Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

VALUE DEVELOPMENT IN HISTORY LEARNING THROUGH PARIBASA AND BABASAN Mulyana, Agus; Darmawan, wawan
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 14, No 1 (2013): local wisdom in history education
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.122 KB) | DOI: 10.17509/historia.v14i1.1912

Abstract

This research derived from an anxiety that looked history learning as a subject that was very close with intellectual competences development. In fact, history itself ilustrated value experience which could give such a kind of wisdom, and more over the history also had a big value in it. So, it was thought that there was a need to have a right strategy to understand the value of history. One kind of value that could be internalized to students in history learning was Sundane local wisdom. Sundanese culture had various inheritances, for example was like oral literature (folklore) in paribasa and babasan. The problems in this research were how to identify the values of Sundanese culture in paribasa and babasan, and how the people could use paribasa and babasan in a process of value socialization and internalization, how those values could be applied in history learning. This research used a qualitative approach. It was divided in two phases, the first one was about folklore, and the second one was about naturalistic study on history learning process in the class. The result of this research was also divided in two parts. The first part was related to social values identification that could be extracted on Cireundeu Cultural Village pass through paribasa and babasan. Based on the result of the observation and interview with the villagers, they used paribasa and babasan which generally got the same point with the others Sundanese societies, so there was no specialty in Cireundeu. The main point was they still used paribasa and babasan in their daily life, especially when they counseled their children, interacted to each other, said euphemism critic, and taught Sundanese values to the young generations. Second, this part was related to paribasa and babasan’s value implementation in history learning on SMA Pasundan 1 Bandung. There were two approaches in this implementation, value inculcation approach and value clarification approach. This kind of history learning that put paribasa and babasan as a media of value inculcation passed through appreciation, self-identification, behavior implementation, and habit forming
HISTORIOGRAPHY ANALYSIS OF HISTORY TEXT BOOK FROM NEERLANDOCENTRIC TO SCIENTIFIC Darmawan, Wawan
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 11, No 2 (2010): History Teaching
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.748 KB) | DOI: 10.17509/historia.v11i2.12333

Abstract

History text book is a historiography work for educational purpose. The historiography exposed in the history text book is definitely different from historiography of another scientific history book. The practical purpose of education becomes one of the important goals of composing the history text book. The history understood from history text book can do more than only developing the student’s historical awareness. The historical awareness can be detected in the attitude expressed by the students, such as their sense of nationality, partriotism, unity, willingness to sacrifice, etc. However, the history books composition, including the history text books, cannot avoid the spirit of the period it was written. According to the historiography development in Indonesia, the history text books has been written based on nederlandocentrism, indonesiacentrism, ideologism, and scientific, which are the result of how the spritit of a period affected the history text composition. This research analyse the historiography of history text books that are used in school, especialy in how these history text books appropriately reconstruct historical events with the spirit of a period and how it is composed based on scientific rules of history science.
Analisis Prediksi Kebangkrutan PT. Krakatau Steel (persero) dengan Menggunakan Model Altman Z-Score Darmawan, Wawan; Tubaka, Andika Jaros
Accounting, Accountability, and Organization System (AAOS) Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebangkrutan adalah kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya, secara umum diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan dalam menghasilkan laba. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis prediksi kebangkrutan PT. Krakatau Steel (Persero) dengan menggunakan model Altman Z-Score dan Kepmen Kep-100/MBU/2002. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode komparatif, dengan menggunakan data sekunder dari Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan model analisis Z-Score menunjukkan angka kebangkrutan yang tinggi. Sedangkan, pada metode Kepmen Kep-100/MBU/2002 PT. Krakatau Steel (Persero) mempunyai skor yang mengindikasikan kinerja yang menyebabkan tingkat kesehatan perusahaan menjadi kurang sehat. Penyebab hasil analisis kedua metode yaitu Z-Score dan Kep-100/MBU/2002 mendekati persamaan ialah karena kedua metode penilaian kinerja ini mempertimbangkan aspek rasio keuangan.
Pemetaan Ideologi Pendidikan Darmawan, Wawan
Wacana Vol 4, No 2 (2002): Produksi Budaya dan Budaya Produksi
Publisher : Faculty of Humanities, University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2127.086 KB) | DOI: 10.17510/wjhi.v4i2.339

Abstract

Ludo History (Dory) dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 7 Bandung Kusumah Dewi, Nurul Hasanah; Darmawan, Wawan
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2019): Historical Learning
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v8i2.22155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Bandung. Indikator pemahaman konsep yang diukur pada penelitian ini yaitu membaca sumber mengenai materi yang sedang dipelajari, mengenal konsep-konsep, menjelaskan konsep-konsep, memberikan contoh-contoh dari konsep, mengklasifikasikan konsep-konsep, dan menghubungkan konsep-konsep. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, perkembangan siswa dalam mencapai kriteria indikator pemahaman konsep yang telah ditentukan mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, hal ini dapat terlihat dari peningkatan perolehan skor masing-masing indikator pada setiap siklusnya. Hal ini menunjukkan keberhasilan dari penerapan media permainan Ludo History (Dory) dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Kemudian, jika melihat hasil penelitian yang dilakukan, media permainan Ludo History (Dory) dapat dijadikan suatu alternatif solusi untuk menghadapi masalah pembelajaran yang ditemukan di kelas
Penerapan Pembelajaran Edutainment Model If History dalam Program Penugasan Dosen (PDS) Di SMAN 8 Bandung Darmawan, Wawan; Kurniawati, Teni; Rusmiati, Desi
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2020): Model-Model Pembelajaran Sejarah
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v9i1.21619

