Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Pembelajaran Blended learning untuk Guru Sekolah Dasar Arwin Arwin; Yesi Anita; Yullys Helsa; Ary Kiswanto Kenedi; Ronald Fransyaigu
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : LPPM IKIP Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v6i1.664

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh guru SD dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemic covid-19. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses blended learning pada proses pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemic covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan untuk guru SD kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar sebanyak 30 orang. Kegiatan ini meliputi seminar hakikat pembelajaran Blended learning dan pelatihan penerapan pembelajaran blended learning untuk pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Hasil kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksankan proses blended learning pada proses pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemic covid-19. Implikasi pengabdian ini dapat dijadikan sebagai landasan bagi praktisi pendidikan untuk meningkatkan kualitas guru dalam menghadapi pembelajaran pada masa pandemic covid-19 ini.
Pembelajaran Tematik Berbasis Permainan Tradisional Aceh Untuk Menanamkan Karater Siswa Di Sekolah Dasar Ronald Fransyaigu; Bunga Mulyahati
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran tematik menjadi sangat penting ketika kita berbicara tentang kurikulum yang berlaku sekarang, dimana muatan pembelajaran tematik menjadi hal yang wajib dilaksanakan di semua jenjang pendidikan di sekolah dasar. Nilai-nilai budi pekerti dan moral peserta didik yang ditanamankan dalam pembelajaran tematik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi. Tujuan artikel ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang teori pendidikan karakter yang terkandung dalam permainan tradisional Aceh dalm pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Data-data yang dikaji dalam artikel ini merupakan konseptual berdasarkan penelusuran pustaka yang telah dilakukan. Hasil yang ingin dicapai berlandaskan pada gagasan pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal berpijak pada keyakinan bahwa setiap strategi dan teknik tertentu dikembangkan untuk menjalankan kehidupan sesuai konteksnya. Provinsi Aceh memiliki permainan tradisional yang kaya nilai, dapat menstimulasi tumbuh kembang anak, sebagai sarana edukasi anak dan menanamkan karakter.
Strategi Bengkel Literasi Dalam Menciptakan Pembelajaran Literasi Yang Efektif Di Sekolah Dasar Bunga Mulyahati; Ronald Fransyaigu
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang mengungkap mengenai rendahnya angka literasi di Indonesia salah satunya adalah penelitian “World”s Most Literate Nations” dari Central Connecticut State University (CCSU). Peringkat literasi Negara Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negera yang dilakukan survey. Studi ini dilakukan pada perilaku literasi berdasar pada lima indikator kesehatan literasi negara, dimana salah satu indikatotmya adalah pendidikan. Penggunaan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran literasi merupakan faktor pendukung terciptanya pendidikan literasi yang maksimal. Strategi bengkel literasi adalah strategi pengembangan keterampilan literasi yang menekankan pada pengoptimalan keterampilan literasi yang telah dimiliki siswa melalui program yang berkesinambungan dan terarah dengan dua aktivitas utama yakni membaca dan menulis. Pembelajaran literasi yang efektif perlu memperhatikan strategi mengajar serta pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan latar belakang siswa sehingga akan berdampak pada pencapaian kompetensi siswa.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM 5T + 1 A UNTUK MENINGKATKAN ANGKA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Ronald Ronald Fransyaigu; Asnawi .; Bunga Mulyahati
Jurnal Vokasi Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.78 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v2i2.726

Abstract

Kompetensi literasi dasar (menyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitung-memperhitungkan, dan mengamati- menggambar) sudah selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat mengingkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Selain itu, peserta didik mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks (lisan, tulis, visual). Metode kegiatan ini berupa pendampingan pemahaman dan keterampilan peningkatan literasi kepada para g uru S D di Kota Langsa. Setelah diberi pendampingan, selanjutnya mereka didampingi dan dibimbing untuk menerapkan program 5T + 1A dalam rangka meningkatkan literasi anak sekolah SD. Dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, terlihat program 5T + 1A bisa dijadikan salah satu program yang membantu guru dalam meningkatkan angka literasi siswa sekolah dasar apabila program tersebut dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan angka literasi yang diharapkan dalam pengabdian ini terukur dari meningkatnya ketrampilan yang mendukung literasi meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang cukup signifikan.Kata kunci : Literasi, Program 5t+1A, Pendampingan Guru, Angka Literasi Siswa SD
PENERAPAN INKUIRI MORAL BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MINANGKABAU “ALAM TAKAMBANG JADI GURU” UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA ronald fransyaigu
Jurnal Inovasi Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): Inovasi Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.286 KB) | DOI: 10.36706/jisd.v2i2.8614

