p-Index From 2017 - 2022
1.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANCANGAN ALAT PEMINDAH MASAKAN YANG AMAN : KAJIAN MATERIAL Yeny Pusvyta; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.001 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v1i1.3

Abstract

ABSTRACT In designing a prototype of a transporter cuisine, study material at the prototype is very necessary because the material contact with the hot oil is a medium for frying food. This study was conducted to find out whether the material used was food grade, by examining the properties of materials that make up the components of the tool. Selection of material with the chart Melting point in ceramic , metal and polymer and Bubble charts strength vs. maximum service temperature gives an overview of where the material that may be used which is in food grade criteria and should not be used so that users of such tools is not compromised health . Keywords: prototype of a transporter cuisine, material, food grade
ANALISA PENGARUH RADIUS HIDUNG PAHAT TERHADAP NILAI KEKASARAN PADA PEMBUBUTAN BAJA KARBON RENDAH ST-37 Tarmizi Husni; Rita Djunaidi; yeny pusvyta; Aqino Aqino
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v6i1.102

Abstract

Proses pembubutan adalah suatu proses pengurangan material atau penyayatan logam untuk membentuk suatu produk dengan cara pemutaran benda kerja. Dalam proses ini akan terdapat pengaruh dari hasil pemakanan terhadap kekasaran permukaan benda kerja. Kekasaran permukaan sebuah benda kerja dapat dinyatakan dengan berbagai cara, yang paling sederhana adalah dengan menganggap jarak antara puncak tertinggi dan lembah terdalam sebagai ukuran dari kekasaran permukaan. Kekasaran permukaan yang dihasilkan oleh bentuk berkakas sayat dan ingsutan sebagai akibat dalamnya alur-alur proses pengerjaan, dimana proses ini akan ditinjau terhadap benda kerja tersebut dengan pemakanan yang tetap dan dengan sudut yang berbeda demi mendapatkan hasil yang baik.Penelitian ini dilakukan dengan proses memvariasikan hidung pahat terhadap nilai kekasaran pada pembubutan baja karbon rendah ST-37.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat geometri yang terbaik pada proses permesinan dengan mesin bubut, sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja.Analisa yang dilakukan dengan menguji nilai kekasaran permukaan benda kerja menggunakan alat uji kekasaran berupa SJ-201P Surface Roughness tester. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa radius hidung 0,5 mm, dengan kecepatan putar benda kerja (n) 409,46 Rpm, kecepatan pemakanan (feed) 0,4 mm/r, dan kedalaman potong (a) 3 mm, didapat nilai kekas kekasaran permukaan benda kerja paling kasar yaitu: Ra 0,521 µm, sedangkan pada radius hidung 1,5 mm, tingkat kehalusan permukaan cenderung lebih halus dengan Ra 0,329 µm, sedangkan kecepatan potong dan kedalaman makan konstan. Kata Kunci : Pembubutan, Kekasaran, Radius, Hidung Pahat
ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP KUALITAS BAJA PADUAN RENDAH AISI 4340 Nur Yunianto; Tarmizi Husni; Yeny Pusvyta; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.176

Abstract

Dalam dunia industri manufaktur proses pengelasan dalam membuat suatu produk memegang peran penting guna menghasilkan produk yang berkualitas. Proses pengelasan merupakan proses penyambungan dua buah logam atu lebih dengan menggunakan energi panas. Setiap proses pengelasan yang dipergunakan haruslah disesuaikan dengan jenis sambungan las yang dipakai sesuai dengan jenis konstruksinya. Kualitas hasil produksi berhubungan erat dengan efisensi, kemampuan operator, energi dan biaya. Tulisan ini disajikan dalam rangka untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Terhadap Kualitas Baja Paduan Rendah AISI 4340, dengan titik berat pembahasan kualitas dititik beratkan dengan melakukan pembatasan hanya pada kekuatan tarik dari hasil proses pengelasan SMAW dengan elektroda E6013. Metodologi yang dipergunakan adalah dengan melakukan proses pengelasan terhadap baja paduan rendah AISI 4340 diameter 20 mm, menggunakan variasi arus pengelasan mulai dari arus 90 A, 100 A dan 110 A., selanjutnya spesimen dilakukan pengujian kekuatan tarik menggunakan mesin uji tarik Universal Testing. Berdasarkan percobaan-percobaan yang dilakukan didapat hasil bahwa arus pengelasan berpengaruh pada kualitas baja paduan, dalam hal ini pembatasan pembahasan khusus terhadap kekuatan tarik. Adapun arus yang tepat untuk pengelasan menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm adalah pada saat arus sebesar 100 ampere dengan hasil kekuatan tarik sebesar 45,08 kg/mm2 . Selanjutnya pada arus pengelasan 90 ampere memberikan kekuatan tarik sebesar 41,46 kg/mm², dan untuk arus 110 ampere sebesar 33,96 kg/mm². Kata kunci: Baja AISI 4340, Las SMAW, Elektroda E6013, Kekuatan tarik
PENGARUH JENIS PAHAT DAN KEDALAMAN PEMAKANAN PADA PROSES PEMBUBUTAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN AISI 4340 Tarmizi Husni; Asmadi Asmadi; Yeny Pusvyta; Taufik Hidayat
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan permukaan benda kerja dan perbandingan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan pada variasi kedalaman penyayatan mata potong pahat hasil pembubutan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode experimental yang melibatkan variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah (a) variasi kedalaman permukaan yang telah ditentukan pada kedalaman 0,5m, 0,75mm, 1mm dan (b) mata potong pahat yang berbeda yang sudah ditentukan juga seperti pahat HSS,Karbida ,Ceramiks yang menjadi bahan untuk menguji kekasaran tersebut, sedangkan variabel terikat merupakan hasil kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan rata. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) kedalaman potong berpengaruh terhadap hasil kualitas permukaan benda kerja. Semakin dalam permukaan yang digunakan maka hasil kualitas semakin kasar . (2) pada hasil kedalaman potong yang digunakan ada perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja.Semakin dalam pemakanan benda kerja yang digunakan akan menyebabkan pembentukan tatal yang akan tersambung atau kontiniu dan sebaliknya kedalaman potong yang semakin rendah, akan menghasilkan tatal yang terputus-putus atau terpisah, (3) dalam gabungan antara jenis- jenis pahat dan kedalaman potong ditemukan bahwa hasil kekasaran yang paling baik (paling halus) adalah memakai pahat HSS dengan variasi kedalaman 0,5mm, pemakaian pahat dan perbandingan kedalaman potong yang besar maka nilai hasil kekasaran yang dihasilkan akan semakin rendah (halus). Adapun juga jika memakai pahat yang permukaannya lebih kasar seperti memakai pahat karbida Dengan kedalaman 0,75mm maka didapatkanlah bahwa hasil pemakaian pahat tersebut lebih kasar dibandingkan memakai pahat yang lainnya. Kata Kunci: Proses Bubut, kekasaran permukaan, dan kedalaman potong
PERHITUNGAN TEKANAN DAN DEBIT ALIRAN AIR DALAM PIPA : APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN LINIER SIMULTAN Yeny Pusvyta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.686 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i1.79

