Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh“VISIP - HB” Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Hepatitis B Wanita Pra Konsepsi Anjar Astuti; Dina Dewi Anggraini
Jurnal SMART Kebidanan Vol 8, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v8i1.439

Abstract

Indonesia menjadi negara dengan penderita Hepatitis B ketiga terbanyak di dunia, sebanyak 28 juta penderita. Penyakit Hepatitis B dapat menyerang semua umur, tidak terkecuali ibu hamil. Jika janin terinfeksi virus hepatitis B dapat mengakibatkan bayi prematur, BBLR, kelainan anatomi dan fungsi tubuh bayi. Salah satu faktor penyebab tingginya kejadian hepatitis B adalah rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut. video animasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang hepatitis B dan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan media lain. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh “VISIP - HB” terhadap perubahan pengetahuan dan sikap pencegahan Hepatitis B wanita pra konsepsi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental research dengan sampel 50 wanita pra konsepsi. Analisis bivariate dengan independent t-test. Hasil menunjukkan ada perbedaan pengetahuan wanita pra konsepsi tentang pencegahan hepatitis B pada kehamilan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai p 0,000. Ada perbedaan sikap wanita pra konsepsi tentang pencegahan hepatitis B saat hamil pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan nilai p 0,000. Ada pengaruh “VISIP - HB” terhadap perubahan pengetahuan dan sikap wanita pra konsepsi dalam mencegah hepatitis B saat hamil. Kata kunci: pengetahuan; sikap; video; wanita pra konsepsi The Effect of "VISIP - HB" on Knowledge and Attitude Changes of Hepatitis B Prevention in Pre-Conception Women ABSTRACTIndonesia is the country with the third most hepatitis B sufferers in the world, with 28 million sufferers. Hepatitis B disease can attack all age level, including pregnant women. If the fetus is infected with the hepatitis B virus, it can cause premature babies, low birth weight babies, anatomical and baby body functions abnormalities. One of the factors causing the high incidence of hepatitis B is the lack of knowledge and public awareness of the disease. Animated video is one of the media that can be used to increase knowledge to the public about hepatitis B and has many advantages compared to other media. The purpose of this study was to analyze the effect of "VISIP - HB" on knowledge and attitudes changes of prevention of Hepatitis B in pre-conception women. This study used a quasi-experimental research design with a sample of 50 pre-conception women. Bivariate analysis test used independent t-test. The results showed that there was a difference in the knowledge of pre-conception women about preventing hepatitis B in pregnancy in the control group and the treatment group with a p value of 0.000. There were differences in the attitudes of pre-conception women about preventing hepatitis B during pregnancy in the control group and the treatment group with a p value of 0.000. There is an effect of "VISIP - HB" on changes in knowledge and attitudes of pre-conception women in preventing hepatitis B during pregnancy.  Keywords: knowledge; attitude; videos; pre-conception woman
Pendampingan dan Pelatihan Media Buku Saku oleh Kader Sebagai Motivator Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Rumah Tangga Anjar Astuti; Krisdiana Wijayanti; Emi Murniati; Herlina Tri Damailina
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v6i2.7561

Abstract

Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih rendah, diantaranya disebabkan rendahnya pengetahuan ibu dan kurangnya kesadaran. Peran kader dalam kesehatan yaitu sebagai pelaku penggerakan masyarakat dalam peningkatan kesehatan ibu bayi. Masalah yang dialami kader yaitu kurangnya pengetahuan dan cara untuk melakukan monitoring pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui. Media buku saku sebagai  motivator  keberhasilan pemberian  ASI pada ibu rumah tangga dan dapat digunakan untuk  meningkatkan pengetahuan kader.  Tujuan pengabmas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader serta dapat digunakan untuk memonitoring pemberian ASI secara Ekslusif. Sasaran pada pengabdian  masyarakat ini adalah ibu kader di Desa Sidomulyo yang berjumlah 37 orang. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di lakukan di desa Sidomulyo. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada para kader dalam penggunaan buku saku sebanyak 2x pertemuan serta pembentukan kader sang motivator ASI Eksklusif. Evaluasi dilakukan pada hari ke-2 pengabmas dengan tes pengetahuan dan praktek melakukan monitoring pemberian ASI Eksklusif. Monitoring pengabmas dilakukan setiap bulan selama 3 bulan saat posyandu. Hasil : uji paired t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dengan nilai signifikan p=0.000 (p0.05) dan ada perbedaan ketrampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan p=0.000 (p0.05). Simpulan : Ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam memonitoring pemberian ASI Eksklusif. Saran: kegiatan pengabmas bisa dilaksanakan secara kontinue agar kader dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dalam memotivasi ibu untuk menyusui secara Eksklusif dan memonitoring pemberian ASI Eksklusif  sehingga ibu menyusui sukses memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.
ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MENGHAMBAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU RUMAH TANGGA Anjar Astuti; Erna Widiastuti; Komariyah Komariyah; Aulia Fatmayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v4i2.84

