Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perencanaan Strategis Sistem Informasi dengan Metode WARD & PEPPARD Studi Kasus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boyolali Setiawan Tri Wibowo; Hanna Prillysca Chernovita
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9, No 2: April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021864927

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boyolali merupakan lembaga pemerintahan yang melayani administrasi kependudukan. Dalam menjalankan proses bisnisnya, Dispendukcapil sudah memanfaatkan SI/TI guna mendukung berhasilnya proses bisnis yang dijalankan, di Dispendukcapil Kabupaten Boyolali SI/TI sangat berperan penting untuk menunjang operasionalnya. Dari kondisi yang seperti itu maka dibutuhkan perencanaan strategis sistem informasi yang sejalan atau searah dengan kebutuhan bisnis dan tujuan organisasi.  Saat ini Dispendukcapil belum memiliki adanya perencanaan strategis mengenai pemanfaatan SI/TI untuk kedepannya. Perencanaan strategis ini sangat diperlukan oleh Dispendukcapil Kabupaten Boyolali guna menghindari investasi atau pengadaan SI/TI yang tidak sesuai dengan tujuan dan fungsi utamanya sebagai kantor pelayanan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu membuat suatu perencanaan strategis yang didasarkan dengan visi misi dari Dispendukcapil Kabupaten Boyolali.  Penelitian ini menggunakan metode Ward and Peppard dengan melakukan analisis lingkungan bisnis dan lingkungan SI/TI secara internal maupun eksternal.Analisis yang digunakan didalam penelitian ini antara lain analisis SWOT, Value Chain digunakan untuk analisis lingkungan bisnis internal, adapun analisis PEST, Five Force Model, digunakan untuk menganalisis lingkungan bisnis eksternal, dan analisis Mc Farlan Strategic Grid digunakan untuk analisis lingkungan SI/TI internal sedangkan studi literatur dan observasi digunakan untuk melihat lingkungan SI/TI eksternal. Hasil  dari penelitian ini yaitu rekomendasi portofolio perencanaan strategis sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan Dispendukcapil Kabupaten Boyolali dalam bentuk roadmap SI/TI yang sesuai dengan fungsi dan tujuan dari organisasi dan juga dapat dikembangkan dalam jangka waktu 4 tahun, hal ini tentunya akan memberikan dampak yang baik karena  pemanfaatan SI/TI di Dispendukcapil Kabupaten Boyolali akan lebih maksimal sehingga kualitas pelayanan masyarakat akan lebih baik.AbstractThe Boyolali Regency Population and Civil Registration Service is a government institution that serves population administration. In carrying out its business processes, Dispendukcapil has utilized IS / IT to support the success of its business processes. In Boyolali Regency, SI / IT plays an important role in supporting its operations. From such conditions, it requires information system strategic planning that is in line or in line with business needs and organizational goals. Currently, Dispendukcapil has no strategic planning regarding the use of IS / IT for the future. This strategic planning is urgently needed by the Boyolali District Administration for Civil Service to avoid investment or procurement of IS / IT that is inconsistent with its main purpose and function as a community service office. The purpose of this research is to make a strategic plan based on the vision and mission of the Boyolali District Civil Service Office. This study uses the Ward and Peppard method by analyzing the business environment and IS / IT environment internally and externally. The analyzes used in this study include SWOT analysis, Value Chain is used for internal business environment analysis, as well as PEST analysis, Five Force Model, it is used to analyze the external business environment, and Mc Farlan Strategic Grid analysis is used for the analysis of the internal IS / IT environment, while the literature study and observation are used to see the external IS / IT environment. The results of this study are recommendations for information system strategic planning portfolios that are in accordance with the needs of the Boyolali District Government Office in the form of IS / IT roadmaps that are in accordance with the functions and objectives of the organization and can also be developed within a period of 4 years, this will certainly have a good impact. because the utilization of SI / IT in the Boyolali District Government Office will be maximized so that the quality of public services will be better.
Implementasi Haversine Formula untuk Pembuatan SIG Jarak Terdekat ke RS Rujukan COVID-19 Chandra Husada; Kristoko Dwi Hartomo; Hanna Prillysca Chernovita
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 4 No 5 (2020): Oktober 2020
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v4i5.2255

