Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

AKTUALISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP: Studi Relasi Antara Pendidikan Islam dan Budaya Mistis Dalam Pelestarian Lingkungan Dedi Wahyudi; Siti Aisah
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 2 No 01 (2018): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.347 KB) | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v15i01.1200

Abstract

This study aims to describe the relationship between Islamic Education and Mystical Culture in Environmental Conservation. This research is a study of literature by collecting the same source as much as possible. There is much research relevant to this journal article. From the analysis of the various studies, the result of this research is the relationship between Islamic education and mystical culture in the preservation of the environment that is the positive side and the negative side. The positive side is that with the existence of a mystical culture that exists in society makes society not arbitrary to nature, people who embrace and believe in the mystical is more polite, more careful when doing or connect with nature. While the negative side of the community that embraces or believes in the existence of this mystical tend to put forward and glorify the culture compared with Islam that dianutnya
PENGGUNAAN MEDIA, VARIASI, DAN UMPAN BALIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL BELAJAR SISWA Dedi Wahyudi; Arnita Sari
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 2 (2016): Juli - Desember
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.719 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i2.156

Abstract

Abstract In education, every Parents want their children to get an optimal value of the learning process, thus most important role is a teacher responsibility . It is better for a teachers to have the skill to create strategies to maximize learning outcomes of each of the students. In the role as educators skills are required, how to keep the material taught by educators can be well acquainted by the students. This paper focused to the use of the media, the use of variations, as well as feedback in order to achieve optimal learning outcomes. The findings state that, when the ongoing activities of learning, if a teacher did not use variations as well as the media and feedback , it will make the learning proccess becomes a boring and monotonous, which resulted in students couldn’t know the extent of their ability on the material because of weak implementation of feedback. In addition, teachers also did not utilize the existing media in the process of learning activities, that make the students feel the saturation in a learning activity that takes place. Achievement of an activity of learning will be able to reach a maximum level if educators implement the three aspects. Keywords: Education Media, a variation of learning and feedback. Abstrak Dalam pendidikan setiap Orangtua menginginkan anak-anaknya mendapatkan nilai yang optimal dari proses pembelajaran, untuk itu yang paling berperan penting merupakan tanggung jawab dari seorang pengajar. Sebaiknya seorang guru memiliki suatu keterampilan untuk membuat strategi dalam memaksimalkan hasil belajar dari setiap anak didik, dalam peran sebagai pendidik maka diperlukan adanya keterampilan, bagaimana agar materi-materi yang diajarkan oleh pendidik dapat terpahami dengan baik oleh anak didik. Tulisan ini difocuskan kepada penggunaan media, penggunaan variasi, serta umpan balik guna pencapaian hasil pembelajaran yang optimal. Hasil penemuan menyatakan ketika berlangsungnya kegiatan dari pembelajaran seorang guru kurang menggunakan variasi begitupun dengan media dan umpan balik. dalam belajar sehingga pembelajaran yang terlaksana menjadi membosankan serta monoton yang hasilnya adalah anak didik belum dapat mengetahui akan kemampuannya sejauh mana pada materi itu karena lemahnya penerapan umpan balik. Selain itu guru juga tidak memanfaatkan media yang ada, dalam jalannya proses kegiatan pembelajaran yang menjadikan peserta didik merasakan kejenuhan pada kegiatan suatu pembelajaran yang berlangsung. Pencapaian hasil pada suatu kegiatan dari pembelajaran akan dapat mencapai maksimal jika pendidik menerapkan ketiga aspek tersebut. Kata Kunci: Media Pembelajaran, variasi pembelajaran, dan umpan balik.
Filosofis Equilibrasi dalam Konsep Pendidikan Islam Relevansinya Bagi Akselerasi Pengembangan Nilai Kepribadian dalam Konteks Ke-Indonesiaan Wahyudin Wahyudin; Nurul Mahmudah; Dedi Wahyudi
Al-Ulum Vol. 19 No. 2 (2019): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1624.892 KB) | DOI: 10.30603/au.v19i2.826

