arista adityasari putri
STIKes Karya Husada Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sambiroto Tembalang arista adityasari putri; Amrih Widiati; Uta Alita Marsanti Wayor
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.139 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.122

Abstract

Menurut  Depkes  RI  (2014) pada tahun 2014 tercatat penderita DBD di 34 propinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan tahun 2013 dengan jumlah penderita 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasy experiment). Desain penelitian ini adalah Pre Post test non with control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di RW V Kelurahan Sambiroto Tembalang Semarang sebanyak 54 kepala keluarga. Sampel sebanyak 48 responden dengan teknik sampling menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Kuesioner berisi pengetahuan tentang pencegahan DBD. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Umur responden rata-rata adalah 34,02 tahun, jenis kelamin sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 39 (81,2%), pendidikan terakhir sebagian besar adalah SLTA sebanyak 36 (75%), pekerjaan sebagian besar bekerja sebanyak 28 (58,3%) dan tingkat pendapatan responden sebagian besar diatas UMR (Rp 1.685.000) sebanyak 26 (54,2%). Pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sebelum pendidikan kesehatan rata-rata adalah 9,94. Pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sesudah pendidikan kesehatan rata-rata adalah 13,98. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hubungan Antara Stimulasi Alat Permainan Edukatif Dengan Perkembangan Motorik Kasar Dan Halus Anak Usia Pre School Di Sekolah TK Kabupaten Tegal Feti Ariskha; Arista Adityasari Putri; Dwi Indah Iswanti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v3i1.458

Abstract

Kondisi Indonesia akhir tahun 2013, anak usia 4-6 tahun yang belum terlayani pendidikannya ada 13,0 juta (63,46%)  dari  17,6  juta.  Hasil  penelitian  /  kajian  yang  dilakukan  oleh  pusat  kurikulum,  balitbangnas menunjukkan bahwa hamper seluruh aspek perkembangan anak yang masuk Taman Kanak-Kanak mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dari pada anak yang tidak masuk Taman Kanak-Kanak di kelas 1 Sekolah Dasar. Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  hubungan  antara  Alat  Permainan  Edukatif  dengan  perkembangan motorik kasar dan halus anak usia pre school di sekolah TK Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan kuantitatif, desain case control dengan pendekatan restrospective. Populasi responden sebanyak 130 responden dengan teknik proportionate stratified random sampling, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan stimulasi Alat Permainan Edukatif dengan perkembangan motorik halus p-value fisher exact = 0,026 < 0,05 dan stimulasi Alat Permainan Edukatif dengan perkembangan motorik kasar  p-value fisher exact = 0, 002 < 0,05. Ada hubungan antara stimulasi Alat Permainan Edukatif dengan perkembangan motorik halus dan kasar anak usia pre school. Kata Kunci : Alat Permainan Edukatif, Perkembangan, Motorik Kasar, Motorik Halus, Anak usia pre school RELATIONSHIP BETWEEN EDUCATIONAL GAME STIMULATING WITH GROUND AND FINE MOTOR DEVELOPMENT OF PRE SCHOOL AGE CHILDREN IN TK SCHOOL, TEGAL REGENCY ABSTRACT Indonesia condition late 2013, children aged 4-6 years who have not served their education there are 13.0 million (63,46%) from 17.6 million. Results of research / studies carried out by the central curriculum, balitbangnas shows that almost all aspect of child development that enter Kindergarten has a higher ability than children who do not attend kindergarten in grade 1 primary school.  To determine the relationship between Games Educational tool with gross and fine motor development of pre-school age children in kindergarten Tegal. This study uses a quantitative, case control design with a retrospective approach. The population of respondents as many as 130 respondens with proportionate stratified random sampling, sample size of 30 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate using chi square test. Result showed stimulation games educational tool with fine motor development fisher exact p-value = 0.026<0.05 and stimulation games educational tool with gross motor development fisher exact p-value=0.002<0.05. there is a relationship between stimulation games educational tool with the development of fine and gross motor pre-school age childreen. Keywords : Games Educational Tool, Development, Motor Coarse, Fine motor skills, pre-school age children.
Pengalaman Penderita Hipertensi MengkonsumsiTeh Roselladi UresosPucang Gading Semarang YUNANI YUNANI; Arista Adityasari Putri; M Jamaluddin
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.615 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.140

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolinya diatas 90 mmHg. Hipertensi pada populasi lansia didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg. . Salah satu pengobatan non farmakologis yang telah dilakukan lansia adalah dengan mengkonsumsi teh rosella. Banyak studi yang memperlihatkan efektifitas rosella pada berbagai organ. Hal ini dikarenakan efek anti radikal yang dimiliki oleh kandungan rosella didalamnya mampu mengurangi radikal bebas yang terbentuk dalam aliran darah. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman penderita hipertensi mengkonsumsiteh rosella sebagai terapi. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini adalah lansia penderita hipertensidi URESOS Pucang Gading Semarang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar partisipan merasakan keluhan hipertensi seperti : pusing, kaku pada leher, sulit tidur dan badan sempoyongan. Pengalaman mengkonsumsi teh rosella didapatkan sebagian besar partisipan mengalami penurunan/berkurangngya keluhan hipertensi.Kata Kunci:  Pengalaman; Rosella; Hipertensi