Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aktivitas Antitumor (Hela dan T47d) dan Antioksidan Ekstrak Makroalga Hijau Ulva fasciata Endar Marraskuranto; Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Hedi Indra Januar; Thamrin Wikanta
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.21

Abstract

ABSTRAKRiset untuk mempelajari bioaktivitas ekstrak makroalga hijau Ulva fasciata sebagai antitumor (HeLa dan T47D) dan antioksidan telah dilakukan. Uji toksisitas dilakukan denganmetode BSLT, uji sitotoksisitas terhadap sel tumor HeLa dan T47D dilakukan dengan metode uji MTT, sedangkan uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl pikryl hidrazil). Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa fraksi heksan U. fasciata memiliki toksisitas tertinggi dengan LC50 sebesar 19,12 ppm sehingga tergolong sangat toksik. Sementara itu, fraksi heksan makroalga U. fasciata menunjukkan aktivitas sitotoksik yang baik terhadap sel tumor HeLa (IC50 = 25,6 ppm) dan terhadap sel tumor T47D (IC50 = 28,7 ppm). Akan tetapi, ekstrak kasar, fraksi metanol dan fraksi heksan makroalga U. fasciata tidak menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang masih jauh di atas standar vitamin C.
Astaxanthin: Senyawa Antioksidan Karoten Bersumber dari Biota Laut Ifah Munifah; Thamrin Wikanta
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): December 2006
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v1i1.71

Abstract

Meskipun berbagai jenis antioksidan dalam makanan telah berkontribusi dalam pencegahan penyakit, namun sejumlah riset yang telah dilakukan lebih memfokuskan pada tiga jenis antioksidan yakni vitamin E, vitamin C dan karotenoid karena berperan penting sebagai nutrien yang diperlukan dalam metabolisme tubuh manusia.
Kualitas Agarosa Hasil Isolasi dari Rhodymenia ciliata Menggunakan Deae-Selulosa Ella Salamah; Dyah Susanti; Thamrin Wikanta
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.868 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v8i1.1026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan DEAE-selulosa terhadap kualitas agarosa dari bahan baku Rhodymenia ciliata. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk menentukan konsentrasi NaOH optimum pada pra-ekstraksi agar dan penelitian utama yang bertujuan untuk menguji pengaruh perbandingan DEAE-selulosa dengan rumput laut Rhodymenia ciliata terhadap kualitas agarosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian DEAE-selulosa 27% terhadap berat rumput laut kering menghasilkan agarosa optimum dengan sifat-sifat fisik yang terbaik.Kata Kunci : Agarosa, DEAE-selulosa
Properties of Sodium Alginate–Polyvinyl Alcohol Hydrogels Irradiated By Gamma Ray For Wound Dressing Materials Thamrin Wikanta; Erizal Erizal
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2013): May 2013
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v8i1.97

Abstract

A copolymer of sodium alginate (SA)–polyvinyl alcohol (PVA) was synthesized by gamma irradiation  to  make  a  hydrogel  and  study  on its properties has been carried out. A  series of 0.5% -2.0% (w/v) of SA solution and 10% (w/v) of PVA solution were prepared in separate tubes. Each of the SA solution was mixed with PVA solution, then it was irradiated with gamma ray at the doses of 30 kGy, 40 kGy, and 50 kGy (dose rate of 10 kGy/hour), respectively. The properties of hydrogels were evaluated comprising of the physical performance, gel fraction, swelling ratio, water evaporation, and pH. The results showed that increase of irradiation dose can increase the gel fraction, but  increase of SA concentration can decrease the gel fraction. SA concentration of 1-2% with gamma ray irradiation dose of 30 kGy was a suitable condition to produce a good hydrogel with properties as follow, gel fraction of 75.83%-78.70%, swelling ratio of 69.12-80.14 g/g, and maximum water evaporated of 54.21-76.41%, the pH value ranged 5.60-5.65. The hydrogels produced are suitable to be used for  wound dressing, especially for wet wounds, and can be applied for two days.