Abstract

This article depicts the philosophical equilibration in the concept of Islamic education refers to the basic principle of perfect human beings who aim to get happiness in the life of the world and the hereafter. The goal is the concept of Islam to teach a balance between individuals, social, physical, and spiritual, with the hope that there will be no imbalances in the life of the nation and state. The research used the dynamic personality development theory, supported by theories of individual and social balancing processes and inspired by the concept of Islamic education. This study describes human experience and presents a philosophical view of life about the value of personality in the life of the nation and state. The research results showed that the philosophical acceleration of the development of the value of Personality in people's lives, by means of a persuasive approach as a force that serves to bring every citizen closer to life in society.
URGENSI PRINSIP KERJASAMA DAN KOMPETISI DALAM PENGELOLAAN PENGAJARAN Dedi Wahyudi
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 5 عدد 2 (2020): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raudhatul Ulum (STITRU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v5i2.68

Abstract

Kompleksitas perubahan zaman dari waktu ke waktu menyentuh berbagai bidang kehidupan. Hal ini berlaku juga bagi bidang pendidikan. Kerjasama dan kompetisi adalah dua keniscayaan yang seringkali dipandang bertolak belakang. Diperlukan formula efektif untuk keduanya bisa berjalan beriringan sebagai prinsip pengajaran. Menggunakan metode library research, tulisan ini akan berusaha mengulas mengenai prinsip kerjasama dan kompetisi dalam dunia pengajaran agar keduanya dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan maksimal bagi peserta didik. Diharapkan pembelajaran yang dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip ini akan tercipta interaksi-interasi komunikatif antar sesama peserta didik, peserta didik dengan pendidik, serta peserta didik dengan masyarakat.
MEMBANGUN GENERASI “GREAT” BERETIKA MENUJU INDONESIA EMAS Dedi Wahyudi; Novita Kurniasih
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.426 KB) | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1453

Abstract

Kebebasan berkomunikasi dan berpendapat di dunia maya menimbulkan beragam masalah salah satunya hoaks. Parahnya informasi hoaks yang tersebar cenderung berbau SARA, fitnah, dan provokatif yang tak jarang menimbulkan seseorang berurusan dengan hukum. Keterbukaan dan mudahnya mengakses informasi membuat tidak sedikit masyarakat yang langsung men-share informasi tanpa membaca sumber lain ataupun mencari tahu kebenarannya. Banyak orang yang tidak menyadari dampak luar biasa dari berita bohong tersebut. Saat ini, media digital didominasi pemuda millenial yang merupakan “digital natives”. Terwujudnya Indonesia emas 2045 merupakan bentuk integrasi-interkoneksi berbagai lapisan masyarakat, budaya, serta berbagai macam sumber daya yang ada. Jika generasi ini tidak diberikan amunisi yang kuat untuk menangkal serangan hoaks, maka ditakutkan jargon “Indonesia Emas 2045” hanyalah angan belaka. Menjadi generasi yang melek teknologi dan faham pemanfaatanya tidaklah cukup, dibutuhkan pula etika berkomunikasi. Generasi GREAT (Get, Read, Tabayyun) Beretika merupakan aktualisasi dari QS. al-Hujurat ayat 6 yang diharapkan dapat menangkal serangan dan dampak dari hoaks tersebut. Secara eksplisit, al-Qur’an telah memberikan tuntunan untuk menyikapi hoaks yang diintegrasikan dengan zaman kekinian sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KLASIK DI NUSANTARA: STUDI TERHADAP LANGGAR Muhammad Ali; Dedi Wahyudi; Rofi Komalasari
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 6 No 01 (2021): Islamic Spiritual
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/riayah.v6i01.2259

