Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

PELUANG DAN TANTANGAN INDUSTRI BERBASIS HASIL SAMPING PENGOLAHAN PADI Herodian, Sam
JURNAL PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.342 KB) | DOI: 10.33964/jp.v16i1.274

Abstract

Padi merupakan sumber makanan pokok bagi bangsa Indonesia. Ketersediaannya menjadi sangat penting seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Kebijakan dan teknologi untuk meningkatkan produksi padi dan nilai tambah pengolahan padi sangat diharapkan pada saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan beberapa peluang pengembangan hasil samping beras, baik yang sudah lazim maupun hal-hal yang baru. Produk yang diperkenalkan mulai yang dapat diproses secara sederhana maupun yang dihasilkan dengan menggunakan proses yang rumit Beberapa peluang dan tantangan industri berbasis hasil samping pengolahan padi dapat dirangkum sebagai berikut: Peluang produk, yaitu sekam dan jerami untuk pembangkit listrik, bokashi jerami, briket sekam, media tanam, dinding alternatif dan plafon super; bekatul untuk pakan, minyak, makanan bayi, pupuk; dedak untuk biodesel, dan pakan ternak. Sementara tantangan yang harus dihadapi adalah kesulitan pengumpulan bahan baku, berani mengambil resiko, berani melakukan terobosan dalam penggunaan produk baru dan meluruskan tatanan agribisnis perberasan yang ruwet.
Pengembangan Buru Hotong {Setaria Italica (L) Beauv) Sebagai Sumber Pangan Pokok Alterna Herodian, Sam
JURNAL PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.748 KB) | DOI: 10.33964/jp.v17i3.265

Abstract

Buru Hotong merupakan tanaman yang tumbuh subur di Pulau Buru dan telahdimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sumber karbohidrat alternatif. Namun pemanfaatannya masih sangat sederhana akibat dari belum diketahuinya pola pemanfaatan dalam bentuk yang lain. Pada tulisan ini diperkenalkan teknologi yang sudah dikembangkan, sehingga dapat membuka peluang pengembangannya lebih jauh, baik oleh masyarakat setempat maupun oleh masyarakat di tempat lain. Sifatnya yang mirip rumput, membuat tanaman inimudah tumbuh dimana saja, termasuk di daerah marginal sekalipun. Kandungan gizi Buru Hotong sangat baik, dimana karbohidratnya mirip dengan beras namun kadar protein dan lemaknya lebih tinggi. Biji hotong mengandung komponen bioaktif yang mempunyai sifat antioksidan, antara lain adalah tanin dan vitamin E. Tanin merupakan polifenol, salah satu antigizi yang terkandung di dalam bahan makanan. Komponen ini terutama banyak terkandung pada kulit arinya. Bentuknya yang sangat kecil membutuhkan penangan pascapanen yang khusus, pada tulisan ini diperkenalkan sedikit mengenai teknologi pengupasan kulit dan penepungannya. Pada tulisan ini juga diperkenalkan teknologi proses yang sudah dikembangkan dengan berbasis Buru Hotong, yaitu pembuatan cookies, mi instan dan bubur instan. Pada jenis makanan tertentu tepung Buru Hotong dapat digunakan 100% tanpa campuran tepung yang lain, namun untuk jenis makanan lain yang memiliki karakteristik tertentu masih diperlukan pencampuran.
Pengembangan Buru Hotong {Setaria Italica (L) Beauv) Sebagai Sumber Pangan Pokok Alterna Sam Herodian
JURNAL PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v17i3.265

Abstract

Buru Hotong merupakan tanaman yang tumbuh subur di Pulau Buru dan telahdimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sumber karbohidrat alternatif. Namun pemanfaatannya masih sangat sederhana akibat dari belum diketahuinya pola pemanfaatan dalam bentuk yang lain. Pada tulisan ini diperkenalkan teknologi yang sudah dikembangkan, sehingga dapat membuka peluang pengembangannya lebih jauh, baik oleh masyarakat setempat maupun oleh masyarakat di tempat lain. Sifatnya yang mirip rumput, membuat tanaman inimudah tumbuh dimana saja, termasuk di daerah marginal sekalipun. Kandungan gizi Buru Hotong sangat baik, dimana karbohidratnya mirip dengan beras namun kadar protein dan lemaknya lebih tinggi. Biji hotong mengandung komponen bioaktif yang mempunyai sifat antioksidan, antara lain adalah tanin dan vitamin E. Tanin merupakan polifenol, salah satu antigizi yang terkandung di dalam bahan makanan. Komponen ini terutama banyak terkandung pada kulit arinya. Bentuknya yang sangat kecil membutuhkan penangan pascapanen yang khusus, pada tulisan ini diperkenalkan sedikit mengenai teknologi pengupasan kulit dan penepungannya. Pada tulisan ini juga diperkenalkan teknologi proses yang sudah dikembangkan dengan berbasis Buru Hotong, yaitu pembuatan cookies, mi instan dan bubur instan. Pada jenis makanan tertentu tepung Buru Hotong dapat digunakan 100% tanpa campuran tepung yang lain, namun untuk jenis makanan lain yang memiliki karakteristik tertentu masih diperlukan pencampuran.
PELUANG DAN TANTANGAN INDUSTRI BERBASIS HASIL SAMPING PENGOLAHAN PADI Sam Herodian
JURNAL PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v16i1.274

Abstract

Padi merupakan sumber makanan pokok bagi bangsa Indonesia. Ketersediaannya menjadi sangat penting seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Kebijakan dan teknologi untuk meningkatkan produksi padi dan nilai tambah pengolahan padi sangat diharapkan pada saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan beberapa peluang pengembangan hasil samping beras, baik yang sudah lazim maupun hal-hal yang baru. Produk yang diperkenalkan mulai yang dapat diproses secara sederhana maupun yang dihasilkan dengan menggunakan proses yang rumit Beberapa peluang dan tantangan industri berbasis hasil samping pengolahan padi dapat dirangkum sebagai berikut: Peluang produk, yaitu sekam dan jerami untuk pembangkit listrik, bokashi jerami, briket sekam, media tanam, dinding alternatif dan plafon super; bekatul untuk pakan, minyak, makanan bayi, pupuk; dedak untuk biodesel, dan pakan ternak. Sementara tantangan yang harus dihadapi adalah kesulitan pengumpulan bahan baku, berani mengambil resiko, berani melakukan terobosan dalam penggunaan produk baru dan meluruskan tatanan agribisnis perberasan yang ruwet.