Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VARIASI ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM MASYARAKAT DWIBAHASA KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PADA MASYARAKAT MADURA DI KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Arni Arni
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.174

Abstract

Sasaran perhatian penelitian pada peristiwa alih kode dan campur kode adalah pada bahasa-bahasa yang digunakan oleh dwibahasawan secara berselang-seling. Beberapa ahli bahasa membedakan antara alih kode dan campur kode, namun beberapa ahli bahasa yang lain hanya mengenal satu istilah saja untuk menyebut dua gejala kebahasaan tersebut, yaitu alih kode. Kedua istilah tersebut sama-sama merujuk pada hal yang sama, yakni masuknya unsur-unsur bahasa lain pada tuturan seorang dwibahasawan. Walaupun merujuk pada hal yang sama, namun sebenarnya terdapat perbedaan yang jelas antara alih kode dan campur kode. Objek penutur dalam penelitian ini adalah penutur yang merupakan pendatang dari pulau Madura dan menggunakan bahasa Madura yang tinggal di kota Pontianak provinsi Kalimantan Barat dan berusia antara 20-60 tahun. Pembatasan penutur dari luar daerah Kalimantan Barat didasarkan pada alasan bahwa bahasa ibu/bahasa pertama (B1) yang mereka miliki bukanlah bahasa lokal yang ada di kota Pontianak. Ketika para pendatang dari pulau Madura tersebut datang ke kota Pontianak, maka terjadilah kontak bahasa yang memungkinkan munculnya alih kode dan campur kode. Kata Kunci: Alih kode, campur kode, masyarakat bahasa, bahasa Madura, sosiolinguistik 
Media Pembelajaran POP-UP BOOK Kelas V SDN 181 Curio yang Kreatif dan Inovatif Umiyati Jabri; Aan Sukaryadi; Andika Andika; Sri Yustika Amin; Arni Arni; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 2 No 2 (2020): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada mengembangkan media pembelajarandalambentuk Pop Up Book yang kreatif dan Inovatif interaktif pada bidang kognitif dengan tema Lingkungan untuk siswa kelas 5 SDN 181 Curio. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah penelitian yaitu: (1) Observasi, (2) Penelitian dan pengumpulan data; (3) Perencanaan ; (4) Pengembangan draft produk (5) Uji cobalapanganawal/permulaan ; (5) Perbaikan hasil uji coba ; (6) Uji coba lapangan; dan (7) Penyempurnaan produk hasil uji cobalapangan. Intrumen yang digunakanadalahkuesionertentang media yang dibuat dan penilaianuntukaspekkemenarikan, efesiensi, dan efektifitas media. Teknik analisis data yang digunakanadalahanalisiskualitatif dan kuantitatifberupapersentase. Hasil penelitiandidapatkan 90,58% untukvalidasiahlimateri dan 95% untukahli media; 95,83% untukaspekkemenarikan, 80,56% untukaspekefesiensi, dan 88% untukaspekefektifitas pada uji cobapermulaandengan 6 orang siswasebagaisampel; dan rentang 80-100% untukketigaaspekpenilaiantersebut pada uji cobalapangan. Hasil inimenunjukkanbahwa media yang dikembangkanlayakuntukdigunakan dan dimanfaatkansebagai salah satualternatif media pembelajaranbidangkognitifuntuksiswakelas 5 SDN 181 Curio.
VALUASI EKONOMI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) DI KOTA TARAKAN Galih Yogi Rahajeng; Etty Wahyuni MS; Arni Arni
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i2.1554