Abstract

Haversine formula-based GIS has been created to find closest location to referral hospital handling COVID-19 in Semarang City. The objectives of this study were (1) to determine closest distance and compare the results with the calculation of Find Nearest Tool and Google Maps and (2) to design GIS. It was done through (i) primary and secondary data creation and processing, (ii) accuracy measurement using Haversine formula. GIS is built after the calculation results are obtained. Calculation of the distance from user’s starting point to referral hospital can be generated using Haversine formula. Comparison of measurement results between Haversine formula-based GIS and Find Nearest Tool, the average differences is 13 meters, the smallest difference is 3 meters and the largest difference is 40 meters. The differences between the calculation results of Haversine formula and Google Maps, the smallest difference is 0 meters, the largest difference is 5 meters, and the average differences is 3 meters. GIS creation obtained through designing use case, activity, class diagram, and user interface. The conclusion is Haversine formula-based GIS can be used as "Geographic Information System for the Search of Referral Hospital Handling COVID-19 in Semarang City" based on the closest distance from user's location.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web Studi Kasus : PT Unicorn Intertranz Ghavinkson Enstayn Abednego Kustanto; Hanna Prillysca Chernovita
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8, No 4: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021844849

Abstract

Pengelolaan data perusahaan merupakan suatu hal utama dan krusial dalam memasuki persaingan industri era sekarang. Selain mudah dan aman, sistem manajemen yang telah terkomputerisasi dapat meminimalisir risiko human error. Dalam perancangan sistem informasi manajemen sendiri terdapat banyak metode yang dapat dipakai, salah satunya adalah metode prototype. Metode prototype memudahkan client untuk melihat dan mengevaluasi prototype secara bertahap seiring program dibangun. Prototype dapat ditambah maupun dikurangi sesuai berjalannya proses pengembangan. Metodologi prototype memiliki beberapa tahapan yaitu, communication, quick planning, quick Modelling, construction hingga deployment. Adapun tujuan penelitian ini ialah melakukan perancangan sistem informasi manajemen perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnis serta pengelolaan data perusahaan. Sistem informasi manajemen yang akan dibangun pada perusahaan ini meliputi komputerisasi seluruh proses bisnis, desain sistem pada setiap divisi, hingga perancangan database perusahaan. Perancangan sistem informasi ini dimulai dari pengumpulan data-data yang diperlukan menggunakan metode diskusi dan wawancara, penerjemahan data kedalam UML diagram, implementasi kode sistem, hingga testing.AbstractManagement of company data is a major and crucial thing in entering today's industrial competition. Apart from being easy and safe, a computerized management system can minimize the risk of human error. In designing the management information system itself, there are many methods that can be used, one of which is the prototype method. The prototype method makes it easy for clients to see and evaluate the prototype in stages as the program is built. Prototypes can be added or subtracted according to the development process. The stages in the prototype methodology include communication, quick planning, quick modelling, construction and deployment. The purpose of this research is to design a company management information system to support business activities and company data management. The management information system that will be built in this company includes computerization of all business processes, system design in each division, to designing company databases. The design of this information system starts from collecting the necessary data using discussion and interview methods, translating data into UML diagrams, implementing system code, to testing.
Analisis Tata Kelola Aplikasi Presensi Karyawan (COBIT 4.1 Domain Monitoring and Evaluate) Elia Juniarti Simbolon; Hanna Prillysca Chernovita; Melkior N.N. Sitokdana
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 8 No 2 (2021): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v8i2.902