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian awal yang mengarah kepada penyelesaian dengan metoda komputasi. Dimana kasus yang terjadi merupakan kasus yang mempunyai model matematika dengan variabel yang banyak. Pada instalasi pipa yang bercabang, debit aliran pipa diatur dengan menetapkan batasan nilai tekanan masuk dan keluar. Instalasi pipa kemudian dibagi menjadi beberapa elemen. Metode elemen hingga digunakan untuk menentukan titik-titik acuan yang akan ditinjau tekanannya, sehingga tekanan pada tiap elemen pipa dapat diketahui. Pada tiap elemen dihitung tahanannya. Perhitungan tekanan pada rangkaian pipa dilakukan dengan metode eliminasi Gauss matrik segitiga atas dan bawah. Analisa dan komparasi dari hasil perhitungan penurunan tekanan dan debit aliran menunjukkan perhitungan tekanan memenuhi hukum Poiseuille dan mempunyai trend nilai yang sama dengan perbedaan nilai tekanan terbesar di elemen 5 sebesar 73 N/m2 atau sekitar 6,06% dan perbedaan tekanan terkecil di elemen 6 sebesar 9,73 N/m2 atau sekitar 0,81%. Perbedaan nilai debit terbesar terdapat pada elemen 1 yaitu sebesar 13,25 m3/s dan yang terkecil sebesar 1,27 m3/s pada elemen pipa 2, 3, dan 4. Pada perhitungan debit masuk keluar pipa bercabang, didapat hasil bahwa tidak seluruh pipa majemuk pada instalasi tersebut memenuhi hukum kontinuitas. Kata Kunci: Elemen pipa, eliminasi Gauss, matrik segitiga atas dan bawah, perubahan tekanan, debit aliran
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN POLARITAS TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS PADA BAJA ASTM A36 siswanto siswanto; Asmadi Asmadi; Siti Zahara Nuryanti; Yeny Pusvyta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ampere dan polaritas pengelasan terhadap kekuatan tarik dan kekerasan las SMAW dengan dengan elektroda E6013 diameter 3.2 mm. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25 %, Mn = 0,4% Si = 0,4 %, Cr = 0,16 %, Ni = 0,3 %, Mo = 0,17 %, V = 0,17 %. Arus yang dipakai sebesar 100 A, 120 A dan 140 A serta polaritas DCEP dan DCEN. dengan menggunakan las SMAW AC/DC. DCEP yaitu polaritas terbalik, pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif sedangkan DCEN yaitu polaritas searah, pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub negatif dan logam induk dihubungkan dengan kutub positif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60o. Spesimen dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada pengelasan arus 100 A polaritas DCEP yaitu sebesar 48,75 kgf/mm2 dan terendah pada arus 140 A polaritas DCEN yaitu sebesar 43,11 kgf/mm2. Tingkat kekerasan tertinggi di logam las terjadi pada pengelasan arus 100 A DCEN yaitu sebesar 264,1 HV, dan terendah terjadi pada pengelasan arus 140 A DCEP yaitu sebesar 226,2 HV, Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan variasi arus dan polaritas pengelasan dapat terjadi perubahan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya Kata kunci: Kuat Arus, polaritas, pengelasan SMAW, kekuatan tarik, kekerasan, Baja ASTM A36