Abstract

Abstract: This study was aim at analyzing the implementation of moral inquiry method in integrating the values of local wisdom Minangkabau society that used to form the character of the students in learning Citizenship Education in elementary school. This study used a qualitative approach with classroom action research methods and data obtained through observation, interviews, and observation sheets attitude. Subjects in this study were teachers and students of class V elementary school 18 Air Tawar Padang. Data analysis techniques used were data reduction, data presentation, drawing conclusions / verification. Results of the study revealed that the implementation method based on local wisdom moral inkuri Minangkabau to the character formation of students showed a good increase from the initial data obtained prior to action. Preliminary data indicated that the majority of students were in the stage of "Start Seen" for each character and the third cycle are in the stage of "entrenched" for each character, the average occupied 24 students from 28 students. The use of moral inquiry method can make the learning was presented in a concrete and contextual by providing moral discourse then learners find their own settlement discussions in accordance with the rules agreed upon in the formation of character. Keywords: Moral Inquiry, Citizenship Education Learning, Character Education, Local Wisdom Minangkabau
PENGUASAAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Ronald Fransyaigu; Bunga Mulyahati
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 2, No 1 (2018): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.228 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v2i1.16482

Abstract

Pendekatan saintifik/ilmiah merupakan proses pembelajaran yang menggunakan proses berpikir ilmiah. Pendekatan ilmiah dapat dijadikan sebagai jembatan untuk perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik. Para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan peserta didik lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong peserta didik untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebutuhan secara lebih jelas  dan mengetahui secara lebih mendalam mengenai  profil kemampuan guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik, sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan pembinaan guru sekolah dasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran.Penelitian ini menggunakan metode survey untuk mendapatkan data dari Sekolah Dasar se-Kota Langsa yang alamiah (bukan buatan) tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan pengumpulan data dengan cara mengedarkan kuesioner dan wawancara terstruktur. Penerapan metode statistik untuk mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data serta tenik menganalisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif dengan tidak bermaksud membuat generalisasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di dua SD ini sudah menunjukkan pemahaman yang baik tentang pendekatan saintifik. Pada proses pembelajaran langkah mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, sampai mengkomunikasikan sudah muncul dalam proses pembelajaran meskipun tidak secara berurutan.
DESAIN INKUIRI MORAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER NASIONALIS SISWA SD Bunga Mulyahati; Ronald Fransyaigu
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 2, No 2 (2018): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.751 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v2i2.25644

Abstract

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, bersikap dan bertindak. Pendidikan karakter di sekolah sudah menjadi Gerakan Nasional sejak tahun 2010, sejalan dengan itu pemerintah saat ini juga mencanangkan kebijakan yang dinamai Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk mengintegrasikan karakter dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga pendidikan di Indonesia kembali menempatkan karakter sebagai ruh dan dimensi yang sangat penting dan utama dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Ada lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama karakter bangsa yang dimaksud adalah Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan  DBR (Design-Based Research). DBR didefinisikan oleh Barab and Squire (2004) dalam Herrington, et.al (2007) sebagai“a seriesof approaches, with the intent of producing new theories, artifacts, and practices that accountfor and potentially impact learning and teaching in naturalistic settings”Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, bersikap dan bertindak. Pendidikan karakter di sekolah sudah menjadi Gerakan Nasional sejak tahun 2010, sejalan dengan itu pemerintah saat ini juga mencanangkan kebijakan yang dinamai Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk mengintegrasikan karakter dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga pendidikan di Indonesia kembali menempatkan karakter sebagai ruh dan dimensi yang sangat penting dan utama dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Ada lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama karakter bangsa yang dimaksud adalah Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan  DBR (Design-Based Research). DBR didefinisikan oleh Barab and Squire (2004) dalam Herrington, et.al (2007) sebagai“a seriesof approaches, with the intent of producing new theories, artifacts, and practices that accountfor and potentially impact learning and teaching in naturalistic settings”
PELATIHAN PEMBUATAN HALIA INSTAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT Asnawi Asnawi; Ronald Fransyaigu; Adi Bejo Suardi; Rapita Aprilia; Ary Kiswanto Kenedi
Global Science Society Vol 3 No 1 (2021): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v3i1.3149

