Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KUANTIFIKASI KUALITAS TEMPAT TUMBUH DAN PRODUKTIVITAS TEGAKAN UNTUK HUTAN TANAMAN EUKALIPTUS DI KABUPATEN SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA Darwo, Darwo; Suhendang, Endang Suhendang; Jaya, I Nengah Surati; purnomo, herry; Pratiwi, Pratiwi
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 9, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.524 KB)

Abstract

RESPON PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT WERU (Albizia procera Benth ) BERDASARKAN HASIL SELEKSI BENIH Suita, Eliya; Nurhasybi, Nurhasybi; Darwo, Darwo
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIVITAS BENTUK INOKULUM CENDAWAN Scleroderma citrinum Persoon DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SEMAI Pinus merkusii Jungh Sugiarti, Sugiarti; Darwo, Darwo; Panjaitan, Dimpu J.
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.703 KB)

Abstract

 ABSTRAK Kegiatan merehabilitasi lahan kritis perlu memperhatikan karakteristik lahan dengan pemilihan jenis yang adaptif dan dapat bersimbiosis dengan mikroorganisme tanah, seperti mikoriza. Penggunaan mikoriza telah menyumbangkan manfaat  yang  banyak  dalam  meningkatkan  mutu  dan  pertumbuhan  semai.  Penelitian bertujuan   untuk   mengetahui   efektifitas   inokulum  cendawan   Scleroderma   citrinum   Persoon   dalam menginfeksi akar semai Pinus merkusii Jungh. Et de Vriese, pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kualitas semai. Rancangannya menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (serbuk, suspensi, kapsul dan kontrol).  Hasilnya menunjukkan semai Pinus merkusii Jungh. Et de Vriese yang telah diinokulasi dalam bentuk inokulum serbuk spora dapat meningkatkan pertambahan tinggi, diameter dan berat kering total berturut-turut adalah 210 %, 173 %, dan 196 % terhadap kontrol. Inokulum suspensi telah meningkatkan pertambahan tinggi, diameter, dan berat kering total semai berturut-turut adalah 178 %, 141 %, dan 170 % terhadap kontrol. Dan inokulum kapsul telah meningkatkan pertambahan tinggi, diameter dan berat kering total semai berturut-turut adalah 157 %, 131 %, dan 168 % terhadap kontrol. Nilai rasio akar pucuk semai untuk semua perlakuan berkualitas baik. Nilai indeks kualitas semai yang bermikoriza termasuk kualitas baik.  Inokulum serbuk  spora  termasuk klasifikasi persentase pembentukan mikoriza  yang  sangat  baik, suspensi spora termasuk baik dan kapsul spora termasuk sedang. Penggunaan bentuk inokulum suspensi spora lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan inokulum serbuk spora dan kapsul spora. 
PENGARUH DOSIS SERBUK SPORA CENDAWAN Scleroderma citrinum Persoon DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN TUSAM DI PERSEMAIAN Darwo, Darwo; Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Untuk merehabilitasi lahan kritis diperlukan bibit yang berkualitas. Salah satu caranya melalui penyediaan bibit bermikoriza.  Tusam (Pinus merkusii Jungh. Et de Vriese) merupakan salah satu jenis yang dapat bersimbiosis dengan cendawan ektomikoriza. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis serbuk spora Scleroderma citrinum Persoon dan komposisi media dalam menginfeksi perakaran dan meningkatkan pertumbuhan  tusam  di  persemaian.  Rancangan  percobaan  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  pola faktorial. Faktor dosis serbuk spora terdiri atas 0; 0,1; 0,2; dan 0,3 gram, sedangkan faktor media terdiri dari subsoil, subsoil : pasir (7:3), dan subsoil : kompos (7:3).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,1 gram serbuk spora dengan media tanam subsoil dan subsoil : pasir (7:3) telah mampu menginfeksi perakaran bibit tusam yang sangat nyata, dan pengaruhnya sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi, diameter, berat kering total, dan rasio akar-pucuk bibit tusam sampai umur tujuh bulan, tetapi media subsoil : kompos (7:3) yang diberi serbuk spora 0,1; 0,2; maupun 0,3 gram tidak menginfeksi perakaran tusam. Komposisi media subsoil : pasir (7:3) dengan dosis 0,2 gram serbuk spora menghasilkan persen infeksi tertinggi yaitu 77,6%.
BEBERAPA JENIS CENDAWAN EKTOMIKORIZA DI KAWASAN HUTAN SIPIROK, TONGKOH, DAN AEK NAULI, SUMATERA UTARA Darwo, Darwo; Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Cendawan ektomikoriza umumnya bersimbiosis dengan tumbuhan  tertentu. Dari satu jenis tumbuhan inang dimungkinkan adanya beberapa jenis cendawan ektomikoriza yang menjadi simbionnya atau dari satu jenis cendawan ektomikoriza dapat bersimbiosis dengan beberapa jenis tumbuhan inang. Pada kondisi ekologis suatu daerah yang berbeda dapat ditemukan jenis cendawan ektomikoriza yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Sipirok (Kabupaten Tapanuli Selatan), Tongkoh (Kabupaten Tanah Karo), dan Aek Nauli (Kabupaten Simalungun). Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman cendawan ektomikoriza lokal di kawasan hutan Sipirok, Tongkoh, dan Aek Nauli yang dapat dikembangkan untuk peningkatan kualitas semai dan pertumbuhan tanaman di lapangan guna menunjang keberhasilan rehabilitasi lahan kritis. Telah ditemukan 16 jenis cendawan ektomikoriza, yaitu 3 jenis di Sipirok (Boletus sp.(1), Suillus sp.(1), dan Inocybea sp.) di bawah tegakan tusam; 5 jenis di Tongkoh (Russula sp.(1), Russula sp.(2), Russula sp.(3), Russula sp.(4), dan Lactarius sp.(1) di bawah tegakan tusam; dan 9  jenis di  Aek Nauli (Scleroderma citrinum, Suillus sp.(2), Russula sp.(1), Russula sp.(5), Russula sp.(6), Lactarius sp.(2), Russula sp.(7), Russula sp.(8), Boletus sp.(2), dan Boletus sp.(3) di bawah tegakan tusam. Jenis ektomikoriza lokal yang ditemukan  ini  sangat  berpotensi  untuk  dikembangkan  dalam  pembibitan  tanaman  yang  sesuai  dengan tanaman inangnya.   Kawasan yang memiliki potensi mikorizanya banyak, sebaiknya dilindungi sebagai sumber plasma nutfah ektomikoriza.