Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR TEMA 1 INDAHNYA KEBERSAMAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS 4 SDN 1 SUKOREJO Yossy Aprisita Putri; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
JURNAL TEMATIK Vol 9, No 2 (2019): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v9i2.14435

Abstract

This study aims to increase the motivation to learn theme 1 through the application of the Group Investigation learning model for 4th grade students of SDN 1 Sukorejo. This research is a Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles consisting of 4 stages, namely the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were students in grade 4 at SDN 1 Sukorejo, totaling 30 students. The data collection technique used was non-test (observation, documentation) and then analyzed descriptively quantitatively. The results showed an increase in the average percentage of learning motivation from the first cycle totaling 7 students (23.33%) included in the classification highly motivated, 11 students (36.67%) entered the classification quite motivated while 12 students (40%) entered in classification is not motivated and cycle II as many as 26 students (86.67%) enter the classification highly motivated and 4 students (13.33%) in the classification are quite motivated. Based on the results of the study it can be concluded that the Group Investigation learning model can increase motivation to learn theme 1 grade 4 SDN 1 Sukorejo.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR TEMA 1 INDAHNYA KEBERSAMAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS 4 SDN 1 SUKOREJO Yossy Aprisita Putri; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
JURNAL TEMATIK Vol 9, No 2 (2019): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v9i2.14435

Abstract

This study aims to increase the motivation to learn theme 1 through the application of the Group Investigation learning model for 4th grade students of SDN 1 Sukorejo. This research is a Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles consisting of 4 stages, namely the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were students in grade 4 at SDN 1 Sukorejo, totaling 30 students. The data collection technique used was non-test (observation, documentation) and then analyzed descriptively quantitatively. The results showed an increase in the average percentage of learning motivation from the first cycle totaling 7 students (23.33%) included in the classification highly motivated, 11 students (36.67%) entered the classification quite motivated while 12 students (40%) entered in classification is not motivated and cycle II as many as 26 students (86.67%) enter the classification highly motivated and 4 students (13.33%) in the classification are quite motivated. Based on the results of the study it can be concluded that the Group Investigation learning model can increase motivation to learn theme 1 grade 4 SDN 1 Sukorejo.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Pada Siswa Kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Anastasia Ratna Fidari; Henny Dewi Koeswanti; Elvira Hoesein Radia
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang memakai tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehinnga peserta didik mendaptkan pengalaman yang bermakna. Melalui kurikulum 2013 ini, pengetahuan yang diterima siswa dapat tersimpan lebih baik karena informasi yang masuk ke alam bawah sadar pikiran siswa. Sistem TGT (Teams Games Tournament) yang menekankan adanya kerjasama antara anggota kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan Teams Games Tournament pada pembelajaran tema 7 untuk meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Metode penelitian ini menggunakan Teori Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan 95%.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Pada Siswa Kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Anastasia Ratna Fidari; Henny Dewi Koeswanti; Elvira Hoesein Radia
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang memakai tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehinnga peserta didik mendaptkan pengalaman yang bermakna. Melalui kurikulum 2013 ini, pengetahuan yang diterima siswa dapat tersimpan lebih baik karena informasi yang masuk ke alam bawah sadar pikiran siswa. Sistem TGT (Teams Games Tournament) yang menekankan adanya kerjasama antara anggota kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan Teams Games Tournament pada pembelajaran tema 7 untuk meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Metode penelitian ini menggunakan Teori Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan 95%.
Efektivitas Media Pembelajaran Gadumasa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Dwi Prasetya; Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.32991

Abstract

Smartphone saat ini sudah merambah ke berbagai kalangan termasuk anak-anak, namun pemanfaatannya tidak banyak ke pembelajaran mengingat konten pembelajaran yang dirancang sesuai kurikulum yang berlalu masih sangat sedikit. Dampaknya adalah siswa memanfaatkan smartphone untuk bermain game online atau menonton video hingga lupa waktu. Pola seperti telah mempengaruhi aktivitas belajar siswa di sekolah sehingga berdampak kurang baik terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Gadumasa (Game Edukasi Maze Berbasis Android) yang valid dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ASSURE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa validitas Gadumasa menurut ahli materi, ahli media, dan ahli desain pembelajaran menunjukkan kategori tinggi. Skor yang diperoleh masing-masing ahli secara berurutan yaitu; 80%, 76%, dan 74% sehingga dinyatakan bahwa media pembelajaran Gadumasa valid dari aspek isi, media, dan desain pembelajaran. Uji efektivitas dilakukan melalui pra eksperimen pada satu kelas. Rerata hasil pretest adalah 36,36% sedangkan rerata posttest yakni 81,81%. Dengan demikian ada perbedaan rerata yang signifikan sehingga media Gadumasa dinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar tema 6 siswa kelas IV SD.
Efektivitas Media Pembelajaran Gadumasa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Dwi Prasetya; Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.32991

