Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi : Kajian Ilmiah Akuntansi (JAK)

Pengaruh Likuiditas, Fixed Assets Intensity, Market To Book Ratio, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Keputusan Perusahaan Melakukan Revaluasi Aset Tetap Nailufaroh, Lulu
JAK (Jurnal Akuntansi) : Kajian Ilmiah Akuntansi Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.867 KB) | DOI: 10.30656/jak.v6i1.943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas, fixed asset intensity, market to book ratio, dan ukuran perusahaan terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap. Bersadasarkan PSAK 16, perusahaan di Indonesia boleh memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Penilaian kembali aset tetap juga diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 191/PMK.10/2015 tentang penilaian kembali aset tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan.Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 sampai 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 perusahaan dalam satu tahun, sehingga total sampel selama periode penelitian sebanyak 222 sampel. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian secara parsial terbukti secara signifikan yang berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap adalah market to book ratio dan ukuran perusahaan. Secara simultan hasil penelitian menggunakan empat variabel fit terbukti signifikan. Sedangkan yang tidak signifikan adalah likuiditas dan fixed asset intensity.Temuan penelitian ini adalah market to book ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap. Perusahaan manufaktur yang mempunyai rasio market to book ratio yang rendah maka manajemen akan memilih metode akuntansi untuk meningkatkan kompensasi yang mereka dapat (bonus plan hypothesis). Dengan melakukan revaluasi aset performa keuangan perusahaan akan meningkat.
Pengaruh Likuiditas, Fixed Assets Intensity, Market To Book Ratio, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Keputusan Perusahaan Melakukan Revaluasi Aset Tetap Lulu Nailufaroh
JAK (Jurnal Akuntansi) Kajian Ilmiah Akuntansi Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.867 KB) | DOI: 10.30656/jak.v6i1.943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas, fixed asset intensity, market to book ratio, dan ukuran perusahaan terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap. Bersadasarkan PSAK 16, perusahaan di Indonesia boleh memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi pengukuran atas aset tetap. Penilaian kembali aset tetap juga diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 191/PMK.10/2015 tentang penilaian kembali aset tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan.Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 sampai 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 perusahaan dalam satu tahun, sehingga total sampel selama periode penelitian sebanyak 222 sampel. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian secara parsial terbukti secara signifikan yang berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap adalah market to book ratio dan ukuran perusahaan. Secara simultan hasil penelitian menggunakan empat variabel fit terbukti signifikan. Sedangkan yang tidak signifikan adalah likuiditas dan fixed asset intensity.Temuan penelitian ini adalah market to book ratio berpengaruh signifikan negatif terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap. Perusahaan manufaktur yang mempunyai rasio market to book ratio yang rendah maka manajemen akan memilih metode akuntansi untuk meningkatkan kompensasi yang mereka dapat (bonus plan hypothesis). Dengan melakukan revaluasi aset performa keuangan perusahaan akan meningkat.
Determinant Of Tax Avoidance During Covid-19 Pandemic On Tourism, Restaurant, And Hotel Companies In Indonesia Stock Exchang Lulu Nailufaroh; Dian Maulita; Dien Sefty Framitha
JAK (Jurnal Akuntansi) Kajian Ilmiah Akuntansi Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jak.v9i2.4392

Abstract

Indonesia's tourism industry occupies the third position in foreign exchange earnings after oil and gas. But the world was shocked by the arrival of the corona virus pandemic in early 2020. Owing to the arrival of this corona virus, the government forced the government to make a new policy, namely Large-Scale Social Restrictions (PSBB). This new policy has had a major impact on the decline in economic progress. Thus,As a result, the revenue of the tourism sector has decreased. Company owners will also usually urge executives to avoid tax by reducing the tax burden. This research plans to examine the elements that have an impact on tax avoidance during the corona virus pandemic in companies that are Indonesia's tourism industry occupies the third position in foreign exchange earnings after oil and gas. But the world was shocked by the arrival of the corona virus pandemic in early 2020. Due to the arrival of this corona virus, the government forced the government to make a new policy, namely Large-Scale Social Restrictions (PSBB). This new policy has had a major impact on the decline in economic progress. Thus income in the tourism sector is reduced. Company owners will also usually urge executives to avoid tax by reducing the tax burden. This research plans to examine the elements that have an impact on tax avoidance during the corona virus pandemic in companies that are included in the classification of the tourism, restaurant, and hotel industries in the first, second, and third quarters of 2020. The research data collected will be processed using regression analysis. multiple. The sampling technique was determined based on the criteria. The results of this research prove that profitability and firm size have a negative effect on tax avoidance. Meanwhile, institutional ownership and audit committee have no effect on tax avoidance. in the classification of the tourism, restaurant, and hotel industries in the first, second, and third quarters of 2020. The research data collected will be processed using regression analysis. multiple. The sampling technique was determined based on the criteria. The results of this research prove that profitability and firm size have a negative effect on tax avoidance. Meanwhile, institutional ownership and audit committee have no effect on tax avoidance.