Abstract

Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kota Salatiga adalah Instansi pemerintah, bertugas dalam penerimaan pendapatan daerah melalui pengoordinasian dan pemungutan pajak, retribusi, bagi hasil pajak, dan lainya. Peninjauan kelayakan sistem informasi merupakan cara melindungi data dari penyalahgunaan informasi. Karena itu diperlukan pengukuran proses pada aplikasi pendukung kerja, untuk mengukur kelayakan serta mencapai tujuan bisnis instansi. Penelitian menggunakan Kerangka kerja COBIT 4.1 melalui Domain Monitoring and Evaluate (ME), kemudian tingkat kematangan melalui maturity level dan GAP. Dalam domain ME pada COBIT 4.1 terdapat 4 kontrol yakni, ME1 (Monitor and Evaluate IT Performance), ME2 (Monitor and Evaluate Internal Control), ME3 (Obtain Independent Assurance), dan ME4 (Provide IT Governance). Penelitian difokuskan pada proses manajemen , pengelolaan pengendalian internal serta berjalan atau tidak suatu peraturan. Hasil penelitian didapatkan melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Pada hasil implementasi, framework ME pada tingkat Defined Process, diketahui maturity level memiliki rata-rata 3,8 dengan expected level tingkat 4 yaitu managed and measurable, serta memiliki nilai GAP sebesar 0,2. Hasil maturity level, subdomain nilai tertinggi pada ME4 yakni 3,92 yang berada pada level Defined Process dan sudomain nilai terendah pada ME1 dengan nilai 3,59 yang berada pada level Defined Process. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi tolak ukur untuk kemajuan instansi kedepannya.
ANALISIS SPASIAL POLA KRIMINALITAS DI KOTA SALATIGA Chrishananda, Kevin Brillian Tegar; Chernovita, Hanna Prillysca
Jurnal Spasial Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v7i1.4037

Abstract

Kota Salatiga memiliki luas wilayah sebesar 56,7811 km2, dengan total penduduk sebesar 183.815 jiwa di tahun 2015. Walaupun angka kasus kriminal di Kota Salatiga menurun di angka 17,6%  pada tahun 2018, tetap diketahui bahwa masih terdapat kasus kriminal yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola persebaran kriminalitas yang terjadi di Kota Salatiga, dan mengetahui daerah mana yang teridentifikasi sebagai daerah yang rawan terhadap tindakan kriminal. Data dari penelitian ini diambil dari Satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resor Kota Salatiga. Alat analisa dari penelitian ini yang digunakan adalah Spatial Autocorrelation, Average Nearest Neighbor, Optimized Hotspot Analysis, Directional Distribution, dan Temporal Collect Event. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, Kota Salatiga mengalami penurunan angka kriminalitas sampai dengan 45% dan hasil lain mengatakan bahwa kejadian kriminal paling banyak terjadi di daerah tengah-atas kota. Lebih jelasnya berada pada perbatasan antar 4 kecamatan, yakni Kecamatan Sidorejo, Sidomukti, Argomulyo, dan Tingkir. Akan tetapi, Kecamatan Sidorejo adalah kecamatan dengan kasus kejadian paling banyak dan Kecamatan Tingkir adalah kecamatan dengan kasus kejadian paling sedikit.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA DAN RUTE ANGKUTAN UMUM BERBASIS WEB PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA SALATIGA Michael Yudha Pratama Bagau; Hanna Prillysca Chernovita
Sebatik Vol 25 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.872 KB) | DOI: 10.46984/sebatik.v25i2.1177

