Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perjalanan Fantasi Menembus Ruang dan Waktu (Analisis Semiotika Film The Time Machine) Sudjadi Tjipto R
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1292

Abstract

Cerita klasik usaha manusia untuk menaklukkan ruang dan waktu sudah menjadi impian sejak dahulu. Novel fiksi ilmiah terkenal The Time Machine (1895) karya H.G. Wells merupakan salah satu cerita klasik fantasi ilmiah manusia menembus batasan ruang dan waktu. Film sebagai hasil kreativitas insan menjadi media hiburan yang digemari karena mampu mewujudkan imajinasi mengarungi waktu. Hal ihwal yang belum dapat tercapai saat ini, lewat media film terwujudkan. Film fiksi ilmiah (science fiction) adalah genre film yang muncul sebagai medium realisasi imajinasi. Pada tahun 2002 industri film Hollywood memproduksi kembali cerita klasik populer The Time Machine. Dengan menggunakan metode analisis semiotika penelitian ini berkeinginan mengkaji film fiksi ilmiah The Time Machine untuk membongkar kepalsuan pencapaian teknologi yang dilakukan Hollywood sebagai kapanjangan tangan negara adidaya. Dari hasil penelitian diharapkan muncul kesadaran kritis penonton untuk tidak secara langsung mempercayai apa yang ditontonnya dan menyadari bahwa yang dilihatnya adalah sebuah imajinasi palsu.Fantasy Trip Entering the Space and Time (Semiotics Analysis on Film The Time Machine). Classic stories about human’s dreams to conquer space and time have been existing since long time ago. One of the most known science fiction novel about space and time wanderers is The Time Machine (1895) by H.G. Wells. This novel was than adapted in the movie  with the same title (2002) by movie industry in Hollywood. This movie is both a form of a creative work  and on the other hand is entertaining. This movie was very popular at the time because it could express the human imagination of time wanderers and the technology used and at the same time could realize it although only in a movie form. The technology of the time wandering itself is impossible at the time, even nowaday. Science fiction is then known as a genre of movie which could realize human imaginations. Using semiotic analysis, this study is trying to review this movie to show the fake thruths that Hollywood is than just a part of super power state (US)  statements. The result of the study is trying to give references to audience that the movie they might watch might be just a fake imagination.