Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KAJIAN DESAIN TENUN AKAR WANGI GARUT DALAM PENINGKATAN UKM SETEMPAT (Studi Kasus: Produk Kriya Rahayu Akar Wangi di Garut) Mandhe Sekar Nurindah; Dian Widiawati
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 10, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v10i1.5290

Abstract

Fragrant roots is one of the commodity plants in Garut. The fragrant roots are often used as handicraft materials such as handicrafts of fragrant root dolls, prayer mats, tablecloths, tissue boxes and bags. Fragrant root Weaving is much in demand by tourists visiting Garut, because that is why fragrant root Weaving has great potential to be able to compete in this era of creative economy. In this research, product design development of this area needs to be analyzed further related to the design that has been issued. So that the processing of fragrant root weaving in the future can become more developed in the modern craft world of Indonesia. In this research using descriptive qualitative research method. This research by using ATUMICS model where to describe the elements contained in the product fragrant root weaving. This ATUMICS model serves as the basis for design development by studying artifacts/products/crafts, manufacturing techniques, utilities, materials, icons, concepts, and shapes. Akar wangi merupakan salah satu tanaman komoditi di Garut. Akar wangi tersebut sering digunakan sebagai bahan kerajinan tangan seperti kerajinan boneka akar wangi, sajadah, taplak meja, kotak tissue dan tas. Tenun akar wangi ini banyak diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Garut, karena hal itulah Tenun akar wangi ini memiliki potensi besar untuk dapat bersaing di era ekonomi kreatif ini. Dalam penelitian ini pengembangan desain produk daerah ini perlu di analisa lebih lanjut terkait desain yang selama ini dikeluarkan. Sehingga pengolahan tenun akar wangi ini kedepannya dapat menjadi lebih berkembang di dunia kriya modern Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan model ATUMICS untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat di dalam produk kriya tenun akar wangi. Model ATUMICS ini dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan desain dengan mempelajari artefak/produk/kriya, teknik pembuatan, utilitas, material, icon, konsep, dan bentuk. 
PENGEMBANGAN PRODUK RAGA DAYANG MENJADI TAS ROTAN KONTEMPORER Arthur A. Sembiring; Andar Bagus Sriwarno; Dian Widiawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 1 (2020): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v9i1.16916

Abstract

AbstrakRaga dayang adalah salah satu dari sekian banyak produk kerajinan tradisional Karo. Raga dayang merupakan produk kerajinan anyaman rotan. Desa Kuta Male adalah salah satu desa perajin raga dayang. Produk ini merupakan produk pelengkap dalam pernikahan adat Suku Karo. Dahulu, merupakan sarana bawa bagi perempuan Karo bila bepergian maupun berbelanja. Sekarang ini, masyarakat Karo pada umumnya sudah tidak lagi memiliki produk tradisional ini. Jumlah perajinnya semakin berkurang. Hal ini dapat berdampak pada tradisi menganyam rotan di Kabupaten Karo lambat laun menuju kepunahan. Tidak adanya inovasi desain yang sesuai dengan perkembangan zaman merupakan faktor penyebab kepunahan tersebut. Pengembangan produk raga dayang menjadi tas rotan kontemporer bertujuan untuk mengangkat kembali keterampilan perajin raga dayang dan salah satu budaya lokal masyarakat Karo dalam gaya desain kontemporer. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan eksperimental dan ATUMICS. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengolah data awal hingga peneliti menemukan teknik/cara menganyam, corak anyaman, ornamen, bentuk dasar, dan cara pembuatan raga dayang, setelah itu peneliti menggunakan metode ATUMICS dalam melakukan pengembangan desain. Selanjutnya desain-desain tersebut diujicoba (eksperimental) sehingga menghasilkan purwarupa (prototype). Hasil penelitian menunjukkan raga dayang dapat dikembangkan menjadi produk rotan alternatif dengan ciri khas ornamen Karo.Kata Kunci: pengembangan, raga dayang, anyaman, rotan.AbstractRaga Dayang is one of the many traditional Karo craft products. Raga Dayang is a rattan wicker craft product. Kuta Male Village is one of the village craftsmen Raga Dayang. This product is a complementary product in the traditional wedding of Karo people. Previously, it was a means of carrying for Karo women when traveling or shopping. Nowadays, Karo people in general are no longer having this traditional product. The number of craftsmen is decreasing. It has an impact on the tradition of weaving rattan in Karo district gradually towards extinction. The absence of design innovations that are in accordance with the times is a factor in the extinction. The development of Raga Dayang products into contemporary rattan bags aims to revive the skills of the Raga Dayang craftsmen and one of the local cultures of the Karo people in a contemporary design style. The research method used in this research is descriptive qualitative through an experimental approach and ATUMICS. Descriptive qualitative method is used to process preliminary data until the researcher finds the weaving techniques, patterns of weaving, ornaments, basic shapes, and how to manufacture the Raga Dayang, after that researchers use the ATUMICS method in conducting design development. Furthermore, the designs were tested (experimental), resulting in prototypes. The results showed Raga Dayang can be developed into an alternative rattan product with the characteristic of Karo ornaments. Keywords: development, raga dayang, woven, rattan..
PENERAPAN TEKNIK DOUBLE WEAVING SEBAGAI SIRKUIT TEKSTIL BENANG KONDUKTIF UNTUK KAIN E-TEXTILES Innamia Indriani; Sabrina Ilma Sakina; Dian Widiawati
Arena Tekstil Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : Balai Besar Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31266/at.v36i1.6905

Abstract

Kemunculan dan perkembangan smart textiles memberikan inovasi yang menjanjikan karena bidang busana, sains, dan teknologi bergabung serta memberikan perubahan pada industri tekstil. Kebutuhan akan tekstil tidak hanya sebatas untuk melindungi tubuh dan estetika, namun fungsionalitas tekstil juga mulai dibutuhkan. E-textiles menjadi salah satu bagian dari smart textiles yang diteliti dikarenakan integrasi antara elektronik dan tekstil menjadi potensi untuk diteliti dengan berhasil dihasilkannya benang yang dapat berfungsi secara elektronik serta potensinya sebagai komponen dari Internet of things (IoT) di masa depan. Perkembangan e-textiles tidak lepas dari peran berbagai bidang salah satunya tekstil. Perkembangan teknologi mendorong para perancang dan perajin tekstil untuk mengembangkan batas-batas keterampilan tradisional dan memberikan daya cipta baru karena memiliki wawasan tentang pemanfaatan metode kerajinan dan teknologi maju, dan menyeimbangkannya dengan berbagai spesialisasi dan pendekatan tekstil. Pengintegrasian tekstil dengan elektronik menghasilkan banyak produk dengan berbagai macam teknik fabrikasi yang dapat dilakukan, salah satunya sirkuit listrik. Dengan teknik tenun double-weaving, tidak hanya mengembangkan teknik tradisional tersebut namun juga mengintegrasikan kain dengan teknik tersebut menjadi suatu produk kain e-textiles dengan menjadikan kain tersebut sebagai sirkuit listrik dan alur untuk benang konduktif. Berbagai macam struktur yang dapat dihasilkan dengan teknik tersebut tidak hanya menghasilkan kain dari segi fungsi namun juga dari segi estetika.
THE UTILIZATION OF BATIK PATTERN AND NATURAL DYES AS VALUATION OF THE LOCAL VALUE IN BATIK SOCIETY Dian Widiawati
Jurnal Sosioteknologi Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2018.17.2.3

Abstract

The global awareness in saving the environment and the appreciation towards the values of local wisdom and particular cultures opens up opportunities for the development of natural materials. Products that are considered eco-friendly for its sustainability draws interest of many consumers, one of which includes naturally dyed textile products. By conducting natural dyes in this following research, it is stated not only to be conducted by its environmental issues but also studies upon its trends and local genius. Dusun gempol, kec. Limbangan, kabupaten kendal, is a village located in the center of java among the slopes of west Gunung (mount )Ungaran. This region has varieties of potentials which are gained through aspects including natural and community resources. Both aspects are known to be active in various activities in preserving their nature and culture. There are diverse issues in improving the qualities of batik in this region. The limitation of knowledge and technology is one of the obstacles in gaining good quality materials and wide range of colors. Furthermore,there is a lack of understanding upon the material characteristics which also lead to a disadvantage. Therefore, product diversification is needed by improving the techniques in designing batik (based on local values) to gain the local's ability in producing interesting ornaments that symbolize their culture. Through this research, it is expected to stand as an asset in developing creative natural products in the hope of improving prosperity upon the region's batik crafters, as well as an alternative in solving environmental issues.
Eksplorasi Reka Struktur Pada Pemanfaatan Limbah Kain Twill Gabardine Liandra Khansa Utami Putri; Dian Widiawati
JURNAL RUPA Vol 5 No 2 (2020): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v5i2.2944