Abstract

ABSTRACT The benefits that we can see from mangrove forest in Conservation Area for Mangrove and Proboscis (KKMB) are socio-ecological, socio-economic, and socio-cultural aspects. The economic value of natural resources are non-market promotion or cannot be offered. Based on these problems, this study aims to provide economic valuation mangrove forests in KKMB using the Travel Cost Method (TCM) and Willingness to Pay (WTP) analysis by visitors to support conservation of the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City. In this study used 100 respondents who were KKMB visitors. The sampling method used are the accidental and quota sampling. The result shown that the total cost of the trip is IDR 2,033,000 and the economic value of the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in the Tarakan City with the average travel cost method of respondents / visitors is IDR 20,330. Based on the calculation results obtained TWTP value (Total Willingness to pay) respondents Conservation Area for Mangrove and Proboscis of Rp 348,752,600 / Year, where the population is the number of visitors to the Bekantan Mangrove Conservation Area in Tarakan City. Keywords: Conservation of mangrove, Travel Cost Method, Willingness to Pay, Economic Valuationn ABSTRAK Hutan mangrove di Kawasan Konservasi  Mangrove dan Bekantan (KKMB) kota Tarakan memiliki nilai manfaat yang dapat kita lihat dari beberapa aspek yang terkait yaitu aspek sosio-ekologis, sosio-ekonomis, dan sosio-kultural. Nilai ekonomi sumber daya alam yang menawarkan keindahan alam, pada umumnya bersifat non-market atau tidak dapat diperdagangkan. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian  ekonomi hutan mangrove di Kota Tarakan dengan teknik valuasi ekonomi dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan (TCM) dan Analisis WTP (Willingness to pay) kesediaan membayar oleh pengunjung terhadap pemanfaatan Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan di Kota Tarakan. Dalam penelitian ini menggunakan 100 responden yang merupakan pengunjung KKMB. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel akedensial dan kuota. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa  Total biaya perjalanan yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 2.033.000 dan nilai ekonomi Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan Kota Tarakan dengan metode biaya perjalanan rata-rata responden /pengunjung adalah Rp 20.330. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai TWTP (Total Willingness to pay) responden Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan sebesar Rp 348.752.600/Tahun, dimana populasinya merupakan jumlah pengunjung Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan di Kota Tarakan. Kata Kunci: Konservasi mangrove, Metode Biaya Perjalanan, Metode Kesediaan Membayar, Valuasi Ekonomi
PERAMALAN TREND KUNJUNGAN WISATAWAN DIKAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) DI KOTA TARAKAN Galih Yogi Rahajeng; Arni Arni
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i3.1561

Abstract

ABSTRACT Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City was built to preserve mangrove ecosystems and wildlife in its development and alternative ecotourism destinations. Based on the potential of Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City, therefore this study aims to predict the trend of tourist visits in Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City so that it can become the foundation for the development of Conservation Area for Mangrove and Proboscis inTarakan City in the future. In this study using respondents as many as 100 respondents who were Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City visitors. The sampling used method was accedential sampling and quota sampling. The result shown than visitors of Conservation Area for Mangrove and Proboscis inTarakan from 2018-2022 estimated to reach 164,888,5 visitors. The average decrease in visits per year is 978 people. Because of the facilities in the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City are inadequate, such as wooden bridge that begin to be damaged and slippery when it rains, lack of place to sit, cleanliness that has not been maintained, unsanitary toilets, and lack of parking areas, and reduced proboscis monkey. If there is no renovation and repair of facilities, visitors tend not to choose the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City as an alternative tourist attractions. Keywords: Conservation of mangrove, Ecotourism, Trend Analysis. ABSTRAK Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan (KKMB) dibangun dan memiliki tujuan sebagai pengembangan satwa liar dan ekowisata alternatif. Berdasarkan potensi yang ada, oleh karena itu maka penelitian ini bertujuan untuk meramalkan trend kunjungan wisatawan di KKMB agar dapat menjadi landasan dalam pengembangan KKMB di masa depan. Dalam penelitian ini menggunakan 100 responden yang merupakan pengunjung KKMB. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel akedensial dan kuota. Hasil Penelitian memperlihatkan pengunjung KKMB di Kota Tarakan dari 2018-2022 diperkirakan mencapai 164.888,5 orang. Penurunan rata-rata kunjungan per tahun adalah 978 orang. Karena fasilitas di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan  tidak memadai, seperti jembatan kayu yang mulai rusak dan licin saat hujan, kurangnya tempat duduk, kebersihan yang belum dijaga, toilet yang tidak bersih, dan kurangnya area parkir, dan  berkurangnya populasi bekantan. Jika tidak ada renovasi dan perbaikan fasilitas, pengunjung cenderung tidak memilih Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan di Kota Tarakan sebagai tempat wisata alternatif. Kata kunci: Konservasi mangrove, Ekowisata, Analisis Trend.