Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyediaan Air Bersih Pada Masyarakat Di Daerah Kampung Waroi Distrik Yantidori Kabupaten Biak Frans Simbol Tambing; Bodian Davin Panggabean
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): November 2019
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v2i2.472

Abstract

Ketersediaan sumber air bersih khususnya di daerah kampung waroi belum memadai secara optimal oleh pemerintah setempat terumata perusahaan daerah (PDAM) untuk melayani tingkat kebutuhan masyarakat, untuk itu perlu dilakukan pengeboran air tanah. Air tanah adalah air yang di sadap atau diisap dari bawah tanah yang sudah diketahui, baik kuantitasnya, maupun kualitasnya untuk dipergunakan sebagai kebutuhan masyarakat setiap hari. Sumber air bersih yang dipergunakan baik untuk keperluan cuci, mandi dan kebutuhan air minum di kampung waroi selama ini adalah memanfaatkan air hujan. Kualitas dan kuantitas akan air hujan ini sangat terbatas, sedangkan kebutuhan akan air bersih untuk keperluan masyarakat adalah sangat tinggi. Untuk itulah dengan adanya pemboran air tanah dalam ini, maka sedikit banyaknya kebutuhan akan air bersih untuk masyarakat dapat teratasi. Pengabdian ini langsung diterapkan dilapangan dengan pengelolaan menggunakan peralatan yang murah, sederhana, serta terjangkau dan langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kampung waroi. Kedalaman sumur bor sekitar 75 meter. Penyaluran air bersih dilakukan dengan cara memasang tangki penampungan air ( intake ) setinggi 5 meter diatas permukaan tanah, kemudian disambung sekitar 5 buah pipa air penyaluran yang dipasang kran, sehingga masyarakat dapat menggunakan air secara langsung setiap hari. Pada akhirnya harus dipikirkan seberapa besar air bersih yang akan dibutuhkan dan sistem yang digunakan dalam pencarian sumber-sumber air bersih, baik manual maupun konvensional.
PENJERNIHAN AIR SUMUR UNTUK KEBUTUHAN SEHARI-HARI DI DAERAH KAMPUNG BYOBYOSI DISTRIK ARSO KABUPATEN KEEROM Bodian Davin Panggabean; Lia Medy Tandy
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.129 KB) | DOI: 10.31957/.v3i3.1092

Abstract

Dedication is directly applied in the field with the management of using equipment that is cheap, simple, and affordable and can be directly benefited by the community of sarmi village. To overcome high water turbidity levels required a processing with the aim of reducing and even removing the level of turbidity and odor of the water. One of the treatment is filtration method using fibers, charcoal, sand, foam, and gravel as filter and absorbent material, as well as paralon pipes as medium where the processing place. The result of this water treatment is not prioritized for the purposes of drinking water, but for the purposes of bathing and washing. With the precense of groundwater processing, so in this case a little more the need for clean water for the community can be resolved, where the color and odor in the groundwater can be  neutralized to odorless and colorless, so the water is feasible to be used for everyday purposes in particular bathing and washing. Keywords: Physical properties of groundwater, treacment.
ANALISA DAN INTERPRETASI KANDUNGAN MINERAL PADA BATUAN SEBAGAI BAHAN GALIAN INDUSTRI Bodian Davin Panggabean; Frans Simbol Tambing
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2022): Juni: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/saintek.v1i1.28

Abstract

Batuan merupakan kumpulan dari beberapa jenis mineral. Setiap mineral terdiri dari berbagai ion-ion atau unsur-unsur tertentu. Ion atu unsur-unsur ini dapat diextrak melalui proses pengolahan atau metalurgi yang bermanfaat sebagai bahan industri, baik industri kimia, manufactur, industri kesehatan, maupun industri bahan peledak. Penelitian ini merupakan kelanjutan perluasan penelitian tahun lalu, dimana pengambilan sampel dilakukan secara random di beberapa titik daerah Jayapura yaitu daerah Koyakoso dan sekitarnya. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara pengambilan batuan yang masih segar dengan berat sekitar 2 Kg setiap titik. Titik pengambilan sampel sebanyak 6 titik dimana jarak antar titik sekitar 25 meter dengan titik pengambilan mengarah pada daerah perbukitan. Sampel yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisa. Sampel terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel seperti debu dan tanah,kemudian di gerus sampai ukuran 15 mesh, kemudian sampel hasil penggerusan di analisa dengan menggunakan mikroskop polarisasi untuk mengetahui sifat-sifat fisik batuan. Hasil dari sifat fisik batuan ini kemudian di interpretasi untuk mengetahui kandungan mineral-mineral yang terdapat pada batuan yang akan dikorelasikan dengan kandungan mineral yang tertera pada peta geologi regional lembar jayapura, dan hasil pengujian XRD terdahulu sebagai perbandingan. Hasil dari pengujian sifat fisik batuan ini langsung menunjukkan jenis kandungan mineral.