p-Index From 2017 - 2022
2.042
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINJAUAN KAPASITAS (DEMAND-CAPACITY RATIO) STRUKTUR BAJA MENARA AIR KAPASITAS 100M3 DI PABRIK KARET PT. MARDEC SIGER WAYKANAN LAMPUNG TERHADAP BEBAN GEMPA BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 Sapta Sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.892 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.51

Abstract

Pada penelitian ini penulis melakukan peninjauan Kapaitas menara air dengan kapasitas 100m3 yang digunakan pada Pabrik Karet PT. Mardec Siger Waykanan yang berlokasi di jalan lintas sumatera Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung, dimana menara air ini berfungsi untuk menampung air yang dibutuhkan dalam proses pengolahan karet. Mengingat daerah Lampung merupakan daerah yang mempunyai potensi gempa cukup besar, dan juga dalam peraturan gempa telah mengalami perubahan dari SNI 03-1726-2002 ke peraturan pengganti SNI 03-1726 2012, dimana peraturan SNI 03-1726-2012 mengacu pada peraturan-peraturan gempa modern sepeti ASCE 7-10 dan IBC2009, yang menggunakan gempa perioda ulang 2500 tahun dengan probabilitas terlampui 2% dalam 50 tahun umur bangunan yang menggambarkan kondisi collapse prevention, sedangkan pada SNI 03-1726-2002 menggunakan perioda ulang gempa 500 tahun yang menggambarkan kondisi life safety yang mengacu pada UBC 1997. Dari hasil analisa didapatkan demand/capacity < 1, Story drift= 11,72mm < 0,02hsx = 180mm arah-x dan story drift = 12,04mm < 0,02hsy = 180mm arah-y. Kata kunci : displacement, story drift, demand, capacity
EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA PADA TANAH SEDANG DAN TANAH LUNAK DI KOTA PALEMBANG sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.200

Abstract

Pada studi ini telah dilakukan analisa struktur baik kondisi elastis maupun kondisi inelastis terhadap struktur bangunan beton bertulang 20 lantai dikota palembang yang direncanakan di bangun dalam dua lokasi yang berbeda dengan kondisi tanah kelas situs (site class), yaitu: tanah sedang (SD) dan tanah lunak (SE), dimana data respon spektra yang digunakan mengacu pada RSA2021 dan penentuan parameter gempa menggunakan SNI 1726-2019. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur pada saat menerima beban gempa rencana dan beban gempa yang melampaui beban gempa rencana. Metode yang digunakan pada studi ini adalah Perfomance Base Design (PBD) dengan penentuan titik kinerja (perfomance point) menggunakan metode Capacity Spektrum Method (CSM) built in ETABS. Hasil analisis yang dilakukan didapatkan Tingkat kinerja struktur di lokasi tanah sedang pada saat menerima beban rencana masih dalam batas elastis (IO) sedangkan pada tanah lunak telah melampaui batas elastis (IO-LS). Tingkat kinerja struktur baik yang berada dilokasi tanah sedang maupun tanah lunak pada saat mencapai maximum ineslatic drift (melampaui beban gempa rencana) masih dalam batasan IO-LS. Dari studi ini didapatkan perbedaan hasil, antara kriteria penerimaan ATC40 dengan hasil peninjauan degradasi yang terjadi pada struktur yaitu pada struktur di lokasi tanah lunak, dimana pada kriteria penerimaan ATC40 kinerja struktur IO, namun setelah di lakukan peninjauan terbentuknya sendi plastis kinerja struktur berubah menjadi IO-LS. Kata kunci : Perfomance Base Design, Metode Spektrum Kapasitas, Titik Kinerja, Tingkat Kinerja
ANALISA KAPASITAS SAMBUNGAN KOLOM-BALOK BAJA MENGGUNAKAN STIFFENER PADA BALOK DENGAN CBFEM METHOD sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.185

