Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Abdi Laksana

PERAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA UMKM DI PASAR MODERN INTERMODA BSD PADA MASA PANDEMI COVID 19 Imas Masriah; Gressy Transiseno; Ibrahim Ibrahim; Firman Amar Faras; Encung Sumarna; Indah Rosdiana Sari
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i2.10502

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada masa pandemi Covid 19 ini dilakukan dengan Pengelola Pasar Modern Intermoda BSD Tangerang bekerjasama dengan PT. Sarana Jakarta Ventura. Tujuan untuk memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM yang ada di pasar modern Intermoda BSD agar mampu bangkit dan mandiri khususnya pada masa pandemic. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan pemberian materi mengenai manajemen sumber daya manusia dan digital marketing serta strategi yang harus dilakukan oleh UMKM agar dapat survive pada masa pandemic ini, Kesimpulan dari Pengabdian Kepada Mayarakat di Pasar Modern BSD City ini adalah UMKM membutuhkan bantuan pelatihan SDM dan pendampingan agar dapat bangkit dan mandiri dimasa pandemic ini. Solusi yang diberikan adalah bantuan pelatihan SDM bagi UMKM. Keywords: Manajemen Sumber Daya Manusia; Kinerja; UMKM
PELATIHAN PENGISIAN DOKUMEN SURAT KETERANGAN ASAL (SKA) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PURWAKARTA DITENGAH PANDEMI COVID 19 Yayan Sudaryana; Hamsinah Hamsinah; Umi Rusilowati; Agung Nugroho; Imas Masriah
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i1.8766

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memukul sektor perekonomian tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di berbagai daerah tak terkecuali terkena imbas pandemi yang sampai saat ini belum berakhir. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta. Sumber Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta bahwa di Kabupaten Purwakarta , jumlah UMKM kurang lebih 8.500 yang tersebar di 17 kecamatan dan mayoritas begerak di sektor makanan dan minuman. Selain itu buah manggis menjadi salah satu produk perkebunan khas Kabupaten Purwakarta yang tengah digencarkan untuk diekspor, yang selama ini di ekspor ke beberapa Negara ASEAN salah satunya Cina dan ditargetkan bisa ekspor juga ke Wilayah Pasar Timur Tengah karena dinilai memiliki prospek positif untuk ekspor buah manggis. Perkebunan Manggis di Purwakarta mencapai lebih dari 1.500 hektare yang tersebar di 5 (lima) kecamatan . yaitu Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Darang dan Pondoksalam, yang menurut data dari Dinas terkait mencatat bahwa rata-rata produksi buah manggis saat panen raya sekitar 47 ton per hektare. Pada tahun 2019 manggis khas Purwakarta yang diekspor mencapai 30 ribu ton. Sedangkan tahun 2020 ini ditargetkan mampu mengekspor manggis hingga 50 ribu ton. Selain buah manggis, kerajinan dari tanah berupa keramik juga menjadi unggulan ekspor Kabupaten Puwakarta dan diantaranya telah di ekspor ke Singapore, Malaysia, bahkan Amerika dan Australia. Salah satu dokumen utama yang harus dipenuhi pelaku usaha dalam penjualan ke luar negeri (ekspor) adalah Surat Keterangan Asal (SKA) atau (Certificate of Origin). SKA merupakan dokumen penyerta barang pada saat barang akan diekspor, yang menjelaskan bahwa barang ekspor tersebut benar-benar berasal, diproduksi atau diolah di Indonesia.Terdapat dua jenis SKA yaitu (1). SKA Preferensi adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan atau dokumen penyerta asal barang yang diikutsertakan pada barang ekspor untuk dapat memasuki negara atau kelompok negara lain dengan mendapat fasilitas penurunan atau pembebasan bea masuk yang diberikan oleh negara atau kelompok negara tertentu bagi produk-produk yang memenuhi syarat berasal dari suatu negara dalam bentuk penurunan atau pembebasan tarif bea masuk dan (2). SKA Non Preferensi, adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan atau dokumen penyerta asal barang yang diikutsertakan pada barang ekspor untuk dapat memasuki negara atau kelompok negara lain tanpa mendapat fasilitas penurunan atau pembebasan bea masuk negara tujuan. Berdasarkan hasil survey pendahuluan, pada umumnya permasalahan yang di hadapi UKM Purwakarta dalam menjual produk / barang ke luar negeri (ekspor) adalah tentang pemahaman dalam pengisian dokumen Surat Keterangan Asal (SKA). Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah melakukan pelatihan pengisian dokumen SKA kepada UKM. Sebagai luarannya dari pelatihan ini adalah UKM yang mengikuti pelatihan dapat memahami tentang cara pengisian dokumen SKA ke berbagai negara tujuan ekspor, dengan bukti luaran berupa hasil analisis deskriptif kuesioner atas jawaban UKM yang mengikuti pelatihan tentang tata cara pengisian dokumen SKA. Target dari kegiatan PKM ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja penjualan produk/barang UKM di Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat khusunya untuk pasar luar negeri.Kata kunci : Pelatihan, SKA, Kinerja, Penjualan, UKM