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi memudahkan manusia dalam mengakses sebuah informasi, salah satunya adalah informasi spasial. Sistem informasi Geografis (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang dapat mentransformasi, memanipulasi, dan menganalisis data spasial, salah satunya dalam pengembangan pariwisata. Informasi mengenai pariwisata di suatu tempat atau kota dapat dengan mudah didapat dengan adanya sistem informasi pariwisata. Pariwisata dapat meningkatkan perekonomian di suatu daerah. Semakin banyak tempat wisata, dan semakin banyak wisatawan yang mengunjunginya, maka akan menambah pendapatan daerah tersebut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah tertentu. Kota Salatiga memiliki beberapa lokasi wisata rekreasi sampai wisata kuliner, namun tidak banyak yang mengetahui lokasi dari tempat-tempat tersebut, sehingga perlu dibuat sebuah sistem informasi geografis pariwisata dan rute angkutan umum berbasis website agar mudah dioperasikan dimana pun dan kapan pun. Sistem informasi geografis pariwisata dan rute angkutan umum berbasis website ditujukan untuk wisatawan yang datang ke kota Salatiga agar dapat mengakses informasi pariwisata dan angkutan umum yang menuju ke lokasi wisata yang ada di kota Salatiga secara online dan lengkap dalam pemberian informasinya. Perancangan Sistem Informasi Geografis Pariwisata dan Angkutan Umum ini dimulai dengan menentukan ide atau gagasan, mengumpulkan data, membuat UML, dan membuat representasi visual dalam kode HTML yang dapat dibuka melalui browser sebagai Sistem Informasi Geografis berbasis Web.
Analisis Incident Management E-Court Pada Pengadilan Negeri Salatiga Menggunakan Framework ITIL V4 Jessica Adelila Ayuh; Hanna Prillysca Chernovita
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 8 No 2 (2021): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v8i2.901

Abstract

In the IS IT organization is the most important part in service activities and smooth business operational activities, PN Salatiga uses the E-Court application from the Supreme Court which functions as a community service forum for case handling, namely case registration (e-filing), online advance payment (e -Payment), electronic summons (e-Summons) and electronic trials (e-Litigation). at Salatiga District Court in handling that still do not use the references used to manage disasters, so the settlement process does not run optimally. If there is an E-Court incident, it will have an impact on service satisfaction for users. This requires incident management with optimal management in accordance with incident standards. The framework used is ITIL V4 with the main components being a service value system and 4 dimensions, the fourth dimension is the value flow and the process which allows the value stream to have an overview for continuous improvement. The research method uses a qualitative approach that can make it easier to see the condition of incident management at Salatiga District Court. This study aims to see and see the handling of the Salatiga PN incident in the management of the ITIL V4 incident. Describe how incident handling is implemented with incident management at ITIL. Incident management SOPs prepared and can be used to support management services at the Salatiga District Court.
Algoritma Bellman-Ford untuk Menentukan Jalur Terpendek dalam Survey Klaim Asuransi (Studi Kasus : PT. Asuransi Sinar Mas, Jakarta) Demitra Januar Bawole; Hanna Prillysca Chernovita
INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia Vol. 3 No. 1 (2019): INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia - Edisi Desember 2019
Publisher : Forum Inovasi Bisnis dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.373 KB) | DOI: 10.31842/jurnal-inobis.v3i1.119

Abstract

Dalam dunia asuransi kepercayaan tertanggung terhadap asuransi merupakan kunci suksesnya asuransi. Kepercayaan tertanggung dalam hal service klaim yang berdasar dari speed (kecepatan) dan fairness (keadilan) dinilai berdasarkan penanganan cepat terhadap klaim dan keadilan klaim antara tertanggung (customer) serta penanggung (asuransi). Dalam meningkatkan kepercayaan tertanggung dibutuhkan  efisiensi dari segi waktu proses klaim. Penelitian ini menerapkan perhitungan menggunakan Algoritma Bellman-Ford yang bertujuan untuk mencari jalur terpendek dengan mengambil contoh kasus dari kantor pusat PT. Asuransi Sinar Mas menuju Auto 2000 Daan Mogot dan menghasilkan rute terpendek sepanjan Algoritma Bellman-Ford digunakan untuk menghitung semua jalur dari tempat asal ke tempat tujuan yang terbentuk dalam sebuah graf agar ditemukan jalur terpendek.
The Impact of Flearn Usefulness and Ease of Use Perception on FTI UKSW Students Learning Motivation Using Technology Acceptance Model Meiselia Ekawati Asoney Fina; Hanna Prillysca Chernovita; Dwi Hosanna Bangkalang
Journal of Information System and Informatics Vol 3 No 4 (2021): Journal of Information Systems and Informatics
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalisi.v3i4.214