Abstract

CBFEM method adalah metode analisa finite element untuk menganalisa sambungan kolom-balok dengan memodelkan elemen sambungan secara detail dan presisi, dimana setiap elemen (plates and bolts) pada sambungan dihasilkan analisa tersendiri dengan FEA. Pada artikel ini disajikan hasil analisa kapasitas sambungan kolom-balok (sambungan baut) berdasarkan AISC 360-16 (ANSI/AISC 360, 2016) menggunakan CBFEM method dengan program bantu yaitu software IDEA Statica 2.1. Penentuan elemen-elemen sambungan (dimensi dan ukuran) menggunakan ketentuan dalam ANSI/AISC 358 “prequalified connections for special and intermediate frame for seismic applications”. Dari hasil analisa yang dilakukan dengan software IDEA Statica 2.1, didapatkan bahwa dengan menggunakan stiffener dapat mengurangi tegangan-regangan yang terjadi pada web balok, akan tetapi meningkatkan tegangan dan regangan yang terjadi pada top flange dan bottom flange. Untuk kapasitas sambungan tidak menimbulkan peningkatan yang signifikan. Kata kunci : CBFEM method, stiffener, web, flange, vertical bracket
PENENTUAN KURVA RESPON SPEKTRA GEMPA KOTA PALEMBANG MENGGUNAKAN FUNCTION TYPE IBC 2006 PADA SAP2000 DENGAN PARAMETER GEMPA DARI “PETA SUMBER DAN BAHAYA GEMPA TAHUN 2017” sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.155

Abstract

Pada tulisan ini penulis akan membuat dan meninjau kurva respon spektra percepatan gempa dipermukaan tanah di wilayah kota Palembang menggunakan data percepatan respon spektra terpetakan periode pendek (Ss) dan periode 1,0 detik (S1) yang terdapat pada “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Tahun 2017” dengan menggunakan program analisa struktur SAP2000 dengan menggunakan pilihan Function Type IBC 2006 (salah satu template pada SAP2000). Pemilihan Function Type IBC 2006 dengan pertimbangan merupakan salah peraturan yang ada pada program SAP2000 hanya menginput data Ss dan S1 dalam membuat kurva percepatan respon spektrum. Dari hasil analisa dan pembahasan yang dilakukan didapatkan bahwa penggunaan program SAP2000 dalam pembuatan kurva percepatan respon dengan menggunakan data percepatan respon spektra periode pendek (Ss= 0,2861.g) dan periode 1 detik (S1= 0,252.g) didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan menggunakan Aplikasi Online RSA 2019, dimana terlihat rasio (perbandingan hasil SAP2000 terhadap RSA 2019) respon spektra disain periode 0,2 detik (SDS) untuk tanah keras, sedang, dan lunak secara berturut-turut adalah sebesar 0,916, 0,999 dan 1,034 sedangkan untuk respon spektra disain periode 1,0 detik (SD1) rasionya adalah sebesar 1,040, 0,910 dan 0,986. Maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kurva percepatan respon spektra yang dihasilkan dengan menggunakan program SAP2000 berdasarkan Function Type IBC 2006 menghasilkan nilai selisih percepatan respon spektra kurang dari 1,0% (dengan Rasio minimum > 0,90). Kondisi ini menunjukan penggunaan nilai Ss dan S1 khususnya untuk wilayah kota Palembang masih dapat digunakan dalam penentuan kurva respon spektrum pada program SAP2000 menggunakan Function Type IBC 2006. Kata kunci: SAP2000, Percepatan Respon Spektra, Rasio
KATEGORI DESAIN SEISMIK WILAYAH KOTA PANGKAL PINANG BERDASARKAN SNI 1726;2012 DENGAN MENGGUNAKAN PETA HAZARD GEMPA INDONESIA 2010 sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.747 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i1.78

Abstract

Kategori Desain Seismik menggambarkan Tingkat Resiko Kegempaan yang digunakan sebagai dasar untuk pemilihan Struktur Rangka Pemikul Momen yang akan digunakan dalam pelaksanaan desain struktur yang menggunakan SNI 2847;2013. KDS dalam SNI 1726;2012, diklasifikasikan kedalam tiga tingkatan secara berturut-turut yaitu; Rendah (KDS A dan B), Menengah (KDS C) dan Tinggi (KDS D, E dan F). Klasifikasi KDS ditentukan berdasarkan nilai-nilai SDS dan SD1 yang merupakan parameter respon spektral percepatan disain pada periode pendek dan periode 1detik. Nilai SDS dan SD1 ini ditentukan kondisi kepadatan tanah (lunak, sedang atau keras) pada wilayah yang ditinjau. Dari hasil analisa yang dilakukan dengan menggunakan data pada Peta Hazard Gempa 2010 dengan mengunakan aplikasi desain spektra pada situs http://puskim.pu.go.id didapatkan nilai SDS untuk tanah luak, sedang dan keras secara berturut-turut nilainya 0,096; 0,061; 0,046 dan SD1 0,179; 0,123; 0,087, sehingga dapat disimpulkan bahwa wilayah kota Pangkal Pinang termasuk wilayah dengan tingkat resiko kegempaan menegah yaitu KDS C, yang mana dalam melakukan perencanaan struktur disarankan menggunakan Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) atau Khusus (SRPMK) yang mengacu pada SNI 2847;2013. Kata kunci : Sistem Pemikul Beban Gempa, Kategori Desain Gempa (KDS), Peta Wilayah Gempa
RESPON SPEKTRA GEMPA DESAIN BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 UNTUK WILAYAH KOTA BENGKULU Sari Farlianti; Sapta Sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.909 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.98

Abstract

Pada makalah ini penulis membuat respon spektra desain berdasarkan SNI 03-1726-2012 untuk wilayah Kota Bengkulu yang terletak pada 102o 15’ 11,65” BT. dan 3o 47’ 39” LS., mengingat dimana pada peta gempa SNI 03-1726-2002 terletak pada wilayah zone gempa 6 yang mempunyai resiko gempa kuat tentunya perlu perhatian khusus dalam perencanaan struktur bangunan yang akan didirikan pada daerah tersebut terhdapap beban gempa. Selain itu dengan adanya revisi SNI 03-1726-2002 yang dituangkan pada SNI 03-1726-2012, tentunya perlu adanya tinjauan perhitungan respon spektrum dengan menggunakan SNI 03-1726-2012. Dari hasil analisa terhadap respon spektra disain didapatkan nilai respon spektrum desain dengan menggunakan SNI 03-1726-2012 lebih rendah dibandingkan dari hasil perhitungan yang menggunakan SNI 03-1726-2002, untuk jenis tanah lunak -29%, sedang -12% dan keras -9% pada T £ Tc. Pada T ³ Tc, untuk jenis tanah lunak -14%, sedang -6% dan keras +5%. Dapat disimpulkan percepatan spektral berdasarkan SNI 03-1726-2012 terjadi penurunan pada T £ Tc untuk semua jenis tanah dan pada saat T ³ Tc terjadi kenaikan hanya pada jenis tanah keras sebesar +5%. Kata kunci : SNI 03-1726-2012, SNI 03-1726-2002, Respon spektra desain
KAJIAN KUAT LENTUR BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON (fc’= 25 MPa) MENGGUNAKAN PASIR SUNGAI MUSI Sari Farlianti; sapta sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.593 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i1.106

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan dan kuat lentur dengan menggunakan bahan dan Job Mix Formula (JMF) yang sama dan dilakukan pembuatan benda uji secara bersamaan dengan pembuatan campuran beton dalam satu adukan. Untuk pembuatan benda uji kuat tekan menggunakan cetakan silinder dengan diameter 150mm dan tinggi 300mm, sedangkan untuk pengujian kuat lentur, digunakan benda uji dengan ukuran 150mm x 150mm x 600mm. Pengujaian kuat tekan mengacu pada SNI 1974;1990 dan ASTM C39M, pengujian kuat lentur mengacu pada SNI 2834;2002. Dari hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan kuat tekan rata-rata sebesar 25,06 MPa sedangkan kuat tekan rata-rata rencana dalam disain campuran beton (Job Mix Design) sebesar 34,84MPa (dengan margin 9,84MPa), akan tetapi melampaui kuat tekan yang disiyaratkan sebesar 25 MPa dengan benda uji yang tidak memenuhi syarat sebesar 5% (k=1,64), ini mengindikasikan ikatan antara mortar dan agrerat kasar kurang baik. Untuk kuat lentur yang dihasilkan berdasarkan hasil uji di laboratorium didapatkan kuat lentur rata-rata sebesar 3,28 MPa dengan Momen Retak (crack) berdasarkan SNI 2847;2013 sebesar 1.84.500 N.mm, lebih besar dari Momen Retak berbasarkan hasil uji kuat tekan dengan menggunakan rumus runtuh SNI 2847;2013, yaitu sebesar 1.743.750 N.mm, mengindikasikan bahwa pada penelitian ini disain campuran beton dan pembuatan benda uji telah sesuai prosedur. Kata kunci : Kuat Lentur, Kuat Tekan, Momen Retak
KATEGORI DESAIN SEISMIK WILAYAH KOTA PALEMBANG BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 DENGAN MENGGUNAKAN PETA HAZARD GEMPA INDONESIA 2010 sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.528 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.54

Abstract

Seismic Design category described the Risk level of Seismicity are used as the basis for the selection of the Moment Frame Structure that will be used in the implementation of the design of structures that use the SNI 03-2847-2013. KDS in SNI 03-1726-2012, classified into three levels respectively, namely; Low (SDC A and B), intermediate (SDC C) and high (SDC D, E and F). Classification of SDC are determined based on the values of the SDS and the SD1 is the spectral response acceleration parameter design on a short period and a period of 1,00 second. The value of the SDS and the SD1 is determined the condition of soil density (soft, medium or hard) on the regions reviewed. From the results of the analysis performed using data on Earthquake Hazard Map 2010 by using application designs spectra and on the website of http://puskim.pu.go.id obtained the value soil for SDS Badger, medium and hard respectively worth 0.43; 0.278; 0.209 SD1 and 0.361; 0.234; 0.179, so it can be inferred that the Palembang area with a high level of risk, namely KDS D, which in the planning of the structure requires using the structure of Special Moment Frame (SRPMK) which refers to the SNI 03-2847-2013. Key words: Seismic Design category (SDC), Map of the earthquake area, Moment Frame
TINJAUAN KAPASITAS STRUKTUR BAJA BANGUNAN PENJEMURAN KARET PT. MARDEC MUSI LESTARI AKIBAT BEBAN RUBBER SHEET sapta sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v1i1.2

Abstract

Pada penelitian ini, struktur baja yang ditinjau adalah bangunan penjemuran karet pada PT. Mardec Musi Lestari dengan kapasitas penjemuran 800ton lembaran karet kondisi basah, dimana bangunan ini dibangun pada akhir tahun 2006 dan selesai pada awal tahun 2007, namun setelah beroperasi lebih kurang 3,5 tahun bangunan tersebut runtuh. Pada saat terjadi keruntuhan dari informasi yang didapat kondisi penjemuran karet dalam kondisi penuh (fully loaded) sehingga dimungkinkan bangunam tersebut kelebihan beban (overloaded), kemudian dari informasi yang didapat dari pihak pabrik pada saat terjadi keruntuhan kondisi cuaca mendung dan angin kencang, sehingga dimungkinkan keruntuhan disebabkan oleh angin, dan dari beberapa pendapat penyebab keruntuhan disebabkan oleh korosi dan lain sebagainya. Terlepas dari semua kemungkinan yang menyebabkan keruntuhan, pada penelitian ini penulis mencoba untuk menganalisa berapa besar kapasitas beban akibat rubber sheet yang mengakibatkan struktur mengalami keruntuhan (non-linier condition), dengan menggunakan metode Pushover Analisis yang ada pada program analisa struktur SAP2000. Dari hasil penelitian didapatkan kapasitas struktur bangunan penjemuran karet pada kondisi elastis sebesar 1476 ton, 1,845 kali dari kapasitas rencana dan kapasitas struktur bangunan diambang keruntuhan sebesar 2532 ton. Kata kunci : Kapasitas, keruntuhan, Pushover.
TINGKAT KINERJA STRUKTUR BAJA BANGUNAN PENJEMURAN KARET PT. MARDEC SIGER WAYKANAN DENGAN PERKUATAN BRESING KONSENTRIK AKIBAT BEBAN GEMPA Sapta Sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.726 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i1.37