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil kegiatan penulis selama menjadi dosen PDS (Penugasan Dosen di Sekolah) yang diprogramkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian  Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi. Selama menjadi guru dalam program PDS tersebut, penulis telah menerapkan pembelajaran edutainment di kelas XI SMA Negeri 8 Bandung yang diharapkan dapat memberi suasana pembelajaran sejarah yang menyenangkan. Pembelajaran edutainment ini difokuskan pada upaya kemampuan peserta didik untuk menjadi tokoh dalam sejarah (if history). Pemberian materi pelajaran di kelas didukung dengan model action research ke dalam empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi agar dapat dijadikan tindakan perbaikan selanjutnya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan dapat dijelaskan bahwa pembelajaran edutainment model if history telah membawa peserta didik hadir pada suasana peristiwa yang dipelajari dengan “hadir” sebagai pelaku dalam sejarah. Peserta terlihat antusias untuk mengikuti proses pembelajaran yang rileks, menyenangkan, dan terbebas dari tekanan dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari pertemuan awal sampai pertemuan akhir. Model if history menjadi lebih mudah diikuti oleh peserta didik ketika suatu peristiwa disampaikan dengan kombinasi gaya mengajar monolog. Di sini peserta didik menjadi lebih mudah memahami apa yang akan diperankannya dan menemukan fakta sejarah dengan bahasanya sendiri sehingga sejarah tidak lagi terkesan sebagai hapalan fakta.
Keseimbangan antara Pendapatan dan Biaya Operasional Kapal Penyeberangan Lintas Jangkar-Kalianget Ilham, Chairul Insani; Darmawan, Wawan
JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Vol 2, No 1 (2015): JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOSGISTIK
Publisher : STMT Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Pelabuhan Jangkar memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kegiatan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Situbondo, karena transportasi air merupakan salah satu moda transportasi yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teori yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh Supranto (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas lalu lintas angkutan yang melayani penyeberangan Jangkar-Kalianget mengalami penurunan pendapatan, baik angkutan penumpang maupun barang rata-rata sebesar 16, 6 persen. Berdasarkan hasil peramalan, permintaan transportasi, Break Even Point (BEP) load factor sebesar 21 persen dicapai pada tahun 2011. Pada tahun 2012, perusahaan transportasi mengalami kerugian dalam hal pendapatan operasional karena produktivitas kapal angkutan semakin menurun. Hal ini diketahui bahwa pada tahun 2012 perusahaan pelayaran mengalami kerugian karena biaya operasional kapal besar melebihi pendapatan dari kapal (BOK > Pendapatan) yang biaya operasional kapal sebesar Rp 2.977.643.505; dan pendapatan kapal sebesar Rp 2.709.255.500. Dengan demikian, pada tahun 2012 perlu memberikan subsidi untuk kelangsungan angkutan Feri, karena kegiatan transportasi Feri lintas Jangkar-Kalianget-Pulau Sapudi masih memiliki permintaan transportasi potensial dan masih diperlukan masyarakat sekitar. Kata Kunci: BEP, Transportasi, Biaya, Tingkat Pendapatan
ETHNICITY AND NATIONALISM: SIPATAHOENAN NEWSPAPER’S VIEWS ON THE NATIONALIST MOVEMENTS IN THE DUTCH EAST INDIES Mulyana, Agus; Darmawan, Wawan; Kurniawati, Yeni
Paramita: Historical Studies Journal Vol 28, No 1 (2018): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v28i1.13924