Abstract

Abstrak Langgar atau sering disebut dengan mushola merupakan suatu pendidikan Islam tertua yang ada di Indonesia dan sudah tumbuh kemudian berkembang disuatu komunitas lainnya. Langgar ini sudah didirikan lebih dahulu dari sekolah, pesantren dan suatu madrasah. Langgar sudah mengambil peran yang amat penting dalam mempersiapkan suatu generasi khusunya generasi al-Qur’an, yang utamanya pada sebuah tingkat dasar untuk suatu waktu yang sangat lama. Metodologi penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara dan observasi untuk menjadikan bukti yang sebenarnya, metode yang digunakan yaitu antara lain wawancara dan observasi. Didalam metode pendekatan fenomenologi yaitu wawancara ini adalah dengan melakukan pembicaraan tentang langgar ataupun yang sering disebut dengan mushola ini di desa Talang Jali tepatnya berada di Kotabumi, Lampung Utara. Didalam sebuah pengamatan langsung atau observasi ini, langgar atau biasanya sering disebut dengan mushola didesa Talang Jali ini tepatnya berada di Kotabumi, Lampung Utara ini berbentuk seperti rumah kecil namun berfungsi sebagai adanya orang beribadah seperti sholat, belajar mengaji dan juga untuk bermusyawarah. Dengan adanya langgar ini membantu masyarakat yang jauh dari masjid besar untuk beribadah dan berkegiatan yang dapat bermanfaat bagi mereka. Langgar atau yang sering disebut dengan mushola ini memiliki konteks yang sangat luas yaitu untuk membantu para masyarakat menyelesaikan permasalahan dalam satu ruang dan membantu belajar mengajar dengan ajaran Islam untuk masyarakat umat Islam. Kata langgar didalam sebuah ejaan bahasa Indonesia yang menurut KBBI pada tahun 2018 merupakan sebuah masjid kecil sebagai tempat mengaji ataupun bersholat, namun dalam hal ini langgar tidak digunakan sebagai sholat jum’at untuk para jama’ah. Didalam suatu langgar terkadang digunakan untuk sebuah ruang berbagi pendapat atau ruang untuk bermusyawarah antar masyarakat umat Islam yang akan menjadikan para umat Islam terjalin sebuah hubungan silaturahmi yang cukup harmonis. Didalam suatu ruang lingkup pendidikan Islam di negara Indonesia ini langgar dikenal dengan masyarakat yaitu sebagai salah satu suatu lembaga pendidikan Islam tradisional. Didalam masa yang cukup panjang ini, lembaga pendidikan tersebut sudah mengambil peran yang cukup besar ataupun tidak kecil lagi dalam sebuah pewarisan nilai-nilai yang ada di agama Islam antar suatu generasi dan terutama lagi yaitu untuk yang tingkatan pemula atau tingkatan dasar. Dalam bentuk bangunan yang sangat sederhana dan memiliki sebuah pola pembelajaran yang sangat berbeda jauh kesannya dari kesan formal yang menyebabkan sebuah langgar ini banyak ditemukan di sekitar masyarakat bahkan dirumah-rumah penduduk. Lembaga pendidikan langgar ini menggunakan metode pembelajaran yaitu sorogan, maka dari itu suatu pembelajaran al-Qur’an yang dilakukan secara langsung ayaitu dengan harus tatap muka antara pendidik dan peserta didik, yaitu dengan metode santri yang membaca al-Qur’an sedangkan guru atau pendidik yang menyimaknya. Metode pembelajaran terhadap suatu keterampilan untuk beribadah teresebut dilakukan dengan secara langsung juga dengan cara melalui kegiatan praktikum, seperti pembelajaran tentang tata cara bersholat, dari santri secara individu maupun santri yang berkelompok atau berjama’ah dengan diminta untuk mempraktikkan atau melakukan bacaan sholat dan juga gerakan sholatnya tersebut. Didalam kajian lapangan yang dilakukan dengan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi ini, dengan metode ini peneliti akan lebih tahu tentang apa yang akan diteliti dan yang akan dibahas pada kajian ini. Kata kunci: Langgar, Metodologi dan kualitatif.