Abstract

Instant gringer for now has a strategic health value where the raw material is very easy to obtain in the community and has properties and benefits in increasing personal immunity. However, it requires the skills of residents to process Halia Instant herbal drinks which can then be produced by considering the availability of raw materials at the farm level. This community service aims to help PKK members of the Simpang Peut Village PKK, Rantau Selamat District in understanding the various kinds of preparations of gringer raw materials and helping PKK members in increasing family economic income. This community service activity is targeted to be able to produce herbal beverage products and to produce knowledge about processing gringer raw materials into finished goods. In the long term, this service program is expected to foster independence for members of the Simpang Peut Village PKK, Rantau Selamat District and are also expected to have self-confidence and the ability to develop a business independently.
UTILIZATION OF MACHINE TECHNOLOGY IN INCREASING INSTANT GRINGER PRODUCTION Asnawi; Ronald Fransyaigu; Hanafiah; Ary Kiswanto Kenedi; Suheri
Global Science Society Vol 3 No 2 (2021): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gss.v3i2.4337

Abstract

The ginger industry in East Aceh district is widely developed through home industries which are an important part of small and medium industries. This industry is mostly done by housewives on the sidelines of their busy household. The "Halia Instans" industry is one of the small businesses that develops processed ginger products. The raw materials for Instant Ginger will be processed through the following production process, first the ginger is washed clean or the soil is gone, then drained for a few seconds, then the ginger is blended, then after blending the finely ground ginger is squeezed using a machine and processed or cooked with an existing recipe so that produce ginger extract.. the results of the implementation of activities Encourage partners to cooperate with related parties in order to increase the production and marketing of Instant Ginger and add facilities to help increase ginger commodities in the overseas safe area
PENGUATAN KOMPETENSI GURU DALAM PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR “E-KOMIK” DI SEKOLAH DASAR Asnawi Asnawi; Bunga Mulyahati; Ronald Fransyaigu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12255

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan wawasan serta meningkatkan profesionalisme guru di Kota Langsa dalam membuat bahan ajar yang menarik dan interaktif bagi siswa, terutama dalam membuat komik digital. Secara umum, kesulitan yang dialami oleh para guru dalam membuat komik digital adalah bagaimana membuat desain komiks ecara mudah dan menarik. Pada saartini di Kota Langsa guru-guru pada umumnya kesulitan menerapkan pendekatan, strategi, teknik, dan model pembelajaran serta mengembangkan media pembelajaran dan bahan ajar, khususnya dalam materi pendidikan politik. Kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar/dikte masih sangat rendah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Pertama, guru tidak memahami cara membuat dan mengembangkan bahan ajar. Kedua, masih kurangnya pelatihan pembuatan/pengembangan bahan ajar/dikte oleh instansi terkait. Ketiga, manfaat menjadi penulis tidak diketahui sebagai profesi alternatif selain sebagai tenaga pengajar oleh guru. Solusi masalah mitra antara lain a) Membuat pelatihan bagi guru SD untuk melakukan pengembangan bahan ajar berbasis digital dengan membuat E-Comics untuk siswa SD. b) Memberikan pendampingan kepada guru SD untuk melakukan pengembangan bahan ajar berbasis digital dengan membuat E-Comics untuk siswa SD. c) Pembuatan e-comic dalam mengoptimalkan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar.