Yudita Ingga Hindiarti
Universitas Galuh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES INVOLUSI UTERUS PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGENSARI KOTA BANJAR Anggi Septyara; Yudita Ingga Hindiarti
Journal of Midwifery and Public Health Vol 2, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v2i2.6872

Abstract

Pada beberapa keadaan, terjadi proses involusi uterus tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilannya terlambat. Penyebabnya adalah infeksi endometrium, terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah, atau mioma uteri (Manuaba, 2013) Banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses involusi diantaranya menyusui, mobilisasi dini, status gizi, paritas dan usia. Penelitian ini adalah Mengetahui gambaran faktor-faktor yg mempengaruhi Proses Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari Kota Banjar Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total Sampling. Diketahui lebih dari setengahnya responden memiliki umur antara 20 sampai 34 tahun sebanyak 12 orang (54,5) Diketahui sebagian besar responden termasuk pada kategori multipara sebanyak 15 orang (68,2%) Diketahui sebagian besar responden melakukan mobilisasi dini sebanyak 14 orang (63,6%). Diketahui lebih dari setengahnya responden melakukan inisiasi menyusui dini sebanyak 12 orang (54,5%). lebih dari setengahnya responden memiliki umur antara 20 sampai 34 tahun. sebagian besar responden termasuk pada kategori multipara. sebagian besar responden melakukan mobilisasi dini. Diharapkan akan menjadi tambahan informasi sehingga dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang faktor-faktor yg mempengaruhi Proses Involusi Uterus serta dapat menyarankan kepada ibu yang telah melahirkan utuk melakukan mobilisasi dini dan inisiasi menyusui dini (IMD) dapat membantu dalam involusi uterus.Background: In some circumstances, the uterine involution process is not running properly, so that the reduction process is too late. The cause is an endometrial infection, there is a remnant of the placenta and its membranes, there is a blood clot, or uterine myoma (Manuaba, 2013). Many factors can affect the involution process including breastfeeding, early mobilization, nutritional status, parity and age. Purpose: The purpose of this study is to describe the factors that influence the Uterine Involution Process in Post Partum Mothers in the Work Area of the Langensari Public Health Center, Banjar City in 2020. Metode: The type of research used in this research is descriptive research. The sampling used in this study is the total sampling method. Results: It is known that more than half of the respondents have an age between 20 to 34 years as many as 12 people (54.5) It is known that most of the respondents belong to the multiparous category as many as 15 people (68.2%) It is known that most of the respondents did early mobilization as many as 14 people (63.6%). It is known that more than half of the respondents initiated early breastfeeding as many as 12 people (54.5%Conclusion: more than half of the respondents were between 20 and 34 years old. most of the respondents fall into the multiparous category. most of the respondents carried out early mobilization. Suggestion: It is hoped that additional information will be provided so that it can increase outreach activities about the factors that affect the Uterine Involution Process and can advise mothers who have given birth to carry out early lactation and early initiation of breastfeeding (IMD) can help in the involution of the uterus.
LITERATUR REVIEW: CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) PADA KEHAMILAN Kurniati Devi Purnamasari; Widya Maya Ningrum; Siti Fatimah; Yudita Ingga Hindiarti
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 4 No 1 (2022): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v4i1.79

Abstract

Pandemi global SARS-CoV-2, penyebab penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19), telah dikaitkan dengan hasil penelitian pada beberapa populasi pasien, termasuk ibu hamil yang memiliki kecenderungan morbiditas kronis yang buruk. Sebagian besar laporan awal, menyatakan bahwa wanita hamil tidak lebih parah terpengaruh oleh Covid-19 daripada populasi pada umumnya, namun hal ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan penularan virus secara vertikal dari ibu ke janin. Namun, penelitian variasi potensial dalam tingkat keparahan penyakit antara Negara saat ini sangat dibutuhkan, untuk menentukan apakah ibu hamil dengan COVID-19 memiliki kecenderungan mengalami kasus pneumonia berat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur penelitian yang diterbitkan berkaitan dengan Covid-19 pada kehamilan. Pencarian artikel jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu: database PubMed, Scopus, Embase, Science Direct dan Google Scholar dari bulan Mei sampai Juli 2020. Keyword yang digunakan adalah “Covid-19”, “Covid-19 in pregnancy”, “Covid-19 Pada Kehamilan”; sehingga didapatkan 6 artikel untuk di-review. COVID-19 pada ibu hamil dapat menyebabkan gawat janin, keguguran, gangguan pernapasan, dan kelahiran prematur tetapi tidak menginfeksi bayi baru lahir. Belum ada laporan penularan vertikal dalam kehamilan, dan telah ditemukan bahwa gejala klinis COVID-19 pada wanita hamil tidak berbeda dengan wanita yang tidak hamil.
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI VIDEO BERBASIS ANDROID DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGAYAM TAHUN 2020 Yudita Ingga Hindiarti; Rizka Nur Khofifah
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.4531

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Jika ibu tidak memberikan ASI dengan teknik menyusui yang benar diantaranya putting lecet dan ibu mengeluhkan susahnya memberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan melalui video berbasis android dengan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar di Wilayah Kerja Puskesmas Cigayam Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan metode total Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa diketahui setengahnya dari responden tidak dilakukan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sebanyak 21 orang (50%) dan setengahnya dari responden dilakukan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sebanyak 21 orang (50%). sebagian responden memiliki pengetahuan kurang tentang teknik menyusui sebanyak 18 orang (42,9%) dan terdapat hubungan antara antara pendidikan kesehatan melalui video berbasis android dengan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar. Responden yang mengikuti pendidikn kesehatan tentang teknik menyusui secara signifikan mempengaruhi pengetahuan ibu hal ini dikarenakan adanya proses pembelajaran melalui media video android. Terdapat hubungan antara antara pendidikan kesehatan melalui video berbasis android dengan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan Petugas kesehatan dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan melalui penyuluhan dan konseling, baik penyuluhan perorangan atau kelompok tentang pengetahuan ibu tentang teknik menyusui yang benar.Mother's Milk (ASI) is a type of food that meets all the elements of a baby's physical, psychological, social and spiritual needs. If the mother does not give breast milk with the correct breastfeeding technique, including sore nipples and the mother complains about the difficulty of giving. The purpose of this study was to determine the relationship of health education through android-based videos with mother's knowledge of correct breastfeeding techniques in the Cigayam Health Center Work Area in 2020. This research method used amethod descriptive correlative with aapproach cross sectional. Sampling used themethod total sampling. The results showed that it was known that half of the respondents did not receive health education on breastfeeding techniques as many as 21 people (50%) and half of the respondents received health education on breastfeeding techniques as many as 21 people (50%). some respondents have less knowledge about breastfeeding techniques as many as 18 people (42.9%) and there is a relationship between health education through android-based videos and mother's knowledge about correct breastfeeding techniques. Respondents who take part in health education about breastfeeding techniques significantly affect mother's knowledge, this is due to the learning process through android video media. There is a relationship between health education through android-based videos and mother's knowledge about correct breastfeeding techniques. It is hoped that health workers can further improve health promotion through counseling and counseling, both individual and group counseling about mother's knowledge about correct breastfeeding techniques.