p-Index From 2017 - 2022
1.945
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN POLARITAS TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS PADA BAJA ASTM A36 siswanto siswanto; Asmadi Asmadi; Siti Zahara Nuryanti; Yeny Pusvyta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ampere dan polaritas pengelasan terhadap kekuatan tarik dan kekerasan las SMAW dengan dengan elektroda E6013 diameter 3.2 mm. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25 %, Mn = 0,4% Si = 0,4 %, Cr = 0,16 %, Ni = 0,3 %, Mo = 0,17 %, V = 0,17 %. Arus yang dipakai sebesar 100 A, 120 A dan 140 A serta polaritas DCEP dan DCEN. dengan menggunakan las SMAW AC/DC. DCEP yaitu polaritas terbalik, pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif sedangkan DCEN yaitu polaritas searah, pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub negatif dan logam induk dihubungkan dengan kutub positif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60o. Spesimen dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada pengelasan arus 100 A polaritas DCEP yaitu sebesar 48,75 kgf/mm2 dan terendah pada arus 140 A polaritas DCEN yaitu sebesar 43,11 kgf/mm2. Tingkat kekerasan tertinggi di logam las terjadi pada pengelasan arus 100 A DCEN yaitu sebesar 264,1 HV, dan terendah terjadi pada pengelasan arus 140 A DCEP yaitu sebesar 226,2 HV, Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan variasi arus dan polaritas pengelasan dapat terjadi perubahan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya Kata kunci: Kuat Arus, polaritas, pengelasan SMAW, kekuatan tarik, kekerasan, Baja ASTM A36
PENGARUH ELEKTRODA TERHADAP TEGANGAN SISA DAN SIFAT MEKANIK PADA PENGELASAN BAJA Asmadi Asmadi; Bahrul Ilmi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.96 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.46

Abstract

Pada proses pengelasan SMAW terdapat berbagai type elektroda dengan berbagai ukuran diameter dan kandungan unsurnya, semuanya itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan sifat logam induk dan ketebalannya dengan tujuan untuk memperoleh kualitas las yang sempurna khususnya sifat mekanik setelah dilakukan proses pengelasan. Pengelasan dilakukan terhadap baja dengan kandung 0,37%C, 1,65%Ni, 0,9%Cr dan 0,30%Mo. Peroses pengelasan dilakukan dengan memvariasikan elektroda tapi dengan diameter yang sama dan arus yang dipakai sama 150 A. Kajian penelitian ini untuk mengetahui sifat mekanik yang terjadi berdasarkan hasil uji Tarik, uji Kekerasan, dan perhitungan tegangan sisa. Hasil pengujian Kekerasan tertinggi pada E7018 sebesar 454,63 pada daerah HAZ dan hasil Uji Tarik E7016 sebesar 66,3 kg/mm2 dan regangan nya juga besar shg patahanya bersifat ulet. Hasil perhitungan tegangan sisa Tarik terendah pada logam las 1,452 kg/mm2 E7016 dan logam induk tegangan sisa tekan terbesar – 0,902 kg/mm2 E7018. Kata Kunci: tegangan sisa, pengelasan SMAW, elektroda
PENGARUH GERAK MAKAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA SS 316L PADA PROSES BUBUT Reny Afriany; Bahrul Ilmi; Asmadi Asmadi; Imam Effendi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.531 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i2.73

Abstract

Pada proses pemotongan logam banyak parameter pemesinan yang akan mempengaruhi hasil produksi suatu benda kerja. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerak pemakanan terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil proses bubut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi yang diambil adalah baja tahan karat SS 316L sebagai bahan poros turbin air crossflow. Baja dibubut dengan memvariasikan gerak makan pada 0,0472 mm/put, 0,0945 mm/put dan 0,1700 mm/put. Kecepatan potong dan putaran spindel merupakan variabel tetap. Kekasaran spesimen diukur dengan menggunakan mesin uji kekasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekasaran permukaan semakin meningkat seiring kenaikan gerak makan. Kekasaran yang paling kecil dihasilkan pada variasi penggunaan gerak pemakanan 0,0472 mm/put yaitu sebesar 1,295 µm. Walaupun terkadang permukaan yang halus terkadang tidak menjadi spesifikasi khusus untuk suatu pekerjaan, penelitian ini menunjukkan gerak makan sangat berpengaruh terhadap nilai kekasaran. Kata kunci: gerak makan, kekasaran permukaan, baja SS 316L, proses bubut
ANALISA PENGARUH VARIASI KATALIS BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 PADA PROSES KARBURASI BAJA KARBON SEDANG DENGAN PENDINGINAN TUNGGAL Reny Afriany; Asmadi Asmadi; Siti Zahara Nuryanti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.57 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.57

Abstract

Proses karburasi adalah proses perlakuan panas yang bertujuan untuk mendifusikan unsur karbon ke dalam logam khususnya pada bagian permukaan logam sehingga kekerasan permukaan logam meningkat. Pada penelitian ini logam yang digunakan adalah baja karbon sedang dengan paduan rendah AISI 4340 berbentuk silinder berdiameter 20 mm yang dikarburasi menggunakan arang batok kelapa dengan variasi campuran BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 sebagai katalis sebanyak 30% pada temperatur 950⁰C selama 5 jam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan cepat dengan oli SAE 20. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan vickers sesuai ASTM E 384 dan foto struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan rata-rata raw material adalah 615,8 HV. Sedangkan nilai kekerasan rata-rata spesimen karburasi dengan katalis BaCO3 adalah 1018,7 HV, spesimen dengan katalis NaCO3 adalah 972,9 HV dan dengan katalis CaCO3 adalah 708,2 HV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan tertinggi didapat dari penggunaan katalis BaCO3. Kata Kunci: karburasi, pendinginan tunggal, baja AISI 4340
PEMBUATAN BESI COR NODULAR Asmadi Asmadi; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.841 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i1.39

Abstract

Besi Cor Nodular (BCN) yang juga Besi Cor Ulet (ductile), karena sifat-sifat mekaniknya banyak kesesuaian dengan sifat komponen-komponen mesin saat ini. Suatu pengkajian yang membahas tentang keterkaitan antara prosen pembuatan BCN yang memuat banyak variabel dengan metoda optimasinya sangat perlu dilakukan guna mendapatkan suatu bentuk proses pembuatan BCN yang optimum baik ditinjau dari segi teknologi maupun ekonomi. Studi kasus yang dilakukan saat ini adalah pembahasan tentang Metoda Optimasi dengan parameter Komposisi kimia Base material yang digunakan dalam proses pembuatan BCN. Kata Kunci: nodular, ductile, optimasi, base material
AUSTEMPERING DENGAN PENDINGIN OLI PADA BAJA STRIP JIS G4801 SUP 9 Asmadi Asmadi; reny afriany; Siti Zahara Nuryanti; Ahmad Nawawi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.156 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i1.103

Abstract

Pada penelitian ini baja yang digunakan yaitu baja pegas, karena baja pegas merupakan baja karbon medium yang mengandung 0,52% C – 0,60% C dan memiliki kekerasan tinggi namun keuletannya rendah. Baja Pegas kemudian dilakukan proses Austempering. Spesimen dibagi dua bagian; yaitu: spesimen tanpa perlakuan dan spesimen di Austenisasi pada suhu 850°C, kemudian diquench dengan minyak oli pada suhu 320°C dan ditemper dengan variabel waktu 2 menit, 4 menit dan 6 menit selanjutnya dilakukan pendinginan udara. Dari pembacaan grafik temperatur Ms, didapat temperatur Ms yaitu 320°C karena untuk proses Austempering diambil diatas temperatur Ms. Variasi waktu tahan ini akan memberikan nilai yang berbeda terhadap hasil uji kekerasan dan uji Impact. Dari hasil pengujian diperoleh; uji kekerasan dengan waktu tahan 6 menit memiliki angka kekerasan terkecil yaitu 302,3 HV dan nilai kekerasan terbesar adalah 380,5 HV untuk waktu tahan 2 menit. Kondisi sebaliknya nilai ketangguhan tertinggi 0,296 J/mm2 untuk waktu tahan 6 menit dan nilai ketangguhan terendah yaitu 0,185 J/mm2 untuk waktu tahan 2 menit. Dapat disimpulkan bahwa dengan variasi waktu tahan, nilai kekerasan berbanding terbalik dengan nilai ketangguhan. Kata kunci: proses austempering, pengujian kekerasanvickers, pengujian impact
PENGARUH VARIASI SUHU TEMPERING 200oC 400oC 600oC TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA JIS G4801 SUP 9 Septian Pranata; Asmadi Asmadi; Tarmizi Husni; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu tempering terhadap kekerasan dan ketangguhan baja karbon medium SUP 9 yang dilakukan proses tempering. Spesimen dibagi menjadi 2 bagian yaitu spesimen tanpa perlakuan dan spesimen dengan perlakuan pemanasan pada suhu 850oC dengan waktu penundaan 1 jam, kemudian di quench air. Proses ini menghasilkan baja yang keras, rapuh dan getas. Kemudian spesimen tersebut di temper kembali dengan variasi suhu temper 200oC, 400oC dan 600oC dengan waktu penundaan 30 menit dan selanjutnya dilakukan pendinginan udara. Dengan memanaskan kembali baja tersebut maka akan didapatkan baja yang mempunyai kekerasan yang lebih rendah dari baja yang dilakukan pemanasan pada suhu 850oC, tetapi mempunyai nilai ketangguhan yang lebih besar dibandingkan dengan baja yang di panaskan pada suhu 850oC. Dari hasil pengujian menunjukkan nilai kekerasan paling rendah yaitu pada suhu temper 600oC. Dari hasil pengujian impak menunjukkan nilai ketangguhan bahan paling rendah yaitu pada suhu temper 200oC. Hal ini menunjukkan semakin besar suhu temper yang digunakan maka semakin menurun kekuatan tariknya dan sebaliknya semakin besar suhu temper yang digunakan maka semakin besar pula nilai ketangguhan baja tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan dan ketangguhan baja setelah ditemper berbanding terbalik. Kata Kunci: quenching, suhu tempering, kekerasan, ketangguhan.
PENGARUH JENIS LAPISAN PERMUKAAN PIPA TERHADAP KOEFISIEN GESEK ratih diah andayani; Siti zahara Nuryanti; Asmadi Asmadi; Rama Candra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.594 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.92

