Sobariah Sobariah
Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kajian Biaya Produksi Terhadap Harga Penjualan pada Perusahaan Agar-Agar Kertas di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Ganjar Wiryati; Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v5i1.26

Abstract

Harga jual harus menghasilkan laba yang mencukupi, seimbang, dengan investasi yang ditanamkan. Maka dari itu informasi biaya produk atau jasa sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual, walaupun biaya bukan satu-stunya faktor penentu yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual. Industri agar-agar kertas di Kecamatan Pameungpeuk misalnya, saat ini masih ditangani secara tradisional, dengan permodalan yang relatif kecil dengan kapasitas produksi antara 16-20 kg agar-agar per hari, dengan tenaga kerja 5 orang, serta persaingan semakin besar. Berdasarkan hasil penelitian maka biaya produksi memberikan kontribusi terhadap harga jual sebesar 81,80% pada industri kecil tersebut, sedangkan sisanya 18,20% dipengaruhi oleh faktor variabel lain.
Analisis Margin Pemasaran dari Saluran Pemasaran Ikan Hias di Enam Pasar Bogor (Survei di Kota/Kab. Bogor Provinsi Jawa Barat) Sobariah Sobariah; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.38

Abstract

  Pendapatan yang tinggi adalah tujuan akhir dari pelaku utama dalam hal ini pembudidaya ikan baik ikan konsumsi maupun ikan hias, namun demikian pada kenyataannya para pembudidaya ikan khususnya ikan hias belum dapat menikmati keuntungan sesuai dengan yang mereka harapkan, justru para pedagang di berbagai level baik itu pengumpul maupun pengecer yang menikmati keuntungan lebih baik dari pada para pembudidaya yang dengan susah payah mengelola usahanya dengan berbagai resiko yang dijalaninya. Salah satu penyebab terjadinya kesenjangan penerimaan keuntungan adalah karena sistem pemasaran yang masih terlalu panjang dimana dari pembudidaya ke pedagang pengumpul, pedagang pengumpul ke pedagang besar, pedagang besar ke pengecer, dari pengecer baru sampai ke konsumen akhir dalam hal ini pembeli ikan hias. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh margin pemasaran ikan hias di beberapa pasar yang ada di wilayah Bogor, maka perlu diadakan peneiltian tentang margin pemasaran dari saluran pemasaran ikan hias di enam pasar yang ada di sekitar Bogor. Dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya dari peneliti, maka penelitian tentang margin pemasaran ikan hias hanya dilakukan di enam pasar yang dominan. Tujuan Penelitian a) Ingin mengetahui pangsa pasar diterima penjual, pembudidaya dari harga yang dibayarkan konsumen. b) Ingin mengetahui berapa penjual yang memanfaatkan pasar yang ada di kota Bogor. c) Ingin mengetahui perbandingan margin pemasaran dari saluran distribusi ikan hias pada enam pasar di Bogor. Metodologi penelitian lebih pada pendekatan sistem, fungsi dan kegunaan pemasaran komoditas perikanan secara Konseptual dan operasional dengan hasil perhitungan bahwa Margin Pemasaran yang dihitung dari dua jenis ikan hias pada enam pasar menunjukkan bahwa marjin Pemasaran terendah sebesar Rp. 24; disaluran 1, Rp.48, berada pada saluran 2, dan terdapat pada pasar 3 dan 4 yaitu Pasar Parung dan Pasar Anyar, hal ini menunjukan bahwa komoditas ikan Cupang dan Koki adalah merupakan jenis komoditas yang efisien untuk komoditas ikan hias tersebut. Untuk Margin Pemasaran (MP) tertinggi berada pada posisi saluran 3 di pasar 2 dan 6, yaitu Margin Pemasaran sebesar RP.4.850 di saluran 3 pada pasar 2 yaitu pada Depo Baranang Siang, dan margin pemasaran sebesar Rp.3.600 berada pada posisi saluran 3 di pasar 6 atau Pasar Ciawi, yang berarti bahwa komoditas ikan hias Koki dan Cupang menunjukan jenis ikan hias yang tidak efisien bagi sipembudidaya, karena penerimaan pembudidaya lebih kecil dari pedagang pengumpul maupun pedagang ecaran
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor. Sobariah Sobariah; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.51

Abstract

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor. Dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja pegawai fungsional pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, terdapat berbagai faktor yang perlu mendapat perhatian, antara lain motivasi dari para pegawai yang bekerja di instansi tersebut maupun mengembangkan karier yang dirasakan oleh pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. akan dapat meningkatkan kepuasan kerja. Tingginya motivasi dari para pegawai di instansi tersebut akan meningkatkan kepuasan kerja sehingga berdampak positif dalam lingkungan eksternal instansi yakni peningkatan kepercayaan masyarakat dalam memberikan penyuluhan maupun transfer teknologi di bidang pertanian.umumnya dan perikanan khususnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka akan dilakukan penelitian mengenai MOTIVASI dan KEPUASAN KERJA PENYULUH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja penyuluh di Badan Ketahanan5) Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Kerja pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, hasil pengolahan data terhadap variabel bebas Motivasi (X1) dan variabel terikat Kepuasan Kerja (Y) dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil uji t variabel Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 5,301 dan ttabel sebesar 1,96 pada level significants 0,05 dan probabilitas 0,000. Hal ini berarti thitung = 5,301 > ttabel = 1,96, maka H0 ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan. 2. Koefisien korelasi Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan adalah 0,892 sehingga diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,795 atau 79,5%. Hal ini berarti bahwa faktor-faktor lain di luar yang tidak diteliti namun berpengaruh juga adalah sebesar 20,5%.
Perkembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.58

