kata Kunci : Konstruksi, Manajemen, Mutu, Waktu, Biaya
AKTIVITAS ANTI BAKTERI BIJI DAN KULIT BUAH ALPUKAT (Persea Americana Mill.) TERHADAP Aerobacter aerogenes DAN Proteus mirabilis A Yachya A Yachya; Sulistyowati Sulistyowati
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur dan konsentrasi ekstrak air biji dan kulit buah alpukat terhadap pertumbuhan Aerobacter aerogenes dan Proteus mirabilis. Biji dan kulit buah alpukat yang digunakan berumur 4, 5 dan 6 bulan dengan variasi konsentrasi ekstrak 20, 40, 60, dan 80% (v/v). Hasil uji menunjukkan ekstrak air biji buah alpukat konsentrasi 80% pada semua umur biji mampu menghambat total pertumbuhan A.aerogenes. Pada konsentrasi 60% umur biji 5 dan 6 bulan mampu menurunkan pertumbuhan A.aerogenes dari 10 menjadi 10 6 CFU/mL. Hasil uji pada P. mirabilis menunjukkan konsentrasi ekstrak 80 % pada semua umur biji tidak mampu menghambat total pertumbuhan P. mirabilis. Ekstrak biji umur 4 bulan pada semua konsentrasi efektif menghambat P. mirabilis dibandingkan ekstrak biji umur 5 dan 6 bulan. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak air kulit buah menunjukkan A.aerogenes dan P. mirabilis relatif resisten. Pada perlakuan semua umur kulit dengan berbagai konsentrasi rata-rata mampu menurunkan populasi kedua jenis bakteri uji dari 10 8 CFU/mL menjadi 10 CFU/mL. Berdasarkan hasil uji, penggunaan kombinasi ekstrak air biji buah alpukat umur 4 dan 6 bulan dengan konsensentrasi 80% (v/v) direkomendasikan sebagai bahan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan A. aerogenes dan P. mirabilis. Kata kunci: Aerobacter aerogenes, Biji dan Kulit Alpukat, Proteus mirabilis.
PEMANFAATAN JAMUR SHIITAKE (Lentinus Edodes) SEBAGAI BARAN AFRODISIAK PADA MENCIT JANTAN. Sulistyowati Sulistyowati
WAHANA Vol 59 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1692.235 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v59i2.1225

Abstract

Jamur Shiitake (Lentinus edodes) diduga memiliki efek afrodisiak ( meningkatkan gairah seks).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jamur Shiitake memiliki efek afrodisiak. Percobaan ini merupakan Uji Preklinik dilakukan pada 20 ekor mencit jantan sebagai hewan coba, yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok. 5 ekor kelompok I tidak diberi serbuk jamur shiitake ( konsentrasi 0%), 5 ekor kelompok II diberi jamur shiitake konsentrasi 30%, 5 ekor kelompok III diberi jamur shiitake 60%. 5 ekor kelompok IV diberi jamur shiitake 90 %. Pengamatan pada variable respon ialah kadar hormone testosterone yang diperiksa clan berat badan setelah pemberian jamur selama 3 minggu / 21 hari, Data dianalisis dengan uji F, dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jamur shiitake dapat digunakan sebagai bahan afrodisiak (p<0.05). Konsentrasi jamur shiitake yang paling berpengaruh ialah konsentrasi 90%. Pemberian jamur shiitake tidak berpengaruh pada berat badan mencit (p>0,05). Hasil ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian berikutnya dengan obyek studi pada manusia pria yang bermasalah pada fungsi seksualnya( Uji Klinik).
KERUPUK SAMILER FORTIFIKASI KALSIUM DARI DURI IKAN BANDENG Sukarjati Sukarjati; Sulistyowati Sulistyowati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i2.952

Abstract

Kerupuk Samiler cukup dihargai oleh nilai gizi masyarakat rendah karena hanya terbuat dari singkong. Proses produksi tidak higienis karena dicetak menggunakan bak plastik warna warni. Pengeringan hanya mengandalkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tidak ada penghasilan tetap. Pemasaran terbatas pada daerah sekitar produksi dan disimpan di toko atau dijual keliling. Tujuan dari program IbM ini adalah untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah konseling, pelatihan, dan mentoring dalam produksi kerupuk samiler asli dan kerupuk samiler fortifikasi duri ikan yang higienis dan melakukan pelatihan dan mentoring manajemen produksi dan manajemen pemasaran. Hasil dari program ini adalah berdasarkan uji kadar kalsium dalam adonan kerupuk samiler yang diberi duri ikan setinggi 51.28 mg/100g dibandingkan dengan adonan kerupuk yang tidak diberi duri ikan yaitu 9.88 mg/100 g. Keterampilan dan pengetahuan pembuat kerupuk samiler tentang manajemen produksi dan manajemen pemasaran meningkat. Telah diproduksi kerupuk samiler asli dan fortifikasi kalsium duri bandeng. Kedua produk ini diproses dan dikemas secara higienis. Pengeringan kerupuk di musim hujan dapat diatasi menggunakan mesin pengering kerupuk dengan bahan bakar LPG. Kesimpulan dari program IbM adalah pembuat kerupuk samiler meningkatkan pendapatan dan penghasilan tetap. ?é?á Kata Kunci: Kerupuk Samiler, Fortifikasi Kalsium, Duri Bandeng