p-Index From 2017 - 2022
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI PERMEABILITAS BETON K.275 MIX DESIGN SPLIT DAN KORAL MENGGUNAKAN ALAT UJI PERMEABILITAS BETON PORTABLE DENGAN PENETRASI AIR BERTEKANAN Srikirana Meidiani; Kevin Danugroho
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.118

Abstract

Beton merupakan konstruksi yang paling disukai dan paling banyak digunakan pada bangunan-bangunan sipil dari pada kontruksi yang lain,seperti baja misalnya. Hal ini dikarenakan beton mempunyai banyak kelebihan antara lain harganya murah dan mudah dikerjakan. Namun disamping itu beton juga mempunyai kelemahan yaitu poros. Beton sulit untuk dapat kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki oleh air (permeabilitas). Sehingga dalam penelitian ini kami mencoba untuk melakukan pengujian permeabilitas pada beton yang menggunakan mix design agregat kasar berupa batu pecah dan koral, karena berdasarkan hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa beton yang menggunakan mix design agregat batu pecah (permukaan kasar) dan koral (permukaan halus) menunjukan hasil kuat tekan yang lebih baik (Labib,2016). Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah dengan meningkatnya kuat tekan beton mix design juga akan berdampak rendahnya koefisien permeabilitas. Metode Pengujian Permeabilitas beton dilakukan dengan menggunakan alat Uji Permeabilitas Beton Dengan Penetrasi Air Bertekanan Tinggi yang merupakan alat uji permeabilitas beton yang dibuat oleh Srikirana Meidiani dalam thesisnya.Penelitian yang dilakukan disini menggunakan mix design yang berbeda dengan kombinasi yang sama yaitu mix design split dan mix design koral dengan kombinasi 75% + 25% dan 65% + 35% pada beton K.275. Hasil dari penelitian ini menunjukkan permeabilitas mix design split dengan kombinasi 75% split + 25% koral dan 65% split + 35% koral masing-masing mengasilkan nilai koefisien permeabilitas 4,53355E-11 m/detik dan 8,88569E-11 m/detik dan pada mix design koral dengan kombinasi 75% koral + 25% split dan 65% koral + 35% split menghasilkan masing-masing nilai koefisien permeabilitas 2,67299E-11 m/detik dan 2,34208E-11 m/detik.Kuat tekan pada mix design koral dengan kombinasi agregat 65% koral + 35% split menghasilkan kuat tekan yang paling tinggi yaitu 324,44 kg/cm2 mengalami peningkatan sebesar 5,29% dari kuat tekan beton normal. Sedangkan pada mix design koral dengan kombinasi 65% koral + 35% split menghasilkan koefisien permeabilitas paling rendah yaitu 2,34208E-11 m/detik terjadi penurunan sebesar 12,40% dari koefisien permeabilitas beton normal. Kata kunci : mix design, agregat, kombinasi, beton normal, kuat tekan dan permeabilitas.
KAJIAN PERENCANAAN LAYOUT DERMAGA CPO (PONTON KAP. 3000 DWT) DESA KAYU ARA SEKAYU – KABUPATEN MUSI BANYUASIN robi sahbar; Srikirana Meidiani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.189

Abstract

Kebutuhan distribusi akan barang di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan semakin meningkatnya, untuk itu dibutuhkan juga sebuah fasilitas penunjang yang cukup memadai. Salah satu fasilitas penunjang yang utama adalah transportasi atau jalur penyeberangan melalui jalur laut atau sungai, karena distribusi melalui jalur laut atau sungai dengan jumlah barang yang cukup besar memiliki kelebihan tersendiri dari segi waktu dan harga dibandingkan dengan transportasi jalur darat maupun udara. Komponen-komponen utama transportasi laut atau sungai antara lain : kapal, sungai, dermaga serta fasilitas penunjang lainnya. Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah yang mempunyai tumbuhan atau kebun kelapa sawit yang luas dan merupakan salah satu penghasil minyak kelapa sawit atau CPO (Crude Palm Oil) terbesar di Indonesia. Desa Kayu Ara Sekayu Provinsi Sumatera selatan dengan Sungai Musinya sebagai salah satu alat transportasiatau penyeberangan sangat strategis untuk di bangun sebuah dermaga CPO, yang berfungsi sebagai penyeberangan dari desa kayu ara ke desa lumpatan. Hasil dari kajian dan perencanaan Lay Out Dermaga CPO (Ponton Kap. 3000 DWT) ini dihasilkan kebutuhan akan suatu dermaga dengan dimensi : lebar alur pelayaran = 122,40 m, HIzin (kedalaman kapal) = 7,80 m, Elevasi Apron = + 12 m, panjang tambatan kapal = 102,30 m, jarak antara breasting dolphin = 32 m dan jarak antara breasting dolphin = 102 m
ANALISIS KONDISI DAN KINERJA LALU LINTAS JALAN MP. MANGKUNEGARA, KOTA PALEMBANG Ramadhani Ramadhani; Srikirana Meidiani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.169

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan masyarakat akan menimbulkan peningkatan akan kepemilikan kendaraan sehingga dapat terjadi peningkatan jumlah arus lalu lintas pada ruas jalan. Jalan MP Mangkunegara merupakan salah satu jalan arteri yang berada di Kota Palembang termasuk dalam klasifikasi jalan kelas II dengan kepadatan lalu lintas sedang. Jalan ini banyak dilalui kendaraan angkutan dan juga kendaraan penumpang sehingga dapat berpotensi mengalami tingkat kemacetan lalu lintas. Lokasi penelitian berada pada Jalan MP Mangkunegara yaitu dari Simpang Patal sampai Simpang Sirna Raga dengan panjang jalan sekitar 750 meter. Analisis data yang dilakukan berupa kinerja ruas jalan yang mengacu pada MKJI 1997 berupa parameter kapasitas jalan dan derajat kejenuhan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas ruas jalan MP. Mangkunegara diperoleh sebesar 2843 smp/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 0,39. Kinerja lalu lintas di persimpangan pada Jalan MP Mangkunegara secara keseluruhan memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,37 – 0,54 dengan level of service B dan C. Kata Kunci: Kapasitas Jalan, Derajat Kejenuhan, Level of Service
STUDI EKSPERIMEN KOMBINASI NILAI SLUMP TES DENGAN FAS TETAP PADA PEMBUATAN BETON NORMAL fc’ 25 MPa Abdul Karim; Srikirana Meidiani; Ramadhani Ramadhani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.150

Abstract

Pada umumnya dalam bidang konstruksi, beton masih menjadi pilihan yang paling sering digunakan dalam pembuatan struktur. Hal ini dikarenakan beton adalah material yang mudah didapat, mudah dikerjakan dan biaya yang lebih murah. Material pembuat beton terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah atau agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan satu pasta yang terbuat dari semen dan air. Air memiliki peran yang cukup penting dalam proses pencampuran beton, karena air berfungsi memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat dan memberikan kemudahan dalam pengerjaan beton (workability). Workability akan berpengaruh terhadap kekuatan beton. Oleh karenanya workability yang diinginkan tergantung pada komposisi air dalam campuran beton yang dalam hal ini berkaitan dengan nilai slump. Untuk mendapatkan Workability yang tinggi dibutuhkan nilai slump yang tinggi pula, namun nilai slump yang tinggi terkadang menimbulkan kekhawatiran turunnya kuat tekan beton sehingga mutu beton tidak tercapai. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dari semua variasi nilai slump dengan nilai FAS tetap. Sampel beton dibuat di laboratorium Teknologi Bahan Universitas IBA Palembang yaitu kuat tekan beton mutu fc’ 25 MPa. Variasi nilai slump adalah 10-30, 30-60 dan 60-120. Metode Mix Design yang digunakan berdasarkan SNI 03-2834-2000 tentang Tata Cara Pembuatan Beton Normal. Hasil penelitian sesuai masing2 variasi nilai slump diperoleh kuat tekan adalah 17,34 MPa, 25,08 MPa dan 25,82 MPa. Nilai Slump 10-30, 30-60 dan 60-120 tidak memenuhi syarat kuat tekan yang direncanakan. Hal ini dikarenakan nilai Faktor Air Semen yang digunakan dalam perencanaan adalah sama yaitu 0.6. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton dapat dipengaruhi oleh variasi slump dengan penambahan jumlah air, namun pemakaian FAS yang sama pada masing-masing variasi nilai slump menunjukan gejala kuat tekan beton meningkat pada nilai slum tinggi. Kata kunci: mix design, beton normal, kuat tekan, FAS dan nilai slump.