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam tingginya AKB di Indonesia adalah gizi buruk dan diare. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian ASI pada bayi secara eksklusif. Di Indonesia dari 96% perempuan yang menyusui bayinya hanya 29,5% yang menyusui secara eksklusif. Di Jawa Tengah tahun 2016 cakupan pemberian ASI eksklusif hanya sekitar 42,7%, masih dibawah target Propenas sebesar 80%. Hasil penelitian Bahryah (2017) dari 115 sampel ibu rumah tangga hanya 52 (32,4%) yang menyusui secara eksklusif. Padahal ibu rumah tangga tidak ada keterikatan waktu kerja seperti ibu yang bekerja diluar rumah sehingga mempunyai banyak waktu luang untuk menyusui bayinya secara eksklusif. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif pada ibu rumah tangga. Metode Penelitian: penelitian ini merupakan kuantitatif observasional analitik, pendekatan retrospektif. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 63 ibu rumah tangga yang menyusui dengan usia anak 6-24 bulan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil Penelitian: pada variabel dukungan tempat pelayanan kesehatan, masalah laktasi, dukungan keluarga, pengetahuan dan promosi susu formula mempunyai nilai p < 0.05. Kesimpulan: Ada hubungan secara signifikan antara dukungan tempat pelayanan kesehatan, masalah laktasi, dukungan keluarga, pengetahuan dan promosi susu formula ibu tentang ASI Eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu rumah tangga. Peneliti menyarankan kepada ibu rumah tangga untuk memperhatikan factor factor apasaja yang dapat menghambat pemberian ASI Eksklusif, sehingga ibu umah tangga dapat berhasil dalam memberikan ASI secara Eksklusif.
The Relationship Between Mother's Pregnancy History and Baby's Birth to the incidence of stunting in infants Anjar Astuti; Yanik Muyassaroh; Murti Ani
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol 2, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Prodi DIII Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.855 KB) | DOI: 10.31983/jomisbar.v2i1.5934

Abstract

One of the nutritional problems faced by children under five in the world, especially in developing countries is stunting. The problem of stunting in infants can have an impact on intellectual decline, increase the risk of non-communicable diseases, giving birth to babies with low birth weight and the risk of degenerative diseases in the future. So it is necessary to take preventative measures in order to reduce the stunting prevalence rate that is increasing every year. The purpose of this study: to determine the relationship between maternal pregnancy history and the history of the baby's birth to the incidence of stunting in infants. Research methods: using a retrospective cohort design with a sample of 85 mothers who have stunting toddlers. Results: Analysis of data using the chi square test of birth length (p = 0,000 0.05) has a relationship with the incidence of stunting while anemia during pregnancy (p = 0.212 0.05), chronic energy shortages during pregnancy (p = 0.837 0.05) and low birth weight (p = 0.297 0.05) had no relationship with the incidence of stunting. Conclusion: there was no significant relationship between maternal pregnancy history (Anemia and KEK), history of birth of the baby (LBW) and nutritional care patterns (accuracy of breastfeeding MP) with the incidence of stunting in infants. There is a significant relationship between the history of the birth of a baby (length of body birth) can cause stunting in infants. Suggestion: the results of this study can be taken into consideration to conduct early intervention appropriately to reduce the stunting rate in Blora Regency. Keywords: History of maternal pregnancy, history of baby's birth, toddler stunting.