Abstract

Starting from the phenomenon of increasing patchwork waste generated from garment factories or the so-called convection industry in DKI Jakarta, according to the Ministry of Industry (2020) in Indonesia there are 1,535 factories which are still actively producing and also have a variety of patchwork waste . During the production period, it will produce a large amount of solid waste due to high sales. According to the survey data one of the research sites is the convection industry / garment factory PT. Farah Textile, located in East Jakarta, where there is a waste waste in the factory which amounts to approximately ± 750 kilo grams per month, waste wastes produce various kinds of pieces. Not all types of waste can be sold. While factory workers are less than optimal in utilizing the remaining patchwork waste, so there is a lot of patchwork waste left over and cannot be treated. The data collection methodology in this study uses a qualitative approach and an experimental method. There will be several stages of research to be carried out, in order to complete the data for research. Qualitative approaches and experimental methods will be applied to this waste research study. From the design process to be achieved in order to be able to reprocess the waste patchwork variant, so that it becomes a material sheet that is made optimally, into a fashion product concept and also produces good economic value. In making a fashion product that is used as a business opportunity, to increase the economic value of a product made (up-cycled). Aim to maintain the environment and create a zero waste product. The results of this exploration study aim to be able to treat the waste waste that is quite a lot in the factory environment, with different sizes and has been classified according to needs. With the aim of creating a new sheet of fabric and can be applied to a fashion product.
BAHAN ALAM ENGOBE SEBAGAI SOLUSI MASALAH PEWARNA PRODUK KERAJINAN KERAMIK HIAS PLERED KABUPATEN PURWAKARTA Deni Yana; Dian Widiawati; Wanda Listiani
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i3.390

Abstract

The need of applying local raw material and natural dye in ceramics production, especially on its decorating stage, implemented by making model for industrial partner, is to reduce production cost. It is caused by the present condition of craftsmen in ceramics center Plered who are overwhelmed by the high price of glaze and paint. This research used experimental method. Its independent variable is natural dye (engobe) treated in decorative ceramics. The result of this research shows several innovations in color and texture in Plered decorative ceramic products that can improve their quality and selling price.   Keywords: Decorative Ceramics, Exploration, Engobe, Plered___________________________________________________________________Perlunya penerapan bahan baku pewarna local dan natural pada proses pembuatan keramik, khususnya pada tahap dekorasi, yang diimplementasikan dengan pembuatan model pada mitra industri untuk mengurangi harga produksi keramik. Penerapan material ini didasarkan pada kondisi industri kerajinan keramik Plered dimana perajinnya sudah merasa keberatan dengan biaya produksi keramik dengan pewarna glasir dan cat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variabel bebas pewarna alam (Engobe) yang di treatment pada keramik hias.Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai inovasi warna dan tekstur pada produk kerajinan keramik Plered untuk meningkatkan kualitas dan harga jual produk kerajinan keramik hias Plered.Kata Kunci: Keramik Hias, Eksplorasi, Engobe, Plered
PERANCANGAN PRODUK FASHION BAGI MASYARAKAT URBAN INDONESIA DENGAN PEMANFAATAN TENUN LURIK JAWA PEDAN Wenny Anggraini Natalia; Dian Widiawati; Agus Sachari
Serat Rupa Journal of Design Vol 3 No 2 (2019): SRJD-JULY
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.174 KB) | DOI: 10.28932/srjd.v3i2.1002

Abstract

The existence of Javanese Pedan lurik weaving which is one of the Indonesian cultural heritages that needs to be preserved in this modern era. Using the method of observation, visual analysis and experimentation, it is designed to revitalize fashion products by utilizing Javanese lurik woven cloth intended for Indonesian urbanites with a character of young spirit, full of locality, and love of culture. Sustainable design methods become a solution by considering the impact on the natural and social environment at each stage, which will later be related to the economy of the community. Through this article, it is hoped that it will enrich the development of fashion products with Indonesian cultural nuances that will increase the selling power of Javanese lurik woven into the wider community. In addition, using revitalized Javanese Pedan motifs and patterns that have been revitalized, it is hoped that the public will become more aware that there are still regional motifs and patterns that are still unexplored and is expected to be more known and awake sustainability.
PENGEMBANGAN DEKORASI WARNA PADA ANYAMAN PANDAN TASIKMALAYA Phang Desnica; Dian Widiawati; Adhi Nugraha
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 36, No 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i1.5127