Abstract

This research examines the texts in Sipatahoenan newspaper published by the national movement organization of Paguyuban Pasundan of Tasikmalaya Branch. The focus of the research is how the narrations in Sipatahoenan newspaper show the attitudes towards national issues. The attitudes are worth studying because Paguyuban Pasundan is a national movement organization based on regionalism or ethnicity. The research adopted the historical methodology because it uses historical sources in the form of a newspaper published in the past. The analysis employed critical discourse analysis, postulating that a text is constructed by the elements of ideologies. The ideology here refers to how Sipatahoenan as the newspaper of a national movement organization shows ethnic and nationalist ideologies in addressing some events related to nationalist movements. Penelitian ini mengkaji teks koran Sipatahoenan yang diterbitkan oleh organisasi pergerakan kebangsaan Paguyuban Pasundan Cabang Tasikmalaya. Hal yang akan dikaji adalah bagaimana narasi dalam koran Sipatahonen mengandung sikap terhadap isu-isu kebangsaan. Sikap ini menarik dikaji karena Paguyuban Pasundan merupakan organisasi pergerakan kebangsaan yang memiliki dasar kedaerahan atau etnisitas.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi sejarah karena menggunakan sumber sejarah berupa koran yang terbit di masa lalu. Analisis yang digunakan adalah analisis wacana kritis yang menjelaskan bahwa suatu teks dikonstruksi oleh unsur ideologi yang membuat teks tersebut. Ideologi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana koran Sipatahoenan sebagai koran organisasi pergerakan kebangsaan memiliki unsur ideologi etnik dan nasionalis dalam mensikapi beberapa peristiwa yang berkenaan dengan pergerakan kebangsaan. 
PENERAPAN MEDIA FILM SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGOLAH INFORMASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Widiani, Lusiana Surya; Darmawan, Wawan; Ma'mur, Tarunasena
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2018): Sejarah Lokal dan Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v7i1.11932

Abstract

The background of this study is the lack of ability to process information of students in history subject in grade 11 Social I Pasundan 8 Senior High School Bandung. This can be seen from most students were only able to develop the ability to remember and memorize. When students are exposed to an issue, students were not able to process the information. The ability to process the information outlined in this study is the student’s ability to process information from a variety of sources of information when learning takes place. To that end, researchers are trying to do research with the goal of improving students’ ability to process information through the implementation of film media in history subject. This research is using a classroom action research methods design of Kemmis and Mc. Taggart. The classroom action research method (PTK) were done with four steps: planning, action, observation, and reflection. Based on the research that has been done, student progress in achieving the criteria on the indicator of the ability to process information that has been determined to experience a significant increase in each cycle. Through the implementation of film as media, the students used to process the information they receive. This shows that in the application of the film to enhance the students’ ability to process information is one way that can be used in the teaching of history in schools. The results of this study can be used as advice or recommendations as well as consideration for teachers so that students will have the ability to process information so that the teaching process become more meaningful.
THE PAST GHOST: THE EXPRESSION OF NARRATIVE IDEOLOGY IN HISTORY TEXTBOOKS DURING THE NEW ORDER AND REFORMASI IN INDONESIA Darmawan, Wawan; Sjamsuddin, helius; Mulyana, Agus
Paramita: Historical Studies Journal Vol 28, No 2 (2018): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v28i2.15043

Abstract

Narrative in history textbooks usually refers to the history of Indonesia itself. The written experiences are the stories which are considered as proud for the history of their nation and the government in power. Thus, no wonder if the government changes, the materials which are not in line with the present government will vanish or be eliminated. However, for various topics, this cannot be vanished and changed even though the government changes. This situation looks like a ghost and sometimes can cause fear and anxiety because it comes with a strong figure. The aim of this study is to investigate the narrative expression in the history learning textbooks for Senior High School published in the New Order and Reformasi (reformation) era as ideology. Hence, in order to examine the problem, the researcher used critical discourse analysis method in which its main study was texts. Texts are created in the political and social contexts in which there are social power and domination. The results show that the materials which had vanished and appeared in a different version in the history school textbooks cannot be separated from the influence of the government’s interests or we call it as ideologization in history textbooks. The government in power has an authority with his policy to limit, to add and to eliminate the previous history materials and then interprets himself for an event in the past. Narasi dalam buku pelajaran sejarah biasanya mengacu pada sejarah Indonesia itu sendiri. Pengalaman tertulis adalah kisah-kisah yang dianggap membanggakan sejarah bangsa mereka dan pemerintah yang berkuasa. Dengan demikian, tidak heran jika pemerintah berubah, bahan-bahan yang tidak sejalan dengan pemerintahan sekarang akan lenyap atau dihilangkan. Namun, untuk berbagai topik, ini tidak dapat dihilangkan dan diubah meskipun pemerintah berubah. Keadaan ini terlihat seperti hantu dan terkadang bisa menimbulkan rasa takut dan kecemasan karena muncul dengan sosok yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki ekspresi naratif dalam buku teks pembelajaran sejarah untuk Sekolah Menengah Atas yang diterbitkan pada era Orde Baru dan Reformasi sebagai ideologi. Oleh karena itu, untuk menguji masalah, peneliti menggunakan metode analisis wacana kritis di mana studi utamanya adalah teks. Teks dibuat dalam konteks politik dan sosial di mana ada kekuatan dan dominasi sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa materi yang telah lenyap dan muncul dalam versi yang berbeda dalam buku pelajaran sekolah sejarah tidak dapat dipisahkan dari pengaruh kepentingan pemerintah atau kita menyebutnya sebagai ideologi dalam buku teks sejarah. Pemerintah yang berkuasa memiliki otoritas dengan kebijakannya untuk membatasi, menambah dan menghilangkan materi sejarah sebelumnya dan kemudian menafsirkan dirinya sendiri untuk suatu peristiwa di masa lalu.