Abstract

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) merupakan salah satu fakultas pengguna Flearn di UKSW, Flearn digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bersifat kuantitatif bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan Flearn terhadap motivasi belajar mahasiswa FTI UKSW menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM) serta software SPSS versi 22 sebagai alat untuk mengolah data. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu persepsi kemanfaatan (PU) dan persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) serta satu variabel terikat yaitu motivasi belajar (Y). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 90 mahasiswa FTI UKSW angkatan 2018, 2019, dan 2020. Hasil pengujian hipotesis dengan uji T pada variabel persepsi kemanfaatan (PU) terhadap variabel motivasi belajar (Y) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan nilai t-hitung sebesar 5.091 > 1.991, uji T pada variabel persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) terhadap variabel motivasi belajar (Y) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0.102 > 0.05 dan nilai t-hitung sebesar 1.655 < 1.991, selanjutnya uji F pada variabel persepsi kemanfaatan (PU) dan variabel persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) secara simultan terhadap variabel motivasi belajar (Y) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan nilai f-hitung sebesar 48.067 > 3.10.
Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kabupaten Semarang Menggunakan Overlay dan Skoring Memanfaatkan SIG Ramadhan, Dawa Rysqyqa; Chernovita, Hanna Prillysca
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.14816

Abstract

Abstrak: Bencana banjir merupakan bencana yang sering terjadi di wilayah iklim tropis khususnya daerah yang letaknya dikelilingi oleh aliran air atau genangan air seperti danau. Banjir di Indonesia dipengaruhi oleh pergantian musim yang tidak menentu yang menyebabkan bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah yang rawan terhadap banjir dan mengetahui sebarapa besar tingkat kerawananan banjir yang dapat terjadi di studi area penelitian pada wilayah Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan tumpang susun layer, berdasarkan hasil perhitungan total scoring dari nilai dan bobot dari tiap parameter. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data spasial dan non spasial dari lembaga resmi Negara Indonesia, yang dipakai untuk mendukung analisis yang dilakukan. Dari hasil analisis yang dilakukan pada studi area penelitian di wilayah Kabupaten Semarang, diketahui terdapat 159 desa pada daerah dengan tingkat kerawanan yang rendah, serta 109 desa pada daerah dengan tingkat kerawanan sedang, sisanya 20 desa berada pada tingkat kerawanan tinggi. Dari analisis yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa wilayah Kabupaten Semarang khususnya pada daerah studi area penelitian menghasilkan informasi dari empat kecamatan yang ada, memiliki tingkat kerentanan yang didominasi oleh tingkat tidak rawan dan cukup rawan. Kata kunci: Bencana Banjir, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografi.Abstract: Disaster flood disasters that occur in climatic areas, especially areas associated with water flows or puddles such as lakes. Floods in Indonesia are inspired by the changing seasons that are disastrous floods. This study aims to map the areas that are prone to flooding and how much danger is the level of flood vulnerability that can occur in the study area of Semarang Regency. This study uses an overlay method with overlapping layers, based on the calculation of the total score of the values and weights of each parameter. Data collection was carried out by collecting secondary data in the form of spatial data and non-official Indonesian institutions, which were used to support the analysis carried out. From the results of the analysis carried out in the study area of research in Semarang Regency, it is known that there are 159 villages in areas with low levels of vulnerability, as well as 109 villages in areas with moderate levels of vulnerability, the remaining 20 villages are at high levels of vulnerability. From the analysis carried out, it can be concluded that the Semarang Regency area, especially in the study area the research area produces information from the four existing sub-districts, has a level of vulnerability which is dominated by a level of vulnerability which is not vulnerable and quite vulnerable. Keywords: Flood Disaster, Overlay, Scoring, Geographic Information System.