Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Alat Bantu untuk Liquid Container Berdasarkan Penilaian Rapid Entire Body Assessment dan Washington State Checklist Risya Rahmasari Kosasih; Sri Martini; Mira Rahayu
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.033 KB) | DOI: 10.30656/jsmi.v3i1.1459

Abstract

The problem in this research is the use of liquid containers, which use as bulk cosmetic containers, which will be move from the WIP room to the product packaging room. Based on these transfer activities, there was a risk of exposure to Musculoskeletal Disorders (MSDs), which were analyzed using Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Washington State Checklist (WSC). This study aims to design a tool for a more ergonomic liquid container to reduce the impact of MSDs on workers. Redesigning this tool uses the concept of Reverse Engineering. The design of the new liquid container transporter simulation can reduce REBA score with a WSC value of low-risk category for MSDs exposure based on the overall work environment category.
PERANCANGAN ALAT BANTU FILLET IKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT DESA SUKAPURA Sri Martini
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1a (2022): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v5i1a.4583

Abstract

Olahan lele merupakan sumber penghasilan yang potensial bagi masyarakat Desa Sukapura. Lele mudah didapatkan dan memiliki harga yang ekonomis. Selain itu lele juga lebih mudah diolah. Dalam pengolahan lele, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh pelaku usaha agar dapat menjadi produk yang siap jual. Ikan lele yang sudah di-fillet dapat diolah menjadi produk lainnya, seperti bakso, krupuk ikan, dendeng, abon, dan lain-lain. Namun permasalahan yang dihadapi adalah waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatan fillet ikan lele cukup lama dan kemampuan masyarakat belum memadai, sehingga dibutuhkan upaya untuk merancangan alat bantu produksi yang efektif, efisien, dan aman. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan perancangan mesin fillet ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Sukapura dalam memaksimalkan potensi yang ada dan memberikan wawasan bagi pelaku UKM mengenai efektivitas, efisiensi, produktivitas, serta keselamatan dalam melakukan proses produksi olahan lele. Metode yang dilakukan antara lain, metode observasi untuk mengetahui kebutuhan UKM makanan olahan lele, metode perancangan, metode presentasi, dan metode diskusi sebagai bentuk pendampingan dalam merintis usaha olahan produk lele.
Perancangan Dan Penjadwalan Aktivitas Distribusi Household Product Menggunakan Metode Distribusi Requirement Planning (DRP) Di PT. XYZ Untuk Menyelaraskan Pengiriman Produk Ke Ritel Muhammad Bolkiah Muttaqin; Sri Martini; Rio Aurachman
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 4 No 01 (2017): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2017
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v4i01.210

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang menjual produk rumah tangga yang memiliki tiga Distribution Centre (DC). DC mengirimkan produknya ke lima ritel yaitu ritel 1, ritel 2, ritel 3, ritel 4 dan ritel 5. PT XYZ dalam proses pendistribusiannya belum melakukan suatu perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi produk, sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan dan kekurangan persediaan produk pada ritel. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan penjadwalan aktivitas distribusi dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP). DRP mengantisipasi kebutuhan mendatang dengan perencanaan pada setiap level dalam jaringan distribusi. Dengan metode DRP, dilakukan perencanaan distribusi terhadap permintaan produk oleh ritel kepada DC dengan menggunakan tabulasi DRP yang mempertimbangkan safety stock dan kapasitas armada pengiriman sehingga diperoleh penghematan biaya distribusi dan pengiriman produk yang optimal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah berkurangnya pengiriman produk yang melebihi atau kurang dari kebutuhan ritel yang dapat mengakibatkan penumpukan dan kekurangan persediaan produk. Dengan menggunakan metode DRP dapat diperoleh penghematan biaya pengiriman sebesar 21% atau sebesar Rp 50.475.991 selama periode Januari 2016-Desember 2016. Diharapkan dengan adanya perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi ini, pemenuhan permintaan pelanggan akan menjadi optimal, kinerja penjualan meningkat dalam memenuhi order dengan tepat waktu dan tepat jumlah.
PENERAPAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT DALAM PERANCANGAN ALAT BANTU UNTUK MENURUNKAN BALOK KAYU Fachri Raziq El Ahmady; Sri Martini; Agus Kusnayat
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 7, No 1 (2020): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.7.1.21-30

Abstract

Material Handling Equipment (MHE) adalah alat bantu yang berfungsi untuk meringankan beban kerja suatu pekerjaan. Namun di receiving area Perusahaan X masih melakukan aktivitas bongkar bahan baku dengan cara manual tanpa bantuan MHE, terutama pada bagian proses menurunkan balok kayu dari truk pemasok. Proses tersebut dilakukan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Sehingga pekerja berisiko terkena Musculoskeletal Disorders (MSDs). Selain itu, proses penurunan secara manual dianggap masih kurang efektif dan efisien dengan proses bongkar bahan baku pada sebuah truk dapat menghabiskan waktu berjam-jam karena harus menurunkan balok kayu satu persatu. Untuk itu dilakukan proses perancangan suatu MHE yang ergonomis dengan pendekatan Ergonomic Function Deployment (EFD) yang menerapkan aspek ergonomi yaitu ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien). Sehingga, dari penelitian ini dihasilkan suatu konsep MHE usulan yang ergonomis yang dapat mengurangi risiko terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dapat dilihat dari perubahan nilai REBA postur pekerja dan membuat proses bongkar bahan baku yang lebih efektif dan efisien.
IMPLEMENTASI ALAT PENGUPAS DAN PENYARING KULIT ARI KACANG KEDELAI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI TEMPE CV. MITRA PANGAN SEJAHTERA, BANDUNG erna febriyanti; Agus Kusnayat; Shinta Yulia Puspitasari; Anisa Herdiani; Mohammad Yasin Abdul Hafidh; Indra Lukmana Sardi; Sri Martini
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v2i1.2122

Abstract

Mitra Pangan Sejahteramerupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)di Karang Pamulang, Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat yang bergerak dibidang produksi tempe. Saat ini CV. Mitra Pangan Sejahtera berharap untuk bisa mengolah 1 ton kedelai setiap harinya guna memenuhi kebutuhan konsumen. Namun, dalam proses produksi tempe ada beberapa proses yang memakan waktu. Salah satunya pada proses pemisahan kulit ari dari kacang kedelai. Proses pemisahan kulit dan kacang kedelai yang dilakukan selama ini adalah dengan pengadukan dan penyaringan secara manual menggunakan tangan dan bantuan ayakan bambu sederhana. Cara ini hanya efektif untuk jumlah yang kecil, yaitu sekitar 4 kuintal/hari. Untuk meningkatkan kemampuan produksi tempe, proses pemisahan tersebut harus dikembangkan. Dengan adanya mesin pengupas kulit ari maka tidak banyak tenaga yang diperlukan dan proses pemisahan kulit dari kacangnya dapat dilakukan lebih cepat sehingga meningkatkan produktifitas dan efisiensi.