Abstract

Upaya meningkatkan kepuasan kerja penyuluh perikanan banyak factor yang perlu mendapat perhatian, yaitu pengembangan karier dari penyuluh tersebut. pengembangan karir dapat meningkatkan kepuasan kerja bagi penyuluh perikanan sebagai tenaga fungsuional dibidangnya. sehingga berdampak positif dalam lingkungan ekternal instansi tersebut yakni peningkatan kepercayaan masyarakat dalam pemberian penyuluhan dan transfer teknologi bidang pertanian umumnya dan perikanan khususnya.berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian tentang pengembangan karir dan kepuasan kerja penyuluh. adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja penyuluh perikanan di badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann kabupaten bogor, dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh pengembangan karier terhadap kepuasan kerja di badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann terhadap 51 orang penyuluh perikanan dari 209 orang pegawai dan hasil pengolahan data terhadap variabel bebas pengembangan karier (x) serta variabel terikat kepuasan kerja (y) badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann diperoleh data hitung yang dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. hasil uji t variabel pengembangan karier (x) terhadap kepuasan kerja (y) pada badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 8,407 dan ttabel sebesar 1,,588 pada level significants 0,05 dan probabilitas 0,000. hal ini berarti thitung = 8,407 > ttabel = 1,588, maka h0 ditolak dan ha diterima, berarti terdapat pengaruh pengembangan karier (x) terhadap kepuasan kerja (y) pada badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann kabupaten bogor. koefisien korelasi pengembangan karier (x) secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja (y) pada badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann adalah 0,876 sehingga diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,,876 atau 87,6%. hal ini berarti bahwa faktor-faktor lain di luar yang tidak diteliti namun berpengaruh juga adalah sebesar 12,4%.
Potensi Usaha Perikanan di Desa Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Sukma Budi Prasetyati; Nur Baety Alifiani; Lenny S Syafei; Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.120

Abstract

Proses atau wadah pembelajaran bagi pelaku usaha maupun pelaku utama yang disebut dengan penyuluhan tidak pernah terlepas dari media yang berkaitan dengan teknologi. Media berperan untuk memperoleh data berupa data geografis maupun informasi yang bersifat umum maupun khusus. Media juga yang berperan penting dalam penyampaian inovasi mengenai teknologi dalam bidang perikanan. Adanya perkembangan teknologi, tentunya memudahkan pengumpulan data dan informasi yang berguna bagi kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan. Kecamatan Bantargadung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari tujuh desa yaitu Limusnunggal, Buanajaya, Bojonggaling, Bantargebang, Bantargadung, Mangunjaya, Boyongsari. Kecamatan Bantargadung memiliki potensi perikanan di bidang pengolahan ikan pindang dan budidaya dengan komoditas utama ikan lele dan nila. Karenanya metoda penelitian ini adalah mengumpulkan, mengolah serta menyusun data perikanan dan menganalisis permasalahan perikanan di Kecamatan Bantargadung. Penelitian ini  dilaksanakan pada tanggal 1-30 November 2018 di Kecamatan Bantargadung. Penentuan sampel menggunakan Rumus Slovin dengan persentase error 20%. Pengumpulan data sekunder dan primer menggunakan dua metode yaitu dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Kecamatan Bantargadung memiliki tujuh desa dengan dua desa yang saat ini kegiatan perikanannya sudah berkembang. Potensi perikanan yang mungkin untuk dikembangkan adalah Pengolahan Ikan Pindang serta budidaya ikan air tawar.
Harga Pokok Produksi dalam Penetapan Harga Jual Ikan Asin di Pengolah Ikan Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penetapan harga pokok produksi dalam menentukan harga Jual ikan asin dengan mengidentifikasi factor factor yang mempengaruhi harga pokok produksi. Diantaranya adalah biaya-biaya ytang dikeluarkan dalam memproduksi ikan asin kacangan, yang dilakukan oleh pengolah ikan asin kacangan.. Penelitian dilakukan di pengolahan ikan asin kacangan desa Asemdoyong Kecamatan Taman.Kabupaten Pemalang JawaTengah. Dengan melibatkan 10 orang pengolah yang dipilih secara acak dan beberapa pedagang sebagai responden yang diwawancara. Kegiatan pengolahan didesa asemdoyong yang dilakukan pengolah sangat sederhana ,ke,nmasanpun sangat sederhana sehingga penelitian ini dapat menentukan biaya-biaya yang digunakan untuk mengolah ikan sehingga harga pokok dapat dihitung sehingga dapat menntukan harga jual. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa dari identifikasi biaya biaya dan perhitungan harga jual perkilogram dengan kesepakatan yang dibuat antar pengolah ikan biaya- biaya yang digunakan selama proses produksi serta nilai rupiah yang diperoleh asin yaitu harga jual adalah Rp.9000,- dengan keuntungan pengolah setiap kali produksi memperoleh sebesar = Rp 4.871.429 – atau setiap kilogram mendapat keuntungan sebesar Rp. 1.550,- .Walaupun kegiatan tersebut cukup sederhana baik dalam pengolahannya maupun pengemasannya, akan tetapi sudah dapat menghasilkan kelebihan dari harga pokok produksi senbesar Rp.1550,- /kg,( Rp.9.000 – 7.450 ), pengolah masih tetap eksis menjalankan usahanya, dengan demikian perhitungan harga pokok cukup berperan untuk menetapkan harga jual ikan asin disetiap kegiatan produksinya.