Abstract

Smartphone saat ini sudah merambah ke berbagai kalangan termasuk anak-anak, namun pemanfaatannya tidak banyak ke pembelajaran mengingat konten pembelajaran yang dirancang sesuai kurikulum yang berlalu masih sangat sedikit. Dampaknya adalah siswa memanfaatkan smartphone untuk bermain game online atau menonton video hingga lupa waktu. Pola seperti telah mempengaruhi aktivitas belajar siswa di sekolah sehingga berdampak kurang baik terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Gadumasa (Game Edukasi Maze Berbasis Android) yang valid dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ASSURE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa validitas Gadumasa menurut ahli materi, ahli media, dan ahli desain pembelajaran menunjukkan kategori tinggi. Skor yang diperoleh masing-masing ahli secara berurutan yaitu; 80%, 76%, dan 74% sehingga dinyatakan bahwa media pembelajaran Gadumasa valid dari aspek isi, media, dan desain pembelajaran. Uji efektivitas dilakukan melalui pra eksperimen pada satu kelas. Rerata hasil pretest adalah 36,36% sedangkan rerata posttest yakni 81,81%. Dengan demikian ada perbedaan rerata yang signifikan sehingga media Gadumasa dinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar tema 6 siswa kelas IV SD.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR TEMA 1 INDAHNYA KEBERSAMAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS 4 SDN 1 SUKOREJO Yossy Aprisita Putri; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
JURNAL TEMATIK Vol 9, No 2 (2019): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v9i2.14435

Abstract

This study aims to increase the motivation to learn theme 1 through the application of the Group Investigation learning model for 4th grade students of SDN 1 Sukorejo. This research is a Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles consisting of 4 stages, namely the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were students in grade 4 at SDN 1 Sukorejo, totaling 30 students. The data collection technique used was non-test (observation, documentation) and then analyzed descriptively quantitatively. The results showed an increase in the average percentage of learning motivation from the first cycle totaling 7 students (23.33%) included in the classification highly motivated, 11 students (36.67%) entered the classification quite motivated while 12 students (40%) entered in classification is not motivated and cycle II as many as 26 students (86.67%) enter the classification highly motivated and 4 students (13.33%) in the classification are quite motivated. Based on the results of the study it can be concluded that the Group Investigation learning model can increase motivation to learn theme 1 grade 4 SDN 1 Sukorejo.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Pada Siswa Kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Anastasia Ratna Fidari; Henny Dewi Koeswanti; Elvira Hoesein Radia
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang memakai tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehinnga peserta didik mendaptkan pengalaman yang bermakna. Melalui kurikulum 2013 ini, pengetahuan yang diterima siswa dapat tersimpan lebih baik karena informasi yang masuk ke alam bawah sadar pikiran siswa. Sistem TGT (Teams Games Tournament) yang menekankan adanya kerjasama antara anggota kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan Teams Games Tournament pada pembelajaran tema 7 untuk meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Metode penelitian ini menggunakan Teori Kemmis dan Taggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan 95%.
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD Anik Suryaningsih; Henny Dewi Koeswanti
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD.  Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis IPA Siswa SD Anik Suryaningsih; Henny Dewi Koeswanti
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i1.33196

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang kurang kreatif didalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kreatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD.  Penelitian ini merupakan termasuk kedalam jenis penelitian meta analisis. Subjek didalam penelitian ini adalah 20 artikel penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara mencari artikel-artikel yang terdapat pada jurnal online dengan menggunakan Google Cendikia dan Scholar. Instrumen yang digunakan berupa lembaran pemberian kode (coding category). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu perbandingan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,48 lebih besar dari model pembelajaran Project Based Learning sebesar 17,31, hasil uji Ancova membuktikan f hitung f tabel yakni 11,620 > 3,55 dan signifikasinya 0,002 < 0,05, dan Uji Effect Size sebesar 0,234 dengan nilai Sig. 0,002. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif untuk mempengaruhi peningkatan kemampuan berfikir kritis IPA siswa SD dibandingkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Implikasi penelitian ini adalah dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, dan memperoleh konsep yang esensial berdasarkan materi pelajaran IPA.