Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ecolab

KEMAMPUAN 11 (SEBELAS) JENIS TANAMAN YANG DOMINAN PADA RTH (RUANG TERBUKA HIJAU) DALAM MENJERAP LOGAM BERAT TIMBEL (Pb) Bambang Hindratmo; Edy Junaidi; Ridwan Fauzi; Muhamad Yusup Hidayat; Siti Masitoh
Jurnal Ecolab Vol 13, No 1 (2019): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.379 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2019.13.1.29-38

Abstract

Pertumbuhan industri di kota besar berimbas pada tingginya pencemaran udara. Jenis logam berat timbel (Pb) merupakan salah satu polutan yang menjadi bagian dari bahan pencemar tersebut. Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan perbaikan lingkungan udara di kawasan industri melalui tanaman pohon yang mampu menjerap timbel dalam udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang mampu menjerap timbel. Penelitian menggunakan metode eksperimen terhadap 11 jenis tanaman. Eksperimen penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan analisis statistik ragam (ANOVA). Penyemprotan larutan timbel dengan kadar 1 ppm dilakukan setiap hari selama 90 hari. Penghitungan kandungan logam timbel di daun menggunakan metode 3030-H APHA (American Public Health Association) dengan alat berupa Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisis  memperlihatkan serapan tertinggi dengan jenis pohon Mahoni Uganda dengan nilai 30,76 ppm dan Bintaro 24,9 ppm serta terendah pohon Kemuning dengan serapan 10,83 ppm. Pohon Mahoni Uganda dan Bintaro diunggulkan sebagai pohon petensial yang mampu menyerap timbel sehingga dapat digunakan untuk mitigasi penanganan pencemaran udara disekitar pabrik dengan udara ambient yang kadar logam berat jenis timbelnya tinggi. 
PENGARUH TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI YANG DIPULIHKAN (STUDI KASUS PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAICIMINYAK) Muhamad Yusup Hidayat
Jurnal Ecolab Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.511 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.1.1-13

Abstract

Tekanan penduduk (TP) terhadap lahan pertanian merupakan salah satu parameter dalam menentukan klasifikasi DAS. Tingginya tekanan dapat memicu semakin parahnya kerusakan lahan dan berbagai masalah lingkungan yang kompleks. Sub DAS Ciminyak merupakan bagian dari DAS Citarum yang memiliki peranan strategis, sehingga penting diperoleh informasi tentang tingkat tekanan penduduk terhadap lahan pertaniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat tekanan penduduk pada masing-masing kecamatan serta menyajikan informasi distribusi spasial tekanan penduduk terhadap lahan pertanian pada di Sub DAS Ciminyak dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Peta Penggunaan Lahan sub DAS Ciminyak skala 1 : 50.000, (2) Peta Administrasi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Skala 1 : 50.000, (3) Data jumlah penduduk bermata pencaharian sebagai petani tahun 2015 dan (4) data kependudukan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Badung Barat Tahun 2012 - 2015. Analisis tekanan penduduk terhadap lahan pertanian menggunakan rumus Soemarwoto dan klasifikasinya disajikan dalam bentuk peta. Hasil penghitungan TP pada Sub DAS Ciminyak apabila tidak memasukan pendapatan lain di luar sektor pertanian, diperoleh satu kecamatan memiliki TP terkategorikan tinggi. Empat kecamatan terkategorikan sedang serta satu kecamatan memiliki TP terkategorikan ringan. Apabila memasukkan pendapatan lain diluar sektor pertanian, diperoleh tiga kecamatan memiliki TP terkategorikan sedang serta tiga kecamatan memiliki TP terkategorikan ringan.