Abstract

Bangunan penjemuran karet adalah bangunan bertingkat, yang digunakan pada pabrik Karet (Crumb Rubber Factory), dimana bangunan ini digunakan untuk penjemuran lembaran karet (rubber sheet) yang digantung pada masing-masing lantai dengan menggunakan penggantung kayu dalam jumlah tertentu, pada perinsipnya bangunan ini digunakan untuk mengeringkan karet dalam bentuk lembaran sehingga bentuk dan posisi bangunan ditentukan berdasarkan arah angin. Pada penelitian ini struktur bangunan penjemuran karet pada PT. Mardec Siger Waykanan terbuat dari struktur Baja Profile Wide Flange (WF) yang merupakan portal terbuka tanpa ada sekat dinding pada setiap lantainya. Dilihat dari letak geografis berdasarkan peta hazard gempa Indonesia 2010, lokasi bangunan tersebut terletak daerah rawan gempa, sedangkan bila dilihat dari histories bangunan tersebut dibangun pada tahun 2008, yang mana peraturan perencanaan bangunan tahan gempa masih mengacu pada SNI 03-1726-2002 yang mengacu pada UBC97, sedangkan pada saat ini perencanaan bangunan tahan gempa mengacu pada SNI 03-1726-2012 yang mengacu pada ASCE-10. Dari hasil analisa dengan mengacu pada SNI 03-1726-2012, didapatkan kondisi struktur bangunan mengalami kelebihan tegangan pada penampang (section overstressed) pada kolom dengan Strength Ratio 2,231 > 1 dengan kapasitas nominal beban gempa dasar rencana kurang dari 519,25kN dan drift antar lantai maksimum arah x sebesar 540,08mm > drift izin sebesar 90mm dan arah y sebesar 118,76mm > drift izin sebesar 90mm, sehingga perlu diadakan perkuatan pada rangka struktur dengan menambahkan Bresing Konsentrik pada Rangka Struktur pada arah melintang (arah y) dan memanjang (arah x). Dengan adanya perkuatan pada Rangka Struktur Strength Ratio menjadi 0,942 < 1 dengan kapasitas nominal beban gempa dasar rencana sebesar 991,760kN dan drift antar lantai maksimum arah x 9,98mm < Drift izin 90mm dan arah y sebesar 21,94mm. Dari hasil analisa non-linier tingkat kinerja struktur bangunan eksisiting pada perfomance point adalah Collapse (C) dengan kapasitas diambang keruntuhan Vpp= 656,322kN dan Dpp= 394,76kN pada rangka arah-x, untuk bangunan dengan perkuatan tingkat kinerjanya pada perfomance point adalah Damage Control (IO-LS) dengan kapasitas keruntuhan pada bresing konsentrik sebesar Vpp=2788,563kN dan Dpp= 58,37mm pada rangka arah-y, artinya penggunaan bresing konsentrik sebagai perkuatan pada bangunan eksisting telah memenuhi persyaratan. Kata kunci: kapasitas, tingkat kinerja, bresing konsentrik, drift, gempa kuat.