Abstract

Anyaman pandan merupakan salah satu warisan kebudayaan yang masih aktif diproduksi oleh masyarakat Tasikmalaya. Anyaman pandan yang awalnya hanya diterapkan dalam pembuatan tikar, mulai dikembangkan oleh masyarakat Tasikmalaya menjadi produk fashion dan peralatan rumah tangga. Namun, potensi yang dimiliki oleh masyarakat dalam mengolah serat pandan belum berkembang, belum mampu menarik perhatian pasar, dan belum memberikan keuntungan finansial. Hal ini dapat menyebabkan kemunduran eksistensi anyaman pandan hingga menuju ambang kemusnahan. Pengembangan dalam pengolahan serat pandan, yang meliputi eksperimentasi struktur dapat memberikan suatu daya tarik pada anyaman pandan. Pada akhirnya, kegiatan eksperimentasi struktur yang dilakukan dapat berdampak pada pemberdayaan masyarakat Tasikmalaya dalam memproduksi produk anyaman pandan yang lebih berinovasi dan bermutu tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif secara deskriptif dan kualitatif melalui metode eksperimentatif dan pendekatan pasrtisipatori. Hasil menunjukkan bahwa dengan melakukan eksperimentasi struktur terhadap anyaman pandan menghasilkan berbagai macam variasi teknik anyaman menarik yang belum pernah beredar di pasaran sebelumnya. Kata Kunci: anyaman, eksperimentasi, pandan, struktur, Tasikmalaya.
Metode Pembelajaran Melalui Perancangan Busana Tekstil Bertekstur Tiga Dimensi dengan Menggunakan Serat Eceng Gondok Grace Claudia Hinanto; Andar Bagus Sriwarno; Dian Widiawati
Jurnal Desain Indonesia. Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Desain Indonesia
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v1i2.27

Abstract

Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang sangat sulit diberantas. Hal ini disebabkan pertumbuhan eceng gondokyang sangat cepat dan daya tahan hidupnya tinggi. Selain itu eceng gondok dapat menyebabkan berkurangnya debitair permukaan air terbuka (seperti danau, rawa, sungai atau daerah berair lainnya) hingga 4 kali lipat dan dapatmenyebabkan pendangkalan pada daerah-daerah berair tersebut. Pemanfaatan eceng gondok dalam penelitian iniditujukan untuk menghasilkan tekstil dari enceng gondok bertekstur tiga dimensi.Perancangan busana wanita menggunakan eceng gondok yang menghasilkan tekstil tekstur tiga dimensi inimenggunakan pendekatan eksplorasi material dengan cara teknik anyam keper dan sistem pewarnaan alam berbahankayu secang (Caesalpinia sappan). Gagasan dari penelitian ini adalah menggali potensi eceng gondok yang sangatberlimpah tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran/kursus bagi mahasiswa desain tingkat dasardan oleh masyarakat awam yang bekerja di bidang industri tekstil di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah masyarakat awam pemilik industri tekstil dapat menciptakan rancangan busanacouture wanita menggunakan tekstil dari serat alam eceng gondok yang bertekstur tiga dimensi, sehingga dapattampil dengan daya tarik visual yang tinggi dan bernilai tambah. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi modelpembelajaran bagi industri tekstil kecil dan menengah untuk dapat menghasilkan produk busana/fashion yang unikdengan kualitas tinggi. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu media pembelajaran dasar desainuntuk masyarakat luas maupun mahasiswa desain tingkat dasar. AbstractWater hyacinth is a water plant that difficult to eradicate. This happen because the growth of water hyacinth is fastand shown its high durability. In addition, it affects to reduce open air surface discharge (such as lakes, swamps,rivers or other watery areas) up to 4 times and siltation effect in these aqueous areas. The use of water hyacinth inthis study was to produce three-dimensional texture of nature textile.The design of women's clothing uses water hyacinth which produces three-dimensional texture textiles uses thematerials exploration approach by applying the keper weaving technique and the sappan wood natural coloringsystem (Caesalpinia sappan). The idea of this research is exploring the potential of the abundant water hyacinth inorder to be used as a learning medium / course for elementary level design students and for the empowerment oftextile industris in Indonesia. The purpose of this study is that ordinary people who own the textile industris can create design women's coutureclothing using tree-dimentional textiles from natural hyacinth fiber, so that they could appear with high visualappeal and added value. The results of this study are expected to be a learning model for the small and mediumtextile industris to produce unique high quality fashion products. This research is also expected to be one of the basiclearning media designs for the wider community as well as basic level design students.
Pewarnaan Tekstil dari Pemanfaatan Sabut Kelapa untuk Produk Modest Wear Fashion Rizka Riani Putri; Dian Widiawati
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5392.317 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i2.350

Abstract

Latar Belakang : Modest wear fashion Indonesia berpeluang menjadi kiblat muslim fashion dunia. Saat ini perkembangan busana modest wear mengalami perubahan yang sangat signifikan di kalangan pecinta fashion. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sabut kelapa yang digunakan sebagai inovasi dalam pengolahan tekstil yang mengedepankan produk ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Metode : Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kualitatif. Hasil : Saat ini pewarnaan bahan tekstil menggunakan bahan pewarna sintetis dapat merusak lingkungan, penelitian ini mengembangkan proses inovasi natural dye untuk pengolahan tekstil dari pemanfaatan sabut kelapa. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia dengan total produksi buah kelapa sebesar kurang lebih 14 miliar butir per tahun. Kesimpulan : Motivasi sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan antara kompensasi dengan kinerja pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Malang non PNS dimasa pandemi.