Abstract

ABSTRAK Pipa merupakan salah satu alat transportasi yang paling efektif untuk memindahkan fluida. Aliran fluida dalam pipa dapat laminar atau turbulen bergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantara nya kekasaran permukaan pipa, kecepatan aliran fluida dan kekentalan fluida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis lapisan permukaan pipa dan kecepatan aliran fluda terhadap nilai koefisien gesek. Kecepatan aliran fluida dilakukan dengan mengatur bukaan katub. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan pipa PVC berdiameter 22 mm dengan panjang pipa 1 m , fluida yang digunakan air pada suhu 30 oC. Kekasaran permukaan pipa divariasi yaitu, pipa tanpa lapisan tambahan, pipa dilapisi pasir halus, dilapisi pasir kasar, pipa dibintik lubang, dilapisi daun talas, pecahan batu bata, dan pipa dilapisi serat kayu, Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material lapisan mempengaruhi kekasaran permukaan pipa, semakin tinggi nilai kekasaran permukaan pipa maka koefisien geseknya cenderung meningkat. Dari ketujuh jenis lapisan permukaan, pipa uji yang dilapisi pecahan batu bata memiliki nilai kekasaran relatifnya paling tinggi (ϵ) 2,2 mm, /D 2,2/22 = 01 dan memiliki nilai koefisien gesek paling tinggi dibanding dengan ke enam lapisan lainya yaitu rata-rata sebesar 0,1638. Dan yang paling kecil nilai kekasaran pipa adalah yang dilapisi daun talas dengan kekasaran relatih (ϵ) 0,1 , /D = 0,1/22 = 0,0045 mempunyai nila koefisien gesek rata-rata 0,0582, dan semakin besar bilangan Reynold, koefisien geseknya cenderung turun.
ANALISA HASIL PENGELASAN GTAW STAINLESS STEEL 304 Reny Afriany; Rita Djunaidi; Asmadi Asmadi; Catur Prasetya
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.112

Abstract

Baja tahan karat termasuk baja paduan tinggi, sehingga pengelasan pada baja ini sangat dipengaruhi oleh panas atau atmosfer pengelasan. Penggunaan baja tahan karat pada konstruksi pengelasan dapat dilakukan dengan beberapa metode pengelasan, salah satunya adalah pengelasan GTAW (gas metal arc welding). Penelitian bertujuan untuk melihat kekuatan tarik dan kekerasan pada daerah sambungan las, daerah HAZ (heat affected zone) dan daerah base metal SS 304 setelah proses pengelasan. Pada penelitian ini, kualitas hasil pengelasan dilihat dengan pengujian mekanik yaitu dengan pengujian tarik dan kekerasan. Hasil pengujian kekuatan tarik setelah pengelasan menunjukkan nilai sebesar 75,5 kgf/mm2, terjadi peningkatan 27% dari kekuatan tarik sebelum dilas. Pengujian kekerasan menunjukkan kekerasan pada daerah las dan base metal relatif sama, namun pada daerah HAZ terjadi peningkatan kekerasan rata-rata sebesar 6%. Berdasarkan hasil tersebut, kualitas rata-rata pengelasan dapat dikategorikan baik karena proses pengelasannya juga sesuai dengan WPS (welding procedure specifications). Kata kunci: pengelasan GTAW, stainless steel 304, uji tarik, uji kekerasan
ANALISA KERUGIAN HEAD PADA BERBAGAI JENIS VALVE TERHADAP VARIASI BUKAAN VALVE Abdul Malik; siti zahara nuryanti; ratih diah andayani; Rita Djunaidi; Asmadi Asmadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.172

Abstract

Valve berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka dan menutup aliran fluida. Valve yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis Gate valve, Globe valve dan Ball valve. Valve yang diuji adalah valve berukuran ¾ inchi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kerugian head pada 3 jenis valve, yaitu : Gate valve, Globe valve dan Ball valve. Nilai Kerugian head diperoleh berdasarkan dari variasi bukaan valve tersebut. Variasi bukaan valve tersebut adalah dimulai dari bukaan ¼, bukaan ½, bukaan ¾, dan bukaan penuh. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa dengan bukaan valve semakin besar maka nilai kerugian head (hL) nya semakin kecil. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien kerugian (KL) yang terendah adalah jenis gate valve, yaitu dengan nilai 74,71 pada bukaan ¼ , 16,02 pada bukaan ½ , 2,96 pada bukaan ¾ dan 2,29 pada bukaan penuh. Untuk jenis Globe valve dengan nilai 94,17 pada bukaan ¼, 36,51 pada bukaan ½, 25,07 pada bukaan ¾ dan 21,23 pada bukaan penuh. Untuk jenis Ball valve dengan nilai 317,47 pada bukaan ¼, 87,55 pada bukaan ½, 26,11 pada bukaan ¾ dan 4,30 pada bukaan penuh.